
Malam ini Wardah kembali dihadiahi oleh tingkah akrobat Sakha dalam tidurnya. Tengah malam Sakha sudah berpindah posisi tidur di atas Wardah berbantalkan dadanya. Di tengah tidurnya Wardah bermimpi sedang sesak napas. Saat matanya terbuka tiba-tiba Sakha sudah dengan pulas memeluk dirinya.
Wardah melihat ke samping, ternyata Eza juga sudah menempel pada dirinya dengan tangan yang nyaman ikut memeluk dirinya dan Sakha. Jelas saja itu membuat Wardah semakin sesak. Kenapa dua laki-lakinya itu begitu senang menempel?
Wardah mencoba membangunkan Eza. Jika dibiarkan, dirinya tak akan bisa tidur nyenyak malam ini. Dielusnya Lengan Eza berharap agar terbangun. Tapi usaha Wardah sepertinya harus lebih kuat. Eza sama sekali tak bergeming. Mau tak mau Wardah mengelusnya lebih kuat dengan menoel-noelnya.
Setelah sekian lama akhirnya Eza memicingkan matanya menyesuaikan cahaya temaram di kamarnya.
"Kenapa Ay? Haus?" tanya Eza dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Lihat nih anak kamu! Sesek napas aku ditimpa kalian," bisik Wardah.
Eza membuat seketika. Benar! Ia melihat dirinya yang memeluk Wardah. Padahal tadi ada Shaka di sampingnya. Eza langsung terduduk dan membenarkan posisi anaknya itu. Setelah diangkat barulah Wardah bisa lega bernapas. Eza memilih untuk membopong Shaka di box-nya. Agar tak berulah kembali tidurnya.
Setelah itu ia kembali berbaring dan kembali memeluk Wardah. Sungguh nikmatnya berduaan seperti ini.
***
__ADS_1
Pagi harinya, setelah selesai dengan urusan Eza dan Shaka Wardah segera turun untuk menyiapkan makanan. Tak lama, karena memang dibantu oleh Mama dan Si Mbok. Sepertinya Bunda masih di kamar Inayah untuk membantunya bersiap.
"Wardah siap-siap dulu ya Ma, ada siaran nanti," pamit Wardah.
"Iya sayang, biar Ningsih yang nyiapin ke meja makan." jawab Mama.
Masuk ke kamar, Eza sudah siap dengan stelan jasnya dengan Shaka yang juga sudah comell paripurna. Wardah segera bersiap dengan make up natural andalannya.
Mama muda satu ini memang terlihat simpel tapi benar-benar memperhatikan penampilannya.
“Apa sebaiknya Sakha ditinggal di rumah aja sayang?” tanya Mama.
“Nggak papa Ma, biar ikut Wardah sama Mas Eza saja. Hari ini Wardah juga nggak sibuk-sibuk banget kok di kantor… Mama biar bisa me time hari ini,” jawab Wardah dengan senyumnya.
Wardah sesekali memang menitipkan anaknya kepada Bunda atau Mama. Tapi juga tak terlalu sering. Ia lebih sering membawa Sakha ke kantor. Ia ingin memiliki banyak waktu dengan Sakha, ia juga mau terlalu merepotkan Bunda ataupun Mama mertuanya. Wardah juga tak lupa membawakan beberapa bekal cemilan untuk Sakha di kantor nanti agar tak bosan. Setelah semua dirasa siap, kini saatnya mereka berangkat ke kantor.
__ADS_1
Wardah menggendong Sakha sedangkan Eza membawakan perlengkapan wajib mereka. Kehadiran Sakha membuat orang tua muda itu memperbanyak perlengkapan bawaan mereka. Dengan girangnya Sakha berpamitan dengan Oma, Oppa-nya. sakha memang sangat saat tahu akan pergi menggunakan mobil. Diikuti dua bocil yang siap untuk diantar pula ke sekolah.
Selama perjalanan ke sekolah, Sakha bersama dua kakaknya di kursi belakang dengan Naya yang sudah mengerti bagaimana menjaga adiknya. Membuat Wardah bisa bersantai sejenak sembari berbincang dengan Eza.
“Aunty!” panggil Inayah.
“Iya sayang?” jawab Wardah
“Kemarin kata Bunda, waktu liburan sekolah mau jemput aku buat pulang ke rumah,” ujar Inayah dengan nada sedikit kecewa.
“Ya bagus dong sayang, emangnya kamu nggak kangen sama rumah Jombang?” tanya Wardah.
“Pengennya di sini, liburan bareng-bareng kan rame… Naya takut nggak punya temen di sana,” jawabnya.
“Ya udah, nanti Aunty biar bilang ke Mama, biar Mama sama Papa liburan di sini! gimana?” solusi yang tak tahu akan disetujui oleh kakaknya atau tidak.
Wardah tahu benar jika kini kakaknya tengah sibuk dengan urusan butik di Jombang. Kasihan juga jika nanti Inayah hanya berdiam di rumah atau hanya ikut Mama-nya ke butik. Lebih baik ia minta saja kakaknya untuk libur mengurus butik terlebih dahulu. Toh di butik itu juga sudah banyak asisten kepercayaan keluarga mereka. Insyaallah akan aman dan tetap berjalan offline store ataupun online store-nya.
__ADS_1
Naya yang mendengar itu sontak sumringah seketika. Eza yang taky akin akan rencana istrinya hanya menatapnya dengan taky akin. Sebab beberapa kali kakak iparnya itu diminta ke Jakarta saja susahnya minta ampun. Kalaupun mau pasti tak lebih dari tiga hari. Lha sekarang Sang istri ingin agar waktu liburan semester Inayah Sang Kakak cuti? Semoga saja berhasil rencananya.
...Bersambung...