
Grace dan Jamie pun berhasil meringkus mereka dan didapatkan pula nomor rekening yg mentransfer sejumlah uang ke rekening Jamie. Didapat sebuah nama pria yg tidak mereka ketahui.
"Jack Thomson??" ucap Grace.
"Apa kau mengenalnya?" tanya Jamie.
"Tidak, kau sendiri kak?" tanya Grace.
"Tidak juga. Siapa ya kira-kira pria tersebut?" ucap Jamie.
Setelah melaporkan segalanya pada Nicho dan Nathan, mereka berdua pun beristirahat. Grace pun mengajak Jamie untuk mengunjungi toko roti milik momnya yg ia kelola. Tentu saja dengan penjagaan yg ketat.
Untuk para pelaku mereka diserahkan ke pihak yg berwajib guna ditangani. Mereka pun cukup setia pada atasan mereka. Loyalitas mereka cukup diacungi jempol karena tetap diam sampai akhir.
Nicho pun kesal bukan main melihat mereka mempermainkan perusahaan seenaknya. Untungnya Jamie cukup bisa diandalkan dan belum pulang ke negaranya beberapa waktu kedepan.
☘☘☘
Sementara itu, Grace pun mengajak Jamie jalan-jalan dan mampir ke bakery milik ibunya.
"Wow.. kau ternyata wanita yg pintar." ucap Jamie.
"Terimakasih kak, apalah kehebatanku jika semua ini ibuku yg merintisnya.. aku hanya meneruskannya saja." ucap Grace.
"Kau terlalu merendah." ucap Jamie.
"Baiklah, kita istirahat disini.. makan dan nikmati camilan yg ada.. kau pilih saja apa yg ingin kau coba." ucap Grace.
"Oke.. apa kau bisa membuat semua ini?" tanya Jamie.
"No, semua ini hanya mom bisa yg membuatnya dan aku hanya mengurus beberapa management nya saja. Sisanya dikerjakan oleh pegawai." ucap Grace.
"Setidaknya kau pasti bekerja keras untuk mempertahankan ini semua." ucap Jamie.
"Kakak benar." ucap Grace tersenyum.
Mereka pun berbicara seputar wanita dengan bahagia, karena akhirnya Jamie bertemu teman bicara yg cocok dengannya. Walaupun beda bidangnya, tapi pemikiran mereka sama. Tanpa sadar mereka berbincang hingga sore hari dan Jamie harus kembali ke apartemennya.
☘☘☘
Sementara itu, nampak Angel tengah bersama pria lain yg bukan suaminya. Melainkan pria bernama Jack Thomson.
"Bagaimana wanita itu menipu mereka??" geram Angel.
"Mau bagaimana lagi mereka sudah ditangkap, yg pasti mereka takkan bisa bicara." ucap Jack.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Angel.
"Baby, kau lupa siapa Jack Thomson?? aku punya 1001 cara untuk membungkam mereka." ucap Jack.
"Baiklah baby.. aku besok akan bertemu ayah kandungku." ucap Angel.
__ADS_1
"Bagus, lebih cepat lebih baik.. kau berhak hidup bahagia sebagaimana anak-anaknya hidup selama ini." ucap Jack.
"Ya kau benar." ucap Angel.
"Dan aku sedikit cemburu kau menikahi pria lain." ucap Jack.
"Tapi hatiku tetap milikmu begitu juga dengan janin ini." ucap Angel.
"Kau memang pintar berakting, harusnya kau itu jadi aktris saja." ucap Jack.
"Benarkah? terlihat alami bukan??" ucap Angel.
"Tapi aku merindukanmu baby, kau akan disini kan malam ini?" tanya Jack.
"Setidaknya sebelum tengah malam aku harus kembali agar suamiku dan orangtuanya tak mencurigaiku. " ucap Angel.
"Baiklah, daripada tidak sama sekali." ucap Jack mendekap Angel dan selanjutnya mereka menikmati surga dunia.
Angel dan Jack keduanya telah menjalin hubungan selama beberapa tahun belakangan. Angel yg memilih menjauh dari ibunya pun memilih untuk membalas dendam. Sementara ibunya tinggal di Paris karena tak ingin Angel bertemu dengan ayahnya. Tapi rasa penasaran Angel membuatnya gelap mata dan melakukan banyak hal fatal yg akan ia sesali nantinya.
Setelah puas menikmati indahnya cinta dengan Jack, Angel pun merapikan pakaiannya dan pulang ke rumah Jefry. Dirinya pun tak ingin ada yg mencurigainya berhubungan dengan Jack, dan Jack menyamar sebagai kakaknya.
Angel pun pulang ke rumahnya dengan hati bahagia. Walaupun anak buahnya gagal, tapi dirinya tak ingin gagal mendapat pengakuan dan juga aset milik ayahnya.
Jefry pun sudah menunggunya di depan rumah dengan tatapan tajam.
"Kau darimana saja?" tanya Jefry.
"Aku habis menemui kakakku." ucap Angel.
"Ayolah sayang, dia bukan orang sini dan tak tahu apa-apa." ucap Angel.
"Baiklah, mulai besok kau tak boleh berkeliaran dimalam hari.. jam 7 kau harus sudah berada dirumah, kau itu sedang hamil tolong jaga dirimu dan anak kita." ucap Jefry.
"Ternyata kau sangat peduli padaku.. Baiklah sayang mulai besok aku akan berada dirumah pada malam hari." ucap Angel lalu ia masuk ke dalam rumah.
Dalam hatinya ia begitu kesal karena dilarang ini dan itu oleh Jefry. Kebebasannya pun direnggut begitu menikah. Makanan kesukaannya berupa fast food pun tidak boleh ia makan, sampai alkohol pun dilarang baginya selama kehamilan. Sungguh Angel sangat menderita hidup bersama Jefry.
Kemudian esoknya, ia sengaja mengajak Theo bertemu agar mengakuinya sebagai putrinya. Ia sangat iri melihat kehidupan Grace dan kakak-kakaknya yg hidup mewah dan hanya tinggal meneruskan perusahaan milik Theo.
Angel pun memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya. Mereka akan bertemu di taman bunga anggrek. Dimana lokasi tersebut cukup sepi dan tak begitu banyak pengunjung pada hari kerja.
Theo pun penasaran wanita gila mana yg mengaku sebagai anaknya. Begitu juga dengan Grace yg mengikuti ayahnya diam-diam.
Angel pun tiba lebih dahulu dan bersembunyi menunggu Theo datang. Lalu tak lama Theo datang dan ponselnya pun berbunyi. Theo pun mengangkatnya karena ia yakin ini pasti gadis yg mengaku sebagai putrinya.
"Hallo.." ucap Theo.
"Ayah sudah datang rupanya. " ucap Angel di telepon.
"Kau ada dimana?" tanya Theo.
__ADS_1
"Aku ada disekitar sini.. Ayah duduk saja di bangku taman kita akan bicara lewat telepon." ucap Angel.
"Kau bercanda?? atau kau sedang melakukan social eksperimen??" tanya Theo.
"Ayah, kau tega sekali padaku." ucap Angel.
"Tunjukkan dirimu agar aku percaya kalau kau adalah putriku." ucap Theo memancing gadis itu.
"Duduklah dulu, nanti aku akan mendekat. " ucap Angel.
"Aku sudah duduk.. kau dimana?" tanya Theo setelah duduk.
"Aku dibelakang ayah." ucap Angel.
Theo pun menghampirinya dan duduk disampingnya.
"Katakan siapa nama ibumu?" tanya Theo.
"Ibuku? kau tidak ingin tanya tentangku.?" tanya Angel.
"Aku hanya ingin memastikan." ucap Theo.
"Dessy.. nama ibuku." ucap Angel.
"Aku merasa tak kenal dengan wanita bernama Dessy, dan lagi nama Dessy sangat banyak." ucap Theo.
"Jahat sekali anda, setelah menghamilinya. " ucap Angel.
"Jujur saja, aku kasihan pada dirimu.. kau sampai berbuat banyak hal padahal hanya ingin diakui olehku." ucap Theo.
"Kau jahat sekali tuan pada putrimu sendiri." ucap Angel menangis.
"Menangislah sepuasmu, hidup terkadang memang jahat tapi bukan berarti dugaanmu selalu tepat. Ayo kita ke rumah sakit untuk tes DNA." ucap Theo.
"Kau tidak percaya padaku?" tanya Angel lirih.
"Jika aku mempercayai sembarang orang, berapa banyak yg bisa mengaku sebagai anakku atau saudaraku?" tanya Theo.
"Kau lebih memilih istrimu daripada ibuku.. sungguh kejam." ucap Angel.
"Ini hidupku, mau aku menikahi siapapun itu urusanku. Dan lagi hentikan dramamu dan kita ke rumah sakit jika kau memang benar anakku." ucap Theo.
"Tega sekali kau sudah tak mengenali ibuku. Sekarang kau ingin kita tes DNA?" tanya Angel.
"Ya.. bagaimana aku percaya padamu, kau saja sudah mengacaukan kantorku dan istriku. Kau takut ketahuan berbohong?" tanya Theo.
"Baiklah ayo kita ke rumah sakit agar kau puas." ucap Angel.
"Tentu saja, jaman sekarang siapapun bisa menipumu." ucap Theo
Theo dan Angel pun menuju ke rumah sakit, mereka melakukan tes DNA. Dan hasilnya akan keluar 1 bulan lagi karena ada banyak yg melakukan tes DNA bulan ini.
__ADS_1
Theo pun membayar semua tagihannya dan pergi meninggalkan Angel setelah mengatakan akan percaya setelah melihat hasilnya.
"Aku hanya percaya pada hasil.. jadi sampai jumpa bulan depan." ucap Theo meninggalkan Angel.