
Seketika, tubuh Zakka mendadak lemas saat membaca tulisan tanpa ada kata yang terlewatkan. Terasa gemuruh didalam dadanya. Detak jantung yang awalnya normal, tiba tiba berdegup sangat kencang sesuai rasa sesak saat menarik napasnya.
"Tidak! ini pasti bohong, Kak Rey tidak mungkin menikah dengan Aish. Ini pasti jebakan untuk mengerjaiku, aku yakin itu. Pernikahan siri, yang jelas ini hanya rekayasa." Gumam Zakka yang masih belum juga mempercayainya.
Usai membaca satu lembaran kertas yang bertuliskan Pernikahan siri, Zakka mencoba melihat dan mencoba untuk memeriksa kembali lembaran yang selanjutnya.
Dengan seksama, Zakka kembali fokus membaca lembaran kertas yang kedua tanpa ada yang terlewatkan satu kata pun.
Seketika, Zakka membelalakan kedua bola matanya pada tulisan yang terlihat sangat jelas. Otaknya kembali mendidih saat membacanya, detak jantungnya kembali berdegup kencang. Napasnya kembali terasa sesak, bahkan kedua kakinya tak mampu untuk menopang berat badannya.
"Mereka berdua rupanya telah membohongiku." Ucapnya dengan lirih. Kemudian ia membusungkan badannya dan menyangga dengan kedua tangannya diatas meja. Sorot matanya berubah menjadi tajam, siap untuk memangsa musuhnya.
Napas sesak dibarengi dengan detak jantungnya yang kian memburu, dan juga dengan otaknya yang terasa mendidih. Rey yang sedari tadi tidak mendapati saudara kembarnya, ia mulai khawatir dan cemas.
"Pa, Zakka di mana?" tanya Rey dengan khawatir.
"Aaaaaaaaa!!!!!"
PYAR!!! Suara teriakan yang begitu nyaring telah mengagetkan Tuan Gadan, Kakek Angga dan Rey, maupun yang lainnya. Tidak hanya PTI saja, suara pecahan kaca yang begitu terdengar jelas juga ikut mengagetkannya kembali.
"Tuan! Tuan! Tuan Muda Zakka mengamuk, Tuan." Suara dari asisten rumah tengah berlarian dengan perasaan ketakutan menghampiri majikannya.
"Ada apa? apa yang terjadi? ayo katakan." Tanya Tuan Ganan.
__ADS_1
"Tututu ... Tuan! Tuan Muda Zakka mengamuk di ruang kerja Tuan Besar." Jawabnya terbatas bata dan terlihat ketakutan.
"Zakka!" Semua menyebutnya dan berlarian menuju ruang kerja Kakek Angga.
Seketika, Tuan Ganan dan Rey terkejut melihat kondisi ruang kerja Kakek Ganan berantakan tidak karuan. Begitu juga dengan Kakek Angga yang juga ikutan terkejut melihat keadaan ruang kerjanya yang berantakan bak kapal pecah yang siap dihanyutkan.
"Perse*tan! kalian semua!" umpat Zakka tidak pandang siapa yang ada dihadapannya itu. Emosi yang sudah memuncak, kini bagaikan Bom yang siap untuk meledak.
Zakka masih memegangi berkas pernikahan Rey dan Aish, kemudian ia mendekati saudara laki lakinya lebih dekat lagi dengan tatapanya yang sangat tajam. Terlihat jelas emosinya, bahkan terlihat ingin memangsa saudara kembarnya sendiri.
Rey hanya diam, ia mencoba untuk mencerna umpatan kasar dari saudara kembarnya itu. Disaat itu juga, Rey dapat menyimpulkan nya. Rey menatap sebuah amplop dan beberapa lembaran kertas ada pada tangan saudaranya itu.
"Ini apa! hah, ini apa! ayo jelaskan. Jangan jadi pecundang, kamu." Bentak Zakka dengan sebuah pertanyaan, Rey menatap Zakka yang tengah dikuasai emosinya.
Semua sudah terjadi, semua sudah diketahui. Lalu, apa yang mau di tutupi. Tuan Ganan hanya bisa pasrah dan mencoba untuk mencari cara agar semua masalah dapat diselesaikan dengan kepala yang dingin.
Salah, memang diawali dengan kesalahan karena ketidak jujuran. Serapat rapatnya menyembunyikan bangkai, pasti akan ketahuan bau busuknya. Begitu juga dengan perbuatan serta pembohongan belaka, yang pasti akan ketahuan kebenarannya di kemudian hari.
Begitu juga dengan Kakek Angga, awalnya untuk menyembunyikan, pada akhirnya semua harus terbongkar tanpa diduga sebelumnya.
Rey masih menatap saudara kembarnya, keduanya sama sama menatap dengan ekspresinya masing masing.
"Aku mengaku, aku dan Aish sudah menikah. Itupun ada alasannya, kenapa aku menikahi Aish." Kata Rey menjeda kalimatnya, ia tidak ingin kalimat selanjutnya akan salah ucap.
__ADS_1
"Ya! aku tahu alasannya, kamu takut akan kalah duluan, bukan? cih! caramu begitu licik untuk mendapatkan Aish." Tuduh Zakka dengan sinis, tatapannya pun masih terlihat tajam. Terdengar jelas suara detak jantungnya dan napasnya yang terasa sesak didadanya, dengan suara bicaranya yang terdengar sangat dongkol pada kenyataan.
"Aku memang menyukai Aish dari dulu, sama seperti mu. Asal kamu tahu, aku tidak mempunyai cara licik seperti yang kamu tuduhkan padaku." Kata Rey berusaha untuk tetap tenang.
"Cih! tidak mempunyai cara licik seperti yang aku tuduhkan, mau mengelak? percuma." Ucap Zakka dengan tatapan bengis, tetap saja semakin terlihat semakin emosi ketika berdialog dengan saudara kembarnya.
"Kenyataannya, aku tidak melakukan hal licik apapun terhadapmu. Aku menikahi Aish karena sesuatu hal, bukan karena ingin merebutnya darimu. Aku tahu, caraku menikahi Aish mungkin memang salah. Karena aku tidak mengatakannya langsung padamu, justru aku menyembunyikannya darimu." Kata Rey menjelaskan, Zakka tetap tidak bisa mempercayainya begitu saja.
"Omong kosong, kamu memang seorang Kakak yang tidak tahu diri." Tuduh Zakka tanpa bosan.
"Aku tahu, kamu pasti sudah merayu Papa dan Mama, bahkan Kakek juga. Da*sar! pecundang, kamu itu."
"Terserah dengan apa yang ingin kamu tuduhkan padaku, serta umpatan untuk ku. Yang jelas, aku menikahi Aish bukan semata mata ingin merebutnya darimu." Ucap Rey tetap dengan tenang, setelah itu ia kembali mengatur pernapasannya.
"Omong kosong!"
"Aku minta maaf, jika aku sudah membuatmu marah, kesal, emosi, dan juga membuatmu sakit hati karena sudah aku bohongi. Aku mengaku salah, aku sadar diri sekarang. Bertahun tahun lamanya aku membohongi kamu, maafkan aku yang telah membuatmu kecewa. Maafkan Kakak yang gagal menjadi seorang Kakak yang baik untuk kamu dan Neyla, maafkan semua kesalahanku mengenai pernikahanku bersama Aish." Ucap Rey meminta maaf, Zakka masih menatap saudara kembarnya dengan perasaan dongkol. Bahkan, ingin sekali ia melayangkan sebuah tinjauan ke arah sang Kakak.
Kakek Angga yang juga ikut andil dalam masalah pernikahan cucu pertamanya, Beliau mendekatinya.
"Zakka, redakan emosi kamu, Nak. Tidak baik jika kamu memendam kebencian pada saudara kembarmu, Rey adalah Kakak kamu. Maafkan Kakek juga yang sudah ikut andil atas pernikahan Kakak kamu. Yang dikatakan Kakak kamu itu ada benarnya, pernikahan Rey dan Aish itu ada alasannya. Kakak kamu tidak semena mena ingin merebutnya darimu, ada sebuah permintaan yang harus dipenuhi oleh Kakak kamu. Kakek mohon, terimalah kenyataan ini. Lupakan perempuan yang kamu harapkan itu, kini sudah menjadi istri Kakak kamu. Percayalah sama Kakek, kamu pasti akan mendapatkan gantinya yang lebih baik lagi." Ucap Kakek Angga panjang lebar memberi penjelasan pada cucu keduanya.
Zakka yang mendengarnya masih tetap merasa dongkol dan juga masih dikuasai oleh emosinya. Tuan Ganan yang juga merasa ikut andil setelah sang ayah, Beliau berjalan mendekati putranya.
__ADS_1