Affair With Me??

Affair With Me??
EP.44 Terapi


__ADS_3

Beberapa jam sebelum kejadian..


Pinkan yg sedang asik belanja, tiba-tiba mendapat pesan dari orang-orang yg ia bayar untuk mengawasi suaminya. Dan ia terkejut karena ada wanita yg masuk ke dalam kamar suaminya. Setelah melihat foto tersebut, Pinkan pun kesal bukan main. Kebetulan Jasmine tertangkap kamera dari belakang dan tak begitu jelas dan terlihat tas yg ia pakai hari itu.


Pinkan pun kesal dan langsung menyelesaikan ritual salonnya dengan cepat. Ia langsung pergi ke kota dimana suaminya berada. Dengan emosi yg berapi-api, Pinkan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tak peduli apapun lagi, yg ada di benaknya hanyalah memergoki suaminya berselingkuh di belakangnya.


Tibalah Pinkan di kota tersebut setelah menempuh perjalanan cukup lama. Ia tak perduli kakinya yg terasa pegal, karena emosinya yg memuncak. Pinkan langsung masuk ke hotel dan mendapat nomor kamar hotel suaminya. Saat itu, tepat Sheira tengah mengikuti Jasmine untuk menukar tasnya. Saat pintu terbuka dan terlihat interaksi antara Aryo dan Sheira, Pinkan pun semakin naik pitam dan menjambak rambut Sheira dari belakang.


Sheira yg terkejut dan tak siap pun hanya bisa melawan dengan bicara. Sementara Pinkan menyeretnya ke kamar dan nampak Jasmine tak ada di dalam. Terjadilah aksi Pinkan mencambuk Sheira dengan ikat pinggang Aryo yg membuat Sheira kembali trauma.


Jasmine yg mendengarnya saja tak tega dan langsung keluar membantu, tapi Aryo tega sekali membiarkannya. Setelah Jasmine melawan Pinkan, ia pun membuat kedua orang gila itu bertengkar hebat. Dan ia bisa membawa Sheira ke rumah sakit terdekat.


Ia melihat Sheira gemetaran ketakutan. Lalu ia mencoba meneangkannya dengan mengajaknya duduk di sofa lobi hotel.


"Kau baik-baik saja?? maafkan aku ya.." ucap Jasmine, tapi Sheira masih terdiam.


"Apa kau punya trauma..?? jawablah sesuatu.. kita ke rumah sakit ya kau bisa berjalan kan..?" tanya Jasmine.


"Aku takut.." ucap Sheira.


"Ayo kita ke rumah sakit.. aku akan panggil taksi.." ucap Jasmine.


"Pakai mobilku saja.." ucap Sheira yg gemetar dan tak bisa mencari kunci mobilnya.


"Biar aku bantu.." ucap Jasmine.


Jasmine pun meraih kunci tersebut dan membawa Sheira ke dalam mobil. Lalu Sheira nampak lebih baik di dalam mobilnya.


"Sekarang, kau tarik nafas perlahan lalu hembuskan.. " ucap Jasmine.


"Jangan pikirkan apapun, dan anggap saat ini kau berada di tempat yg paling nyaman." ucap Jasmine.


"Dan kau minum air ini.." ucap Jasmine memberikan sebotol air mineral yg ada di mobil Sheira.


Sheira pun meminumnya dan merasa lebih baik, lalu Jasmine pun membawanya ke rumah sakit dengan kecepatan sedang agar Sheira lebih tenang.


"Sudah lebih baik?" tanya Jasmine.


"Iya, Terimakasih.." ucap Sheira.


"Siapa namamu?" tanya Jasmine.


"Sheira, kau sendiri?" tanya Sheira.


"Aku Jasmine.. tapi apakah kau benar-benar sendirian kemari?" tanya Jasmine.

__ADS_1


"Ya aku sendirian kemari.. ada apa?" tanya Sheira.


"Ada 1 buah mobil di belakang kita, dan mobil itu mengikuti kita dari hotel.." ucap Jasmine.


"Mungkin hanya kebetulan searah aku tak punya musuh.." ucap Sheira.


"Lalu pasangan gila tadi?? nampaknya mengenalmu?" tanya Jasmine.


"Yg satu mantan suami dan yg satu mantan madu.." ucap Sheira.


"Apapun itu, mereka membahayakanmu dan bisa saja mobil dibelakang orang suruhan mereka." ucap Jasmine.


"Biarkan saja, kita ke rumah sakit saja.. selama mereka tak mencelakai kita biarkan saja.." ucap Sheira.


"Baiklah Sheira." ucap Jasmine.


Jasmine pun membawa Sheira ke rumah sakit dan disana Sheira diperiksa lukanya. Jasmine pun menunggunya hingga selesai diperiksa. Namun, tiba-tiba muncul pria bertubuh tinggi mendatangi Jasmine yg sedang menunggu Sheira.


"Dimana Sheira?" tanya pria yg tak lain adalah Daniel.


"Kau siapanya?" tanya Jasmine.


"Kau yg siapa?" tanya Daniel.


"Aryo?? kau ini siapa? dan Sheira adalah adikku.." ucap Daniel.


"Oh kau saudaranya Sheira, dia di dalam sedang diperiksa.." ucap Jasmine santai.


"Apa yg terjadi?" tanya Daniel.


"Dia dicambuk oleh istri Aryo karena dituduh menggoda suaminya, padahal sebenarnya tas kami tertukar dan kebetulan aku ada urusan dengan Aryo." ucap Jasmine.


"Berani sekali ia memukuli adikku, apa parah lukanya?" tanya Daniel.


"Tidak terlalu karena aku menghentikan wanita itu, tapi sepertinya Sheira trauma dan ia langsung gemetar tak berdaya." ucap Jasmine.


"Terimakasih sudah melindunginya dan membawanya kemari, memang benar dia punya trauma." ucap Daniel.


"Pantas saja, kau duduklah sebentar lagi pasti dia keluar.." ucap Jasmine.


Tak lama Sheira pun keluar, dan ia melihat Daniel.


"Kakak.. kenapa bisa tahu aku ada disini?" tanya Sheira.


"Apa yg terjadi?? apa benar Pinkan yg melakukannya?" tanya Daniel.

__ADS_1


"Benar kak, dan aku langsung lemas tak berdaya.." ucap Sheira.


"Ayo kita pulang saja, dan istirhat dirumah." ucap Daniel.


"Dan Jasmine terimakasih ya.. ini ada sedikit untuk mengganti ongkosmu pulang.." ucap Daniel.


"Tidak perlu, ini terjadi karena salah paham yg kuperbuat.." ucap Jasmine.


"Terimalah, sebagi ucapan terimakasihku.." ucap Sheira.


"Baiklah.. tapi Sheira berhati-hatilah pada wanita bernama Pinkan tadi. Dia cukup agresif dan berbahaya, jika perlu laporkan saja ke polisi.." ucap Jasmine.


"Iya, kau hati-hati ya.." ucap Sheira.


"Ya.. sampai jumpa lagi.." ucap Jasmine.


Mereka pun berpisah disana, dan pulang ke rumah masing-masing. Jasmine pun merasa Sheira adalah wanita yg baik seperti wajahnya. Sementara dia hanyalah wanita kotor yg bahkan tak pantas ada di dekatnya.


Sementara itu, Sheira di antar oleh Daniel pulang. Daniel pun bersikeras untuk melaporkan kejadian ini, tapi Sheira tidak mau karena walaupun sempat syok ia masih bisa mendengar kalau Jasmine adalah wanita yg memuaskan Aryo, yg artinya Jasmine juga bisa tertangkap kalau Sheira melapor.


"Jangan kak.." ucap Sheira


"Memangnya kenapa?" tanya Daniel.


"Karena Jasmine bisa berada dalam masalah, karena dia adalah.." ucap Sheira.


"Jangan bilang dia wanita yg.. sudahlah aku mengerti.." ucap Daniel.


"Terimakasih kak, anggap saja ini balasan karena dia sudah menolongku hari ini.." ucap Sheira.


"Ya.. aku mengerti.." ucap Daniel.


Sementara Theo tak tinggal diam dan langsung membalas perbuatan Pinkan. Ia menyuruh anak buahnya untuk mengempeskan ban mobil Pinkan dan Aryo agar mereka kesulitan untuk pulang. "Rasakan itu sam**ah.." gumam Theo dalam hati.


Sementara Sheira ia langsung memanggil Tio untuk memeriksanya. Dan Tio menyarankan agar Sheira menjalani terapi. Daniel dan Theo pun setuju akan hal itu. Hingga Tio merekomendasikan tempat terapi yg terbaik yg ada di US. Daniel pun setuju dan ia kebetulan ada urusan juga disana.


"Ara.. ayo kita kesana... Hitung-hitung sedang liburan disana.." ucap Daniel.


"Itu benar, kau bisa sekalian berlibur agar pikiranmu tenang." ucap Tio.


"Pergilah Sheira ada Daniel dan juga keluarganya yang akan menemanimu disana.." ucao Theo.


"Baiklah, aku akan berangkat setelah menyusun jadwal.." ucap Sheira.


Setelah jadwalnya rapi, Sheira pun berangkat bersama Daniel. Dan Theo akan menyusulnya nanti jika jadwalnya sudah tidak padat.

__ADS_1


__ADS_2