Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku
Di perjalanan


__ADS_3

"Sayang, kita temui Papa dan Kakek dulu ya." Ajak Rey masih menggandeng tangan milik istrinya.


"Pa, Kakek, Rey dan Aish sudah datang nih." Panggil Rey pada Kakek angga dan juga sang ayah.


"Akhirnya kalian berdua datang juga ke rumah, bagaimana kabar kalian berdua? Kakek sudah kangen sama kalian, di rumah sepi." Sapa sang Kakek sambil berjalan mendekati cucu pertamanya dan diikuti Tuan Ganan dari belakang. Rey langsung memeluk sang Kakek cukup erat, kemudian bergantian pada sang ayah. Sedangkan Aish hanya mencium punggung tangan secara bergantian.


"Kabar kita berdua sangat baik, Kek. Kakek sendiri, apa kabarnya?" jawab Rey dan balik menyapa.


"Kabar Kakek seperti yang kalian lihat, baik baik saja tentunya. Oh ya, bagaimana kabar Ibundanya Nak Aish? baik baik saja, 'kan? maafkan Kakek dan keluarga yang belum sempat menjenguk Ibundanya Nak Aish." Ucap sang Kakek.


"Kabar Mama Alhamdulillah sudah mendingan, Kek." Jawab Aish malu malu.


"Syukur lah kalau sudah mendingan, sudah menikah lagi kan sama ayah kandung kamu? Kakek turut bahagia mendengarnya. Kamu tahu, ayah kamu dulu orang kepercayaan Kakek. Sayangnya musibah telah melanda di kampung halaman orang tua kamu, disaat itu juga Kakek banyak urusan di luar Negri. Sampai pada akhirnya hilang kontak, tapi sekarang sudah dipertemukan lagi oleh generasi berikutnya. Yakni, kamu dan Rey. Kakek benar benar tidak pernah menyangka jika kamu dan Rey telah berjodoh." Ucap sang kakek Angga panjang lebar.


"Sudah waktunya untuk berangkat ke Kantor, Papa pamit dulu ya. Kasihan Zakka yang sedang banyak tugas di Kantor yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat ini, dikarenakan sekretarisnya mau menikah. Jadi, Papa harus membantunya. Kalian berdua nikmati dulu hari liburnya, berkumpul lah bersama Omma dan Mama dan juga Neyla di rumah." Ucap Tuan Ganan ikut menimpali, serta berpamitan untuk berangkat ke Kantor.


"Kan ada Seyn, Pa ... kenapa Papa tidak meminta bantuan Seyn?"


"Hem, apa kamu lupa jika Seyn yang menggantikan posisi kamu? ada ada saja kamu ini kalau sedang latah." Jawab Tuan Ganan sambil menggelengkan kepalanya. Sesaat kemudian Rey baru tersadar jika dirinya tengah meminta libur untuk tidak berangkat ke Kantor beberapa hari kedepan.


"Ah ya, Rey lupa." Jawab Rey yang pada akhirnya tersadar dan nyengir kuda.


"Hem, makanya kalau bahagia itu dibagi bagi." Kata Kakek Angga ikut menimpali.


"Kakek ini, ada ada saja deh. Masa ya, bahagianya suami istri harus dibagi bagi. Yang ada kebahagiaannya berkurang, Kek." Ucap Rey yang tak kalah gurauannya dengan sang kakek.


"Hati hati Nak Aish, suami kamu itu jagonya ngerayu. Kalau gagal, kamu bisa bisa dijadikan sasarannya." Ledek kakek Angga dan tertawa kecil diakhir kalimatnya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, Papa pamit untuk berangkat." Ucap Tuan Ganan berpamitan.


"Hati hati diperjalanan ya, Pa." Kata Aish dan Rey dengan bersamaan.


Sedangkan dalam perjalanan yang mendekati Kantor yang dimana Zakka menyibukkan diri dari pekerjaannya.


Ssstttt


Seketika, Zakka mendadak menghentikan mobilnya. Kemudian ia menepikan mobilnya dipinggiran taman, cukup sejuk untuknya berhenti dibawah pohon besar.


"Aish! Aish! Aish! lagi lagi Aish, kenapa dadaku terasa sakit dan sesak. Bahkan terasa berat untuk ku bernapas. Rupanya aku tak bisa melupakan sepenuhnya, aku masih menyukainya. Wajahnya kembali membayangiku, sekalipun aku tak menatapnya. Aku kira aku tak lagi mengingatnya lagi, tapi yang aku rasakan semakin dalam. Berdosa kah aku jika diri ini masih menyimpan rasa pada Aish." Gumam Zakka, kemudian ia mencoba untuk menarik napasnya dalam dalam.


Zakka berharap jika dirinya mampu untuk melupakan perasaan yang sudah ia letakkan didalam hatinya. Karena tak ingin semakin larut dalam kesedihannya, Zakka memilih untuk melanjutkan perjalanan menuju Kantor yang tidak memakan waktu lama.


Dengan kecepatan yang paling rendah, Zakia melajukan mobilnya. Ingatannya terus menerus mengingat Aish pada setiap kedipan matanya. Semakin pusing dan juga terasa penat dikepalanya, Zakka terus berusaha untuk tetap kuat.


Entah ada angin apa, amarah yang cukup berat untuk ia tahan, akhirnya ia meluapkan emosinya dengan cara menambahkan kecepatannya satu persatu.


Semua orang yang berpapasan dengan mobil yang dikendarai Zakka merasa takut apabila mendapatkan imbas nya.


Mau bagaimana lagi, emosi Zakka semakin memuncak tinggi. Kepala yang terasa pusing seakan tak lagi mengenal seseorang yang ia kenal.


Berulang ulang Zakka memijat pelipis miliknya karena rasa penat yang begitu berat untuk ia rasakan, berharap rasa penat dikepalanya akan segera menghilang.


"Tidak!!!!!"


BRAK!!!!!

__ADS_1


Seketika, Zakka membanting setirnya dan tak sadarkan diri.


Semua orang yang menyaksikannya langsung segera mendekati dan beberapa orang segera menghubungi pihak kepolisian. Tuan Ganan yang sedang duduk dibangku belakang, Beliau dapat melihat jelas adanya orang berkerumun di jalanan yang tak jauh dari pandangan Beliau.


Disaat itu juga, Tuan Ganan meminta supirnya untuk berhenti sejenak. Pelan pelan Tuan Ganan membuka jendela kaca mobilnya.


"Permisi Pak, itu ramai ramai ada apa ya?" tanya Tuan Ganan dengan ramah.


"Ada anak muda yang mengalami kecelakaan, sepertinya tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Jadi naas, mobil pun tak dapat dikendalikan." Jawabnya menjelaskan.


"Kecelakaan tunggal ya, Pak?" tanya Tuan Ganan yang masih menyimpan rasa penasaran.


"Ya Tuan, kecelakaan tunggal." Jawabnya, Tuan Ganan tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu Beliau meminta supirnya untuk melanjutkan kembali perjalanannya menuju Kantornya.


Sedangkan di lokasi kejadian begitu terlihat ramai dan juga banyak para anggota polisi tengah menangani korban kecelakaan.


"Pak Erik, jalannya pelan pelan ya Pak. Didepan masih banyak mobil yang lalu lalang bercampur orang orang yang tengah menyebrang." Ucap Tuan Ganan mengingatkan.


"Baik Tuan," jawab Pak Erik sembari mengangguk pelan.


"Anak muda jaman sekarang memang kebanyakan ugak ugalan kalau mengendarai kendaraannya, udah seperti banyak nyawa cadangan. Semakin gregetan ya, Pak Erik." Kata Tuan Ganan yang tiba tiba berkomentar.


"Ya begini lah Tuan, jaman sekarang sudah banyak kendaraan yang lalu lalang kesana kemari tanpa hati hati ketika mengendarai kendaraannya." Ucap pak Erik yang juga merasa geram ketika Beliau melihat anak muda dengan semaunya sendiri saat mengendarai kendaraannya.


"Kamu kalau ada anak laki laki, jangan lupa untuk memberi nasehat nasehat kecil untuk anak laki laki mu.


Disaat itu juga, tiba tiba Tuan Ganan mendapatkan panggilan di ponselnya.

__ADS_1


"Siapa lagi, jam segini sudah ada yang menghubungiku." Gumam Tuan Ganan sambil merogoh ponselnya didalam tas.


"Pak Polisi? ada apa menghubungiku?" gumam Tuan Ganan bertanya tanya.


__ADS_2