
Tiba di waktu acara, dua hari sebelum acara di mulai Wardah dan Eza sudah bersiap untuk berangkat ke lokasi. Keluarga di rumah juga sudah menyetujui untuk keberangkatan mereka. Eza juga mengajak Faiz untuk ikut. Anggap saja sebagai liburan ke kampung halaman. Eza menggendong Sakha sembari menggenggam tangan Wardah. Untuk barang-barang mereka, Faiz yang bertugas membawakan. Bukan membawa, lebih tepatnya mendorong menggunakan troli. Kasihan kalau dibawa dengan tangannya sendiri.
Awalnya Wardah duduk berdua bersama Sakha. Sedangkan Eza dengan Faiz. Berhubung Sakha tak mau berpisah dengan Ayah-nya pula dan tak mau duduk sendiri, jadilah kini Sakha dipangku oleh Eza. Faiz duduk sendiri dengan sampingnya yang kosong. Perjalanan satu jam akhirnya sampailah mereka di Jombang. Kak Yusuf sudah menjemput mereka di bandara setempat. Tidak bersama istrinya karena tengah mempersiapkan di rumah katanya. Mereka langsung meluncur ke rumah Anisa terlebih dahulu untuk mengantarkan Faiz. Tidak ada Anisa ternyata, ia tengah berada di rumah mertuanya.
Membuat Wardah dan rombongan tak lama singgah di sana. Mereka harus segera istirahat sebelum besok setelah maghrib berangkat kembali ke Sidoarjo. Faiz dibiarkan family time terlebih dahulu. Nanti sebelum berangkat barulah dijemput kembali.
Sampai di rumah Sakha tertidur pulas. Membuat Wardah dan Eza bisa santai sedikit. Karena berangkat pagi sekali, mereka pun sampai di Jombang juga masih pagi. Nostalgia jalan-jalan di sekitar rumah menjadi pilihan terbaik. Sekaligus pacaran berdua saja tanpa Sakha dan sebelum bersibuk-sibuk ria untuk acara malam besok.
“Udah lama banget nggak santai kayak gini,” celetuk Wardah.
__ADS_1
Kini mereka tengah berada di sebuah kolam buatan di dekat perumahan. Tak begitu ramai karena memang kini masih jadwal sekolah atau pun bekerja. Yaa, meski masih ada beberapa orang di sekitar taman ini. Eza merangkul Wardah sembari berjalan santai.
“Liburan sekolah anak-anak kita langsung cuss liburan Ay… Ajak semuanya, biar Sakha sama Bunda atau Mama aja. Kita bisa pacaran fokus produksi adik buat Sakha,” jawab Eza.
“Hahaha, ngawur! Kasihan dong Mama sama Bunda. Tapi ide Mas bagus juga,” sambung Wardah juga mendukung.
Puas berduaan menikmati suasana sekitar mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah. Berjalan kaki berdua agar lebih khidmat. Memang tak begitu dekat, tapi sukses membuat dua sejoli itu senang berdua. Sampai di rumah ternyata Sakha sudah bangun. Anak itu tengah digendong oleh Kak Aisyah istri dari Kak Faisal. Tampak masih diam membisu dengan raut khas bangun tidurnya. Untung saja tak rewel. Padahal ini kali pertama Sakha di rumah Jombang dan first time bertemu Bude dan Pak De-nya.
“Bukan Mama Bude, tapi Buna,” jawab Wardah dengan senyum manisnya kemudian mengambil alih Sakha yang langsung mendusel mencari kehangatan pada pelukan Buna-nya.
__ADS_1
“Oalaah, panggil-nya Buna to! Waduh, sudah dipanggil Bude saja nih, makin sadar kalau udah tua,” sambung Kak Aisyah dengan gelak tawa mereka.
Mereka berkumpul di ruang keluarga bercerita dengan sangat asik karena saking lama-nya tak bertemu. Sakha sudah bisa beradaptasi. Ia tengah bermain di matras. Tiba-tiba Wardah salfok dengan perut kakaknya yang terlihat lebih buncit. Tiba-tiba ia mengulurkan tangannya dan mengelus perut Kak Aisyah.
“Kamu sadar Dek?” tanya Kak Aisyah.
“Lho! Kakak hamil?” spontan pertanyaan Wardah meluncur.
Kak Aisyah dan Kak Yusuf tersenyum menimpali pertanyaan adiknya itu. Bisa-bisa-nya kedua kakaknya itu sama sekali tak memberikan kabar Bahagia ini. Dan ternyata Kak Aisyah sudah mengandung hampir 4 bulan. Dan rencananya mereka akan memberitahu saat sudah di Jakarta. Sekaligus syukuran 4 bulanan di sana. wardah benar-benar tak habis pikir dengan kedua kakaknya itu. Kabar sesar ini berani menutupinya. Hingga sukses membuat Wardah dan Eza kaget Bahagia.
__ADS_1
*Jangan protes dengan adanya bandara di Jombang ya Gaees, Namanya juga dunia khayalan. Hahaha
...Bersambung...