Affair With Me??

Affair With Me??
EP.91 Tindakan Theo


__ADS_3

Theo pun muak melihat tingkah Pinkan. Lalu setelah Doni tiba di kantor, ia meluapkan segala uneg-enegnya tentang Pinkan pada Doni. Doni pun diminta menyerahkan apa yg diminta Theo. Semua yg diminta pun sudah lengkap hingga Doni memberikannya pada Theo.


"Bagus Don, aku ingin mengusir wanita itu dari kantorku." ucap Theo.


"Baik tuan.. saya akan segera memanggilnya ke ruanganku." ucap Doni.


"Ya.. lakukan dengan baik dan tunjukkan video cctv hari ini padanya." ucap Theo.


"Baik tuan." balas Doni.


Begitulah Theo, ia tak ingin berurusan dengan wanita. Ia lebih memilih untuk menyuruh anak buahnya. Ia benar-benar pantang bersikap kasar pada wanita apalagi memukul dan sebagainya.


"Lebih cepat lebih baik.." gumam Theo.


☘☘☘


Keesokannya Pinkan pun dipanggil ke ruangan Doni. Ia pun terkejut tapi tetap datang karena tak bisa mengelak.


"Silahkan masuk." ucap Doni setelah mendengar ketukan pintu.


"Ada apa Pak?" tanya Pinkan.


"Duduklah dulu." ucap Doni dengan tatapan menusuknya dan Pinkan pun duduk.


"Jadi, kemana kau saat kau ijin sakit?" tanya Doni.


"Aku ada dirumah pak.." ucap Pinkan mengelak.


"Oh dirumah.. lalu foto-foto wanita yg tengah berjemur di pantai, lalu di bar, lalu di sebuah kapal ini siapa ya?" tanya Doni.


"Sa-saya.." ucap Pinkan takut.


"Bukan hanya itu, aku lihat pekerjaanmu asal-asalan belakangan ini. Maaf nona Pinkan, ini bukan kantor ayahmu yg kau bisa seenaknya." ucap Doni.


"Maaf tuan, saya sedang ada masalah." ucap Pinkan.


"Masalah apa sampai kau menggoda atasan sendiri?" tanya Doni dengan memperlihatkan video cctv Pinkan membuka blazernya di hadapan Theo.


"I-itu saya.." ucap Pinkan ragu dan takut.


"Jadi tuan Theo sudah memutuskan untuk memecatmu dari kantor ini. Karena kau nampaknya wanita yg berbahaya." ucap Doni.

__ADS_1


"Tapi pak, saya tidak bermaksud begitu." ucap Pinkan.


"Berbohong agar bisa bolos kerja, kinerja buruk dan lagi menggoda atasan, saya akan memberi surat ini untuk kau tandatangani dan langsung keluar hari ini dari kantor. " ucap Doni.


"Saya hanya sedang butuh hiburan saja pak, hidup saya cukup berat setelah bercerai." ucap Pinkan.


"Itu masalahmu, dan kantor punya masalah sendiri. Jadi karena kau sudah tidak bekerja kau bisa menyelesaikan masalahmu. " ucap Doni.


"Tapi pak,.. jangan pecat saya.. saya mohon." ucap Pinkan memohon.


"Oh iya, satu lagi.. kau masih pegawai percobaan bukan pegawai tetap jadi kau tak dapat pesangon." ucap Doni.


"Ini tak adil.." ucap Pinkan.


"Tentu, aku dan tuan Theo bukan Tuhan." ucap Doni.


"Silahkan anda tanda tangan dan kemasi barang-barang anda." ucap Doni.


Pinkan pun mau tak mau menandatangani surat pemecatan tersebut dan merapikan barang-barangnya di kantor. Sungguh menyedihkan, dahulu ia biasa memecat orang kini ia sekarang dipecat oleh seseorang. Miris sekali bukan karir Pinkan. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, kini ia menjadi pengangguran dan otomatis segala rencananya gagal total untuk mendapatkan Theo.


Beberapa pegawai pun bahagia melihat Pinkan dipecat. Mereka benar-benar tak suka dengan Pinkan. Terlebih saat mereka sedang mengerjakan deadline tapi Pinkan seenaknya bilang sakit agar tak masuk kerja. Padahal status sosial medianya sedang berlibur di Bali. Kebodohan yg begitu alami yg dilakukan oleh Pinkan.


Sementara Theo, ia bisa bernafas lega dan bergerak bebas. Seharusnya ia memecatnya saja dari awal. Tapi ia tak bisa karena Pinkan tak ada masalah, dan setelah masalah muncul Theo barulah memecatnya agar perusahaannya tak dilaporkan.


Ya benalu, karena Pinkan selalu menjadi benalu dimanapun. Baik di perusahaan Sheira maupun Theo, kinerjanya tidak serius dan suka menebar pesona. Suka seenaknya sendiri karena dulu ia bekerja pada ayahnya.


Kini Pinkan pulang dengan lemas, karena ia harus mencari pekerjaan baru. Belum lagi, ia harus membayar tagihan di kartu kreditnya imbas dari kebiasaannya berfoya-foya saat liburan di Bali.


Saat pulang ke rumah nampak Mia terkejut karena Pinkan pulang masih siang.


"Pinkan apa kau sakit nak?" tanya Mia.


"Mom.. aku dipecat.." ucap Pinkan.


"Apa yg kau lakukan sampai dipecat??" tanya Mia.


"Aku hanya ingin liburan, tapi malah dipecat." ucap Pinkan.


"Kan mom juga bilang apa, kau itu tak boleh asal pergi liburan karena atasanmu bukan ayahmu lagi. " ucap Mia.


"Aku benar-benar tertekan mom, bangkrut, diceraikan dan semuanya membuatku lelah." ucap Pinkan.

__ADS_1


"Mom mengerti, kau boleh istirahat tapi ingat kau harus tetap mencari pekerjaan sampai kau menikah lagi dengan pria yg mapan." ucap Mia menyemangati.


"Baiklah mom.. mom yg terbaik." ucap Pinkan.


"Ada kiriman paket untukmu dari Kevin." ucap Mia.


"Kevin..?" ucap Pinkan.


"Ya.. ada di kamarmu." ucap Mia.


"Terimakasih mom." ucap Pinkan.


Pinkan pun ke kamarnya dan berharap ia mendengar kabar baik mengenai putranya. Dan benar saja itu adalah surat dan beberapa foto Archie anaknya.


"Jadi namamu Archie." gumam Pinkan yg senang melihat foto anaknya.


"Mom akan datang saat kondisi mom stabil." gumam Pinkan yg entah sejak kapan merindukan putranya.


Penyeselan pun kini menyelimuti Pinkan, ia menyesal kenapa meninggalkan Kevin dan memilih untuk menikah dengan pria lain yg akhirnya juga tak baik. Kalau saja ia bersabar seperti kata Kevin pasti hidup mereka sekarang bahagia bukan malah menderita begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur, kini Pinkan harus mencari uang agar ia tak malu bertemu anaknya.


Pinkan pun teringat pada Piere yg pernah berkata bisa membantunya saat ada masalah. Dan Pinkan langsung menghubunginya. Piere pun senang Pinkan mau menghubunginya artinya rencananya berjalan dengan baik. Piere juga sudah mendengar cerita dari Pinkan dan akan memberinya pekerjaan di Bali.


Pinkan pun bahagia, ia akan tinggal di Bali dan bekerja disana. Tak ada yg mengenalinya dan bisa ke pantai kapan saja. Tapi momnya curiga dan tak mengijinkannya.


"Tapi mom dia itu orang baik.." ucap Pinkan.


"Baru berapa hari kau kenal dia sampai kau bilang baik?? ingat sekarang ini kejahatan ada dimana-mana" ucap Mia.


"Mom.. ayolah.. aku harus cari uang agar aku tak malu menemui Archie anakku." ucap Pinkan.


"Pekerjaan ada banyak dimana-mana, kau cari saja disini.. mom tidak setuju kau disana bekerja dengan orang yg tak jelas." ucap Mia.


"Mom aku hanya ingin sukses." ucap Pinkan.


"Sukses datang dari mana saja.. dan mom tak percaya pada kenalanmu itu." ucap Mia.


"Ayolah mom, dia itu tampan, kaya raya dan baik hati." ucap Pinkan.


"Pinkan kau itu bodoh atau apa? dia itu ada maunya makanya baik.." ucap Mia.


"Kumohon mom.." ucap Pinkan.

__ADS_1


"No.. carilah pekerjaan yg baik disini.. mana mom tahu kau disana bekerja atau dikerjai." ucap Mia lalu meninggalkan Pinkan.


Pinkan pun diam karena gagal membujuk momnya. Ia tak mengerti kenapa dari dulu orangtuanya selalu mengekangnya dan ingin selalu mengawasinya. Hingga Pinkan pun nekat kabur ke Bali menemui Piere.


__ADS_2