
Waktu begitu cepat telah berlalu, Aish yang sudah lama tidak satu rumah bersama sang suami. Ia merasa kesepian, hanya pelayan dan pelayan di toko kueh nya yang menjadi temannya. Siapa lagi kalau bukan Sela yang dijadikan teman akrab di Toko kueh untuk dijadikan tempat tinggalnya.
Demi Zakka tidak terus terusan menyelidiki kepergian saudara kembarnya, Aish rela bersabar untuk tidak bertemu dengan suaminya. Cukup lama waktunya tengah berpisah, membuat Aish semakin gelisah memikirkannya. Ditambah lagi tidak pernah menghubungi dirinya, Aish semakin takut jika dipermainkan oleh suaminya.
Rasa bosan dan jenuh mulai dirasakan Aish setiap harinya, hanya cermin yang selalu dijadikan tempat untuk bermonolog.
"Mau sampai kapan, aku akan terus terusan seperti ini? sungguh sangat membuatku bosan." Gumam Aish didepan cermin sambil menunduk tanpa melihat bayangannya.
Sedangkan di kediaman keluarga Tuan Ganan tengah disibukkan dengan masalah putrinya bernama Neyla yang akan menikah karena adanya masalah yang darurat hingga harus dilakukannya pernikahan secara mendadak dengan kakak dari sepupunya, yakni bernama Seyn.
Rey dan Zakka pun sibuk dengan masalahnya masing masing, cukup lama Zakka menyelidiki tentang saudara kembarnya dengan perempuan yang ia sukai. Tetap saja tidak mendapatkan hasilnya, Zakka masih saja merasa belum puas untuk mengorek kebenaran yang sesungguhnya.
Rey yang masih berkutat dengan layar lebarnya, ia mencoba untuk melihat keadaan istrinya yang tinggal di Toko kueh nya.
"Kasihan sekali istriku, maafkan aku yang sudah membuatmu lama menunggu. Percayalah padaku, sayang. Setelah Neyla menikah, aku akan berterus terang pada Zakka. Aku siap untuk mendapatkan hukuman darinya, semoga saja Zakka akan mengerti alasan aku menikahimu sejak lulus sekolah." Gumam Rey sambil menatap layar lebarnya, lalu ia segera mematikan laptopnya.
Karena suasana di rumah sedang tidak baik baik saja karena adanya masalah pada adik perempuannya, Rey segera menemui orang tuanya.
__ADS_1
Begitu juga dengan Zakka yang masih mencari kebenaran pada saudara kembarnya itu, tiba tiba ia merasa penat dikepalanya.
"Kenapa aku bo*doh sekali, aku harus mencari rekaman CCTV dari tahun sebelumnya. Ya, aku tahu sekarang. Siapa tahu saja ada sesuatu yang mencurigakan di rumah ini, aku harus mencari kebenarannya lagi." Gumam Zakka sambil berpikir untuk memulai dari mana yang harus ia lakukan.
"Ruang kerjanya kakek, ya! ruang kerjanya kakek. Aku harus mencarinya disana, kebetulan Kakek dan Papa sedang mengatasi masalah pernikahan Neyla. Aku harus menggunakan kesempatan ini, ya! pastinya." Gumam Zakka dengan senyum seringai nya ketika menatap cermin yang ada dihadapannya itu.
Karena tidak ingin berlama lama larut dalam masalah yang sama, Zakka segera mencari bukti di ruang kerja kakek nya.
Sedangkan di Toko Aish, semua sibuk dengan pekerjaannya masing masing.
"Mana bulanannya, Kak Aish harus bayar selama tinggal bersama orang tuaku. Ingat! Kak Aish tinggal dirumah orang tuaku tidak hanya satu bulan dua bulan, tetapi bertahun tahun. Jadi Kak Aish hitung sendiri uangnya selama Kakak tinggal bersama orang tuaku, awas! kalau sampai Kak Aish mengadu dengan orang tuaku. Aku pastikan hidupmu akan menderita selama lamanya." Ucap Rena dengan penuh ancaman, Aish yang mendengarnya pun tidak bisa berkata apa apa selain menuruti kemauan Rena.
"Ren, Kakak harus bayar gaji karyawan. Jika setiap bulan kamu minta tambahan, hasilnya akan habis. Yang ada Kak Aish harus tombok untuk menggaji karyawan dan untuk modalnya juga." Kata Aish memelas, Rena hanya tersenyum sinis mendengarnya.
"Itu urusan Kak Aish, karena Kak Aish berani menginjakkan kaki di rumah orang tuaku. Jadi, selamat membayar hutang. Awas! ya, kalau sampai Kak Aish mengadu sama Mama. Lihat saja, aku bakalan hancurin ini Toko." Lagi lagi Rena terus memberi ancaman pada kakak sepupunya. Aish hanya bisa menarik napasnya panjang, ditambah lagi sang suami yang jarang datang. Itupun hanya semalam, lepas itu Rey kembali pulang ke rumah utamanya dengan penyamaran sebagai pelayan rumah ketika hendak pergi dan juga pulangnya.
Setelah mengambil jatah bulanan dari Aish, Rena langsung berlenggang kangkung pergi dari Toko milik sepupunya. Jangan membantu pekerjaan, melihat kesibukannya pun tidak. Sejak ikut ayahnya, begitu banyak perubahan pada diri Rena. Dari sikap dan tingkah lakunya benar benar membuat tensi ibu Melin naik drastis, terkadang harus dilakukan perawatan sejak pulangnya Rena di rumah Ibu Melin. Benar benar tidak ada yang menyangka nya jika sosok Rena sangat berbanding terbalik dengan Rena yang dulu.
__ADS_1
Aish yang selalu diperas hasil kerjanya, ia hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan dari saudara perempuannya.
"Kepalaku, ada apa dengan kepalaku. Kenapa rasanya sakit begini, perutku juga. Aduh! sakit, kepalaku jadi pusing banget, lagi. Astaghfirullah hal'adziim ... Astaghfirullah hal'adziim ...." Berulang ulang Aish beristighfar menahan rasa sakit pada bagian kepalanya dan juga bagian perutnya yang terasa tidak karuan.
"Kak Aish, Kakak kenapa? kok megangin kepala sama perut? Kak Aish, sakit?" tanya Sela dengan cemas dan khawatir.
"Tidak tahu Sel, tiba tiba kepala Kakak jadi pusing. Ini perut juga rasanya tidak karuan, apa karena Kakak masuk angin apa ya, Sel. Kamu bisa kerokin Kakak, 'kan? kepala Kakak semakin pusing. Mana bawaan nya pingin muntah, mual udah kek masuk angin aja rasanya." Jawab Aish sambil memijat pelipisnya, dan berjalan menuju kamarnya. Sela yang mendengar keluhan dari Aish, ia langsung memberi sebuah pesan pada Rey untuk segera datang.
"Apa! sakit? bagaimana caranya aku ke sana? mana bentar lagi Neyla menikah, lagi. Neyla, istriku, Neyla, istriku. Zakka, bagaimana dengan Zakka? itu anak udah kek detektif saja, benar benar menyebalkan itu anak." Gumam Rey sambil meremat ponselnya.
Disaat itu juga, Rey langsung menghubungi salah satu Dokter kepercayaan keluarganya untuk segera datang ke tempat yang dimana istrinya tinggal. Malu tidak malu, Rey tidak mempunyai pilihan lain untuk mengobati istri tercintanya.
Aish yang sudah berada didalam kamar, Sela membantunya untuk memijat punggungnya. Tidak lama kemudian, terdengar suara di bawah anak tangga ada seseorang yang datang di Tokonya.
"Sel, coba kamu lihat ke bawah. Sepertinya ada orang datang, takutnya pelanggan kita yang mau mengambil barang pesanannya. Coba kamu urus dulu, ya. Bilang saja pada orangnya, jika Kak Aish sedang istirahat dan tidak bisa untuk diganggu." Perintah Aish, sela pun mengiyakan dan segera melihat siapa orangnya yang datang.
Dengan langkah kakinya yang terburu buru, Sela menuruni anak tangga untuk melihat siapa orangnya yang sudah datang.
__ADS_1