
Betapa terkejutnya ketika membuka kedua matanya dengan sempurna tiba tiba sudah berada didalam kamar hotel, Aish langsung menatap wajah suaminya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Benarkah kita sudah sampai?" tanya Aish dengan gugup. Rey pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Detak jantung Aish seakan sulit untuk dikontrol ketika mendapat jawaban dari suaminya itu.
Pelan pelan Rey menuju ranjang tempat tidurnya, kemudian ia menurunkan istrinya ditengah tengah ranjang dengan sangat hati hati. Keduanya saling menatap satu sama lail, kedua netranya saling bertemu.
Sesuatu yang tidak dapat untuk ia tahan, Rey mendaratkan ci*umannya pada bibir ranum milik istrinya dengan lembut dengan sentuhan yang hangat. Aish yang mulai terbawa suasana, ia mengikuti permainan suaminya. Disaat itu juga, Rey kembali teringat saat mendapatkan teguran dari sang istri.
Karena tidak ingin membuat istrinya kecewa, Rey menyudahi permainannya. Kemudian ia duduk dengan tenang, begitu juga dengan Aish yang mencoba membenarkan posisi duduknya.
"Kamu kenapa? apa aku ada salah?" tanya Aish memberanikan diri.
"Kamu tidak salah, aku hanya ingin meminta izin terlebih dahulu sama kamu." Jawab Rey menatap wajah ayu iatrinya.
"Meminta izin? maksud kamu meminta izin apaan? aku tidak mengerti." Lagi lagi Aish bertanya dengan polosnya, Rey yang mendengar ucapan dari istrinya semakin gemas dibuatnya.
"Aku ingin mengajakmu ... em ..." kata Rey dengan ragu, takut istrinya tidak akan mengabulkannya.
"Ingin mengajakku? mau kemana?" Aish semakin tidak mengerti dengan kepolosannya.
"Maksud aku itu, em ... aku ingin mendapatkan pelayanan darimu. Jika kamu belum siap juga tidak apa apa, aku tidak akan memaksamu. Mungkin saja badan kamu masih sakit, dan capek juga mungkin." Ucap Rey dan mengalihkan pandangannya ke depan.
Aish yang baru saja mengerti maksud dari suaminya, ia langsung meraih tangan suaminya dan mengajaknya turun dari tempat tidur. Rey pun hanya bisa nurut dan tentu saja bingung dibuatnya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Rey penasaran.
"Kita berwudhu dulu sebelum melakukan hubungan suami istri, dan tentunya diawali doa seperti yang sudah aku ajarkan padamu. Aku hanya tidak ingin akan adanya pihak ketiga selain kita berdua saat berada didalam kamar ini, yang dimana aku tengah mencari Ridho Nya." Ucap Aish menjelaskan dengan detail, Rey yang mendengar pihak ketiga pun semakin bingung untuk menebaknya. Dengan berani, Rey bertanya kembali pada istrinya.
"Pihak ketiga nya siapa? kok ada pihak ketiga segala." Tanya Rey sambil menggaruk dagunya yang terasa gatal.
"Pihak ketiganya tidak kasat mata." Jawab Aish dengan singkat, disaat itu juga Rey baru mengerti dengan apa yang dikatakan istrinya.
"Kalau begitu, bagaimana kalau sekarang ini kamu ajari aku untuk berwudhu. Kalau untuk shalat, aku masih butuh waktu untuk mempelajarinya pelan pelan." Ucap Rey dengan tatapan yang begitu serius, Aish pun tersenyum lega.
Aish tidak peduli dengan suaminya saat ini, setidaknya dengan pelan pelan suaminya mau berusaha untuk belajar dan mengikuti arahan dari istrinya. Semua butuh proses, dan tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Kamu lepas saja jam tangannya, takutnya air yang untuk mensucikan tidak merata saat membasahi tanganmu." Kata Aish mengingatnya, Rey pun mengangguk dan segera melepas jam tangannya.
Begitu juga dengan Aish, meski masih ada rasa malu ketika membuka kerudungnya, ia berusaha untuk percaya diri ketika berada dihadapan suaminya sendiri.
"Aku tidak membawa mukenah, bagaimana ini?" Tanya Aish yang teringat jika dirinya belum juga shalat isya.
"Aku akan meminta pak Dirwan untuk membawakannya sekarang juga, kamu tidak perlu cemas." Sahut Rey usai keluar dari toilet.
"Terima kasih banyak, maafkan aku yang sudah merepotkan kamu dan Pak Dirwan." Ucap Aish merasa tidak enak hati pada suaminya.
"Kapan mau dimulai?" tanya Rey sambil meninggikan satu alisnya, Aish pun tersipu malu melihat suaminya.
__ADS_1
"Mari, aku akan mengajari kamu tata cara berwudhu. Kamu ikutin saja apa yang aku ucapkan dan aku praktikan, kamu bisa melihatnya terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa mengikuti apa yang aku ucapkan dan aku praktikan tata cara berwudhu." Kata Aish dan diakhiri senyum manisnya.
'Sabar Rey, sabar ...' batin Rey yang merasa cukup repot ketika mau berh*ubungan badan suami istri yang dimana ada tata cara sebelum berse*nggama.
Meski harus melewati itu semua, Rey tidak mudah untuk menyerah. Bahkan dirinya semakin penasaran dibuatnya, dan tentunya ingin mempelajari lebih dalam lagi.
Dengan fokus dan seksama, Rey memperhatikan istrinya yang tengah mengajari tata cara berwudhu dari awal hingga terakhir.
"Apa kamu sudah bisa mengingat urut urutannya? maksudku dari mencuci tangan 3 kali, kemudian berkumur 3 kali, dan seterusnya hingga mencuci kaki 3 kali." Tanya Aish untuk mendaptkan jawaban dari suaminya.
"Aku ingat semuanya, sekarang tinggal mengikuti apa yang kamu ucapkan dan juga doa setelah berwudhu." Kata Rey, Aish pun kembali tersenyum. Kemudian ia mengajaknya untuk berwudhu.
Satu persatu anggota tubuhnya yang ia sucikan hingga akhir pada kedua kakinya, setelah itu Aish membacakan doa setelah berwudhu. Meski tidak sefasih Aish, setidaknya Rey mampu mengikuti apa yang dilafazkan istrinya.
Disaat itu juga, Rey merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. Ia merasa tenang tanpa beban ketika usai mengambil air wudhu, bahkan pikiran yang terasa penat seakan pudar begitu saja.
'Semoga ini awalku untuk berubah menjadi lebih baik lagi, setidaknya aku mulai belajar untuk mengamalkannya.' Batin Rey yang merasa jauh lebih tenang. Entah karena sikap dari istrinya, atau ... memang dirinya yang benar benar ingin mendekatkan diri pada Sang Pencipta.
Usai berwudhu, Aish duduk dibibir tempat tidur. Rey segera mendekatinya dan duduk disebelahnya. Keduanya masih sama diamnya, Rey yang bingung atau Aish yang merasa canggung.
Rey yang tidak ingin menyia nyiakan malam yang sudah ia nantikan, Rey memberanikan diri untuk berdoa sebelum menyentuh istrinya. Aish pun terkejut mendengarnya, kemudian ia menyusul berdoa seperti yang dilakukan suaminya. Usai berdoa, Rey menatap wajah ayu istrinya. Kedua netranya kembali bertemu, Aish memejamkan kedua matanya.
Rey yang tidak ingin malamnya terbuang sia sia, ia langsung merubah cahaya lampunya menjadi redup dan membuat suasana malamnya semakin mengacak ngacak detak jantungnya semakin tidak karuan karena asmaranya.
__ADS_1
Sambil merebahkan tubuh istrinya diatas tempat tidur, pelan pelan ia mendaratkan ci*umannya tepat pada bibir ranum milik istrinya. Aish pun mulai mengimbangi permainan istrinya. Semakin dalam perlakuan dari keduanya, Rey mulai menanggalkan pakaian yang melekat pada tubuh istrinya satu persatu hingga tidak tersisa. Setelah itu, Rey menanggalkan pakaiannya sendiri tanpa sisa sehelai benang pun. Kemudian ia menyelimuti seluruh badannya terkecuali kepalanya, hingga keduanya terhanyut dalam surga dunia nya.