Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku
Acara dimulai


__ADS_3

Karena acara sudah mau dimulai, kini satu keluarga Tuan Ganan tengah bersiap siap. Disaat itu juga, Rey dan Aish dikejutkan sosok perempuan yang tidak asing dimatanya.


"Sela? ya, 'kan? kamu Sela, 'kan?" tanya Aish benar benar terkejut.


"Ya Kak, aku Sela." Jawab Sela sambil berdiri di dekat Zakka.


"Tunggu tunggu, ada apa ini?" tanya Rey yang juga penasaran.


"Sela calon istriku, Kak. Dan aku akan menikahinya secepat mungkin." Jawab Zakka berterus terang.


"Apa? Sela calon istri kamu? dan kamu akan menikahinya dalam waktu yang dekat? apa Kakak tidak salah dengar?" tanya Rey memastikan, pasalnya seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan dari saudara kembarnya.


Aish yang mendengarnya pun serasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Zakka.


"Aku serius, Kak. Kalau Kakak tidak percaya, besok Kakak bisa ikut aku mendatangi orang tuanya Sela." Jawab Zakka untuk memastikan kepada sang kakak.


"Kamu sedang tidak membohongi Kakak, 'kan? apakah yang dikatakan Zakka itu benar, Sela? kamu jangan bermain drama didepanku dan didepan istriku." Lagi lagi Rey terus meminta jawaban dari saudara kembarnya, bahkan Rey tidak lupa bertanya pada Sela untuk mendapatkan jawaban yang benar, pikirnya.


"Ya Kak Rey, Sela tidak bohong." Jawabnya disertai dengan anggukan.


Rey yang mendapatkan pengakuan dari adiknya pun masih tidak percaya, pasalnya baru saja dirinya tengah mendapatkan amukan dari Zakka mengenai rasa sakit hatinya karena telah mendapatkan Aish.


"Sejak kapan kalian berdua ada hubungan?" tanya Rey untuk memastikannya lagi.

__ADS_1


"Sejak Zakka mempunyai kesempatan mendatangi Toko kueh milik istri Kak Rey." Jawab sambil merekayasa.


"Sudah lah, tidak penting untuk dipermasalahkan. Yang terpenting sekarang ini ini kalian berdua tidak ada beban yang tersimpan di hati kalian. Untuk soal Zakka, itu urusan belakangan. Sekarang ini kita tidak mempunyai waktu yang lama untuk berada di ruangan ini, sebab para tamu undangan sedang menunggu kita. Ayo kita keluar dan temui para tamu undangan." Ucap kakek Angga menimpali.


"Yang dikatakan Kakek Angga memang ada benarnya, ayo kita keluar dan temui para tamu undangan. Kasihan mereka mereka yang sudah menunggu acara untuk segera dimulai." Timpal Tuan Ganan yang tidak ingin terlalu lama mengabaikan para tamu undangan.


"Ya, Pa." Jawab Rey, kemudian yang lainnya ikut menjawabnya dengan serempak.


Sedangkan di area tempat berkumpulnya teman teman sekolah, ada Yevi yang tengah duduk berdekatan dengan Yunda.


"Yun, lama banget lah. Mau sampai jam berapa kita menunggunya, jangan jangan acaranya tidak jadi." Kata Yevi berdecak kesal ketika harus menunggu lama.


"Tunggu saja sebentar, mungkin tuan rumahnya sedang bersiap siap. Kalau kamu tidak sabar, pulang aja juga tidak apa apa kok Yev." Sahut Yunda sambil duduk santai, sedangkan Yevi hanya melirik nya dengan sinis.


"Sudah, menghayalnya? silahkan dilanjut lagi. Katanya mau duduk didepan, silahkan untuk pindah tempat duduk mu." Ucap Yunda sambil mempersilahkan Yevi untuk segera angkat kaki dari hadapannya.


"Dengan senang hati, aku pun tidak sudi jika duduk di dekat kamu. Takut jikalau ketularan miskinnya, maaf aja ya." Kata Yevi yang terus mengejek Yunda, kemudian ia segera pindah dari tempat duduknya dan memilih untuk duduk paling depan. Berharap apa yang diharapkannya sesuai yang ia bayangkan.


Tanpa ada suara apapun ketika salah seorang memberi peringatan untuk tidak berbisik bisik ketika acara dimulai. Dan tibalah waktunya keluarga Tuan Ganan bersama kedua orang tuanya bersama istri tercinta dan ketiga anak kembarnya serta kedua menantunya dan calon menantunya.


Semua para tamu undangan dibuatnya terkejut saat mengetahui jika Rey dan Zakka adalah kakak beradik. Terkejutnya lagi saat melihat Aish yang tengah berdiri di sebelah Rey dengan keadaan yang sudah hamil besar.


Disaat itu juga, Yevi tidak kalah terkejutnya ketika mendapati Zakka tengah ditemani oleh sosok perempuan yang tidak kalah cantiknya dengan dirinya. Berulang kali Yevi mengucek kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya, tetap saja apa yang ia lihat adalah benar benar nyata adanya.

__ADS_1


"Perempuan yang ada didekat Zakka itu, siapa?" gumam Yevi bertanya tanya tentang sosok perempuan yang tidak ia kenal.


Sambutan demi sambutan dari keluarga Tuan Ganan, selanjutnya giliran Zakka maju kedepan. Kemudian ia meraih tangan milik Sela dan memberi kode untuknya. Sela yang tidak tahu harus berbuat apa, ia hanya bisa nurut dengan apa yang diperintahkan oleh Zakka.


'Demi membalas jasa dari keluarga Wilyam, aku rela melakukan semua ini. Maafkan Sela ya Pa, jika Sela harus bermain drama di hadapan Papa dan dihadapan orang lain.' Batin Sela dengan penuh kepasrahan.


Setelah itu, Sela mendorong kursi roda menuju podium yang sudah disiapkan. Kemudian Sela kembali berdiri di sebelah Zakka.


Dengan yakin Zakka memberanikan diri untuk berada dihadapan para tamu undangan yang tidak lain adalah teman satu sekolahnya. Zakka memulai memberanikan diri untuk bersuara, tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada para tamu undangan. Kemudian Zakka banyak membari sebuah pesan dan kesan atas sebagian kejadian yang ia alami.


Dengan posisi paling depan, tiba tiba Yevi mulai terasa gondokan ketika apa yang ia lihat sangat menyakitkan dan tentunya telah menyilaukan pandangannya.


Setelah berbagi kisahnya mengenai musibah yang menimpa dirinya, disaat itu juga Zakka memberanikan diri untuk memperkenalkan sosok perempuan yang ada disebelahnya itu. Dengan terang terangan Zakka mengatakannya langsung, jika dirinya akan segera menikah dengan tanggal yang sudah ia tentukan.


Rey dan Aish mendadak tercengang ketika mendapati sebuah penuturan dari seorang Zakka dengan terang terangan mengatakan jika dirinya akan menikah dengan perempuan yang bernama Sela dalam waktu dekat ini.


Tanpa disangkakannya, Alangkah terkejutnya ketika Zakka menuturkan apa yang sudah ia susun pada setiap kalimatnya, Zakka akhirnya berterus terang tentang apa yang sudah ia simpan selama ini.


'Apakah ini bagian dari rencana Zakka yang baru? aku benar banar sangat penasaran atas pengakuan darinya yang sangat mengganjal itu.' Batin Rey yang tengah dibayang bayangi atas pengakuan dari sang adik kepada perempuan yang disayanginya.


Karena tidak semakin pusing memikirkannya sendiri, Rey segera menepis pikiran buruknya itu.


Setelah memperkenalkan sosok Sela dihadapan khalayak umum, kini selanjutnya acara pengucapan hari ulang tahun secara gantian satu persatu untuk memberi ucapan selamat kepada ketiga anak kembar dari Tuan Ganan dan Bunda Maura.

__ADS_1


__ADS_2