Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa
Mama The Best


__ADS_3

Baby Z tersenyum saat melihat Omanya. Sepontan ia mengoceh pada Omanya itu. Dengan senang hati Oma meladeni cucu-nya itu. Betapa lucunya anak ini. Tak henti-hentinya Mama bersukur dan berterima kasih pada Pak Bagas karena memberikan kepercayaan pada anak dan menantunya untuk merawat cucunya. Mama menimang-nimang Baby Z agar anak itu mengantuk. Biasanya anak seumuran Baby Z akan mengantuk saat ditimang-timang seperti ini. Sementara Mama menidurkan si kecil, Eza justru malah berbaring di sofa ruang keluarga. Ia benar-benar mengantuk saat ini. Ia memang belum sempat beristirahat sepulang dari Jombang tadi siang. Mama menyenandungkan sholawat lirih agar tertidur.


Benar saja, lima belas menit menimang-nimang Baby Z sembari menyanyikannya sholawat si kecil sudah memejamkan matanya. Bukan hanya Baby Z, Eza juga tertidur dengan pulasnya di sofa. Mama geleng-geleng kepala di buatnya. Tahu begini Eza sudah memanggil Mamanya dari tadi untuk menidurkan si kecil. Mama menepuk sedikit kencang Pundak Eza agar terbangun. Mana mungkin ia biarkan anaknya itu tidur di sofa seperti ini.


“Mama kalau bangunin senengnya ngagetin Nih! Dedeknya udah tidur Ma?” gerutu Eza saat tersadar.


“Sudah larut banget, ayo pindah ke kamar, kamu bawain teko Mama itu,” jawab Mama yang langsung melenggang menaiki tangga ke kamar anaknya.

__ADS_1


Dilihatnya jam dinding sudah menunjukkan tengah malam. Eza tersenyum bangga pada Mama-nya. Tak lupa ia juga mengoceh berterima kasih pada Mamanya karena sudah membantunya menidurkan Baby Z. masuk ke kamar, terlihat Wardah masih tertidur dengan pulasnya. Bahkan posisinya tak berubah sedari tadi. Sepertinya memang benar-benar kecapaian istrinya itu. Mama meletakkan si kecil ke dalam box bayi yang tak jauh dari tempat tidur Eza.


“Kalau tengah malam terbangun, kamu buatin susu aja ya, tapi kayaknya stok susu asi di kulkas masih ada kok Za, nanti tinggal dihangatin aja,” ujar Mama.


“Siap Ma!” jawab Eza.


“Jangan si panggil Dedek, ntar kebiasaan. Semoga aja nanti sama Allah dikasih adek buat Baby Z… Dipanggil Abang aja, buat doa juga,” sambung Mama sebelum meninggalkan kamar anaknya.

__ADS_1


Ya Allah, beri Lhu-Lhu dan para pembaca novel Lhu-Lhu mertua yang seperti Mama Eza Ya Allah…. Sama suami seperti Eza-nya juga ya Allah jangan ketinggalan.... Aammiiinnn….. 😂😂🙏


“Makasih ya Ma,” ujar Eza.


“Sama-sama, tidur sana udah ngantuk kan?” jawab Mama.


Eza mengangguk tak lupa mencium pipi Mamanya sebelum menutup pintu. Eza menghampiri si kecil terlebih dahulu, membenarkan selimutnya meski nanti pasti tersingkap karena tingkahnya, dan tak lupa mencium kening si kecil saking gemasnya.

__ADS_1


Eza mengelus lembut pelipis Wardah. Dengkuran napas damai membuat Eza tersenyum Bahagia. Eza membingbing Wardah untuk lebih mendekat ke arahnya. Agar lebih mudah untuk memeluknya tentu saja. Merasa nyaman di dalam dekapan Eza, dengan instingnya Wardah semakin mengeratkan dan mendusel pada pelukan Eza. Esok hari mereka akan melewati hari yang cukup Panjang, Eza harus segera ikut tidur, jika tidak esok pasti akan mengantuk.


...Bersambung...


__ADS_2