Affair With Me??

Affair With Me??
EP.107 Orang dari masalalu


__ADS_3

Semakin hari perkembangan Daniel semakin menunjukan hasil yg baik. Perlahan Daniel sudah mulai belajar berjalan dibantu oleh psikiater. Kakinya yg patah saat kecelakaan memang cukup membutuhkan waktu dalam penyembuhan.


Semua pekerjaan Daniel dia kerjakan lewat laptopnya dan sekertarisnya selalu melaporkan kondisi terkini perusahaannya. Masa yg melelahkan tapi juga menyenangkan karena Jasmine selalu berada disisinya. Dan Daniel sebenarnya tak ingin masa ini cepat berakhir, tapi ia juga tak bisa membiarkan dirinya terus berada di kursi roda.


Untuk melakukan sesuatu Daniel selalu membutuhkan Jasmine yg terkadang membuatnya malu karena bergantung pada Jasmine. Daniel pun berusaha keras untuk bisa kembali berjalan normal. Perlahan ia pun mulai bisa berdiri walaupun tak bertahan lama. Tapi itu sebuah kemajuan, karena sebelumnya kakinya sangat sakit ketika digerakkan.


"Hari ini kita ke psikiater lagi.. kau pasti bisa berjalan lagi." ucap Jasmine.


"Tentu, aku tak bisa terus menyusahkanmu." ucap Daniel.


"Tidak, aku senang melakukannya." ucap Jasmine tersenyum.


Dan mereka menuju ke rumah sakit untuk melakukan terapi pada Daniel. Jasmine pun melihat perkembangannya kian hari kian meningkat. Dan Daniel sangat berusaha untuk bisa sembuh.


Sepulang dari rumah sakit, Jasmine mampir ke sebuah mini market untuk membeli sesuatu. Dan Daniel tinggal di dalam mobil bersama pengawal. Jasmine pun membeli kebutuhannya dan beberapa snack kemudian membayar ke kasir.


Di kasir, cukup ada beberapa antrian dan Jasmine pun menunggu dengan sabar. Hingga seorang pria menepuk pundaknya dan mengenalinya.


"Jasmine.. ini benar kau." ucap seorang pria bernama Willy.


"Iya benar, kalau begitu aku permisi karena antriannya cukup panjang." ucap Jasmine langsung ke meja kasir dan membayarnya.


Setelah menyelesaikan pembayaran, Jasmine pun keluar dengan cepat. Ia benar-benar membenci pria bernama Willy yg menyapanya. Tapi sepertinya keinginannya tak dikabulkan karena Willy menyusulnya saat keluar mini market. Daniel pun melihat pria asing berbicara pada Jasmine. Awalnya Daniel santai saja tapi sepertinya ekspresi Jasmine nampak kesal dan meninggalkan pria tersebut.


"Jasmine tunggu." ucap Willy.


"Ada apa? kurasa kita tak punya urusan." ucap Jasmine.


"Tak bisakah kau memaafkanku?" tanya Willy.


"Tidak, dan aku muak melihatmu.. aku permisi." ucap Jasmine pergi meninggalkan Willy.


Jasmine pun bergegas menuju mobil dan masuk. Daniel pun penasaran apa yg terjadi pada Jasmine hingga ia bertanya padanya langsung.


"Siapa pria tadi? apa dia mengganggumu.?" tanya Daniel.


"Ya.. tapi aku bisa mengatasinya.. nanti kuceritakan di apartemen." ucap Jasmine.


"Oke." balas Daniel.


Begitu tiba di apartemen, Jasmine pun merapikan barang belanjaannya. Lalu Daniel menunggunya di meja makan.

__ADS_1


"Aku akan menceritakan segalanya tentang pria tadi.." ucap Jasmine duduk dengan segelas jus dingin di tangannya.


Jasmine pun menceritakan segalanya pada Daniel. Mengenai siapa pria tadi, apa hubungannya dengannya, hingga apa gg mereka bicarakan. Jasmine pun bercerita kalau pria tadi memang benar mantan kekasihnya. Tapi hal yg membuat Jasmine kesal adalah dia ikut membantu Jason menghancurkan karirnya dan membekukan ijin prakteknya.


Pria bernama Willy juga diketahui adalah seorang direktur rumah sakit tempat Jasmine bekerja dulu. Tapi teganya ia tak mempercayai Jasmine dan membantu Jason menyingkirkannya. Hingga kini Jasmine masih memendam kekesalan pada pria itu.


"Begitulah ceritanya.. kau sekarang tahu kan siapa dia.." ucap Jasmine.


"Jadi begitu, sepertinya tadi dia menyesal." ucap Daniel.


"Namanya juga penyesalan adanya pasti di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran." ucap Jasmine.


"Kau ini, sepertinya begitu membencinya." ucap Daniel.


"Ya.. tapi aku malas berhubungan dengannya untuk membalas dendam. Hanya buang-buang waktu." ucap Jasmine.


"Baguslah.." ucap Daniel.


"Aku tahu kau khawatir, tapi aku takkan meladeninya." ucap Jasmine.


"Aku percaya padamu." ucap Daniel.


Daniel pun percaya pada Jasmine, tapi ia juga bersiaga dengan mencaritahu siapa Willy yg sebenarnya dan bagaimana keadaannya. Selang beberapa jam, anak buahnya pun memberikan laporannya. Dimana Willy telah menikah dengan anak rekan bisnisnya tapi belum memiliki keturunan setelah sekian tahun. Dan anehnya, Willy sedang mencaritahu tentang Jasmine mantan kekasihnya.


Daniel pun meminta pengawal untuk mengawal Jasmine kemanapun karena takut Willy bertemu dengannya. Daniel tahu sepertinya Willy pria yg cukup licik jadi ia harus melindungi Jasmine darinya.


Semakin hari, Daniel juga mulai bisa berjalan sendiri dengan menggunakan tongkat. Ia harus bisa bangkit dan kembali bekerja, apalagi ada Willy yg mengancam kekasihnya.


Daniel pun perlahan mulai kembali bekerja walaupun menggunakan tongkat. Ia harus bekerja karena ada banyak hal yg harus ia kerjakan di kantornya. Begitu juga dengan Jasmine, dengan aktivitas Daniel yg sudah mulai bekerja, ia juga mencari pekerjaan.


Kebetulan, David menghubunginya karena ada rumah sakit yg sedang mencari tenaga dokter. Dan dengan senang hati Jasmine melamar untuk bekerja disana. Rumah sakit milik keluarga Leon, yg kini dikelola oleh pamannya.


Jasmine pun mengikuti serangkaian tes, dan aturan yg dibuat oleh rumah sakit tersebut. Walaupun kemungkinan diterimanya cukup kecil karena aib dirinya yg dibongkar oleh Jason dahulu, tapi Jasmine tetap berusaha.


Hari itu, Jasmine sedang mengikuti tes yg diberikan oleh rumah sakit. Dan kebetulan Willy sedang bersama pemilik rumah sakit yg baru, yakni Dion paman dari Leon.


"Ada apa tuan Willy?" tanya Dion.


"Apa wanita itu bekerja disini?" tunjuk Willy.


"Dia hanya pelamar kerja, jadi aku belum tahu apakah dia akan diterima atau tidak." ucap Dion.

__ADS_1


"Oh begitu." ucap Willy.


Willy pun membongkar rahasia Jasmine agar ia tak diterima di rumah sakit tersebut. Tapi Dion merasa Willy terlalu licik dan kejam, hingga ia pun hanya tersenyum sambil menjawabnya.


"Rumah sakit ini milik ayahku bukan milikku, dan kurasa setiap orang punya masalalu.. Jadi aku harap anda bisa membatasi perasaan pribadi dengan hubungan bisnis." ucap Dion tersenyum yg seketika membuat Willy terdiam.


Willy pun keluar dari ruangan Dion setelah membahas kerjasama dengan Dion. Ia pun melihat seorang pria muda dengan memakai tongkat menunggu di depan rumah sakit. Awalnya Willy kira pria itu adalah pasien, tapi tiba-tiba Jasmine mendekat dan memeluknya. Seketika Willy pun kesal melihatnya, walaupun sudah beristri tapi dirinya belum bisa melupakan Jasmine.


"Jasmine.." ucap Willy membuat Daniel menatapnya.


"Jadi kau lebih memilih pria cacat ini dan menolakku." ucap Willy.


"Dia tidak cacat, dan kau tak ada urusan denganku apalagi dengannya. Kau lupa hubungan kita sudah berakhir dan juga kau sudah beristri." ucap Jasmine tak mau kalah.


"Kalau dia tidak cacat, maka akan kubuat dia cacat." ucap Willy.


"Kalian keluarlah." ucap Willy.


Beberapa pengawal pribadi pun keluar dan mengepung Daniel. Tapi Daniel juga tak mau kalah dengan mengeluarkan anak buahnya.


"Jadi kita seimbang.." ucap Daniel berdiri dengan tongkatnya.


Dion yg melihat pertengkaran tersebut pun segera tiba dengan pengawal dari SHIELD yg bertugas di rumah sakit tersebut.


"Berhenti.." ucap Dion.


"Tuan Dion." ucap Jasmine.


"Tuan, pria ini yg memulainya." ucap Willy.


"Ck.. kau kira aku tak melihatnya, kau duluan yg mengeluarkan anak buahmu untuk menyerangnya.?" ucap Dion.


"Maaf tuan sudah membuat keributan.." ucap Daniel.


"Harusnya aku yg meminta maaf, karena tamuku sangat kurang ajar pada kalian. Dan tak seharusnya seorang direktur rumah sakit menghina orang yg sakit dengan julukan cacat. Bahkan sampai ingin melukainya, seperti pria yg tak punya harga diri saja." ucap Dion.


"Kau Willy, aku akan mempertimbangkan kembali kerjasama kita.. jika kau tak pergi maka orang-orangku akan mengusirmu.. kau tahu kan siapa mereka?" tanya Dion.


"Baiklah, aku akan pergi." ucap Willy.


"Terimakasih tuan Dion atas bantuannya." ucap Jasmine.

__ADS_1


"Ya sama-sama, kalian hati-hatilah." ucap Dion lalu pergi.


__ADS_2