
"Semua para tamu undangan telah memasuki area yang sudah disiapkan. Rey dan Aish masih berada didalam mobil, tidak ada satupun yang tidak penasaran dengan sebuah mobil mewah yang sudah memasuki halaman rumah.
"Hei, siapa yang datang?" tanya Yevi penasaran pada Yunda.
"Nanti kamu bakal tahu sendiri kok, Yev. Kita tunggu saja siapa yang keluar dari mobil mewah itu." Jawab Yunda dengan senyumnya dan menunjuk kearah mobil yang baru saja masuk ke dalam.
"Ya nih, kita kita juga penasaran. Apa jangan jangan Zakka yang turun dari mobil itu? kek nya sih benar. Mungkin saja mau memberi sebuah kejutan pada kita kita, aaah jadi tidak sabar ingin melihat sekeren apa si Zakka sekarang ya? aku kesana lagi ah, siapa tahu aku tersandung dan jadi cinta pertamanya Zakka." Kata seseorang yang juga menyimpan rasa penasaran.
Yevi yang mendengarkannya pun, terasa panas pada telinganya. Bahkan ia sendiri tidak mau kalah dari siapapun yang berani mencobanya untuk menjadi penghalangnya.
"Hei, Reva. Aku kasih tahu ya, mana mungkin Zakka mau sama kamu. Ngaca dulu lah, sebelum kamu mempermalukan dirimu sendiri." Sahut Yevi yang juga dengan rasa percaya dirinya.
"Suka suka aku dong, siapa juga yang mau sama kamu Yev. Cewek judes, udah tua tapi belum laku." Ejek Reva tidak mau kalah.
"Eh, Elu. Kalau ngomong dijaga itu mulut kamu, udah kek tidak pernah sekolah aja. Memangnya kamu itu masih muda? mimpi, kamu juga tidak kalah tuanya dariku." Ucap Yevi yang juga tidak mau kalah untuk memojokkan Reva yang sudah membuatnya malu, pikirnya.
"Bo*doh amat, yang terpenting aku merasa jika aku masih muda." Kata Yevi tidak lupa sambil menjulurkan lidahnya, yang seakan menanyang Yevi yang sudah membuatnya kesal dan juga geram.
Sedangkan yang ada didalam mobil tengah bersiap siap untuk turun dari mobil.
"Sayang, aku malu." Kata Aish sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat besar dengan usianya yang tinggal menghitung hari.
__ADS_1
"Malu kenapa dengan perut kamu, sayang? kan ada aku sebagai suami kamu. Memangnya siapa yang menghamili kamu, bukankah suami kamu sendiri? hem. Ada ada saja kamu ini, ayo kita turun. Sekaligus, aku akan umumkan pada teman teman sekolah kita tentang pernikahan kita." Jawab Rey yang juga ikutan mengusap perut besar milik istrinya.
"Tapi ...." Tiba tiba Aish teringat kembali saat dirinya menginjakkan kaki di rumah utama.
"Kenapa, sayang? kok tiba tiba kamu tidak bersemangat. Lihat lah diluaran, semua menunggu siapa yang ada didalam mobil ini. Ayo, kita tunjukkan pada mereka jika kita suami istri. Buktikan pada teman teman yang dulu pernah merendahkan kamu. Mereka akan tercengang ketika melihatmu yang sekarang, mereka mereka tidak akan berani menghinamu lagi." Kata Rey meyakinkan istri tercintanya.
"Justru aku rindu dengan celotehan teman teman, karena mereka mampu memberiku sebuah motivasi yang aku terima." Jawab Aish dan tersenyum.
"Sudah lah, ayo kita turun." Ajak Rey, kemudian ia melepaskan sabuk pengamannya.
Begitu juga dengan Aish, ia pun segera melepaskan sabuk pengamannya.
Dua sisi pintu mobil telah dibuka oleh kedua orang pengawalnya. Rey yang lebih dulu ke luar dari mobil, sedangkan Aish masih duduk didalam dan menunggu suami yang menyambutnya. Itupun atas permintaan suaminya karena ingin memperlakukan istri tercintanya sebaik mungkin.
Tidak hanya para tamu undangan yang terkejut, tetapi Yevi dan Reva yang lebih lebih terkejut tatkala melihat sosok Rey yang terlihat begitu tampan dan berkarismatik.
"Ternyata Reynan, menyebalkan. Kenapa aku sampai sebo,doh ini. Bukankah Zakka masih ada saudara kembar, dan Rey lah saudara kembarnya. Aah berarti Zakka masih aman dan yang pastinya masih berada didalam rumah." Gumam. Yevi yang baru tersadar akan kebenaran yang ia ketahui mengenai Rey dan Zakka.
Rey yang sudah turun dari mobil, ia langsung menyambut istrinya yang masih duduk didalam mobil. Dengan hati hati, Rey membantu istrinya turun dari mobil.
Lagi lagi semua para tamu undangan kembali terkejut ketika melihat perempuan yang terlihat cantik dengan penampilannya mengenakan gamis dan tidak begitu asing dimasa lalu diwaktu sekolah.
__ADS_1
"Aishwa!" sebut semuanya dengan nama Aish serempak.
Rey langsung menggandeng mesra tangan istri tercintanya, semua terkesima melihat keserasian oleh keduanya. Rey berjalan beriringan dengan istrinya. Tidak hanya disebelah dikawal oleh pengawal dari keluarga Wilyam, tetapi juga dari belakang telah diikuti oleh beberapa pengawal.
"Yun, yun, itu beneran Aishwa yang sangat polos itu?" tanya Reva menyimpan rasa ketidak percayaannya dengan apa yang ia lihat.
"Ya, Aishwa yang selalu mendapatkan prestasi. Dia sudah menikah dengan Rey teman sekelas kita. Kamu tahu? Rey itu kembarannya Zakka. Ini rumah milik mertuanya Aish, paham." Jawab Yunda dengan senyumnya. Revi hanya tersenyum getir ketika mendengar pengaku abis dari Yunda.
"Kalau Zakka belum menikah, 'kan?" tanya Reva yang penuh harap untuk bisa memiliki kesempatan menjadikan Zakka miliknya, pikir Reva.
"Heih! Reva, sudah aku katakan untuk tidak bermimpi terlalu jauh dan dalam. Kamu itu tidak pantas bersanding dengan Zakka, ngerti. Kamu itu pantasnya bersanding dengan orang yang sejajar dengan diri kamu, untuk mendapatkan Zakka, minggir aja dulu." Ejek Yevi yang berusaha ia dapat menyingkirkan Reva yang bisa menjadi pesaingnya.
"Enak aja main ngelarang dapetin Zakka, situ siapa? hah." Ucap Reva yang tidak mau kalah dan tetap mempertahankan apa yang sudah menjadi tekadnya.
"Sudah sudah, kalian berdua ini bikin gaduh saja di tempat orang. Aku beri tahu kalian berdua, ya. Belum tentu Zakka mau menerima diantara kalian berdua, ngerti. Seorang Zakka tidak segampang yang kalian bayangkan. Keluarga baik baik, pastinya mencari perempuan yang juga dari keluarga baik baik dan tentunya perempuan yang baik baik pula." Ucap Yunda memberi peringatan untuk Yevi dan Reva.
"Tidak berlaku untuk aku, namanya cinta itu tidak memandang apapun. Kamu pikir, cinta itu harus disamakan status dan derajat serta sifatnya." Kata Reva dengan tatapan kesal.
"Terserah kalian berdua saja, da ... aku mau kumpul bersama teman yang sama sama memiliki akal sehat yang benar, tidak seperti kalian berdua." Jawab Yunda, kemudian ia langsung pergi begitu saja dari hadapan Yevi dan Reva.
Dengan geram dan penuh kekesalan, Reva dan Yevi sama halnya berkacak pinggang.
__ADS_1
"Lihat saja, setelah ini bakal aku yang akan menjadi pemenangnya untuk mendapatkan Zakka." Gerutu Yevi sambil berjalan dengan menghentakkan kedua kakinya secara bergantian menuju tempat duduknya yang semula. Begitu juga Reva yang tidak mau kalah untuk mendapatkan Zakka.