Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku
Sebuah pertanyaan


__ADS_3

Sehabis mencium kening milik istrinya, Rey mendapatkan pelukan dari istrinya walau dengan susah payah karena perutnya yang semakin membesar. Tetap saja tidak membuatnya menghalanginya, Rey pun menerima pelukan dari istri yang dicintainya itu.


Dirasa sudah cukup, Aish melepaskan pelukannya. Kemudian menatap suaminya dan tersenyum.


"Sudah mau maghrib, mandi dan shalat lah. Aku akan menyiapkan baju ganti, dan juga akan memberimu kejutan." Ucap Aish tersenyum lebar.


"Kejutan? kejutan apa, sayang?" tanya Rey dengan rasa penasarannya.


"Namanya juga kejutan, kalau dikasih tau namanya bukan kejutan, sayang." Kata Aish sambil membuka lemari baju.


"Ah ya juga ya, kejutan kok dikasih tau." Ucap Rey yang tak lupa dengan kebiasan nya, mencubit gemas kedua pipi milik istrinya.


"Ih, kebiasan." Kata Aish sambil mengusap kedua pipinya.


"Habisnya kamu itu gemesin, bikin betah dirumah aja. Andai disuruh pilih ke Kantor apa di rumah, aku mending pilih di rumah."


"Hem, maunya. Terus siapa yang mau kerja? emang bisa gitu, tanpa kerja uang datang sendiri."


"Ya tidak dong, sayang. Ya sudah kalau gitu, aku mau mandi dulu. Habis itu aku akan menagih kejutan dari mu, ok."


"Ya ya ya, sayang."


Setelah itu, Rey langsung melepaskan pakaiannya dan yang tersisa tinggal celana kolornya. Kemudian ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aish yang tengah mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya, dirinya pun teringat jika nanti malam akan ada acara di rumah mertuanya.


"Kenapa aku baru ingat, kalau nanti malam itu adalah acara ulang tahun suamiku dan kedua saudara kembarnya. Tapi ... apa ya aku harus datang? aku takut jika kedatanganku akan menjadi masalah." Gumam Aish sambil memilih pakaian untuk suaminya.


Selesai memilih pakaian untuk bersantai, Aish duduk disisi tempat tidur sambil kelamun.


"Sayang, mau maghrib ini loh, kok melamun? ngelamunin siapa, hem."


"Tidak, aku sedang tidak melamun. Aku hanya sedang memikirkan untuk memberi nama anak kita nanti kalau sudah lahir, cuman itu saja yang sedang aku pikirkan." Jawab Aish sambil menatap suaminya dan tidak lupa untuk tersenyum.


"Sini, bajunya." Kata Rey, dengan cepat Aish langsung mengambilkannya. Setelah mengenakan bajunya, Rey duduk disebelah istrinya.


"Tadi kamu bilang sedang memikirkan nama untuk anak kita? siapa namanya? aku ingin tahu."


"Aku belum dapat namanya," kata Aish senyum lebar.


"Hem, katanya sedang memikirkan nama untuk kita."


"Kan aku bilangnya sedang memikirkan, sayang." Kata Aish mencari pembelaan.


"Hem, kalau begitu aku mau menagih kejutan saja dari kamu. Mana, mana kejutannya? sudah mau adzan maghrib loh."


"Serius nih sudah siap?"


"Sudah dong, sayang. Mana nih kejutannya? aku sudah tidak sabar untuk mendapatkan kejutan darimu."


"Kejutannya tidak ada dikamar, tetapi di bawah." Kata Aish, kemudian ia bangkit dari posisinya dan berjalan menuju sofa untuk mengambil syal untuk dijadikan penutup mata.

__ADS_1


"Sayang, untuk apa kamu ambil syal?" tanya Rey penasaran.


"Untuk menutup kedua mata kamu, sayang. Namanya juga kejutan, harus tertutup." Jawab Aish, kemudian ia mulai menutup kedua mata milik suaminya itu.


"Sayang, jangan kencang kencang." Pinta Rey, Aish pun nurut dengan permintaan dari suaminya.


"Sudah siap?" tanya Aish sebelum mengajak suaminya keluar dari kamar."


"Tidak hanya siap saja, aku sudah tidak sabar, sayang." Jawab Rey yang kini tidak dapat untuk melihat disekelilingnya, gelap.


"Baik lah, ayo ikut aku. Kita turun nya lewat jalan pintas aja, karena tidak mungkin aku menuntunmu dengan cara menuruni anak tangga." Kata Aish, kemudian membantu sang suami berduri.


Sambil berjalan pelan, Aish tak lupa memegangi lengan suaminya. Tidak memakan waktu lama, Aish dan Rey akhirnya telah sampai di ruang tamu.


Sambil berjalan, Aish mengkode beberapa asisten rumah untuk membantunya menyiapkan kueh ulang tahunnya.


"Sayang, jangan kemana mana dulu. Aku mau menyiapkan kejutan untuk kamu, ok. Berdiri saja disini, jangan geser. Kalau aku bilang buka, jangan lupa penutup matanya dibuka." Pinta dari Aish, Rey pun mengangguk.


Setelah dirasa tidak ada yang kurang, Aish segera membawakan kueh ulang tahun dengan lilin yang sudah menyala. Aish pun meminta asisten rumah untuk mematikan lampunya. Gelap, sunyi, dan tentunya tidak ada suara apapun yang dapat didengarkan.


"Sayang, sudah siap?" tanya Aish untuk memastikannya lagi.


"Sudah dong, sayang. Kapan nih kejutannya? kepalaku mulai pusing nih, gelap." Sahut Rey yang sudah tidak sabar ingin membuka penutup matanya.


"Sekarang, bukalah penutupnya." Perintah Aish. Kemudian dengan rasa tidak sabarnya, Rey langsung membuka penutup matanya. Lalu, betapa terkejutnya apa yang ada dihadapannya itu.


"Selamat ulang tahun, sayang ..." Sambil berjalan mendekat, Aish memberi sebuah ucapan kepada suami yang dicintainya itu.


Rey tidak bergeming, lehernya saja terasa tercekik ketika melihat kejutan dari istri tercintanya. Tidak hanya itu saja, napas Rey mendadak terasa panas dan juga sesak.


Tepat di hadapan suaminya, Aish menatap lekat wajah Rey tanpa berkedip. Sunyi, suasana yang dimana harus bahagia, seakan kelihatan berduka. Aish tersenyum, tak peduli suaminya akan murka, pikirnya. Aish kembali mengulangi ucapannya itu.


"Selamat ulang tahun, suamiku sayang ...." Ucap Aish kembali mengulangi kalimatnya dan tidak lupa menyodorkan kueh ulang tahun dihadapan suaminya. Seakan memberi kode untuk meniup lilinnya.


Rey menatap wajah ayu milik istrinya, senyum pun Rey tunjukan pada Aish. Disaat itu juga Eru meniupkan lilinnya. Lampu yang sempat mati, kini kembali menyala dan kembali terang di ruang tamu.


Setelah itu Rey langsung mengambil Alih kueh ulang tahunnya, kemudian menyerahkan ke salah satu asisten rumah untuk diletakkan kembali diatas meja.


Rey langsung memeluk istrinya dengan kondisi perutnya yang kelihatan sudah membesar.


"Terima kasih ya, sayang. Kamu sudah banyak perhatian denganku, maafkan aku yang kurang menberi perhatian sama kamu. Aku sangat bahagia saat ini, kejutan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku benar benar sangat bahagia. Aku tidak butuh hadiah dari kami, seperti ini saja aku sudah sangat bahagia." Ucap Rey sambil memeluk istrinya, sebisa mungkin untuk tidak menitikan air matanya.


Karena tidak ingin terbawa suasana yang menjadi sedih, Rey langsung melepaskan pelukannya. Kemudian, Rey menatap wajah ayu milik istrinya.


Dengan lembut, Rey mencium kening milik istrinya. Begitu juga sebaliknya, Aish mencium kedua pipi suaminya.


"Aku doakan, semoga kamu diberi umur yang panjang. Semoga kamu dilimpahkan keberkahan disetiap langkahmu mencari nafkah untuk anak dan istrimu. Semoga kamu menjadi seorang figur ayah yang bijaksana dan contoh yang baik untuk anak anak kita nantinya. Bahagia, itu yang kita harapkan." Ucap Aish memberi doa untuk suaminya yang dicintai.


"Aamiin, aku akan terus berusaha untuk menjadi seorang suami sekaligus ayah yang baik untuk anak anak kita dan juga untuk kamu." Kata Rey yang juga ikut berharap dengan dirinya sendiri.


"Ah ya, kita potong kuehnya dulu ya. Setelah itu kita makan malam, aku sudah menyiapkan semuanya." Ajak Aish, Rey pun mengiyakan dibarengi dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Usai menikmati kueh ulang tahun bersama semua asisten rumah, Aish mengajak suaminya untuk makan malam.


"Mbak Eni, jangan lupa untuk yang lainnya diajak makan malam ya. Pastikan, jangan sampai ada yang tidak kebagian. Jika kurang, Mbak Eni bisa pesan makanan yang sama."


"Ya, Nona. Terima kasih banyak untuk jamuannya malam ini." Jawab mbak Eni setengah membungkukan badannya.


"Sama sama Mbak Eni, karena acara seperti ini hanya sekali dalam satu tahun. Jadi, anggap saja malam ini malam pertemuan bersama dalam setiap tahunnya." Ucap Aish.


"Ya sudah, Mbak Eni ajak teman temannya untuk makan malam." Ucap Rey ikut menimpali.


"Baik, Tuan." Jawabnya, kemudian Aish dan suami bergegas menuju ruang makan.


Saat berada di ruang makan, tiba tiba Rey teringat dengan kedua saudara kembarnya. 'Ah ya, aku sampai lupa jika aku mempunyai kedua saudara kembar. Kira kira aku datang atau tidak, ya? apakah kedatanganku bersama Aish tidak akan mengganggu kesehatan Zakka?' batin Rey penuh tanda tanya.


"Kamu kenapa, sayang? kok melamun?" tanya Aish mengagetkan.


"Tidak ada apa apa kok, sayang. Nanti keburu hambar, ayo kita makan. Kalau boleh tau, siapa yang memasak? dilihat olahan dan aromanya sih, kamu yang masak." Jawab Rey sambil meneguk air minum.


"Oooh, kirain ada masalah. Ya sudah, ayo kita makan." Kata Aish yang tiba tiba menjadi datar.


"Kamu marah?" tanya Rey karena penasaran.


"Aku tidak marah kok, serius."


"Kelihatan kalau kamu sedikit kesal denganku, ayo jawab dengan jujur."


"Serius, aku tidak marah."


"Masih kelihatan, ada apa sih sayang? hem.


"Sudah aku jawab dengan benar, aku itu tidak marah."


"Tetap saja masih kelihatan, sayang."


"Terserah kamu saja, mungkin perasaan kamu saja." Kata Aish berusaha untuk meyakinkan suaminya.


Rey tersenyum mendengar pengakuan dari istrinya yang berusaha untuk meyakinkan suaminya jika dirinya tidak seperti yang dituduhkan.


"Makan dulu, nanti aku akan mengajakmu berbicara." Kata Rey, sedangkan Aish menatapnya dengan ekspresi terkejut.


"Mau ngomongin apa?" tanya Aish mendesak karena rasa penasarannya itu.


"Makan dulu, habiskan dulu. Setelah itu, baru kita bicarakan." Jawab Rey yang tidak lupa dengan senyumnya yang menggoda.


Bukannya tersenyum, justru Aish bergidik ngeri melihat ekspresi dari suaminya.


Cukup lama keduanya menikmati makan malam, Rey dan Aish akhirnya selesai tak tersisa di piringnya masing masing.


Usai makan malam, Rey dan Aish berpindah tempat. Dimana lagi kalau bukan kembali masuk ke kamarnya.


Sampainya didalam kamar, Rey mengajak istrinya duduk dibibir tempat tidur. "Duduklah, sayang." Ajak Rey, Aish pun mengangguk dan duduk disebelah suaminya.

__ADS_1


"Ada apa? kelihatannya sangat serius, penasaran." Tanya Aish, kemudian Rey meraih tangan milik istrinya untuk ia genggam.


"Malam ini ada acara di rumah utama, semua teman sekolah kita mendapatkan undangan. Apakah kamu siap untuk menghadiri acara ulang tahun ku bersama Zakka dan Neyla?"


__ADS_2