
Suasana ballroom hotel kini tampak ramai. Bagimana tidak ramai, kalau si penyelenggara acara itu adalah sama-sama pengusaha kaya dan juga terkenal.
Banyak rekan bisnis Iqbal dan juga Felix yang hadir di acara pernikahan Axel dan Gita. Tidak hanya itu, teman-teman Axel dan Gita juga turut diundang sekalian.
Setelah prosesi sakral pernikahan itu berlangsung cukup khidmat, kini keduanya sudah duduk bersanding di pelaminan. Kedua orang tua mereka sudah turun dari pelaminan sejak tadi, jadi hanya Axel dan Gita yang ada disana. Dan situasi pun kembali hening. Senyum sumringah yang ditampakkan Gita pada para tamu hanyalah senyum palsu. Karena pada kenyataannya dia sudah sangat lelah dan ingin sekali keluar dari acara ini.
“Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Axel.
“Nggak.” Jawab Gita singkat.
Axel menghembuskan nafasnya pelan. Pemandangan seperti ini sudah biasa ia hadapi dan akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama nantinya, karena Gita akan tinggal selamanya bersamanya.
Setelah memastikan tidak ada tamu yang naik ke pelaminan untuk memberi ucapan selamat kepada mempelai pengantin, akhirnya Gita memutuskan untuk turun menyapa teman-temannya. Axel pun mengikutinya, walau Gita merasa tidak nyaman.
Sesekali Axel juga menyapa teman-temannya yang sedang menikmati hidangan pesta. Namun lebih banyak waktunya ia gunakan untuk menyapa teman istrinya. Axel berusaha mengakrabkan diri dengan teman-teman Gita. Dan tidak menyangka kehadirannya mendapat sambutan hangat dari teman Gita. Berbeda dengan Gita yang masih menampakkan wajah datarnya.
Tak lama kemudian, saat Axel sedang berbincang-bincang dengan salah satu teman Gita yang laki-laki, tiba-tiba Jendra datang mendekatinya dan membisikkan sesuatu. Seketika Axel membelalakkan matanya.
“Tapi jangan membuat keadaan disini kacau. Lebih baik kita bertiga atasi sendiri dulu.” Jendra memberi ide, karena Mikko kini sedang berjaga-jaga di pintu belakang ballroom.
“Baiklah.” Jawab Axel, setelah itu Jendra pergi dan segera disusul olehh Axel.
Tadi saat sedang menikmati hidangan pesta, tanpa sengaja Mikko melihat seorang pria dengan postur tubuh yang seperti ia lihat sebelumnya. Pria itu berpakaian pelayan yang membawakan beberapa minuman untuk para tamu undangan.
Saat Mikko mencoba berpikir keras untuk mengingat pria itu, tiba-tiba dia meihat tattoo mariyuana pada tangan pria itu. Kini Mikko bisa mengingatnya, kalau pria itu adalah pria yang tertangkap cctv Club yang merupakan komplotan penjahat yang akan menculik Gita.
“Aku pergi sebentar!” bisik Axel tepat di telinga Gita dan Gita hanya mengangguk.
Setelah itu Axel mengirim pesan pada Chandra untuk berada dekat dengan Gita dan memintanya untuk menjaga Gita. Karena beberapa hari yang lalu, Axel sudah bicara banyak pada Chandra yang memiliki kemampuan bela diri cukup bagus.
Chandra membalas pesan Axel, lalu Axel segera mengikuti Jendra yang berjalan keluar dari keramaian.
“Dimana orang itu?” tanya Axel pada Jendra.
“Dia masih berada di ruang itu.” Ucap Jendra sambil menunjuk ruangan dapur besar.
__ADS_1
Axel berencana akan menagkap langsung pria itu dan membawanya keluar dari hotel untuk dimintai keterangan, siapa orang yang telah menyuruhnya.
Banyak pelayan berlalu lalang dengan seragam yang sama sambil membawa nampan yang berisi gelas minuman dan makanan. Mereka bergantian keluar masuk dapur untuk mengisi meja yang sudah kosong, dan mengambil beberapa piring dan gelas yang sudah kosong.
Dan orang yang ditunggu Axel akhirnya datang juga. orang itu tampak berjalan santai keluar dari dapur sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman. Axel segera melangkah cepat untuk menarik pria bertatto itu.
Srett
Itu bukan suara dari tangan Axel yang berhasil menarik pria itu. Tapi itu bunyi semacam sobekan baju yang terkena sabetan pisau. Dan benar saja, seketika Axel terjatuh sambil memegangi perutnya yang sudah mengeluarkan darah segar.
Ternyata orang bertatto itu tidak sendirian. Dan yang menusuk Axel adalah pria lain yang sedang berjalan berlawanan dengan Axel.
Jendra segera berlari untuk memberi pelajaran pada pria yang menusuk Axel. Sementara pria bertatto itu sudah pergi entah kemana.
Bugh
Jendra mengabaikan Axel yang sedang terkapar. Dan mendadak ruangan itu sangat sepi. Tinggal tiga orang pelayan saja, yang ternyata adalah komplotan anak buah Andreas.
Setelah Jendra berhasil menendang pria itu, ternyata dia mendapat tendangan dari belakang hingga membuatnya tersungkur.
Bugh
Bugh
Jendra yang masih lebih kuat dari Axel mencoba berdiri untuk menyerang salah satu dari ketiga pria itu. Tapi lagi-lagi Jendra kalah. Dia mau meminta bantuan pun tidak bisa, karena memang seperti tidak diberi kesempatan oleh beberapa pria yang menghajarnya itu.
Sementara Mikko yang sejak tadi berjaga di pintu belakang merasa heran karena tidak mendapatkan kabar dari Jendra tentang kabar selanjutnya. Lalu dia memutuskan untuk masuk dapur. Dia sangat terkejut saat dua sahabatnya babak belur dihajar tiga pria berbadan kekar.
Mikko tidak langsung menolong sahabatnya melainkan meminta bantuan. Dengan cepat Mikko masuk ke dalam ballroom. Dia langsung menarik pria bertatto yang akan mendekati Gita tanpa membuat kericuhan.
Bugh
Bugh
Mikko mengahajar pria itu menuju tempat yang sedikit sepi. Pria itu hampir terkapar dengan luka lebam di seluruh wajahnya. Dia merasa menang karena berhasil menangkap penjahat itu.
__ADS_1
“Mikko! Ada apa ini?” tanya Felix yang sejak tadi seperti melihat keributan.
Aww
Mikko merasakan sakit di kakinya saat dia lengah dan kakinya diinjak pria bertatto itu. Felix yang masih belum mengerti dengan cepat menolong Mikko dan menelepon keamanan yang berjaga diluar untuk menangkap pria itu.
“Om, Axel dan Jendra di belakang sedang terluka.” Ucap Mikko.
Seketika itu Felix berlari menuju tempat Axel dan Jendra berada. Benar saja Axel sedang terluka sambil memegangi perutnya yang masih mengeluarkan darah. Dan disana tidak ada orang sama sekali. Karena tiga pria yang menyerang mereka berdua sudah kabur.
“Axel, kamu nggak apa-apa?” tanya Felix.
Wajah Axel sudah pucat lalu Felix segera membawanya pergi ke rumah sakit. Sedangkan Jendra juga ikut dengan dipapah oleh Mikko yang lukanya tidak terlalu parah.
Pesta itu sudah berakhir. Satu persatu tamu undangan pulang. sejak tadi perasaan Gita tidak enak karena Axel tak kunjung kembali setelah berpamitan pergi. Bukan perhatian melainkan ada rasa aneh dalam hati Gita. Seperti ada hal buruk.
“Sayang, ayo Mama antar ke kamar kamu. Axel saat ini sedang ada urusan pekerjaan sebentar.” Ucap Nia tapi wajahnya terlihat sangat cemas.
Tadi Axel bilang untuk tidak memberitahukan keadaannya pada Gita dan juga mertuanya. Dia tidak ingin membuat Gita khawatir terlebih mengasihaninya. Walau menurut Axel itu tidak mungkin. Karena ia sangat yakin kalau Gita sama sekali tidak mempedulikannya.
“Iya, Ma.” Jawab Gita dan langsung menuju kamarnya.
Setelah itu Nia pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan anaknya. sedangkan besannya sudah masuk ke dalam kamarnya.
.
.
.
*TBC
Ada yang penasaran kemana perginya Billal? dan kenapa Lidya bisa menikah lagi? tp maaf cerita lidya tidak ada season 2 ini. mungkin di novel selanjutnya. sekarang fokus sama Gita dulu yaaa yg semakin menyebalkan😂😂✌️✌️
Happy Reading‼️
__ADS_1