
Sudah tiga hari ini suasana rumah tampak ramai. Ada yang sibuk menyiapkan hidangan, dekorasi depan hingga dalam, dan menyiapkan keperluan lainnya. Wardah kini tengah duduk di depan cermin kamarnya. Dua irang perias dengan sumringah membantu Wardah memoles wajahnya. Wajah Wardah yang memang sudah cantik membuat mereka tak terlalu banyak memoles banyak make up.
Eza sudah siap dengan stelan jas begitu pula dengan Baby Z yang juga mengenakan jaz senada dengan milik ayahnya.
***
Hingga pada saat waktunya, Eza dan Wardah menuruni anak tangga bersama Baby Z di gendongan Eza. Ternyata tamu undangan yang Mama sebarkan sangat banyak. Mereka berdua tak tahu, karena untuk acara ini memang mereka serahkan pada Mama, Bunda dan Kak Winda sepenuhnya.
.
Acara demi acara berlaku dengan khidmat. Hingga di penghujung acara saatnya Wardah dan Eza menemui para wartawan yang sudah antri menunggu di depan. Benar saja, jepretan dimana-mana saat mereka menghampiri para wartawan itu.
Seperti janji Eza tempo hari, ia dan Wardah akan menjawab setiap pertanyaan mereka. Hal ini tak berjalan secepat itu ternyata banyak pertanyaan yang mereka ajukan. Bukan hanya itu, seeing kali mereka tersihir oleh tingkah dan reaksi Baby Z yang tampak sumringah melihat orang-orang banyak.
__ADS_1
Acara ini bertepatan pula dengan ulang tahun Baby Z. Umurnya genap 2 tahun sudah. Ia juga semakin aktif. Apalagi setelah bisa berjalan, Wardah harus mengikuti kemanapun ia berjalan.
Menjelang asar barulah acara ini benar-benar selesai. Wardah dan Eza kini sudah berada di kamar. Baby Z sudah duduk tenang dengan mainan di tangannya. Saatnya istirahat sejenak. Mandikan si kecil, sholat asar, dan waktunya jalan-jalan sore di sekitar komplek. Baby Z semakin aktif dari waktu ke waktu, ia sama sekali tak mau tenang. Selalu mengajak Buna-nya berjalan.
"Gantian Mas, nggak capek-capek ni anak," ujar Wardah yang baru saja duduk di kursi taman.
Pertumbuhan Baby Z begitu pesat. Jika dihitung sudah dua tahun ini Wardah dan Eza merawat anak angkat mereka. Wardah sudah kembali bekerja dengan aktif. Dinda yang dulu masih TK, kini sudah sekolah SD. Baby Z, yang kini Wardah lebih senang jika memanggilnya Sakha, sudah bisa berbicara dengan gaya lucunya. Ia bahkan sering ikut Buna atau Ayahnya ke kantor.
Jika malam biasanya Baby Z akan tidur di box, berbeda dengan malam ini. Baby Z tidur di tengah-tengah Buna dan Ayahnya. Padahal Wardah dan Eza juga sudah menyiapkan kamar anak, tapi Sakha belum mau menempatinya. Di malam-malam awal tidur mereka tampa tenang, damai sentosa. Tiba-tiba di tengah malam,
Bugh!
Tiba-tiba sebuah tangan mungil menampar pipi Wardah. Sepertinya memang terlalu capek anak ini. Sampai bertingkah tidurnya. Dengan perlahan Wardah membenarkan posisi tidur anaknya.
__ADS_1
Tak bertahan lama, tiba-tiba sudah pindah posisi kembali anak ini. Wardah sampai cekikikan sendiri merasa geram dengan anaknya. Sontak Wardah mengambil gawainya dan memposting di akun media sosialnya.
Mana tangannya tak bisa dikondisikan lagi. Kok bisa anak ini memasukkan tangannya ke dalam baju yang Wardah pakai? hahaha.
Sampai subuh, posisi Baby Z masih berubah-ubah. Benar-benar menggemaskan anak ini. Wardah sampai berfikir, bagaimana jika nanti memiliki adik, apa iya akan ditendangi dengan abangnya kalau tidur? hahaha. Semoga saja tidak. Pernah juga suatu malam. Ternyata tidak hanya malam ini. Posisi kaki Baby Z berada di kepala Ayahnya. Anehnya Eza sama sekali tak terusik dengan tingkah tidur anaknya. hahaha.
Eza masih setia pulas menikmati mimpi indahnya. Pertunjukan akrobat Baby Z memang menggemaskan sejuta umat. Setelah tahu nyamannya tidur bersama Buna dan Ayah, anak kicik itu tak mau tidur sendiri di boxnya. Jangan salah, box anak itu sudah di desain sampai umur 3 4 tahunan. Jadi bisa sampai anak itu tumbuh lebih besar.
...Bersambung...
__ADS_1