
...Lhu-Lhu bakalan seneng banget lhoo kalau kalian pada vote+ komen + like + share..... hehehe...
...Terima kasih untuk kalian yang udah nyenengin Lhu-Lhu...
...Love yours ❤️❤️❤️...
Malam ini Wardah dan Eza sudah bersiap untuk segera berangkat ke bandara. Sudah saatnya mereka untuk kembali ke Jakarta. Sengaja memilih perjalanan malam, agar mereka bisa tidur selama perjalanan. Kak Yusuf dan Kak Aisyah juga sudah siap. Tentu saja agenda mereka jalan-jalan saat Dinda dan Inayah lliburan tak boleh tertunda. Sebelumnya Kak Aisyah juga sudah berkonsultasi pada dokternya dan diperbolehkan melakukan perjalan jauh. Anisa dan Farhan ikut mengantarkan mereka. Bagaimana tidak, Si Kembar terus saja merengek pada Ummah dan Abi-nya untuk ikut mengantarkan Sakha. Sebenarnya ke tiga anak itu tak ingin berpisah. Bermain seharian belum cukup untuk mereka. Apalagi mereka baru berkenalan.
Sampai di bandara ketiga anak itu masih berlarian bersama sembari menikmati jajanan yang tersedia di sana. kesempatan jajan itu mah. Eza-lah yang mengikuti bocil-bocil itu hunting makanan baru. Yang lain duduk di kursi tunggu sembari mengobrol menunggu panggilan keberangkatan. Hingga tibalah saatnya keberangkatan. Sakha yang tengah digendong Eza hendak menaiki pesawat bertahan dengan wajah coll-nya. Arzan menerima perpisahan dengan lapang dada, sedangkan Alzain tampak sedih meratapi perpisahannya dengan teman barunnya.
“Nanti main ke bareng lagi ya Chaka?” ujar Alzain.
__ADS_1
“Iyaa sayang nanti kalau Dek Sakha main ke sini, kita main lagi ya,” jawab Anisa.
“Nanti kalau Ummah sama Abi liburan, gentian kalian yang main ke rumah Sakha yaa,” ujar Wardah mengelus lembut rambut si kembar.
“Boleh Bun?” tanya Arzan antusias.
“Boleh dong! Nanti Buna ajak jalan-jalan juga di Jakarta,” jawab Wardah.
Sepertinya dua bocil itu sudah lupa jika dulu waktu masih usia 1 tahun an juga pernah ke rumahnya, sebelum kehadiran Sakha. Mereka berdua kembali bersemangat. Siap-siap saja Ummahnya nanti bingung mengatur waktu saat anak-anaknya menagih tawaran Wardah. Anak-anak itu saling melambaikan tangan saat Wardah dan rombongan hendak menuju ke ruang tunggu utama. Sudah saatnya mereka menuju ke sana. sebentar lagi keberangkatan akan berlangsung.
“Buna! Cucu,” pinta Sakha.
__ADS_1
Akhirnya mau tak mau ia beranjak juga ke belakang untuk meminta air hangat pada pramugari yang bertugas. Sudah detik-detik mengantuk rupanya Sakha.
Sampai di Jakarta Sakha masih tertidur dengan lelapnya. Eza menggendong Sakha dengan mendoro troli barang mereka. Ternyata Faiz juga suddah sampai di Jakarta. Ia sudah menunggu hampir satu jam di Bandara. Ia flight dari Surabaya. Jadi tak mampir kembali ke Jombang. Faiz menghampiri Wardah dan yang lainnya. Mengambil alih troli barang dari tangan Eza dan mendorongnya.
“Kalau Kak Yusuf jadi ikut, berarti jalan-jalannya jadi dong!” celetuk Faiz.
“Ya jadi lah, kita jalan-jalan akbar sebentar lagi. Naya sama Dinda-kan lagi ujian sekarang,” jawab Wardah yang hendak merangkul Pundak Faiz, tapi tak sampai. Akhirnya tak jadi.
“Kamu tinggi banget sih Dek!” celetuk Wardah.
“Kakak aja yang mungil,” jawab Faiz disambut tawa renyah yang lain.
__ADS_1
Ganti Eza-lah yang merangkul Pundak Wardah. Tangan sebelahnya menumpu gendongan Sakha. Mereka di jemput oleh supir keluarga. Sampai di rumah, mereka hanya disambut oleh Mama, Papa, dan Bunda. Yang lain sudah istirahat katanya. Maklumlah, karena memang sudah larut.
...Bersambung ...