Affair With Me??

Affair With Me??
EP.93 Karma Siti


__ADS_3

Pasca Aryo bercerai dari Pinkan, Siti pun mulai sakit-sakitan. Ia memiliki banyak penyakit hati yg membuatnya stres dan sakit sendiri. Dan hal tersebut mengusik Sigit yg memerhatikan sikap Siti selama ini.


"Kan aku sudah bilang, jangan dipikirkan.." ucap Sigit.


"Kau itu tak tahu apa-apa." ucap Siti.


"Kau itu ngapain sih dari awal ikut campur rumah tangga Aryo, sekarang dia sudah cerai 2x gara-gara ucapanmu." ucap Sigit.


"Mas, kau juga mendukungku kan awalnya.." ucap Siti.


"Ya.. karena aku tak mau pusing." ucap Sigit.


"Kenapa hanya aku yg disalahkan.. kau juga salah." ucap Siti.


"Sudahlah, lama-lama kau akan sakit sendiri jika masih begini." ucap Sigit.


"Kau ini malah menceramahiku.." ucap Siti.


Dan benar saja apa yg diucapkan oleh Sigit, Siti mulai sakit-sakitan karena penyakit hati yg dimilikinya. Aryo gagal rujuk dengan Sheira dan nasibnya ia jadi hidup sendiri di rumah besar tersebut.


Aryo pun mulai dilanda kesepian. Tak ada lagi istri disampingnya. Dan hal tersebut membuatnya jadi gila kerja. Kadang sesekali ia mengunjungi orangtuanya untuk menghabiskan waktunya. Mau berusaha pun percuma karena Sheira akan segera menikah dengan Theo, dan pihak perusahaan sudah mengancamnya jika ia berani bertindak gegabah.


Kini Aryo berada di rumah Siti, karena mendapat kabar kalau ibunya sakit.


"Ibu, bagaimana kondisinya?" tanya Aryo.


"Ibu baik-baik saja, hanya pusing saja." ucap Siti.


"Mau periksa ke rumah sakit?" tanya Aryo.


"Tidak ibu mau istirahat dirumah saja. Bagaimana dengan rencanamu rujuk dengan Sheira?" tanya Siti.


"Lupakanlah bu, Sheira sudah bertunangan dengan pria lain.." ucap Aryo pasrah.


"Kenapa kau pasrah sekali, sebelum janur kuning melengkung sebaiknya kau rujuk dengannya." ucap Siti.


"Ibu jangan kebanyakan nonton sinetron nanti ibu stres sendiri gara-gara masalah sepele." ucap Aryo.


"Aryo..! ibu sedang bicara serius." ucap Siti.


"Bu.. berhenti mengaturku.. ibu mau aku berbuat apa? melarang Sheira menikah? menculiknya atau membunuh calon suaminya agar aku dipenjara?" tanya Aryo kesal.


"Tapi, kau kan mencintainya." ucap Siti.

__ADS_1


"Sekarang ibu baru bilang begitu, dulu ibu bahkan memaksaku menikahi Pinkan yg sudah jelas mrmbohongiku." ucap Aryo.


"Maafkan ibu nak, biarlah ibu menebus dosa ini dengan menerima Sheira kembali." ucap Siti.


"Ibu mungkin bisa menerimanya, tapi memangnya Sheira mau menerima aku dan ibu?? " tanya Aryo.


"Nak ucapanmu benar-benar." ucap Siti.


"Apa yg dikatakan Aryo benar, sudahlah mereka tak jodoh.. untuk apa dipaksakan yg ada kau akan menyulitkan Aryo." ucap Sigit.


"Mas kau bahkan tak mendukungku." ucap Siti.


"Aryo juga putraku, aku menyetujui keputusannya sebagai sesama laki-laki." ucap Sigit.


"Kau itu makmum ku, kau harus menuruti perintahku sebagai imam.. Dan mulai sekarang jangan paksa Aryo untuk menentukan pilihan hidupnya. Biar dia sendiri yg menentukannya." ucap Sigit.


"Baiklah." ucap Siti kesal.


Dan Aryo pun terbebas dari ibunya. Sigit pun meminta maaf pada Aryo karena dulu pernah mendukung ibunya, jujur ia terpaksa melakukannya. Sekarang setelah semuanya berakhir buruk untuk Aryo, Sigit pun menyadari keserakahannya dan juga istrinya hingga nasib anaknya jadi begini.


"Maafkan ayah nak, ayah memang imam yg buruk." ucap Sigit.


"Sudahlah yah, semua sudah berlalu.. kita harus memulainya dengan hati yg baru." ucap Aryo.


"Untuk ibumu, itu urusan ayah kau jalani saja hidupmu.. mungkin kau harus introspeksi diri." ucap Sigit.


Aryo pun pulang ke rumahnya, ia sudah merasa lelah dengan semuanya. Dan akhirnya ayahnya tersadar, hingga ia bisa lega dab tak perlu berdebat. Untuk ibunya biarlah ayahnya yg menanganinya sebagai imam dalam rumah tangga orangtuanya.


Dan keesokannya Siti pun dikabarkan jatuh dari kamar mandi. Sekarang kondisinya sedang berada di rumah sakit dan belum sadar. Sigit dan Aryo sedang menunggunya di rumah sakit.


Setelah diperiksa dokter pun keluar dari ruangan dan mengabari Aryo dan Sigit.


"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Sigit.


"Kondisinya buruk, dan ibu Siti mengalami stroke ringan pada bagian wajahnya." ucap sang dokter.


"Apa?? anda yakin dok ibu saya mengalami itu?" tanya Aryo.


"Benar tuan, wajahnya bagian kanan turun. Dan juga hasil pemeriksaan menunjukan hal tersebut." ucap sang dokter.


"Lalu apakah ia bisa sembuh?" tanya Aryo.


"Bisa tapi tidak instan, dan ibu Siti butuh terapi untuk mengembalikan semuanya." ucap dokter tersebut.

__ADS_1


"Apakah kami sudah bisa masuk?" tanya Sigit.


"Silahkan, tapi hanya keluarga pasien saja yg boleh masuk." ucap sang dokter.


"Terimakasih dok." ucap Sigit.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan menyaksikan Siti yg sedang tak sadarkan diri. Dilihatnya sebagian wajah Siti bagian kanan pun turun menandakan gejala stroke yg ia alami. Mereka berdua pun menangis melihat kondisi Siti. Dan secara bergantian mereka menjaganya hingga Siti pun sadar.


"Mas.. ini dimana?" tanya Siti.


"Ini dirumah sakit.. kau terjatuh di kamar mandi." ucap Sigit.


"Aku baru ingat tadi hendak mandi dan kepalaku sakit sekali." ucap Siti.


"Bu, mulai sekarang jangan pikirkan aku.. ibu harus tenang." ucap Aryo.


"Benar, kau jangan memikirkan apapun. Kau harus sehat agar bisa pulang." ucap Sigit.


"Baiklah Mas." ucap Siti.


Selama beberapa hari itu pula Siti dirawat di rumah sakit, dan Sigit maupun Aryo bergantian menjaganya. Dan saat pulang ke rumah Siti terkejut mepihat wajahnya yg turun sebagian.


"Aaaaaa.." teriak Siti.


"Ada apa?" tanya Sigit.


"Mas wajahku kenapa?" tanya Siti.


"Tenanglah, kau duduk dulu." ucap Sigit.


"Bagaimana aku bisa tenang, dengan wajah begini aku malu keluar rumah. " ucap Siti.


"Kau mengalami stroke.. dan kau bisa berdiam diri dirumah jika malu." ucap Sigit.


"Tapi ini bisa sembuh kan?" tanya Siti.


"Bisa asalkan kau jangan mengeluh dan menjalani terapimu." ucap Sigit.


"Baiklah." ucap Siti menangis.


"Sudah, jangan dipikirkan.. kita hadapi ini bersama" ucap Sigit.


"Baik Mas." ucap Siti.

__ADS_1


Siti pun sudah tak bisa sombong lagi dengan kondisinya. Ia kini menyadari kalau selama ini ia sudah sombong pada banyak orang terutama Sheira. Ia selalu menghina wanita yg pernah jadi menantunya tersebut. Hanya karena Sheira anak yatim piatu dan juga belum punya anak lantas Siti selalu menyusahkannya.


Kini ia melihat kondisinya yg menyedihkan, dirinya stroke sampai wajahnya rusak. Putranya bercerai karena ditipu wanita yg ia jodohkan sendiri. Belum lagi ia harus menjalani pengobatan karena penyakit stroke nya. Siti pun ingin meminta maaf pada Sheira atas segala yg pernah ia perbuat. Dan Sigit pun sudah menghubungi Sheira untuk mengunjunginya nanti. Dan Sheira ia menyambutnya dengan baik, dan mengajaknya bertemu di bakery miliknya.


__ADS_2