Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku
Lupa berterima kasih


__ADS_3

Setelah sampai di kantin, Afwan memesan tiga porsi makanan untuk dibawanya kedalam kelas. Zakka pun antusias memperhatikan Afwan yang sedang memesan tiga porsi makanan, Zakka mulai tertarik untuk menikmati jajanannya di ruang kelas.


Tanpa pikir panjang, Zakka ikut membeli porsi yang sama persis seperti yang dibeli oleh Afwan untuk kedua temannya itu.


"Heh ... kamu mau kemana? duduklah." Ucap Rey sambil menarik kerah baju milik sang adik dari belakang yang hendak mengikuti langkah Afwan.


Zakka pun segera menoleh kebelakang, kemudian ia berkacak pinggang melihat kakaknya yang salalu menahannya.


"Kak, aku mau menikmati makanan ini didalam kelas bersama gadis cantik yang bernama Aish. Percaya deh, anaknya tidak bikin bosen. Sangat cantik dan sepertinya anak baik baik, kemana lagi kita untuk berteman kalau bukan dengan mereka bertiga." Jawab Zakka penuh alasan.


"Terserah kamu saja, aku tidak peduli. Sudah sana, jika kamu mau menyusul mereka." Ucap sang kakak, dan segera ia membayarnya. Karena merasa jenuh, Rey langsung pergi begitu saja ke sudut lapangan yang penuh berbagai tempat untuk berolahraga.


Namun sebelum pergi ke lapangan, Rey masuk kembali kedalam kelasnya untuk mengambil sebuah buku untuk menjadi bahan bacaan. Lalu, segera ia keluar kembali menuju tempat yang akan ditujunya yaitu lapangan. Sekilas saja, Reynan memperhatikan sosok Aish yang tengah duduk bersama kedua temannya. Kemudian pemandangannya semakin mencekam, tatkala sosok Zakka sudah duduk bersamanya.


Aish sendiri masih tetap diam tanpa membuka suara, ia hanya menikmati makanan tersebut tanpa ada rasa semangat sedikitpun. Alih alih Zakka memperhatikan Aish, namun kedatangan Zakka tidak di responnya sama sekali.


Rey yang malas memperhatikan sesuatu yang tidak penting, segera ia pergi ke lapangan. Sedangkan Zakka, ia tetap memilih untuk duduk bersama Afwan dan kedua temannya.


"Kalian bertiga kenapa sih? tidak mau menjadi temanku, kah? aku boleh bergabung dengan kalian, 'kan?" tanya Zakka sambil memperhatikan satu persatu secara bergantian.


Afwan maupun kedua temannya sama sekali tidak memperdulikan kedatangan Zakka yang sudah ikut duduk berdekatan.


"Terserah kamu, hanya saja selera makan kita berkurang." Jawab Afwan terang terangan, Zakka hanya melototinya.


"Apa? hanya sebuah pertanyaan dariku, membuat kalian tidak berselera makan? yang benar saja. Ayolah, kita berteman. Aku sama sekali tidak mempunyai teman selain laki laki yang selalu memperegokiku. Kami berdua hanya kos, maksudku anak Asrama di sekolahan ini." Ucap Zakka berusaha untuk tidak memancing emosi ketiga murid yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Oooh, anak kosan. Begitu saja belagu, suka mengejek lagi." Jawab Yunda sambil menikmati makanannya.


"Iya benar, aku anak kosan. Ayolah, terima aku menjadi teman kalian. Lihat nih, aku pun sudah memesan makanan yang sama persis seperti kalian bertiga." Ucap Zakka sambil menunjukkan makanan yang sama persis dengan yang dibeli Afwan.


"Aku yakin bahwa kamu tadi mengupingku. Disaat aku mau memesan, aku melihatmu sedang duduk yang tidak jauh dariku, jujur saja pada kita bertiga." Jawab Afwan dan mendesak bertanya.


"Iya, karena aku ingin berteman dengan kalian bertiga." Ucap Zakka penuh memohon.


"Tapi janji, jangan pernah mengganggu Aish. Jika sampai aku lihat kamu mendekati Aish, aku tidak sudi menjadi temanmu." Jawab Afwan menjelaskan dan sambil memberi ancaman pada Zakka.


"Iya deh, aku tidak akan mendekatinya. Tapi, bukankah kita berteman? kenapa aku tidak boleh mendekatinya? tidak adil kamu." Ucap Zakka yang merasa dibedakan.


Aish yang merasa tidak nyaman, segera ia pergi keluar meninggalkan kedua temannya dan juga Zakka.


Karena penasaran, Zakka segera mengejar Aish. Namun sayang, lagi lagi Zakka ditahan oleh Afwan dengan cara menarik kerah baju milik Zakka.


"Iya ya, demi menjadi teman kalian. Aku rela menuruti permintaan kamu ini, aku janji kalau aku tidak akan menyusul Aish, percayalah denganku." Jawab Zakka sambil mengunyah kasar makanannya.


Sedang diluaran sana, tepatnya di sudut lapangan yang tengah ramai banyak anak anak yang sedang main bola. Aish sendiri tidak menyadarinya, jika sedari tadi bola tendang tengah selalu mengarah padanya. Namun, Aish tidak mempedulikannya. Selain pikirannya yang sedikit kacau, suasana hatinya pun gelisah.


"Awas ...!!!" teriak seorang murid laki laki tengah mengejar bola yang melayang dan tertuju kearah Aish.


BUG!!!! suara bola yang tengah menghantam punggung laki laki itu benar benar terdengar sangat jelas oleh Aish.


Laki laki itu pun merasakan kesakitan pada bagian punggungnya, lalu ia mencoba menahan rasa sakitnya. Kemudian, ia terus meringis kesakitan, dan mencobanya untuk menahannya. Dikarenakan tendangan bola yang ia terima benar benar sangat kuat, membuat punggungnya terasa sakit. Aish segera menoleh ke arah seseorang yang tengah menolongnya.

__ADS_1


Seketika itu juga, Aish tercengang saat melihat sosok laki laki yang sudah menolongnya.


"Kamu ... ngapain kamu menolongku, biarkan aku saja yang mendapat serangan dari bola." Ucap Aish yang teringat saat dirinya menabraknya tanpa ada sepatah kata yang terucap dari mulutnya.


"Bukannya terima kasih, justru kamu meminta agar kamu yang mendapat serangan bola. Kamu pikir, aku sebodoh dan tidak mempunyai otak, begitu maksud kamu." Jawabnya dengan kesal, kemudian ia segera pergi meninggalkan Aish yang masih berdiri pada posisinya.


Disaat itu juga, Aish baru tersadar. Bahwa dirinya telah ditolong dari laki laki yang super dingin yang ia kenal.


"Kenapa aku sampai sebodoh ini, kenapa aku sampai lupa untuk mengucapkan terimakasih padanya. Dia pasti sangat kesal, saat mendengar ucapanku barusan." Ucapnya lirih menyesali atas perbuatannya yang lupa akan berterima kasih dengan seseorang yang tengah menolongnya.


"Hei, minggir dari lapangan ini. Nanti wajah cantikmu mendapat serangan bola seperti laki laki yang sudah menolongmu." Ucap salah satu murid yang tengah mengingatkannya.


"Iya, terima kasih sudah mengingatkan aku." Jawab Aish, kemudian segera ia kembali kedalam kelasnya.


Saat Aish akan memasuki ruang kelasnya, lagi lagi Aish berpapasan dengan laki laki yang tengah menolongnya dari arah yang berlawanan. Keduanya pun sama sama berhenti disebelah gawang pintu masuk.


Akhirnya, Aish pun masuk kedalam kelas lebih dahulu. Kemudian segera ia duduk di sebelah sahabatnya, yaitu Yunda. Setelah itu, laki laki yang menolongnya pun segera masuk kedalam kelas dan duduk disebelah Zakka.


"Aish, kamu kenapa? muka kamu kenapa terlihat lesu begitu? kamu sakit?" tanya Yunda berbagai macam pertanyaan.


"Tidak, aku baik baik saja. Aku hanya sedikit lesu saja, mungkin karena cuaca yang panas." Jawab Aish beralasan.


Sedangkan Zakka pun sedikit heran dengan saudara kembarnya sendiri, yang terlihat jelas menyimpan kekesalan.


"Kak Rey, kenapa terlihat kaku begitu? habis bertemu singa lapar, ya?" tanya Zakka berbisik di dekat saudara kembarnya sembari meledek.

__ADS_1


"Diam! kamu. Jangan banyak bertanya, apa perlu aku menghajarmu." Jawabnya dengan sorot matanya yang tajam.


__ADS_2