
Sedangkan diluaran sana, satu persatu para tamu undangan memasuki halaman rumah milik Tuan Ganan. Yang dimana sudah disiapkan tempat untuk menyambut para tamu undangan.
Tidak ada keluarga yang mendapatkan undangan, termasuk keluarga Danuarta dan keluarga yang lainnya. Tuan Ganan hanya fokus untuk acara ketiga anak kembarnya.
"Hai, Yunda. Tambah cantik aja, kamu ini." Sapa teman sekolahnya sambil berjalan beriringan menuju lokasi yang sudah disiapkan.
"Hai juga, kamu ... Yevi aura 'kan?" sambil mengingat, Yunda tidak lupa untuk menebaknya.
"Benar, Afwan suami kamu?" tanya Yevi sedikit memsang muka juteknya.
"Ya, Afwan suami aku." Jawab Yunda dengan santai, sedangkan Afwan tetap tidak bergeming.
"Maaf ya, kemarin aku tidak bisa datang di acara pernikahan kamu." Kata Yevi sambil berjalan beriringan.
"Tidak apa apa, aku tidak pernah memaksa sama teman teman untuk hadir di acara pernikahanku. Lagi pula acaranya cukup sederhana, mengumpulkan teman sekolah yang mau datang." Jawab Yunda dengan santai.
"Oh ya Yev, aku duluan ya." Ucap Yunda berpamitan, Yevi hanya menganggukan kepala.
'Sombong, mentang mentang menjadi karyawan dari keluarga suaminya Aish. Lihat saja, aku akan buktikan jika aku bisa menjadi bagian dari keluarga Wilyam. Zakka, bukankah Zakka tidak bisa jalan? kesempatan emas untuk aku dekati. Masalah yang lalu, lewat. Aku harus tunjukan sikap baikku dihadapan keluarganya Zakka, disitu aku akan mengambil perhatian.' Batin Yevi dengan penuh rasa percaya diri.
Berbeda dengan Zakka, kini dirinya sudah mempersiapkan diri sesuai rencana selanjutnya. Entah tahu dari mana, kakek Angga segera mancari keberadaan cucu nya.
"Zakka, kamu baik baik saja?" tanya kakek Angga dengan cemas.
"Kakek, kenapa terlihat panik begitu? ada masalah?" tanya Zakka sambil memperhatikan kakek Angga yang terlihat aneh, pikirnya.
"Tadi ada yang lapor, katanya kamu sedang berhadapan dengan seorang perempuan. Memangnya siapa yang datang? kakek takut terjadi sesuatu pada diri kamu." Jawab kakek Angga penuh kekhawatiran.
Zakka tersenyum melihatnya, sedangkan kakek Angga semakin bingung dibuatnya.
__ADS_1
"Senyum senyum, lagi. Kamu sedang tidak menyembunyikan sesuatu, 'kan? ayo jawab." Tanya Kakek Angga seakan tengah menyelidik cucunya.
"Nanti Kakek dan yang lainnya akan tahu sendiri, kejutan pokoknya." Jawab Zakka, kakek Angga pun masih bingung dengan maksud dari Zakka.
Ingin melihatnya lewat CCTV, itu tidak akan mungkin. Ditambah lagi sudah mulai ramai pengunjung. Mau tidak mau, kakek Angga hanya bisa bersabar untuk mendapatkan pengakuan dari cucunya.
"Sudah mulai rahasia rahasiaan nih rupanya, ok lah kalau begitu." Kata Kakek Angga.
"Tidak kok Kek, Zakka sudah menemukan perempuan yang akan menjadi pacar sementara." Ucap Zakka yang akhirnya berterus terang kepada kakek Angga.
"Pacar sementara? maksud kamu itu, sudah menemukan perempuan yang kamu cari? serius." Tanya kakek Angga kembali memastikan, Beliau tidak ingin cucunya tengah mengada ngada, pikirnya.
"Serius Kek, Mama dan Papa juga sudah mengenalinya. Namanya Sela, gadis remaja yang kerja di Toko kueh nya Aish." Jawab Zakka yang kini tidak begitu enggan ketika menyebut nama Aish.
"Dimana gadis itu? kakek ingin bertemu dengannya." Kata kakek Angga yang ingin bertemu.
"Mau ngapain, Kek?" tanya Zakka.
"Sela sedang berada diruang perawatan, Kek. Zakka meminta beberapa orang untuk melakukan perawatan dan merubah penampilan nya." Kata Zakka berterus terang.
"Kamu serius nih, jika kamu ketahuan berbohong, bagaimana?" tanya sang kakek untuk memastikannya kembali.
"Tidak akan, semua akan menganggapnya tidak ada rekayasa." Jawab Zakka penuh yakin.
"Ada apa ini? kedengarannya sangat serius." Tanya Omma Qinan memergoki suami dan cucunya.
"Omma, Mama, Neyla. Kenapa kalian bertiga kesini? perasaan Zakka tidak mengatakan untuk menemui Zakka deh." Kata Zakka sambil memperhatikan mereka bertiga.
"Karena Kakek Angga sangat mencurigakan, Kak. Makanya Neyla mengajaknya kesini, ya kan Omma?"
__ADS_1
"Ya, benar. Kita dengar, kamu sudah menemukan perempuan yang kamu cari. Kalau boleh tahu, siapa perempuan itu? katakan dengan jujur." Sahut Omma Qinan ikut menimpali.
"Sela, Omma." Jawab Zakka dengan singkat, seketika Omma Qinan, Bunda Maura, dan Neyla. Ketiganya sama sama terkejut, bagaimana bisa, pikir ketiganya.
"Sela, maksud kamu itu Sela yang bekerja di Toko kuehnya Aish?" tanya Bunda Maura untuk memperjelas jawaban dari putranya.
"Benar, Ma. Ngapain Zakka bohong, serius." Jawab Zakka tanpa beban apapun.
Bunda Maura mengarahkan pandangannya kearah ibu mertuanya, Beliau masih setengah tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan putranya.
"Dimana sekarang?" tanya Omma.
"Ada diruang perawatan, Zakka meminta beberapa orang untuk merubah penampilannya." Jawab Zakka meyakinkan.
Disaat itu juga Bunda Maura, Omma Qinan, dan Neyla serasa teriris hatinya ketika menyaksikan Zakka yang harus mencari cara sendiri demi menutupi kesedihannya, lukanya, dan juga rasa malunya ketika harus menghadapi teman teman sekolahnya.
'Kasihan sekali kamu, sayang. Kamu harus berjuang sendiri demi menutupi segala yang kamu rasakan, maafkan Mama yang tak bisa berbuat lebih. Mama hanya bisa berdoa, semoga kamu kuat dan juga bisa melewati semua ini. Mama doakan, semoga kamu segera mendapatkan penggantinya yang jauh lebih baik lagi dan juga bisa menerima kamu apa adanya dengan tulus.' Batin Bunda Maura yang penuh harap pada putranya untuk bisa temukan bahagia seperti kedua saudara kembar Zakka.
Begitu juga dengan Omma Qinan, Hatinya ikut terasa teriris ketika melihat cucunya yang sampai sekarang ini belum juga temukan kebahagiaannya.
'Omma doakan, semoga kamu bisa melewati semua ini. Semoga kamu segera menyusul kedua saudara kembarmu menuju bahagia, Omma benar benar tidak sanggup ketika melihatmu yang tengah rapuh seperti saat ini. Seharusnya hari ini adalah hari bahagiamu, tetapi sebaliknya. Justru hari ini adalah hari perjuanganmu.' Batin Omma Qinan tanpa sadar telah menitikan air matanya.
Neyla juga sebagai adik dan saudara kembar dari Zakka, hatinya ikut terasa sakit ketika harus melihat dengan nyata akan kesedihan saudara kembarnya.
'Kak Zakka, kamu begitu tegar untuk menghadapi masalahmu sendiri. Bahkan kak Zakka harus berjuang sendiri, kakak harus menutupi segala lukanya. Maafkan Neyla yang tidak bisa berbuat apa apa sama kamu.' Batin Neyla yang juga ikut merasakan saudara kembarnya.
"Mama, Omma, Neyla, kenapa semua bengong?" tanya Zakka mengagetkan.
"Zakka, Mama terharu melihatmu yang begitu kuat dan tegar ketika menghadapi masalah. Mama doakan, semoga kamu segera dipertemukan dengan perempuan yang baik dan tulus mau menerima mu." Ucap Bunda Maura, Zakka pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Terima kasih banyak atas doanya, Ma. Oh ya, apakah semua para tamu undangan sudah pada datang?"
"Sudah, Nak. Sebentar lagi acara akan segera dimulai." Jawab Kakek Angga ikut menimpali.