Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 164


__ADS_3

Cukup lama Axel hanyut dalam lamunannya sendiri. Dengan tangan yang masih setia menggenggam lembut tangan Gita. hingga dia tidak sadar bahwa Gita sudah membuka matanya.


Gita merasa seperti sedang bermimpi dan ada yang menggenggam tangannya dalam waktu yang lama. Setelah itu dia mengerjapkan matanya. Gita masih diam walau matanya sudah terbuka lebar, karena ada sosok laki-laki yang selama ini sangat dia rindukan. Ingin sekali Gita bangun lalu memeluk Axel. Namun tiba-tiba dia teringat kalau Axel telah menggugatnya cerai.


Ada rasa sakit dalam hatinya saat mengingat itu semua. Terlebih saat melihat tatapan benci Axel saat di ruang persidangan tadi. akhirnya Gita mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Axel.


“Kamu sudah bangun?” tanya Axel saat menyadari taangan Gita sudah bergerak.


Axel melepaskan genggaman tangannya dan beralih menatap wajah pucat Gita. sedangkan Gita membuang mukanya, karena perasaannya masih sangat kacau.


“Gita, maafkan aku.” ucap Axel namun Gita masih setia membuang muka.


“Maafkan aku yang sangat bodoh hingga dengan mudahnya termakan berita murahan itu.” Axel berkata lagi dan seketika Gita menoleh.


“Apa maksudnya?” tanya Gita.


Axel menarik nafasnya dalam sebelum menceritakan semuanya pada Gita. lalu dia mulai bercerita ketika tiba-tiba mendapat email dari seseorang yang tidak ia kenal dengan mengirim beberapa foto Gita bersama dokter Julian. Dan saat persidangan tadi, dokter Julian sudah memberikan kesaksiannya. Dari situlah Axel sangat menyesali perbuatannya karena telah termakan berita murahan.


“Tapi untuk alasan utama, tidak ada yang salah. bahwa selama pernikahan, aku tidak pernah melakukan tugasku sebagai seorang istri.” Ucap Gita.


“Sttt… jangan bahas itu lagi. Yang terpenting aku sudah menghentikan proses perceraian kita. Aku sudah mencabut gugatanku. Apakah kamu mau memaafkanku dan kita akan menjalani rumah tangga kita mulai dari awal?” tanya Axel dengan menatap intens mata Gita.


Air mata Gita luruh begitu saja. Akhirnya dia tidak jadi berpisah dengan suaminya. Akhirnya mimpi buruk itu sudah berakhir. Axel bingung melihat Gita yang masih diam namun justru air matanya mengalir deras.


“Maafkan aku. tolong maafkan semua kesalahanku, Gita. aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu.” Ucap Axel.


Gita mengusap air matanya dengan salah satu tangannya dan berkata, “Aku juga mencintaimu Kak.”


Tanpa aba-aba Axel segera memeluk Gita yang masih terbaring. Axel mengeratkan pelukannya sambil menghirup aroma tubuh Gita. dia sangat bersyukur akhirnya perempuan yang dicintainya sudah kembali lagi ke pelukannya. Sungguh hari ini adalah hari terindah bagi Axel.


Cukup lama Axel memeluk tubuh Gita yang sedang terbaring. Lalu Gita menepuk-nepuk punggung Axel karena merasa pelukannya sangat kuat dan membuatnya tidak nyaman.


“Kak, aku ngggak bisa nafas.” Ucap Gita, lalu dengan cepat Axel mengurai pelukannya.


“Maaf, Sayang.” Ucap Axel dengan rasa bersalah.

__ADS_1


Wajah Gita tiba-tiba bersemu merah saat pertama kalinya mendengar Axel memanggilnya sayang. Namun Axel semakin heran dan menyentuh kening Gita.


“Kamu nggak demam. Tapi kenapa wajah kamu memerah? Ada yang sakit?” tanya Axel.


“Nggak, Kak. Aku nggak apa-apa.” Jawab Gita dengan malu-malu dan menahan senyum.


“Nggak apa-apa bilang saja kalau ada yang sakit. Aku nggak mau melihat kamu sakit lagi, Sayang.” Ucap Axel kemudian dia diam dan menyadari panggilannya pada Gita.


“Apa karena aku memanggilmu "Sayang" hingga membuat wajah kamu memerah seperti ini?” tanya Axel to do point, dan Gita malah menutup wajahnya dengan selimut.


Axel semakin gemas melihat sikap malu-malu Gita. tapi dia juga sangat bersyukur akhirnya hubungannya dengan Gita bisa kembali baik. Bahkan Gita sudah mengungkapkan perasaannya.


“Ya sudah istirahatlah, aku akan keluar dulu mau makan.” Pamit Axel karena Gita masih setia menutup wajahnya dengan selimut.


Mendengar Axel berpamitan, Gita merasa sangat lega dan dia tidak perlu malu lagi. Setelah itu dia membuka selimut yang menutupi wajahnya.


Cup


Ternyata Axel berbohong. Laki-laki itu sengaja ingin mengerjai istrinya. Dan benar saja Gita langsung membuka selimutnya saat dia berpamitan akan keluar.


Axel menjauhkan wajahnya dari Gita, lalu mengusap bekas salivanya dari bibir Gita. jantung Gita berdebar dua kali lebih cepat dengan pandangan mata yang masih tertuju pada Axel.


“Kenapa? Apa kamu ingin yang lebih dari ini?” bisik Axel menggoda.


Bugghh


Gita memukul dada bidang Axel dan membuang mukanya. Bisa-bisanya di saat seperti ini, Axel malah menggodanya. Sedangkan Axel semakin gemas melihat sikap Gita.


“Cepatlah sembuh jika menginginkan yang lebih.” Axel kembali berbisik. Namun saat Gita akan memberikan serangan lagi, Axel sudah berlari dan keluar kamar.


***


Sementara itu seorang wanita muda sedang tampak kesal setelah mendapat kabar dari orang suruhannya kalau Axel gagal bercerai.


Argggghhh!!!!

__ADS_1


Teriaknya frustasi. Kalau sudah seperti ini sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa menjerat Axel. Namun Mona masih terus berusaha mencari cara bagaimana mendapatkan Axel, meski peluangnya sangat kecil.


Ya, Mona sejak dulu sudah terobsesi dengan Axel. Kabar pernikahan Axel cukup mengejutkan baginya. Terlebih Axel menikah dengan perempuan yang dulu pernah ia temui, bahkan perempuan itu mengaku sebagai adik Axel.


Mona sudah lama mengetahui rumah tangga Axel dan Gita tidak baik-baik saja. Namun dia tidak tahu pasti penyebabnya. Dia masih menunggu kesempatan bagaimana caranya membuat Axel bercerai dengan Gita, setelah itu baru dia masuk ke dalam hidup Axel tanpa ada sebutan sebagai wanita pelakor.


Hingga Mona mendengar kabar kalau Axel pergi ke luar negeri dan Gita masih di Indonesia. Dan tanpa sengaja saat itu Mona melihat Gita sedang berdua dengan dokter Julian. Timbullah niat jahat untuk mempermudah jalannya mendekati Axel.


Tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan seseorang dari belakang yang sangat mengejutkan Mona. Kemudian perempuan itu menoleh.


“Mikko???” Mona terkejut saat melihat keberadaan Mikko ada disana setelah orang suruhannya pergi.


“Kenapa? Apa kamu terkejut, Sayang?” tanya Mikko dengan tatapan sinis.


“Eh, nggak. Kenapa kamu bisa ada disini? Bagaimana kabar kamu?” Mona berusaha menutupi kegugupannya.


“Aku disini?” tanya Mikko sambil menunjuk dirinya sendiri, dan Mona mengangguk.


“Aku mau mengajak kamu jalan-jalan. Sudah lama kita tidak pernah have fun bukan?” ucapan Mikko membuat Mona semakin ketakutan.


Mikko kembali bertepuk tangan tanda memanggil sesorang. Dan tak lama kemudian ada dua orang pria datang. Dengan cepat Mona melangkah mundur. Namun gerakannya sudah terbaca oleh Mikko.


“Cepat bawa wanita jal*** itu jauh dari sini. terserah mau kalian nikmati seperti apa, bebas.” Ucap Mikko penuh amarah, lalu meninggalkan Mona yang tampak meronta dalam genggaman dua orang pria bertubuh kekar itu.


Mikko meraih ponselnya dan mengabarkan pada sahabatnya kalau wanita ular itu sudah berhasil ia singkirkan.


.


.


.


*TBC


Alhamdulilallah Axel dan Gita sudah baikan... ularnya juga sudah dibasmi😂😂 Setelah ini apa lagi hayoo yg reader inginkan?😁😁

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2