
Hari ini Iqbal dan Jeny sedang bersiap untuk pulng ke kota J. jenny sudah menyiapkan koper yang berisi bajunya dan baju Iqbal. entah kenapa rasanya Jenny merasa tidak nyaman dengan kepulangannya kali ini. harusnya dia senang karena akan membahas pesta pernikahannya dengan kedua orang tuanya. Namun sebelum itu Jenny harus menemui Xavier terlebih dulu untuk memperjelas hubungannya yang sudah benar-benar berakhir.
Cklek
Iqbal masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya tampak melamun. Sepertinya dia mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Jenny.
“Jen, kamu benar sudah siap pulang?” tanya Iqbal.
“Iya, Kak. Aku sudah siap.” Jawab Jenny.
“Kamu yakin sudah siap menemuinya?” tanya Iqbal.
“Iya, Kak. Aku sudah yakin untuk menemui Kak Xavier dan mengakhiri semuanya.” Jawab Jenny mantap tanpa ada keraguan.
“Ya sudah ayo kita berangkat. Galang sudah menunggu kita di bawah.” Ajak Iqbal kemudian.
Setelah itu Iqbal mengajak Jenny turun dengan membawa koper. Galang tampak duduk santai di bawah. Lalu menyunggingkan senyumnya saat melihat hubungan rumah tangga sahabatnya sudah semakin baik.
“Ayo, Lang kita berangkat sekarang!” ajak Iqbal dengan menggandeng tangan Jenny.
“Baiklah Tuan dan Nyonya.” Jawab Galang dan membuat Jenny tersenyum geli mendengarnya.
Perjalanan dari rumah ke bandara tidak membutuhkan waktu lama. Iqbal dan Jenny sudah turun dari mobil dan Galang juga ikut mengantarnya sampai ke dalam.
“Kalian hati-hati ya!” ucap Galang.
“Iya. Aku titip perusahaan sekalian jagain Farah setelah aku pergi nanti.” Pesan Iqbal.
“Ck, memangnya Farah masih kecil sampai harus dijagain segala? Lagi pula kamu bilang begitu kayak akan pergi lama saja.” Ucap Galang.
“Ya sudah terserah kamu, mau jagain Farah atau tidak. Asal, nanti jangan kecewa jika ada yang lebih perhatian dari kamu.” Jawab Iqbal menggoda.
“Ya sudah iya. Aku akan jagain dia. Sana kalian buruan masuk nanti ketinggalan.” Ucap Galang kemudian.
Jenny hanya tersenyum menanggapi candaan suaminya dan Galang. Jujur saja Jenny ikut bahagia melihat Galang yang sepertinya ada rasa dengan Farah. Karena Jenny juga merasa kalau Farah juga memiliki perasaan yang sama pada Galang.
Setelah itu Iqbal mengajak Jenny masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi akan lepas landas. Iqbal duduk bersebalahan dengan Jenny. Sejak tadi tangan keduanya tak pernah lepas dari genggaman masing-masing. Iqbal merasa sangat nyaman menggenggam tangan Jenny. Begitu juga dengan Jenny. Dia merasa takut sekali kehilangan Iqbal.
__ADS_1
“Tidurlah jika kamu mengantuk.” Ucap Iqbal.
“Nggak Kak. Aku nggak ngantuk. Aku begini saja.” Ucap Jenny lalu menyandarkan kepalanya pada pundak Iqbal.
Iqbal tersenyum tipis lalu mengecup kepala Jenny dengan lembut. Sungguh dia benar-benar merasa hidupnya sangat bahagia semenjak cintanya sudah tidak bertepuk sebelah tangan lagi. Iqbal berjanji akan selalu menjaga cintanya untuk Jenny sampai maut memisahkan.
“I love you.” Bisik Iqbal pelan.
“I love you too.” Balas Jenny sambil mengecup bibir Iqbal dengan cepat.
“Hei… berani sekarang kamu ya. Awas saja nanti kalau sudah sampai rumah, kamu nggak akan selamat.” Ucap Iqbal setelah mendapat kecupan manis dari istrinya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama satu jam, akhirnya pesawat yang ditumpangi Iqbal dan Jenny tiba di bandara kota J. mereka berdua kemudian memesan taksi lalu pulang ke rumah.
Iqbal lebih memilih menuruti kemauan Jenny yang meminta pulang ke rumah orang tuanya terlebih dulu. Dia paham kalau istrinya pasti sangat merindukan kedua orang tuanya setelah beberapa bulan tinggal berjauhan.
“Apa Kak Iqbal sudah memberitahu Mama dan Papa kalau kita pulang?” tanya Jenny.
“Nggak. Biar saja nanti aku akan buat kejutan untuk mereka. Yang terpenting sekarang kita mengejutkan orang tua kamu dulu dengan kedatangan kita.” Ucap Iqbal dan Jenny mengangguk setuju.
Setelah beberapa saat, taksi yang ditumpangi Iqbal dan Jenny sudah tiba di depan rumah orang tua Jenny. Jenny sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Mamanya. Lalu dengan langkah cepat dia berjalan masuk.
Cklek
Jenny masuk ke dalam rumah diikuti Iqbal dari belakang. Keadaan rumah terlihat sepi. Lalu Jenny melangkah pelan menuju ruang keluarga. Dia mendengar suara obrolan Mama dan Papanya sambil menonton acara tv. Dengan langkah pelan Jenny menghampiri kedua orang tuanya.
“Surprisse!!!” teriak Jenny.
Seketika Kay dan Vito menoleh ke sumber suara. Kay sangat terkejut melihat putrinya tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.
“Sayang!! kalian pulang? kenapa nggak bilang Mama dan Papa?” ucap Kay lalu menyambut Jenny dan memeluknya dengan erat.
“Jenny mau memberikan kejutan untuk Mama dan Papa.” Jawab Jenny.
Setelah itu Jenny bergantian memeluk Papanya. Sedangkan Iqbal yang masih merasa canggung hanya diam sambil menganggukkan kepalanya lalu menyalami tangan mertuanya dan menciumnya dengan takzim.
Kay dan Vito sangat senang dengan kedatangan anak dan menantunya. Kemudian mempersilakannya duduk. Jenny sejak tadi duduk diantara Mama dan Papanya. Sedangkan Iqbal memilih duduk di sofa yang berbeda. Dia sengaja memberikan ruang dan waktu pada istrinya untuk melepas rindu terhadap kedua orang tuanya.
__ADS_1
“Bagaiamana kabar kalian berdua?” tanya Vito.
“Kami baik, Pa.” jawab Jenny.
Iqbal hanya tersenyum saja. Kemudian Kay meminta Jenny mengajak suaminya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat karena habis perjalanan jauh. Jenny pun mengangguk setuju.
Setelah berada di dalam kamar, Iqbal meletakkan kopernya. Lalu menunggu istrinya yang sedang mandi. setelah itu bergantian dengan dirinya.
“Kak, jangan mengatakan pada Mama dan Papa tentang rencana pesta pernikahan kita dulu sebelum aku bertemu dengan Kak Xavier.” Ucap Jenny.
“Kenapa?” tanya Iqbal sambil menautkan kedua alisnya.
“Aku hanya ingin menyelesaikan masalahku terlebih dulu. Kak Iqbal tidak keberatan kan?” jawab Jenny sekaligus bertanya.
“Ya sudah terserah kamu saja. Lalu kapan kamu akan menemuinya? Apa perlu aku menemani kamu?” tanya Iqbal.
“Secepatnya Kak. Aku sendiri saja dan Kak Iqbal tidak perlu ikut. Dan Kak Iqbal jangan khawatir, aku sudah yakin dengan keputusanku.” Uacp Jenny meyakinkan suaminya.
Malam harinya Jenny dan Iqbal turun untuk makan malam bersama Mama dan Papanya. Jenny meminta agar tidak memberitahukan kepulangannya pada kakaknya. Karena besok dia akan memberi kejutan untuk kakak laki-lakinya itu. Kaya dan Vito pun mengangguk setuju.
Malam harinya setelah makan malam dan bersantai di ruang keluarga, kini Jenny dan Iqbal sudah berada di dalam kamar. mereka berdua sedang tiduran dengan posisi kepala Jenny berada di atas dada suaminya.
“Aku mau ini.” bisik Iqbal tepat di telinga Jenny.
Jenny pun tidak bisa menolak permintaan suaminya. Dia juga sangat menyukai kegiatan panas itu. Dan akhirnya malam itu Iqbal dan Jenny kembali berpacu dalam kenikmatan yang tidak ada habisnya.
Pagi harinya Iqbal terbangun lebih dulu saat tak sengaja mendengar pesan masuk pada ponselnya.
“Pulanglah! Ada hal penting yang mau Papa bicarakan sama kamu.”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️