
Sheira dan Theo pun melakukan langkah demi langkah pernikahan mereka. Nampak keduanya sama-sama tegang tapi juga menikmatinya. Dari awal sudah ada banyak drama yg terjadi, dan mereka bisa ada di tahap sekarang adalah sesuatu yg luar biasa. Sheira pun tak menyangka masih ada orang yg tidak menyukainya. Tapi begitu akad dimulai, otaknya sudah fokus pada pernikahannya yg kedua.
Pernikahan yg ia harap menjadi yg terakhir dalam hidupnya. Karena jika gagal mungkin ia akan menyerah pada pernikahan. Dan Theo berusaha sebisa mungkin untuk meyakinkan Sheira akan pernikahan mereka. Kalau tak semuanya akan berakhir sama. Dan perselingkuhan bukan terjadi karena disengaja tapi terjadi karena pertahanan diri kita yg melemah, hal tersebut pulalah yg membuat orang lain bisa masuk dan menghancurkan segalanya.
Kini setelah melangsungkan akad, keduanya bersiap untuk acara resepsi pada malam hari. Dan hal tersebut dijalani mereka dengan santai. David juga sudah mendapat kabar dari Leon kalau pelakunya bernama Lisa. Baik Sheira maupun Theo tak mengenalnya.
"Aku tak mengenal wanita bernama Lisa, seperti yg ada di foto." ucap Sheira.
"Aku juga begitu, kau tahu dia siapa?" tanya Theo.
"Dia adik dari Luis. Kurasa ia dendam pada Sheira karena membuat kakaknya dipenjara, walaupun sudah jelas kakaknya yg jahat." ucap David.
"Aku tak tahu kalau masalah kemarin akan merambat kemana-mana." ucap Sheira.
"Kau tenang saja, kami sedang mengurusnya. Sekarang adalah hari bahagiamu dengan Theo." ucap David.
"Terimakasih banyak David, sampaikan juga pada tuan Leon." ucap Sheira.
"Ya.. aku pasti menyampaikannya." ucap David.
Sementara Sheira dan Theo pun bersiap lagi untuk acara resepsi. Gaun dan setelan mereka pun tak berubah karena tim busana mengalami kecelakaan. Mau tak mau mereka memakai pakaian tadi dengan sangat hati-hati karena itu adalah pakaian satu-satunya.
Tapi diluar dugaan, Daniel dan Jasmine yg dari habis akad menghilang mereka muncul dengan membawa pakaian baru. Entah darimana mereka mendapatkannya, tapi setidaknya pakaian mereka bisa ganti karena yg mereka pakai adalah pakaian milik Viola dan ayah Theo. Mereka takut merusaknya jika terlalu lama dipakai.
"Kalian benar-benar bisa diandalkan." ucap Sheira.
"Tentu." ucap Jasmine.
"Terimakasih kakak ipar, aku akan mengingat jasamu ini." ucap Theo.
"Ya tentu, pakaian sejarah tak boleh kau rusak." ucap Daniel.
"Tentu." ucap Theo.
Mereka pun mengganti pakaian dan merapikan riasan. Hingga mereka bisa duduk di singgasana mereka layaknya raja dan ratu. Meski hanya sehari, tapi itu saja sudah cukup. Karena yg namanya pernikahan sangat melelahkan.
Dan dapat terlihat juga cake buatan Sheira dengan desain yg indah tersebut. Cake yg cukup tinggi dan mewah itupun cukup menjadi pusat perhatian para tamu.
Tempat yg sudah di desain sedemikian rupa dengan tema pilihan kedua mempelai pun menambah nuansa romantis pesta malam itu. Para tamu baik dari pihak Sheira maupun Theo pun puas hadir disana. Dapat dilihat beberapa klien mereka yg hadir dalam acara tersebut bukanlah dari orang biasa. Mereka adalah orang-orang kaya, yg terbiasa dengan suasana seperti ini.
__ADS_1
Theo dan Sheira pun puas akan pesta pernikahan mereka yg akhirnya berjalan dengan baik. Tak ada kendala apapun pada saat pesta karena tim SHIELD memperketat pengamanan. Serta ada beberapa pengawal di sekitar Sheira dan Theo untuk berjaga-jaga.
Hingga tiba acara pelemparan bunga. Semua orang yg belum menikah berkumpul dan ingin meraih bunga tersebut. Leon yg baru tiba setelah mengurus kejahatan Lisa pun tak tahu kalau sedang ada acara pelemparan bunga.
"1..2..3..4..5.. sekarang..!" ucap Sheira melempar bunga tersebut.
Tapi karena lemparannya terlalu kencang, bunga pun terlempar jauh hingga tanpa sengaja ke arah Leon yg baru tiba. Leon yg memiliki refleks yg bagus pun langsung menerimanya dan semua orang terkejut.
"Akh bunga.. ini artinya.." ucap Leon lalu terdiam di samping Kim.
"Artinya anda akan segera bertemu jodoh anda tuan." ucap Kim.
Semua orang pun menyelamati Leon, padahal dalam hatinya ia pun patah hati karena Sheira ternyata menikah dengan Theo. Untuk menutupi perasaannya Leon pun berpura-pura tersenyum saja.
"Jangankan menikah, pasangan saja aku tak ada.. apa mereka sedang meledekku??" gumam Leon dalam hati.
"Sabar tuan.." bisik Kim.
"Aku tahu Kim." bisik Leon.
Setelah acara tersebut, Daniel pun mengajak Jasmine keluar sebentar. Dan Sheira ia masih menyalami para tamu yg tak ada habisnya.
"Jasmine ikut denganku." ucap Daniel.
Mereka pun pergi ke sebuah taman yg sepi dan berbicara dengannya.
"Aku takkan basa-basi lagi.. apakah aku bisa mendengar jawabanmu.?" tanya Daniel.
"Aku masih bingung.." ucap Jasmine.
"Kau ikuti saja kata hatimu, aku tak ingin menanti sesuatu yg tak bisa kugapai tapi aku lebih suka menggapainya langsung." ucap Daniel.
"Aku takut malah membebanimu dan keluargamu." ucap Jasmine.
"Aku tahu, dan aku tak peduli.. Karena nanti saat orang tuaku kembali akupun akan kembali." ucap Daniel.
"Benarkah?? secepat itu?" tanya Jasmine.
"Aku sudah memberitahumu. Kuharap kau bisa memberi jawaban yg takkan kau sesali." ucap Daniel.
__ADS_1
"Aku menginginkannya walaupun aku bisa mengotori nama baikmu, apakah aku serakah dan egois.??" tanya Jasmine.
"Kau tidak egois, karena aku juga sama." ucap Daniel.
"Tapi orangtuamu?? apa mereka bisa menerimaku?" tanya Jasmine.
"Mari kita coba." ucap Daniel.
"Kalau mereka menolak, semuanya akan berakhir.. ingat itu." ucap Jasmine.
"Berarti aku harus membuat mereka menerimamu." ucap Daniel.
"Jangan konyol, nama baikmu juga dipertaruhkan." ucap Jasmine.
"Aku tak perduli, semua orang punya masalalu." ucap Daniel.
"Karena semuanya sudah jelas ayo kita kembali ke dalam." ucap Daniel menggenggam tangan Jasmine.
Saat mereka masuk, Leon pun keluar setelah memberikan selamat. Bunga yg ia terima pun masih ia genggam dan entah apakah tradisi mendapatkan buket bunga di hari pernikahan akan secepatnya menikah juga.
"Kim apakah tradisi seperti ini masih berlaku sampai sekarang.?" tanya Leon.
"Tidak 100% akurat tapi beberapa orang masih memercayainya." ucap Kim.
"Syukurlah, aku bahkan belum punya pasangan yg tepat bagaimana aku menikah coba?" ucap Leon.
"Tuan, ini hanyalah sebuah tradisi untuk menyenangkan hati orang-orang, jangan dianggap serius." ucap Kim.
"Kau benar.. ayo kita pulang." ucap Leon.
"Tentu tuan." ucap Kim.
Sementara acara di dalam berjalan meriah dan sekses. Semua orang nampak bahagia, dan tak ada lagi insiden berbahaya. Semua berganti dengan tawa dan senyum. Setelah acara berakhir, Sheira dan Theo pun menginap di sebuah hotel terdekat yg sudah dipersiapkan.
"Semua sudah siap tuan.." ucap Doni.
"Oke.. begitu kami tiba kau juga istirahat di kamarmu." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
__ADS_1
Doni pun menyiapkan kamar pengantin yg indah dan suasana romantis untuk tuannya dan nyonya barunya. Semua wewangian, bunga mawar dan sebagainya menghiasi kamar tersebut layaknya kamar pengantin.
Sheira pun tersenyum begitu memasuki ruangan tersebut. Dan Doni langsung pergi ke kamarnya setelah tuannya masuk ke dalam kamarnya. Ia juga lelah mengurus ini dan itu seharian ini.