
Tampak di tengah kesibukan para bu ibu yang sedang menyiapkan perlengkapan makan, Eza dan Faiz disibukkan dengan angkut mengangkut barang-barang yang akan dibawa liburan. Faiz yang sejatinya bukan anggota keluarga ini tentu saja mendapatkan cipratan jatah liburan juga.
Seluruh anggota keluarga akan ikut liburan akbar kali ini. Tersisa para ART dan para pekerja yang lain di dalam rumah megah ini. Saking prepare-nya, Papa sampai memerintahkan anak buah kepercayaannya untuk membantu petugas keamanan di rumah ini. Bukan hanya di rumah ini, sampai di tempat tujuan nanti, Papa juga sudah menyiapkan para kepercayaannya untuk standby di lokasi juga. Bukan apa-apa, ada banyak anak-anak yang ikut. Untuk mengantisipasi kejadian tak terduga.
Setelah selesai menyuapi Sakha dan sarapan, Wardah membantu suaminya untuk mengecek barang-barang bawaan sekali lagi. Memastikan taka da yang tertinggal. Liburan kali ini sedikit lebih lama, sekaligus merayakan kehadiran Kak Yusuf dan istrinya.
...___Assalamu’alaikum semuanyaaa…. ...
...(Jawab di kolom komentar ya!)...
...Mau intermezzo dulu nih! Lama ya udah nggak baca tulisan Lhu-Lhu…. Lagi-lagi Lhu-Lhu Cuma bisa minta maaf hehehe… janji Lhu-Lhu buat update 2 kali juga tertunda, berkali-kali lagi Lhu-Lhu minta maaf yaa… gimana nih puasa kalian? Semoga lancer semuanya yaa… nggak kerasa bentar lagi juga sudah mau lebaran. Mohon maaf lahir dan batin ya semuanya… “Nyuwun agungipun pangapunten kagem sedoyo tiyang ingkang maos coretan e Kulo”....
...Boleh dong yang tahu artinya di komen! Hahaha.___...
Dua mobil dikerahkan untuk mereka bawa. Mengingat perjalanan yang cukup Panjang, Eza memilih untuk meminta tolong kepada supir untuk mengemudikannya. Eza ingin bersantai ria dengan Wardah selama perjalanan. Jalan-jalan dengan memanfaatkan mobil campervan memang pilihan yang tepat. Anak-anak bisa bebas bermain di sekitar mobil dengan leluasa. Mas Rio duduk di depan menemani Pak Supir berbincang selama perjalanan. Sedangkan Kak Winda dan Bunda berbincang berdua sembari mengamati anak-anak.
Jangan tanyakan apa tugas Eza dan Wardah dua sejoli itu sibuk berduaan di tempat tidur yang terletak dibilik paling belakang mobil mereka. Seolah tak puas hari-hari sudah 24/7 berduaan, di perjalanan pun mereka masih kurang. Wardah tiduran di pangkuan Eza yang tengah sibuk mengecek emailnya sembari berbincang bersama. Mulai dari perbincangan yang berbobot hingga perbincangan absurd pun menemani mereka. Tak jarang mereka berdua terkikik geli mewarnai perbincangan keduanya.
__ADS_1
“Ambooyy! Enak bener ye kan, nggak ada beban,” sindir Kak Winda mengecek adiknya.
“Kakak, anak-anak berantem ya Kak?” tanya Wardah.
“Nggak, aman terkendali, mungkin bentar lagi Naya sama Dinda tepuk-tepukan,” jawab Kak Winda dengan tawa garingnya.
Benar saja perhitungan Kak Winda, Dinda sudah tersedu-sedu dipelukan Mamanya setelah rebutan buku diary dengan Sakha. Bukan dengan Naya, melainkan dengan Sakha. Buku itu milik Dinda. Mungkin Sakha tertarik melihat sampul winnie teh pooh, makanya direbut.
“Tuh kan, Kak Dinda-nya nangis, Sakha minta maaf ya?” bujuk Wardah yang sudah memangku Sakha.
“Ya sudah, nanti kita minta maaf lagi ya? lain kali harus minta izin dulu kalau mau pinjam barang Kakaknya,” ujar Wardah menasihati.
“Tapi, Kak Nda nggak jin ke Cakha lo njem,” jawab Sakha.
“Itukan barang pentingnya Kak Dinda, jadi dia takut kalau rusak. Kalau Sakha pinjam yang lain atau izin dulu, pasti Kak Dinda kasih. Sakha-kan percaya sama Kak Dinda, makanya Sakha nggak masalah kalau main sama-sama.” Ujar Wardah dengan lembut.
Sakha turun dari pangkuan Wardah. Menghampiri Dinda yang mulai pengap setelah memeluk Mama-nya. lucunya melihat anak itu berinteraksi. Sakha menoel Pundak kakaknya.
__ADS_1
“Cakha nta maaf!” ujar anak itu sembari mengulurkan tangannya.
Dinda menyambut uluran tangan Sakha dengan ragu. Sesimple itu sebenarnya minta maaf dan kembali akur. Tapi untaian senyum dari para orang dewasa di sekitarnya tak surut-surut saking gemasnya.
Perjalanan melewati hamparan hehijauan membuat setiap mata yang menikmatinya fresh seketika. Berulang kali Wardah dan Kak Winda mengabadikannya. Memposting di medsos adalah tujuan mereka. Hingga perjalanan 3 jam tak terasa, akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang sudah disiapkan oleh Papa. Villa yang berada di tengah-tengah hamparan kebun teh. Hawa dingin khas pegunungan menemani hari-hari kedepan mereka nantinya. Meski sampai di siang hari, hawa pegunungan ternyata tak membuat mereka kepanasan. Wardah dan Eza berjalan-jalan disekitar villa. Di sisi tak jauh dari tempat mereka ternyata terdapan plang yang bercabang. Memberikan panduan arah menuju beberapa destinasi wisata yang ada di tempat ini.
Tak jauh dari tempat mereka juga sudah mulai sedikit ramai orang-orang berswafoto mengeliingi kebun teh yang juga menyediakan beberapa tempat yang instag*amable.
“Sayang, koper kalian sudah di antar ke kamar, kalian kalau mau jalan-jalan dulu juga nggak papa. Nanti habis sholat zuhur kita makan siang. Sakha biar sama Mama,” ujar Mama menghampiri.
“Oke Ma, makasih ya Ma,” jawab Wardah.
“Gimana Mas? Mau istirahat dulu atau mau keliling dulu?” tanya Wardah.
“Kita istirahat dulu!” jawab Eza.
... Bersambung ...
__ADS_1