Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku
Permintaan yang tidak pernah diduga


__ADS_3

Kini hanya Zakka yang sedang ditemani Aidan di ruang khusus. Sedangkan di ruang perawatan ada Selalu yang tengah disulap bak Cinderella.


"Nona, silahkan buka kedua matanya." Perintahnya. Sela yang terasa engga pun, akhirnya dengan pelan pelan ia membuka kedua matanya.


Betapa terkejutnya ketika tatapannya tertuju pada cermin. Seperti mimpi, ya! seperti mimpi ketika mendapati dirinya bak Cinderella seperti yang diucapkannya kepada dirinya.


Sela yang masih penasaran antara bermimpi dan tidak, ia menepuk nepuk kedua pipinya itu.


"Aku sedang tidak bermimpi, 'kan? hei Sela, bangun bangun bangun." Gerutu Sela sambil menepuk kedua pipinya agar tersadar dari mimpinya, pikir Sela yang masih belum percaya.


"Tidak, Nona. Ini benar benar nyata, tidak ada sebuah mimpi pada diri Nona. Sekarang Nona sudah terlihat sangat cantik, bahkan tidak kalah jauh dengan Nona Nona yang lainnya." Jawabnya dengan senyuman.


"Eh, tunggu. Setelah ini saya mau diapain, Mbak? saya tidak akan dijual, 'kan? bantu saya kabur dong Mbak. Saya masih banyak cita cita, saya masih ingin membahagiakan orang tua dan juga adik adik. Ayolah, kita berdamai. Nanti gaji kerjaku separuhnya buat Mbak, ya ya ya ya." Kata Sela mengajaknya bernegosiasi, tanpa disadari ada sosok laki laki yang tengah memperhatikannya. Bahkan terdengar sangat jelas ketika tengah merayu.


Saat mendapatkan kode, Sela ditinggal begitu saja lewat pintu darurat.


"Mbak, jangan tinggalin saya sendirian di sini dong. Tuh kan, aku mau dijual. Kejam bangat sih kalian ini sama aku, keluarga macam apa ini. Benar benar menyebalkan, aku bakal laporkan ke polisi pokoknya. Lihat saja, kalau sampai berani menjualku." Ucap Sela berdecak kesal saat dirinya ditinggal sendirian.


Dan kini tinggal lah Sela diruangan tersebut dengan lelaki yang belum disadari oleh Sela sendiri.


"Coba aja kalau berani melaporkan kepolisi, aku bakal tahan kamu mulai dari sekarang." Ucapnya dengan suara yang cukup nyaring, Sela langsung memutar balikkan posisinya dan menghadap pada seseorang yang baru saja mengajaknya berbicara.


"Kak Zakka? sejak kapan Kak Zakka ada diruangan ini? jangan bilang kalau dari tadi."


Zakka tertawa kecil ketika mendengarnya, Sela hanya memasang muka masamnya. Kemudian Zakka melajukan kursi rodanya untuk mendekati Sela.

__ADS_1


"Ya, benar banget. Aku sudah datang dari tadi, dan aku juga sudah mendengarkannya."


"Apa! terus ... maksud semua ini, apa? Kak Zakka mau menjualku, ya 'kan? ngaku aja deh."


"Ya, aku mau menjualmu dan aku pembelinya." Jawab Zakka dengan santai, sedangkan Sela merasa bingung dengan apa yang diucapkan oleh Zakka. Berulang kali mencoba untuk mencernanya, namun tidak juga ditemukan titik terangnya.


"Menjual Sela, dan Kak Zakka pembelinya? kalimat macam apa itu. Siapa yang jual, dan siapa yang beli. Benar benar tidak masuk akal, sengaja mau mengelabuhi Sela, ya 'kan? hem." Kata Sela dengan tuduhannya.


"Aku mau menyewa kamu untuk menjadi pacar sementaraku, bila perlu menjadi calon istri pura puraku dan sekaligus Istri bayaranku." Ucap Zakka dengan berani, Sela mendadak tercengang ketika mendengarkannya. Sebuah kalimat yang tidak pernah ada dalam pikirannya.


"Bagaimana, kamu mau?" tanya Zakka untuk mengulanginya.


Lagi lagi Sela masih terdiam, ia serasa mendapatkan sengatan listrik. Berulang kali ia mencoba mencubit lengannya untuk memastikan antara mimpi dan nyata, pikirnya.


"Kamu itu tidak bermimpi, ini nyata. Aku memintamu untuk menjadi pacar sementaraku, calon istri pura puraku, yang terakhir istri bayaran." Ucap Zakka dengan tatapan serius tanpa adanya senda gurauan.


"Pacar sementara? memangnya Kak Zakka tidak mempunyai pacar?" tanya Sela.


"Tidak, aku sedang menyembuhkan lukaku. Jika kamu bisa membantuku untuk melupakan masa laluku, aku akan bayar berapun yang kamu mau." Jawab Zakka berterus terang.


"Melupakan masa lalu? tinggal dilupakan, dan jangan diingat kembali." Kata Sela memberikan sebuah saran, sedangkan Zakka hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana aku bisa membantumu untuk menyembuhkan luka hatimu, aku kan bukan pacar kamu, bukan juga calon istri kamu, apa lagi istri." Ucap Sela merasa bingung untuk memberikan sebuah saran, sedangkan dirinya sendiri belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta.


"Menikah lah denganku, kamu akan berada didekatku. Untuk kebutuhan keluargamu, aku yang akan menanggungnya." Ucap Zakka dengan serius.

__ADS_1


"Menikah? Kak Zakka jangan mengada ngada dong. Menikah hanya sebagai pura pura? tidak, Sela tidak mau memberi kebohongan kepada orang tua, sangat berdosa."


"Baik lah jika kamu tidak bisa, pergi sekarang juga. Jangan pernah menunjukkan wajahmu dihadapanku, cepetan kau pergi sebelum keluargaku menemukanmu." Usir Zakka tanpa menatap Sela, disaat itu juga Sela segera keluar dari ruangan tersebut.


"Aaaaaaaaa!!!!" teriak Zakka dengan sangat kencang.


Seketika, Sela menghentikan langkah kakinya. Kemudian ia berhenti sejenak untuk mengumpulkan kesadarannya, berharap tidak ada sebuah mimpi buruk pada dirinya.


"Nona, apakah Nona tidak kasihan dengan Tuan Muda Zakka? yang kini butuh seseorang untuk menjadi penyemangat hidupnya. Apakah keluarga Tuan Wilyam kurang banyak membantu keluarga Nona?"


DEG!


Sela tersadar akan semua kebaikan dari keluarga Wilyam yang sudah membantu apapun yang dibutuhkan, bahkan biaya pengobatan hingga kesembuhan orang tuanya sendiri berasal dari keluarga Wilyam. Tidak hanya itu saja, kebutuhan sehari hari dan biaya sekolah untuk adik adiknya berasal dari bantuan keluarga Wilyam.


"Pikirkan baik baik, Nona. Jangan sampai kacang lupa pada kulitnya. Anggap lah jika Nona balik membantu Tuan Ganan melalui putranya yang bernama Zakka, lagi pula semua biaya keluarga Nona akan ditanggung oleh Tuan Muda Zakka. Jika Nona berhasil menyembuhkan luka hati Tuan Muda, Nona bisa lepas dari jeratan Tuan Muda." Ucap Aidan mencoba untuk mengingatkan, Sela masih tertegun. Bingung, antara merasa bersalah dan juga kasihan, serta malu yang pastinya.


"Bagaimana, Nona? bersediakah untuk menikah dengan Tuan muda? kalau ya, temui kembali Tuan muda dan katakan dengan jujur." Ucap Aidan kembali bertanya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Aidan, Sela akhirnya membalikkan badannya dan kembali mendekati Zakka yang tengah duduk temenung dikursi rodanya.


"Aku siap untuk menjadi istri pura pura Kak Zakka, dan aku akan melakukannya sesuai yang Kak Zakka inginkan." Ucapnya dihadapan Zakka, seketika Zakka mendongakkan pandangannya Sela.


"Serius, atau ... hanya karena kasihan?"


"Terserah Kak Zakka mau menilaiku seperti apa." Jawab Sela sambil meremat tangannya sendiri.

__ADS_1


"Baik lah, aku akan siapkan semuanya. Kamu tidak perlu sibuk memikirkan biaya, kamu cukup bersedia menjadi istriku saja, itu sudah lebih dari cukup. Besok aku akan mendatangi ayah kamu, dan memintanya untuk menjadi istriku." Ucap Zakka, Sela hanya bisa mengiyakan.


'Yang benar saja jika aku akan menikah, aku sedang tidak bermimpi 'kan?' batin Sela bertanya tanya.


__ADS_2