Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa
Pulang


__ADS_3

Kejadian kemarin hari tak menyurutkan Eza untuk kembali memberikan surprise untuk Wardah. Malam ini, setelah seharian penuh tadi mereka menikmati fasilitas dan wahana yang ada di pulau ini, Eza meminta kepada Wardah untuk bersiap dengan semaksimal mungkin. Setelah tindakan mereka membantu pihak resort untuk menjaga baby, Eza mendapatkan tiket eksklusif dan premium dari pihak resort.


Tentu saja Eza harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Dari pagi Eza dan Wardah sudah berjalan-jalan menikmati fasilitas snorkeling yang kedua kalinya. Tapi dengan lokasi yang berbeda, lebih fantastis tentunya. Eza saja baru tahu ternyata ada surga lautan yang amat cantik di sini. Mereka juga diberi kesempatan untuk berkunjung di gua asmara yang ada di salah satu pulau destinasi wisata. Gua yang menyajikan keindahan alam yang hanya bisa dikunjungi oleh traveler khusus. Yang juga menyajikan keindahan air terjun sumber di ujungnya. Keindahan alam bawah laut yang ada di goa ini ternyata semakin cantik. Lebih cantik dari keindahan yang mereka lihat tempo hari.


Semua destinasi itu merupakan hadiah dari pihak resort yang sebenarnya merupakan paket untuk orang-orang terkhusus (eksklusif). Bahkan hanya segelintir orang saja yang mengetahui keberadaan tempat ini. Untuk tetap menjaga kelestarian adalah salah satu tujuan tempat ini tak dibuka untuk umum. Wardah dan Eza pun tak menyangka mendapatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam ini.

__ADS_1



Dengan girangnya Wardah bermain air di sekitar air terjun ini. Keadaan air yang tak terlalu dalam juga membuat Wardah semakin puas berlama-lama di sini. Hingga sore tiba barulah mereka kembali ke resort.


Sedangkan malam ini Wardah sudah siap dengan dress pesta yang disiapkan oleh pihak resort. Dress yang dipilih oleh Eza tentunya.

__ADS_1



Hampir seminggu Eza dan Wardah berada di tanah Minang. Hari ini saatnya mereka pulang ke Jakarta. Jalan-jalan yang sangat memuaskan. Selama perjalanan pun Wardah juga sempat memperhatikan Bu Arumi. Dia terlihat lebih pendiam rupanya. Sebab sebelumnya ia sedikit banyak bicara selama traveling. Wardah lebih sering berbincang dengan Eza, Fiona dan pengemudi perahu mereka.


Kembali ke mobil mereka, Eza mengantarkan Fiona dan Arumi ke tempat mereka. Orang tua Fiona sempat memaksa mereka untuk tinggal, berhubung sudah memiliki jadwal flight jadilah mereka tak bisa mampir. Tinggallah Eza dan Wardah di dalam mobil dan langsung on the way menuju bandara. Beruntungnya sebelum berangkat liburan mereka sudah membereskan barang yang ada di hotel. Sehingga Eza hanya perlu meminta kepada orang suruhannya untuk membawakan dan bertemu di bandara.

__ADS_1


Eza yang melihat Istrinya membawa banyak barang tentu saja tak tega. Dengan segera Eza mengambil troli untuk mengangkut barang-barang mereka. Tak dibiarkannya Wardah membawa satu barang bawaan. Bahkan tas selempangnya juga diambil alih oleh Eza. Mereka memiliki cukup waktu untuk istirahat sejenak sembari menunggu flight. Memanfaatkan teknologi kursi pijat tak ada salahnya juga. Bohong jika mereka tak capek. Setidaknya Eza dan Wardah mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


...Bersambung ...


__ADS_2