
Maaf ya teman-teman, Lhu-Lhu baru up lagi. Sedang dalam kondisi yang super sibuk di rumah 🙏🙏🙏
###
Dua hari di Jombang sudah cukup untuk mereka beristirahat. Siang ini mereka sudah keluar rumah untuk berangkat ke Sidoarjo. Eza memilih transportasi kereta api untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Beruntung Sakha selama perjalanan tak rewel. Ia menikmati first time perjalanan dengan kereta api.
Anak itu sibuk penasaran dengan keadaan di dalam kereta. Jadilah Eza harus rela mengikuti anaknya mengeksplore. Setelah capek barulah duduk tenang dipangkuan Eza.
"Satu jam lagi kita sampai Sidoarjo Ay," ujar Eza.
"Iya? Perjalanan ke sana cuma dua jam ya Mas? Aku kira sampai berjam-jam," sambung Wardah yang kini tengah menikmati cemilan Sakha yang masih tersisa.
Sisa-sisa perjalanan dimanfaatkan Eza dan Wardah untuk berbincang ringan. Biarkan Faiz sibuk dengan dunianya sendiri. Atau mungkin sesekali berbincang dengan mbak Ani (pengasuh Sakha). Karena memang mereka duduk berdampingan.
"Mau minum nggak Mas? Aku mau minta air hangat buat susunya Sakha," ujar Wardah.
"Mau kopi aja, tanda-tanda mau ngantuk ini sepertinya," jawab Eza.
"Okee, tunggu ya,"
Wardah beranjak menuju gerbong yang menyediakan makanan ataupun minuman. Hanya di gerbong itulah tersedia. Wardah hanya perlu menyebrangi satu gerbong. Dibantu oleh seorang Prama (pramugara kereta api) membawakan nampan berisi Kopi dan beberapa cemilan. Wardah sekalian membuatkan susu untuk Sakha agar saat sampai di tempat tujuan tidur. Prama itu mengikuti Wardah untuk mengantarkan pesanannya.
Ia, Eza dan Faiz harus mengecek seluruh persiapan yang diperlukan saat acara harlah 1 abad NU mulai nanti malam.
__ADS_1
"Terima kasih ya Mas," ujar Wardah kepada Prama itu.
"Sama-sama Kak," jawabnya yang kemudian berlalu.
Wardah melihat suaminya yang kepergok menunjukkan raut wajah tak bersahabat pada Prama yang membantunya tadi.
"Biasa aja lihatinnya, aku tahu kok dia lebih ganteng dari Mas Eza," canda Wardah.
"Nggak ada yang cewek apa? Harus cowok ya?" tanya Eza betek.
"Kalau cewek seneng kamunya," balas Wardah yang kini memberikan dot pada Sakha.
Tak ada habis-habisnya perdebatan Wardah dan Eza. Tenang, mereka hanya bercanda. Tak berselang lama akhirnya Sakha tertidur dengan pulas dipangkuan Eza. Bahkan saat mereka sampai, anak itu masih tertidur.
"Gimana kalau yang ke sana aku sama Kak Eza aja kak?" tawar Faiz.
"Jangan, kamu pasti juga capek, biar kakak aja," jawab Wardah.
Wardah memang ingin ikut andil dalam acara nanti malam. Keberadaan Sakha yang awalnya memberatkan, tapi setelah Eza menasehatinya akhirnya ia tak khawatir lagi. Sekaligus nostalgia jalan-jalan di kota ini. Dulu Wardah sempat menetap beberapa bulan di Sidoarjo untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Eza menggenggam jemari Wardah menyusuri jalanan yang sudah mulai ramai dipadati orang-orang warga Nahdliyyin. Udara yang cukup panas membuat pandangan sekitar menjadi terbatas. Eza mengajak Wardah untuk mampir ke sebuah stan terlebih dahulu. Ternyata laki-laki itu membeli dua topi satu untuknya dan satu lagi dikenakannya pada Sang Istri. Agar tak terlalu panas menyusuri kota ini.
Di dekat pintu masuk khusus, dua sejoli itu sudah disambut oleh beberapa panitia harlah yang ternyata merupakan teman Eza. Beberapa, Wardah sudah kenal saat bertemu di pesantren tempat Eza menuntut ilmu dulu. Selain itu Eza memperkenalkan istrinya.
__ADS_1
"Siapa yang nggak kenal sama istri kamu Za? Presenter utama milik stasiun TV terkenal," celetuk teman Eza.
"Mas-nya jangan melebih-lebihkan, justru saya ini presenter cadangan... hahaha," jawab Wardah merendah.
"Lhoo, saya ini pengikut sosmed-nya sampean lhoo, Sampean udah kayak artis, sosmed-nya centang biru," sambungnya lagi.
Setelah asik berbincang barulah mereka masuk ke dalam Glora Delta. Persiapan sudah 85% ternyata. Glora sebesar ini nanti malam akan dipenuhi oleh ribuan bahkan jutaan orang hingga esok hari. Wardah mengecek persiapan liputan siaran langsung untuknya nanti malam.
Tengah fokus mengecek persiapan, tiba Wardah dipanggil oleh seorang perempuan. Siapa sangka ternyata yang memanggil Wardah adalah Neng (Anak Kyai) dari salah satu pesantren di Jawa Timur yang kebetulan mengenal Sosok Wardah dari sosmed-nya. Wardah yang kebetulan juga mengenalnya tentu saja langsung menyapa beliau.
"Masyaallah, nggak nyangka lho kulo, bisa dikenal kaleh panjenengan Ning," puji Wardah.
{Kaleh Panjenengan\= Sama kamu} bahasa jawa kromo/ alus.
"Hehe, kulo salah satu penggemar Sakha Mbak," jawab Ning Nada.
Perbincangan santai dua wanita itu pun berlangsung lebih lama dari perkiraan. Bahkan ditambah dengan beberapa teman Neng Nada yang juga ikut bergabung.
"Ngapunten e Mbak, sepertinya setelah acara kita bisa berbincang lagi nggak ya?" tanya Ning Salma.
"Lhoo, ya bisa Ning Insyaallah, mari kita agendakan," jawab Wardah sangat welcome.
Perbincangan mereka terhenti saat Eza meminta izin undur diri mengajak Wardah kembali ke hotel. Selain sudah sore, Sakha juga sudah terbangun ternyata.
__ADS_1
...Bersambung ...