Suami Yang (Tak) Dianggap

Suami Yang (Tak) Dianggap
Eps 21


__ADS_3

“Iya. Sementara saya masih sendiri karena asisten pribadi saya sekaligus adik ipar saya sudah resign.” Jawab Barra dan membuat Billal sangat bingung.


Billal masih tampak berpikir tentang apa yang baru saja diucapkan oleh Barra. Apa maksudnya Barra mengatakan kalau asisten pribadi sekaligus adik ipar. Billal ingin menanyakan lebih lanjut namun Barra segera memulai pembicaraannya tentang kerjasamanya.


“Bisa kita mulai sekarang Tuan Billal?” tanya Barra memastikan.


“Iya baiklah Tuan Barra.” Jawab Billal.


Lebih baik Billal bersikap profesional dan mementingkan kerjasamnya dulu. Dia tidak ingin membuat Barra terlalu curiga. Biar nanti saja dia bisa meminta Sean untuk mencari informasi yang lebih jelas.


Perusahaan Barra dan Billal telah resmi menjalin kerjasama. Barra kini sudah menjadi pemimpin perusahaan yang semula dipegang oleh Papanya. Jadi Barra tidak perlu berunding dulu jika akan menjalin kerjasama dengan perusahaan manapun asal sama-sama menguntungkan. Lagi pula Vito juga sudah sangat percaya dengan kinerja anaknya.


Barra memang tidak tahu menahu tentang siapa dana pa maksud tujuan Billal berkerjasama dengan perusahaannya. Setahu dia Billal juga termasuk dalam jajaran sepuluh besar pengusaha sukses, sama seperti dirinya. Dan untuk kasus Jenny dulu, Barra tidak sepenuhnya tahu tentang siapa orang yang akan memperkosaa adiknya. Karena Barra sudah merasa aman selagi adiknya bersama orang yang tepat yaitu suaminya sendiri.


Beberapa saat kemudian setelah berunding tentang beberapa hal yang berkaitan dengan kerjasama yang baru saja terjalin. Akhirnya mereke pergi meninggalkan restaurant. Barra pergi lebih dulu karena mendapat panggilan dari sang istri yang sedang mengidam sesuatu.


“Kamu tahu Sean, apa yang harus kamu lakukan?” tanya Billal pada asisten pribadinya.


“Baik, Tuan. Saya mengerti.” Jawab Sean.


***


Sementara itu Iqbal kini juga sudah mulai bekerja kembali. Namun statusnya saat sudah berganti menjadi karyawab tetap. Dan dia juga akan bergabung dengan Jojo yang kebetulan sudah masuk kerja setelah cuti.


“Wah, aku nggak nyangka kalau Pak Halim sangat suka dengan kinerja kamu Bal.” ucap Jojo.


“Biasa saja Bang. Aku hanya bekerja sesuai dengan perintah saja.” Jawab Iqbal rendah hati.


Untung saja luka lebam pada wajah Iqbal sudah menghilang setelah hari jumat yang lalu sempat adu jotos dengan Adrian dan dua orang temannya. Tapi berbeda dengan Adrian dan dua orang temannya. Wajahnya masih taampak sedikit membiru. Tapi Iqbal tidak peduli meski mendapat tatapan sinis dari mereka.

__ADS_1


“Kenapa tuh Bal muka mereka?” tanya Jojo berbisik.


“Nggak tahu Bang.” Jawab Iqbal sambil mengendikkan bahunya.


Akhirnya Iqbal kembali melanjutkan pekerjaannya bersama Jojo. Mereka berdua sudah dipercaya oleh kepala gudang untuk mengecek beberapa barang yang baru masuk. Karena menurut Pak Halim, Jojo dan Iqbal sama-sama orang yang sangat jeli dan teliti.


Selama Iqbal mengecek beberapa barang yang masuk tanpa Jojo beberapa hari yang lalu, dirinya sempat menemukan keganjilan. Ada beberapa barang yang baru saja masuk dan sesuai dengan catatan yang diterima. Namun saat barang sudah di gudang, barang itu sudah berkurang. Selama ini hal itu yang dilewatkan oleh Jojo. Untung saja Iqbal bergerak cepat dan melihat siapa orang yang telah melakukan kecurangan.


Saat jam makan siang, Iqbal sudah duduk bergabung dengan beberapa karyawan lainnya untuk makan siang bersama. Iqbal sudah tampak akrab dengan teman-temannya meski sikapnya masih datar dan dingin. Tapi semua temannya bisa memahami akan hal itu kalau semua orang pasti memiliki sifat dan pembawaan yang berbeda-beda.


Saat makan, Iqbal teringat Jenny yang sedang berada di rumah sendirian. Sejak kemarin pagi, setelah melarang Jenny melakukan pekerjaan rumah, sampai saat ini dia belum bicara lagi sama Jenny. Memang yang dikatakan oleh Xavier benar kalau dirinya telah membuat hidup Jenny susah. Walau Jenny sendirilah yang menginginkan membersihkan rumah.


“Siapa yang namanya Iqbal?” tanya seseorang yang tiba-tiba muncul saat Iqbal sedang makan siang.


“Saya.” Jawab Iqbal singkat.


“Setelah makan siang, kamu diminta untuk menemui Pak Halim ke ruangannya. Dan untuk Adrian, Malik, dan Coky kamu juga disuruh menemui Pak Halim.” Lanjutnya.


“Ada apa Bal?” tanya Jojo sambil berbisik.


“Nggak tahu Bang.” Jawab Iqbal singkat. Meski dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi Iqbal tetap bersikap tenang.


Saat ini Iqbal. Adrian dan dua orang teman Adrian sudah berada di ruangan Pak Halim. Adrian menatap Iqbal sambil tersenyum sinis. Tapi Iqbal mengabaikannya. Tak lama kemudian Pak Halim melempar berkas yang sedang dia pegang tepat mengenai wajah Iqbal.


“Apa-apaan ini? kamu sudah saya percaya ternyata kamu berbuat licik Bal.” ucap Pak Halim penuh amarah.


Iqbal yang pembawaannya tenang tampak tidak panik sedikitpun. Lalu dia mengambil berkas yang sudah dilempar Pak Halim tadi. dalam laporan itu terbukti data barang yang sudah berada di gudang tidak sesuai dengan barnag yang sudah masuk. Karena memang Iqbal yang bertugas, jadi Pak Halim menyalahkan Iqbal.


“Benar kan Pak, kalau karyawan baru itu memang tidak beres.” Ucap Adrian.

__ADS_1


Iqbal hanya melirik Adrian sekilas. Dan dia tahu kalau yang melaporkannya adalah Adrian bahkan dengan cara mengkambing hitamkan dirinya.


“Kamu pilih mana? Saya penajarakan kamu atau kamu ganti barang yang hilang dengan sesuai jumlahnya yang mencapai ratusan juta?” ucap Pak Halim.


Adrian semakin tersenyum sinis pada Iqbal. Tapi Iqbal masih berpikir dan berusaha tenang agar tidak ikut tersulut emosinya.


“Baiklah Pak, jika Pak Halim menuduh saya yang melakukan itu semua. Tapi setidaknya tuduhan itu harus ada buktinya.” Ucap Iqbal.


“Bukankah Pak Halim sudah saya lapori, kalau saya saksinya. Bahkan Pak Halim bisa melihat wajah saya dan kedua teman saya ini. ini semua karena perbuatan Iqbal Pak. Saya diminta untuk tutup mulut. Tapi saya menolak, lalu dia menghajar saya, Malik dan Coky. Kalau Pak Halim tidak percaya, anda bisa melihat rekaman cctv di parkiran.” Ucap Adrian.


Karena tidak ingin termakan oleh omongan Adrian, Pak Halim meminta asistennya untuk membuka rekaman cctv sesuai dengan yang diucapkan oleh Adrian tadi. namun setelah berulang kali mengecek, asisten Pak Halim tidak menemukan sesuatu disana.


“Maaf pak. Disini tidak ada kejadian apa-apa.” Ucap asisten Pak Halim dan membuat Adrian membelalakkan matanya terkejut.


“Coba dicek sekali lagi hari, tanggal, dan jamnya.” Ucap Adrian cemas.


“Tetap tidak ada apa-apa disini. Pak Halim bisa melihatnya sendiri.” Jawabnya.


Kali ini Iqbal masih diam dan tenang. Biarlah untuk urusan cctv yang sudah ia retas membuat Adrian kehilangan bukti. Tapi tidak untuk yang setelah ini.


“Saya tidak bisa membenarkan ucapan kamu Adrian, karena memang tidak ada bukti yang kamu tuduhkan. Tapi Iqbal juga tidak bisa bebas begitu saja, karena dia telah terbukti bersalah.” Jawab pak Halim.


“Pak Uwais, bisakah anda membuka rekaman cctv di pintu belakang gudang pada hari…….” Ucap Iqbal pada asisten Pak Halim.


Seketika Adrian dan dua orang temannya sangat terkejut.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2