
Kaki telanjangnya menyusuri pasir pantai malam yang mulai larut. Wardah sengaja meninggalkan sandalnya di ayunan tempat ia mengobrol dengan Cak Ibil. Sesekali kakinya tersapu deburan ombak. Dingin, tapi rasanya enak...
Pelan-pelan Wardah memejamkan matanya, direntangkan tangannya menikmati semilir angin malam. Menenangkan hati dan pikirannya. Rasanya berat sekali... Wardah harus bisa menemukan jalan keluar untuk dirinya, agar tak terjebak terlalu dalam. Mumpung hatinya masih belum begitu terikat oleh Cak Ibil.
"Lagi banyak pikiran ya?" Celetuk seseorang dari belakang Wardah.
Sontak Wardah kembali dikagetkan oleh seorang laki-laki yang tadi juga menghampirinya.
"Jangan pergi, pliss! Saya bukan orang jahat," Ujar orang itu ketika Wardah hendak pergi.
"Anda ini siapa? Ada perlu apa dengan saya?" Tanya Wardah ketus.
"Saya hanya ingin membantu kamu meredakan pikiran yang berkecamuk itu. Sepertinya masalah yang serius... Memang tidak membantu menyelesaikan, setidaknya membuat plong sementara," Jawab laki-laki itu.
"Aneh!" Gumam Wardah.
"Coba deh, kamu berteriak sekencang-kencangnya... Luapkan emosi kamu dalam teriakan itu, pasti nanti akan sedikit lega," Ujar laki-laki itu.
"Gak mungkinlah, ini bukan kawasan pribadi... Nanti saya diprotes massa," Jawab Wardah.
"Hahaha, tidak ada yang akan marah nona, mereka tidak akan mendengar suaramu yang mungil unyu-unyu itu," Celetuk laki-laki di samping Wardah.
__ADS_1
Sontak membuat Wardah geram. Mungil katanya, bahkan kata Ayah dan Bunda suara Wardah begitu melengking dan merdu.
"Ayolah nona... Tiga kali berteriak saja, nanti akan kubiarkan nona pergi dari sini," Ujar laki-laki itu lagi.
"Oke!" Jawab Wardah tiba-tiba, ntah kenapa ia menjadi kesal saat dibilang mungil.
"Ikuti saya, pejamkan mata nona, hirup dalam-dalam partikel-partikel udara malam nan dingin ini... Hembuskan, hirup lagi... Kumpulkan semua uneg-uneg yang mengganjal pikiran, lalu berteriaklah sekencang-kencangnya," Intruksi laki-laki tadi dengan memandangi Wardah yang tengah terpejam.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Wardah mulai berteriak.
"Buset dah! Teriakan lu keras juga ternyata," Ujar laki-laki tadi dengan menutup telinganya.
"Makanya, jangan ngejek orang mulu," Jawab Wardah.
"WOI! JANGAN TERIAK-TERIAK WOOIIIII!" Teriak petugas keamanan dari pos penjagaan.
Sontak laki-laki tadi menarik Wardah agar berlari karena petugas tadi juga berlari hendak menghampiri dua insan yang tengah berteriak tadi.
"Katta nyaa, gak dimarahin... Itt-ittu apa!" Ujar Wardah dengan ngos-ngosan akibat berlari. Kini mereka ada di samping villa yang ditempati Wardah. Tengah bersembunyi di balik bangunannya.
"Hallah! Gak papa, yang penting udah plong-kan? Udah lumayan legakan," Jawab laki-laki di samping Wardah.
__ADS_1
"Iyya sih," Lirih Wardah. Ternyata hati dan pikirannya bisa refresh setelah berteriak sekencang-kencangnya tadi.
"Udah gak ada pak satpam tuh, yuk balik ke villa!" Ujar laki-laki tadi dengan celingak-celinguk melihat sekitar balik tembok.
Wardah mengangguk dan segera masuk ke villanya.
"Bapak dua tadi ngenalin kita gak ya?" Tanya Wardah, ia takut jika masih di proses hukuman. Ia tak pernah melanggar aturan sama sekali dalam hidupnya. Jangan sampai perihal berteriak, ia dikenai sanksi.
"Tenang ajah, tempat tadi cahayanya minim. Gak akan ngenalin wajah kita," Jawab laki-laki itu menenangkan, walaupun sebenarnya ia juga takut. Hehehe.
"Ya sudah, saya masuk dulu... Assalamu'alaikum," Pamit Wardah yang hilang di balik pintu.
"Terima kasih kek, apa kek, ini langsung ditinggal gitu aja! Wa'alaikumussalam!" Gumam laki-laki itu yang masih berdiri di depan pintu villa tempat Wardah.
"Terima kasih Om," Ujar Wardah yang membuka lalu menutup kembali pintunya. Terdengar suara langkah kaki yang kian menjauh, sepertinya wanita itu telah benar-benar pergi dari balik pintu.
"Sama-sama," Jawabnya dengan senyuman yang mengembang lebar, sangaaat lebar.
"Selamat malam Mas! Anda yang berada di pantai tadi kan, mari ikut saya ke pos!" Ujar dua laki-laki memakai baju keamanan.
"Tuhkan! Ketahuan beneran!" Celetuknya yang terus mengikuti bapak keamanan menuju pos penjagaan.
__ADS_1
Bersambung....