
Iqbal berjalan sambil membawa boneka milik Gita. Dia belum menyadari sosok wanita yang sedang berjalan bersama Gita, karena yang dilihat Iqbal hanya Gita.
Jantung Jenny berdegup kencang saat melihat seseorang yang sangat dia rindukan. Langkah kakinya terhenti begitu saja. Sedangkan Gita terus berlari mengambil boneka dari tangan Iqbal.
Air mata Jenny luruh begitu saja saat melihat kedekatan Gita dan Iqbal. dia merasakan seperti mimpi. Entah bagaimana reaksi Iqbal saat sudah menyadari kehadirannya.
“Ini boneka kamu ketinggalan, Gita.” Ucap Iqbal sambil berjongkok mensejajarkan langkahnya dengan Gita.
“Maacih Om.” Ucap Gita.
“Kamu sama siapa?” tanya Iqbal.
“Cama Mama.” Ucap Gita sambil mencari keberadaan mamanya.
Mata Iqbal pun mengikuti arah pandang Gita yang sedang mencari mamanya. Iqbal sangat terkejut melihat wanita yang berdiri tak jauh darinya. Terlebih setelah itu Gita berlari menghampiri wanita itu dan memanggilnya “mama”.
Jenny masih diam terpaku. Air matanya sejak tadi tak henti-hentinya mengalir. Bibirnya kelu tak mampu berucap. Sementara Iqbal juga terdiam. Dadanya semakin sesak saat melihat Jenny menangis.
“Bal, ayo kita pulang. Pesawatnya sudah take off.” Ucap Danisa tiba-tiba dan menggandeng tangan Iqbal.
Jenny mengusap air matanya dengan kasar lalu memutuskan pergi dari sana sambil menggandeng tangan Gita. Pikiran Jenny berkecamuk saat mengetahui fakta bahwa Iqbal sedang bersama wanita lain.
“Lid, kamu pulanglah dulu sama Gita. Aku masih ada keperluan.” Ucap Jenny.
Lidya yang melihat perubahan wajah Jenny yang begitu sembab, tidak berani bertanya banyak. Dia hanya mengangguk dan langsung mengajak Gita masuk ke dalam taksi. Dan beruntungnya Gita tidak rewel.
Selepas kepergian Lidya, Jenny memilih untuk berjalan keluar bandara. Dan kebetulan disana ada sebuah taman kecil dengan air mancur di tengahnya. Waktu sudah sore, hingga membuat taman itu tampak indah karena tersorot cahaya senja matahari.
Jenny kembali terisak saat mengingat pertemuannya beberapa saat yang lalu bersama Iqbal. ingin sekali dia menghampiri Iqbal dan memeluknya dengan erat. Namun apa daya statusnya sudah berbeda. Tidak sama seperti dulu. Bahkan Jenny melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Iqbal sudah mempunyai kekasih.
**
“Bagaimana kabar kamu?” tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri di samping Jenny.
Jenny tahu kalau itu adalah suara Iqbal. namun dia sama sekali tidak ingin melihatnya. Dia semain terisak pilu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Iqbal yang melihatnya ikut sedih. Dia juga tidak tahu kenapa Jenny sampai terisak seperti itu. Lalu dia memberanikan diri untuk duduk di samping Jenny.
__ADS_1
“Please jangan menangis seperti ini!” ucap Iqbal dengan tangan terulur mengusap kepala Jenny.
“Kenapa kamu bisa ada disini? Kemana suami kamu?” tanya Iqbal tiba-tiba.
Jenny sejak tadi tak mampu menjawab pertanyaan Iqbal. namun saat Iqbal menanyakan tentang suaminya, Jenny semakin mengencangkan suara tangisnya. Dan hal itu membuat Iqbal semakin bingung.
“Maaf jika kehadiranku membuatmu kecewa.” Ucap Iqbal dan beranjak dari duduknya.
“Aku tidak pernah menikah dengan pria lain selain sama kamu.” Ucap Jenny lirih dan membuat Iqbal terkejut.
“Apa maksud kamu?” tanya Iqbal tak percaya.
#Flashback on
Tiga tahun yang lalu
Saat Jenny sudah siap dengan riasannya dan akan melangsungkan ijab qobul, dan semua keluarganya dan keluarga Xavier sudah menunggunya, tiba -tiba saja di luar rumah terdengar suara gaduh.
“Maaf Tuan di luar ada seorang wanita yang marah-marah sedang mencari Tuan Xavier.” Ucap satpam penjaga rumah keluarga Vito.
“Tuan Xavier! Tega anda lepas tanggung jawab begitu saja.” Ucap wanita itu.
Wajah Xavier berubah keruh saat melihat mantan sekretarisnya bisa berada disana dan mengacaukan acara pernikahannya. Lalu Xavier berjalan mendekati wanita itu.
“Pergi kamu dari sini. dan jangan mengacaukan pernikahanku.” Bisik Xavier dan semakin membuat kedua orang tua Xavier penasaran.
“Anda jahat!! Setelah Ibu saya mengusir saya dari rumah karena mengetahui saya hamil, sekarang anda mengusir saya. Tolong tanggung jawab atas janin dalam kandungan saya.” Ucapnya sengan suara lantang.
Semua orang disana sangat terkejut mendengarnya. Xavier semakin bingung bagaimana harus bersikap.
“Kamu jangan mengada-ada. Itu bukan anakku.” Tolak Xavier.
“Baiklah kalau anda tidak menginginkan anak ini, setidaknya beri saya uang untuk membiayai aborsi anak ini.” Ucap wanita itu dan semakin membuat kedua orang tua Xavier ikut mendekat, termasuk Jenny.
“Siapa dia Kak?” tanya Jenny tenang.
“Maaf, Jenny. Yang kamu dengar semua itu tidak benar.” Ucap Xavier.
__ADS_1
“Oh anda yang bernama Nona Jenny? Bahkan saya ingat, saat anda memperkosa saya saat itu, anda terus memanggil nama Jenny. Sekarang anda mau bilang saya berbohong? Terserah anda yang penting sekarang beri saya uang untuk biaya aborsi janin ini.” ucapnya.
“Maaf, Kak. Sepertinya memang kita ditakdirkan tidak berjodoh. Aku putuskan pernikahan ini tidak pernah ada.” Ucap Jenny dan langsung masuk ke kamarnya mengabaikan orang-orang yang ada di ruang tamu.
Akhirnya keluarga Xavier memint maaf pada keluarga Jenny atas kejadian itu. Setelah itu mereka berpamitan pulang dengan membawa serta wanita yang mengaku hamil anak Xavier.
Tanpa mereka sadari, di luar rumah ada seorang perempuan yang sedang duduk di dalam mobil. Perempuan itu adalah Lila.
Ya, Lila lah yang membawa Senja mantan sekretaris Xavier yang menagku telah hamil anak Xavier. Lila membantu Senja untuk mendapatkan pengakuan dari Xavier sekaligus untuk membatalkan pernikahan Xavier dan Jenny.
**
Satu bulan setelah gagalnya pernikahan Jenny dan Xavier, keadaan Jenny semakin terpuruk karena dia tidak bisa lagi mendapatkan kabar tentang Iqbal. dan setelah itu Jenny harus mendapati kenyataan bahwa dirinya sedang mengandung anak Iqbal.
Vito dan kay sangat terkejut. Mereka baru percaya dengan yang dikatakan Jenny dulu bahwa hubungannya dengan Iqbal sudah kembali baik. Vito dan Kay hanya bisa menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Iqbal dan keluarganya sudah memutuskan hubungan dan sangat sulit untuk dicari keberadaannya.
Jenny pun tak putus asa. Dia menjadi pribadi yang sangat kuat selama proses kehamilannya. Dan setelah melahirkan seorang anak perempuan yang dia beri nama Brigita Putri Ganendra, Jeny memutuskan untuk tinggal di kota B. dia akan membuka butik kecil disana, berharap suatu saat bisa kembali bertemu dengan Iqbal. bahkan Jenny memilih tinggal di sebuah rumah yang berada tepat di sebelah rumah Iqbal dulu. Meski Jenny tahu kalau rumah itu selalu terlihat sepi dan tak berpenghuni.
#Flashback off.
“Jadi kamu tinggal di sebelah rumah kita?” tanya Iqbal dan Jenny mengangguk.
“Dan Brigita itu adalah anak kandungku?” tanya Iqbal lagi.
“Iya, Kak.” Jawab Jenny.
.
.
.
*TBC
Masih kurang apa reader?? kurang pas? kurang mengena? atau kurang asem?🤣🤣🤣
Happy Reading‼️
__ADS_1