Affair With Me??

Affair With Me??
EP.146 S2 : Fitnah


__ADS_3

Grace pun bekerja seperti biasa dan keadaan mulai membaik. Tapi tiada yg tahu kalau Angel sudah membuat strategi baru untuk menghancurkannya. Sebagai gadis yg cantik, tentu banyak para pegawai pria yg memerhatikannya. Tapi Grace hanya menghargai mereka sebagai rekan kerja.


Hingga suatu ketika, seorang seniornya membantunya dalam sebuah pekerjaan. Sebagai anak baru adalah hal wajar jika ia meminta bantuan seniornya jika ada yg tak paham. Dan seniornya tersebut membantu pekerjaannya dengan baik.


"Terimakasih Senior." ucap Grace.


"Sama-sama.. katakan saja jika butuh bantuan." ucap seniornya bernama Wahyu.


"Tentu.. Mau kutraktir makan siang?" tanya Grace.


"Boleh.. " ucap Wahyu.


"Kita makan siang di cafe Cc di sebrang jalan." ucap Grace.


"Baiklah kau yg tentukan saja.." ucap Wahyu.


Dan pada jam makan siang pun Grace pergi dengan Wahyu seniornya. Grace juga mengajak rekan lain tapi mereka menolak, membuat Grace merasa aneh bekerja di perusahaan ini. Tak ada sosok teman baik yg bisa menemaninya, dan anehnya Wahyu baik kepadanya serta membantunya mengerjakan pekerjaan kantor yg baru ia terima.


"Ini aneh.." gumam Grace dalam hati.


Grace pun pergi ke cafe tersebut dengan Wahyu. Mereka pun memesan makanan dan semua hal terjadi dengan normal. Wahyu juga tahu batasannya dan tak begitu dekat dengan Grace atau terlihat mendekatinya. Mereka hanya berbincang dan membahas hal ringan sembari menunggu hidangannya datang.


"Senior terimakasih atas bantuannya.. semoga kau menyukai makanan disini." ucap Grace.


"Sama-sama.. kuharap kau bisa bekerja dengan baik di perusahaan. " ucap Wahyu.


Dan mereka pun menyantap hidangan yg baru disiapkan oleh pelayan. Keduanya makan dengan tenang. Dan setelah selesai makan, Grace pun pergi ke toilet. Saat ia kembali, tiba-tiba sudah ada wanita duduk di kursinya.


"Permisi anda siapa?" tanya Grace.


"Jadi kau pelakornya.." ucap wanita tersebut sementara Wahyu nampak diam saja.


"What?? Pelakor?? kami hanya rekan kerja." ucap Grace.


"Senior, kenapa kau diam saja?" tanya Grace.


"Dasar pelakor..!" ucap wanita itu sembari mengayunkan tangan dan ingin menampar Grace.


Tapi Grace yg bisa membaca gerakannya pun menangkap tangannya dengan cepat dan menahannya.


"Mau menamparku??" tanya Grace.


"Lepaskan.." pinta wanita itu.

__ADS_1


"Katakan, siapa yg mengatakan kalau aku berhubungan dengan kekasihmu?" tanya Grace.


"Mengakulah, kau yg salah.." ucap wanita itu.


"Tidak akan karena aku tak melakukannya.. Mau mengaku atau aku patahkan?" tanya Grace yg langsung mengunci tangannya.


"Grace hentikan." pinta Wahyu.


"Jika senior tak mau mengatakan apapun, artinya kau juga bersekongkol dengan wanita ini." ucap Grace.


"Jadi katakan siapa yg memberi informasi palsu ini? atau kau ingin lenganmu patah dan tidak bisa digunakan selama beberapa bulan?" tanya Grace.


"Aku mendapat pesan anonim dari nomor tak dikenal. Pesan yg berisi gambar dan katanya kalau kalian berselingkuh dibelakangku." ucap wanita itu.


"Tolong lepaskan, sakit sekali.. aku janji akan aku tunjukkan." ucap wanita itu merintih.


"Oke.." ucap Grace melepaskannya.


"Akhhh.." ucap wanita itu kesakitan.


"Kau baik-baik saja?" tanya Wahyu.


"Tolong tunjukkan pesannya." ucap Grace dengan tatapan tajam.


"Ini.." ucap wanita itu memberikan ponselnya.


"Ini.. dan tuliskan nomor rekeningmu." ucap Grace.


"Untuk apa?" tanya wanita ini.


"Jangan banyak bertanya dan tukis saja.!" ancam Grace.


"Baiklah." ucap wanita itu sembari menahan rasa sakit di tangannya.


Lalu ia menerima nomor rekening wanita itu dan mentransfer sejumlah uang padanya.


"Aku mengirimkan kompensasi untukmu ke dokter, pergilah ke dokter jika tak ingin lenganmu di amputasi." ancam Grace berbohong padahal itu hanya luka ringan yg akan hilang dalam seminggu.


"A-amputasi??" ucap wanita itu syok.


"Ya.. jadi pergilah ke rumah sakit sebelum terlambat." ucap Grace.


"Dan senior, aku pikir kau berbeda dari rekan lainnya.. ternyata kau sama saja." ucap Grace lalu pergi dan kembali ke kantornya.

__ADS_1


Grace pun mengepal geram akan tingkah semua orang. Hingga ia menulis surat resign dari kantor tersebut dan akan diserahkan secepatnya. Tapi ada sebuah pekerjaan yg diberikan untuknya, dan karena itulah Grace menunda surat resign nya.


Ia diberi tugas untuk mengikuti rapat dengan klien. Dan menemani seniornya makan malam bersama klien. Ada beberapa project yg akan dibahas dan salah satunya adalah project besar. Nanti malam, Grace akan pergi bersama Risa yg akan mendampinginya sebagai seniornya.


"Ingat Grace jangan kampungan dan norak nanti.." ucap Risa.


"Baiklah, dan pakaian apa yg harus kupakai?" tanya Grace.


"Pakaian yg sopan dan elegan." ucap Risa.


"Dan satu lagi, kau harus menuruti keinginan klien." ucap Risa.


"Baiklah, aku akan menurutinya jika itu masuk akal." ucap Grace.


"Jangan membuat ibu Angel kecewa karena beliau telah menunjukmu." ucap Risa.


"Oke." ucap Grace. "Akhirnya si rubah membuka topengnya. Bu Angel jadi kau mulai menunjukkan dirimu." gumam Grace dalam hati.


Grace pun mencurigai orang-orang di kantornya terutama atasannya yg paling berpengaruh. Dan Grace yakin Risa juga disuruh oleh atasannya, karena Risa adalah staf senior di divisinya. Tak mungkin ada yg berani menyuruhnya kecuali orang yg berada di atasnya. Dan Angel yg jelas-jelas menunjuknya untuk hadir dalam rapat menjadi bukti.


Grace yg menaruh curiga pun, mulai menyiapkan diri. Ia bahkan menyuruh paman bodyguard untuk mengikutinya jika nanti ia dalam bahaya barulah para paman itu membantunya.


"Baik nona kami akan mengikuti anda." ucap para bodyguardnya.


"Bagus, tapi jangan bergerak jika aku tak dalam bahaya karena ini masalah kantor." ucap Grace.


"Baik nona." ucap mereka.


Kemudian Grace pun bersiap, ia memakai setelan yg sopan. Pakaian dari brand ternama pun ia pakai juga dengan tas pemberian momnya yg jarang sekali ia gunakan. Ia ingin membungkam mulut Risa yg mengatainya norak.


Grace pun pergi dengan mobilnya yg biasanya, terlalu mencolok jika dirinya memakai mobil mewah kakaknya. Dan ia tiba 30 menit sebelum pertemuan, Grace pun bertugas juga untuk mengecek ruangan dan meja yg sudah dipesan.


Tibalah Risa tak 10 menit sebelum pertemuan. Dan Risa cukup terkejut dengan apa yg Grace kenakan, mulai dari atas sampai bawah semuanya barang berkelas. Hingga ia mengira apa yg dikenakan Grace adalah barang palsu.


"Setelah kubilang norak, sekarang ia memakai produk palsu." gumam Risa dalam hati.


"Grace, dimana kau membeli setelan yg mirip aslinya ini?" tanya Risa.


"Di toko Xxc.. yg ada di mall GG.. lantai 5.. coba saja senior kesana." ucap Grace membuat Risa terdiam dan berfikir untuk ke toko tersebut.


Tak berapa lama klien mereka pun datang. Klien yg umurnya sepertinya tak jauh dari daddy nya. Tapi tersenyum pada Grace seperti tertarik padanya. Kemudian berbisik pada Risa.


"*Apa ini hadiah dari atasanmu?" tanya klien tersebut.

__ADS_1


"Tentu saja.." jawab Risa dengan berbisik*.


Grace pun semakin curiga kenapa mereka bisik-bisik di hadapannya.


__ADS_2