
Di tengah-tengah kesibukan Theo dan Sheira, mereka berpikir untuk memberikan kedua anaknya liburan keluarga saat mereka liburan semester. Sheira pun setuju tapi ia ingin liburan yg dekat-dekat saja agar tidak lelah dan bisa beristirahat.
"Sayang, bagaimana kalau anak-anak kita ajak liburan nanti saat liburan sekolah.?" tanya Theo.
"Ide bagus, mereka sudah lelah melihat kita bekerja setiap hari." ucap Sheira.
"Oke.. mau liburan kemana?" tanya Theo.
"Ke mana saja yg terdekat." ucap Sheira.
"Singapura?" tanya Theo.
"Oke.." ucap Sheira.
"Deal.. nanti aku akan cek tanggalnya dan kita bicarakan lagi." ucap Theo.
"Baiklah.. Aku sudah lelah." ucap Sheira.
"Mari kita tidur kalau begitu." ucap Theo.
Dan hari pun terus berlalu, hingga mereka mendekati waktu liburan sekolah. Baik Sheira maupun Theo belum mengabari kedua anaknya. Hingga saat pembagian raport dan Sheira yg mengambilnya ke sekolah kedua anaknya.
Sheira pun bahagia karena anak-anaknya memiliki kemampuan berbeda dan tak ada masalah apapun disekolah baik secara akademik maupun dengan teman-teman serta gurunya.
Setelah itu, Sheira pulang bersama anak-anaknya. Dan ia menyempatkan waktu untuk mampir sejenak ke salah satu bakery miliknya. Jika sudah begitu, baik Nathan maupun Nicholas pasti sudah seperti pembeli yg siap memborong roti dan kue disana.
"Mom.. kami ingin kue-kue ini." ucap Nicholas.
"Benar, boleh kan mom?" tanya Nathan.
"Kalian boleh mengambil apapun tapi jangan berlebihan." ucap Sheira.
"Terimakasih mom.." ucap keduanya.
"Yeayyy.. ayo Nath kita pilih." ucap Nicholas.
Keduanya pun sangat bersemangat memilih kue-kue tersebut. Dan pegawai Sheira begitu senang melayani kedua bocah tampan tersebut. Selain keduanya sudah pintar bicara, keduanya juga menghormati orang yg lebih tua dengan mereka walaupun orang tersebut karyawan momnya.
"Terimakasih Aunty." ucap keduanya saat mendapatkan kue keinginannya.
"Sama-sama Nicholas dan Nathan." ucap pegawai Sheira.
"Bagaimana sudah dapat?" tanya Sheira.
"Sudah mom." ucap mereka.
"Kalau sudah ayo masuk ruangan mom, mom ada pekerjaan sebentar." ucap Sheira.
__ADS_1
Sheira pun bekerja kurang lebih 1 jam di ruangannya. Dan kedua anak tersebut nampak santai dan menikmati kue sambil menonton kartun. Tak ada yg bertengkar atau berebut kue, keduanya tenang dan tak ingin mengganggu momnya bekerja.
1 jam pun berlalu dan Sheira sudah selesai dengan pekerjaannya. Ia mengajak keduanya untuk segera pulang karena pekerjaannya sudah selesai.
Dan pada malam hari, saat Theo pulang bekerja mereka pun makan malam bersama karena Theo pulang lebih awal. Ia membelikan mainan baru pada kedua anaknya setelah mendapatkan hasil yg baik di sekolah mereka.
Keduanya pun sangat senang menerimanya, dan juga Theo mengajak mereka lusa untuk berlibur ke Singapura. Keduanya pun sangat girang dan senang mendapat kabar tersebut.
Sheira pun meminta mereka membawa barang-barang dan mainan secukupnya saja agar tak banyak membawa koper.
"Ingat jangan bawa banyak mainan.. Bawa secukupnya saja." ucap Sheira.
"Baik mom.." ucap keduanya.
"Nath.. kita akan liburan..!" ucap Nicholas.
"Iya.. aku tak sabar ingin jalan-jalan dengan mom dan Dad." ucap Nathan.
"Ayo kita siapkan mainan yg akan kita bawa besok." ucap Nicholas.
"Tentu.. ingat jangan banyak-banyak." ucap Nathan.
"Iya, nanti mom bisa marah." ucap Nicolas tertawa.
"Oke.. ingat ya anak-anak, kalian tidak boleh berkeliaran tanpa mom dan dad selama disana. Kalian paham kan?" tanya Theo.
"Baik Dad." ucap keduanya dengan senang hati.
1 Hari sebelum keberangkatan pun mereka begitu sibuk mempersiapkan segalanya. Terutama Sheira yg mengurusi koper dan pakaian yg akan dibawa untuk liburan. Serta Sheira juga mengecek apa saja yg dibawa kedua anaknya. Meskipun bawaab kedua anaknya sangat banyak Sheira pun memberi pengertian kalau sebagian mainannya tidak boleh dibawa.
"Ini terlalu banyak sayang." ucap Sheira.
"Benarkah mom?" tanya Nicholas.
"Iya.. coba kurangi setengahnya." ucap Sheira.
"Oke mom." ucap Nathan dan Nicholas.
Mereka pun mengurangi mainan mereka.
"Kalau segini boleh?" tanya Nathan.
"Ini hanya kalian ambil 1 mainan, mom minta separuhnya saja yg dibawa." ucap Sheira.
"Baiklah." ucap Nicholas dan Nathan.
Dengan berat hati, keduanya pun mengeluarkan sebagian mainan mereka dari koper. Dan Sheira jadi tak tega melihat mereka yg saling pandang dan mengurangi mainan bawaan mereka.
__ADS_1
"Nah, sudah cukup. Kalian tidak boleh bawa banyak-banyak nanti hilang, dan juga terlalu banyak membawa barang juga tidak baik." ucap Sheira.
"Benarkah mom?" tanya Nathan.
"Iya.. memangnya siapa yg mau membawanya jika sebanyak tadi? kalian sanggup membawanya.?" tanya Sheira.
"Tidak mom." ucap Nicholas tersenyum.
"Kalau begitu, cukup segini ya.. nanti disana kita bisa membeli mainan baru." ucap Sheira.
"Yeayy.. mainan baru." ucap Nathan semangat.
"Benar ya mom." ucap Nicholas.
"Ya sayang." ucap Sheira.
Mereka berdua pun begitu senang mendengar kata mainan baru. Ya anak manapun pasti akan senang mrndapatkan mainan baru. Dan mereka sudah tak sabar untuk segera berlibur.
Hari yg ditunggu pun telah tiba. Sheira dan Theo pun sudah mempersiapkan segalanya. Dan mereka akan membawa 2 pengawal mereka untuk menjaga kedua anaknya. Mereka pun menuju bandara setelah semua persiapan.
Baik Nicholas maupun Nathan pun bahagia sekali bisa berlibur seperti anak-anak pada umumnya. Mereka ceria dan begitu bersemangat, serta nenek mereka pun ikut mengantar kepergian mereka sampai bandara.
Setelah berpamitan, mereka berempat beserta kedua bodyguard pun masuk ke bandara menunggu keberangkatan mereka. Diperjalanan saat dipesawat pun kedua bocah itu nampak tenang dan hanya menonton film kartun.
Saat tiba disana, mereka berempat pun langsung menuju ke hotel karena barang bawaan yg cukup banyak. Tapi sesampainya di hotel, justru Sheira yg mendadak tak enak badan.
Kepalanya terasa pusing dan berputar, serta tubuhnya begitu lemas. Theo pun khawatir, begitu juga dengan kedua putranya melihat momnya sakit. Theo pun langsung membawanya ke rumah sakit terdekat dan menitipkan Nicholas dan Nathan pada bodyguard mereka.
"Nicholas, Nathan.. dad mengantar mom ke rumah sakit ya.. kalian jangan bertengkar ada om penjaga yg akan menjaga kalian.. Ingat jangan keluar kamar." ucap Theo.
"Baik dad.. " ucap keduanya.
"Dan kalian, jaga kedua anakku." perintah Theo.
"Siap tuan." ucap kedua bodyguard tersebut.
Theo pun membawa Sheira ke rumah samit hari itu juga. Dan didapatlah sebuah kabar membahagiakan, dimana Sheira tengah mengandung anak ketiga mereka. Seketika Theo pun tersenyum senang karena ia sudah takut kalau istrinya kenapa-kenapa. Tapi ternyata justru Sheira sedang mengandung lagi anaknya.
"Maaf sayang, gara-gara aku kita jadi tak bisa liburan dengan nyaman." ucap Sheira.
"Tidak.. ini adalah kabar bahagia.. anak-anak juga pasti senang." ucap Theo.
"Semoga begitu." ucap Sheira.
Dan si kembar pun begitu bahagia mendengar kalau momnya tengah hamil. Keduanya pun tak keberatan jika punya adik bayi, justru malah senang. Baik Theo maupun Sheira juga meminta maaf pada mereka karena tidak bisa menikmati liburan karena momnya harus banyak istirahat. Keduanya pun menerimanya karena tak ingin momnya sakit.
"Tak apa mom dad.. aku tak mau mom sakit." ucap Nathan.
__ADS_1
"Aku juga tak keberatan, aku tak mau melihat mom sakit." ucap Nicholas.
"Terimakasih sayang atas pengertiannya." ucap Sheira.