
“Oh, ini istri kamu. Kata Farah juga kalian baru saja menikah lagi kemarin? Yakin kamu Bal kalau dia nggak akan berselingkuh lagi dari kamu?” Danisa tersenyum sinis menatap Jenny.
“Jaga bicara kamu, Danisa! Silakan pergi dari sini juga.” ucap Iqbal dengan suara tegas penuh penekanan.
Danisa langsung pergi begitu saja. Namun dia bisa tersenyum lega bisa menjatuhkan harga diri Jenny. Danisa sangat kesal dan marah setelah kemarin mendapatkan informasi dari Farah kalau Iqbal telah menikah kembali dengan istrinya. Dan memintanya untuk menjauh dari Iqbal.
“Gita sini, ayo kita pulang Nak.” ucap Jenny langsung menggendong Gita.
“Sayang, makan dulu. Ini makanannya sudah datang sejak tadi.” cegah Iqbal karena tahu bagaimana perasaan Jenny saat ini.
“Mas makan saja sendiri. Aku akan pulang bersama Gita.” Jawab Jenny tanpa mempedulikan suaminya.
Iqbal pun akhirnya dengan cepat mengeluarkan beberapa lembar uang dan meletakkannya di atas meja. Lalu dia mengejar istrinya yang lebih dulu keluar dari restaurant.
Iqbal dengan cepat meraih tangan Jenny dan menuntunnya masuk ke dalam mobil. Jenny masih terdiam sambil menggendong Gita yang sejak tadi masih saja berceloteh.
Iqbal hanya diam saja karena tidak ingin dilihat oleh anaknya jika dia berdebat dengan istrinya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah sampai rumah. Iqbal segera mengambil Gita yang sedang tertidur di pangkuan istrinya dan meletakkannya di kamar. sedangkan Jenny memilih duduk di kursi yang ada di balkon.
“Sayang, apa kamu masih mar-“
“Siapa perempuan tadi? dan ada hubungan apa kamu sama dia Mas?” tanya Jenny memotong ucapan Iqbal.
“Dia Danisa, anak rekan bisnisku. Dia juga teman Farah. Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Percayalah.”
“Tidak ada hubungan apa-apa? Coba kamu ingat saat pertama kalinya kita bertemu di bandara. Perempuan itu yang menggandeng tangan kamu dan mengajak kamu pergi dari sana. Dan untuk apa kalian berada di bandara berdua kalau nggak ada hubungan? Apa yang kamu sembunyikan dari aku Mas?” tanya Jenny penuh amarah.
“Percayalah sama aku. aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia selain hubungan kerja. Dulu dia hanya meminta tolong untuk mengantar Mamanya yang akan berangkat ke luar negeri.”
“Lantas bagaimana dia bisa menilai aku kalau aku akan berselingkuh lagi dari kamu? Aku tidak mengenal dia Mas, tapi bisa-bisanya dia seakan tahu semua masalah kita dulu. Aku juga nggak berani jamin akan ada Danisa lain lagi yang menginginkanmu dan mengetahui masa lalu kita.” Ucap Jenny sambil menyeka air matanya.
“Maafkan aku. ini semua pasti Farah yang menceritakan semuanya pada Danisa. Aku janji akan menyelesaikan ini semua. Tolong percayalah denganku. Aku berani jamin tidak akan ada lagi kejadian seperti tadi.” Iqbal memohon.
Tanpa menjawab, Jenny bergegas berdiri dan masuk ke kamarnya untuk menemani Gita yang sedang tidur. Hatinya masih sakit dan terluka setelah mendengar ucapan Danisa tadi. bahkan rasa laparnya kini hilang begitu saja.
__ADS_1
Sementara Jenny tidur menemani anaknya, Iqbal memutuskan untuk pergi ke kantor menemui Farah agar masalahnya cepat selesai.
“Loh pengantin baru sudah ngantor aja nih?” seloroh Galang yang baru saja melihat Iqbal datang ke kantor.
“Dimana istri kamu? Aku ingin bertemu dengannya.” Tanya Iqbal dingin.
Galang merasakan hawa kurang baik setelah mendengar ucapan Iqbal. lalu dia mengantar Iqbal untuk masuk ke ruangan istrinya dan dia juga ikut masuk agar bisa memastikan kalau istrinya dan Iqbal baik-baik saja.
“Eh Bal, kamu sudah masuk?” tanya Farah basa-basi.
“Apa saja yang kamu katakan pada Danisa tentang Jenny?” tanya Iqbal penuh intimidasi.
Farah kalang kabut saat mendapati pertanyaan dari Iqbal. pasalnya dia pernah bercerita pada Danisa kalau Iqbal telah bercerai dari istrinya karena Jenny telah berselingkuh. Dan kini Farah merasa kalau ucapannya telah menjadi boomerang terhadap dirinya sendiri.
“Jawab Far! Kenapa diam?” sentak Iqbal.
“Bal, kamu jangan kasar pada perempuan!” kali ini Galang tidak terima karena istrinya dibentak oleh Iqbal.
“Kamu jangan ikut campur dulu, Lang. ini urusanku dengan Farah. Kamu tahu, gara-gara Farah yang telah menceritakan masa laluku pada Danisa, perempuan itu tadi merendahkan harga diri Jenny dan mengecapnya sebagai wanita peselingkuh.” Ucap Iqbal.
“Maafkan aku, Bal. aku mengaku bersalah.” Ucap Farah sambil menundukkan kepala.
“Mudah sekali kamu meminta maaf setelah apa yang kamu perbuat. Kamu nggak tahu rasanya jadi Jenny yang selalu disudutkan dengan kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Dan aku sangat yakin kalau Danisa tidak akan berhenti sampai disitu saja. Dia pasti akan mencari cara lain untuk menghancurkan Jenny atau bahkan hubunganku.”
“Tenang Bal! maafkan kesalahan istriku. Aku janji akan membantu mengatasinya.” Ucap Galang.
“Terserah kalian!” ucap Iqbal dan langsung meninggalkan ruangan Farah.
Selepas kepergian Iqbal, Farah menangis tersedu dalam pelukan Galang. Dia sangat menyesali perbuatannya. Dia menceritakan pada Galang kalau sebelumnya sudah meminta Danisa agar mengurungkan niatnya untuk mendekati Iqbal. namun perempuan itu tetap kukuh pada pendiriannya.
“Sudah tenanglah, biar nanti akan aku pikirkan caranya untuk mengatasi itu semua.” Ucap Galang.
“Terima kasih, Lang.”
****
__ADS_1
Sementara itu Iqbal kini sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Sebenarnya Iqbal sudah mempunyai cara bagaimana agar Danisa berhenti mendekatinya, yaitu dengan mempermainkan perusahaan Papanya. Dengan memberikan ancaman akan mengakuisisi perusahaan itu, pasti Danisa akan kelabakan dan pergi menjauhi dirinya. Hanya saja Iqbal ingin melihat usaha Farah saja. Karena semua masalah itu bersumber dari Farah.
Sesampainya di rumah, Iqbal melihat anaknya sudah bangun tidur dan tampak asyik bermain di ruang tengah. Namun dia tidak melihat keberadaan istrinya disana.
“Bi, dimana istriku?” tanya Iqbal pada ARTnya.
“Nyonya sedang istirahat, Tuan. Tadi bilang perutnya sakit dan meminta saya untuk membuatkan teh hangat.” Jawab ART.
Iqbal segera naik ke lantai dua kamarnya. Dia melihat Jenny sedang tidur meringkuk sambil memeluk guling.
“Sayang, kamu sakit? Ke rumah sakit ya?”
“Nggak usah Mas. Perutku saja yang kram.”
“Nggak apa-apa kita periksakan ke rumah sakit saja, biar segera sembuh.”
“Nggak. Aku sedang datang bulan, jadi ini wajar. Aku juga sudah minum obat tadi.”
“Oh begitu. Ya sud-.. apa kamu bilang? Datang bulan?”
Jenny hanya mengangguk tapi posisi badannya masih meringkuk. Dia tidak melihat wajah suaminya yang saat ini tampak keruh saat mendengar istrinya sedang datang bulan. Itu tandanya dia harus menunda dulu kegiatan enak-enaknya. Padahal baru semalam mereka mengawali malam panjangnya. Kini harus istirahat dulu karena kedatangan tamu tak diundang.
“Aku mau istirahat dulu, Mas. Tolong jagain Gita. Tadi dia juga belum makan.”
“Baiklah.” Jawab Iqbal dengan lemas setelah itu turun untuk menemani anaknya bermain sekaligus menyuapinya makan.
.
.
.
*TBC
Duh...duh..duh... ga bisa nyelup🤣🤣
__ADS_1
Happy Reading‼️