
Setelah insiden tersebut, hubungan antara keluarga Grace dan Jefry pun merenggang. Bahkan Nicho memutus hubungan kerjasama perusahaan orangtuanya dengan Jefry. Dan perusahaan yg dipegang oleh Nathan masih melakukan hubungan kerjasama karena kontrak mereka.
Sementara Jefry, dirinya berakhirbdi penjara dengan sejuta penyesalan. Cinta tak dapat sementara karir pun hancur. Orangtuanya pun sangat kecewa terhadapnya. Terutama Hans, tapi bagaimanapun sebagai anak tunggal Jefry tetap harus kembali sebagai pewarisnya satu-satunya.
Grace dan Sean pun semakin disibukkan dengan persiapan pernikahan mereka. Mereka tak ingin kali ini terjadi sesuatu yg buruk. Dan Sean menyesal tak memperketat pengalan saat pertunangan kemarin. Saat ini ia tak ingin membahayakan Grace lagi, terlebih akan ada banyak tamu undangan di pernikahannya nanti.
Sean pun membentuk tim khusus yg akan mengawal jalannya pernikahannya. Mereka dibekali perlengkapan senjata yg masih aman, dan juga diberi kebebasan bertindak jika ada resiko yg dapat menghancurkan pesta pernikahannya. Setelah beres membentuk tim dan perencanaannya, kini Sean harus sabar menghadapi persiapan pernikahan yg memusingkan.
Mulai dari pakaian, makanan, konsep pernikahan dan sebagainya. Beruntung Grace cepat tanggap dan mengambil keputusan yg tepat, hingga Sean tak pusing memikirkan hal yang sama sekali tidak ia tahu.
"Kau benar-benar tak tahu apapun." gerutu Grace.
"Maaf, aku terbiasa menjalani misi." ucap Sean.
"Misi lagi.. misi lagi." ucap Grace kesal.
"Kali ini pun aku punya misi baru lagi." ucap Sean.
"Jadi kau ingin meninggalkanku sebelum pernikahan atau setelahnya?" tanya Grace dengan tatapan malas.
"Misiku adalah membuat pernikahan kita sukses." ucap Sean.
"Benarkah?" tanya Grace dengan mata berbinar.
"Iya.. " ucap Sean.
Grace pun senang mendengarnya, dirinya pun tak mengira kalau Sean akan mempersiapkan sesuatu yg terbaik di pernikahannya. Grace mengira Sean akan pergi lagi dan akan lama kembali pulang seperti sebelumnya.
Hingga 1 Bulan menjelang pernikahan mereka, Grace sedang sibuk mengontrol gaun pernikahannya yg belum juga selesai. Padahal gaun tersebut sudah dipesan dari bulan kemarin.
"Bagaimana?" tanya Grace.
"Maaf nona, bahan terakhir baru tiba kemarin.. dan kami butuh 2 minggu untuk menyelesaikannya." ucap sang desainer.
"Baiklah, tapi 2 minggu lagi gaunku harus sudah selesai." ucap Grace.
"Tentu nona, akan kami kerjakan segera."
Setelah itupun, Grace masih harus mengurus yg lainnya. Dan masih harus bekerja di bakery milik momnya. Begitu juga dengan Sean yg masih mengurus pekerjaannya di SHIELD.
2 Minggu kemudian, Grace pun kembali ke butik tapi tak sendiri melainkan ditemani oleh Sean. Dirinya pun penasaran akan hasil gaun yg ia pesan jauh-jauh hari. Gaun yg akan melengkapi penampilannya dalam acara sekali seumur hidupnya.
"Bagaimana gaunku nyonya?" tanya Grace.
"Sudah selesai nona." ucap pemilik butik tersebut.
"Baguslah, apakah sudah bisa dicoba?" tanya Grace.
"Sudah nona, silahkan." ucap pemilik butik tersebut mengarahkan pegawainya dan desainernya.
Grace pun mencoba gaun miliknya, begitu juga dengan Sean mencoba setelan jasnya yg sesuai dengan gaun Grace. Keduanya pun mencoba pakaian yg akan mereka kenakan di hari pernikahan mereka. Beberapa pakaian pun mereka coba, mengingat ada beberapa sesi acara.
Kemudian keduanya keluar dari ruang ganti dan melihat hasilnya bersama. Nampak pakaiannya begitu pas dan cocok untuk mereka berdua. Semua pakaiannya pun sempurna sesuai dengan keinginan mereka. Pujian pun terlontar dari desainer dan juga pemilik butik tersebut. Karena keduanya memang tampak seperti seorang pengeran dan seorang putri.
Setelah puas akan hasi pakaiannya, Sean pun mengantar Grace pulang. Dan semua persiapan pun telah selesai. Grace juga sudah dilarang untuk pergi bekerja. Hanya saja Sean mendapat berita kurang mengenakan, dimana dirinya kembali mendapatkan sebuah misi. Walaupun hanya butuh beberapa hari tapi tentunya membuat Grace gelisah mengingat hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari.
Akhirnya dengan berat hati Grace pun melepas kepergian Sean. Dan Sean berjanji akan segera kembali sebelum hari pernikahannya.
__ADS_1
"Grace aku janji akan kembali sebelum pernikahan kita." ucap Sean.
"Kau tahu kan pekerjaanmu berbahaya." ucap Grace.
"Aku tahu, tapi ini darurat. Kumohon." ucap Sean.
"Baiklah Sean, jika kau tak kembali jangan harap aku masih menerimamu." ancam Grace.
"Ya.. aku janji akan segera kembali Grace." ucap Sean.
"Ya pergilah, dan kau juga harus kembali dengan selamat." ucap Grace.
"Ya aku berjanji.." ucap Sean.
Akhirnya Sean pun pergi menjalankan misinya. Dan hari-hari pun berlalu begitu cepat. Hingga menjelang hari pernikahan Sean pun belum juga kembali. Leon pun cemas karena Theo juga selalu menekannya mengingat semua persiapan mereka yg sudah mencapai 100%. Jika gagal, maka keduanya akan menanggung malu.
Leon pun mengirim bantuan untuk Sean. Dirinya ingin putranya segera pulang karena sudah semakin dekat dengan acara pernikahannya. Leon juga sudah bersiap menanggung malu dan penyesalan jika sampai putranya tak kembali juga dari misinya. Leon pun menyesal karena mengirim putranya bukan tim lain.
Hingga malam menjelang pernikahannya, Grace pun cemas karena Sean belum juga ada kabarnya. Dirinya bahkan sampai tak bisa tidur, memikirkan bagaimana jika acaranya batal besok.
☘☘☘
Dan tepat pada tengah malam, sebuah pesawat jet milik SHIELD pun mendarat di pangkalan SHIELD. Pesawat yg membawa Sean dan timnya kembali dengan selamat. Leon pun sampai berlari untuk memastikan putranya kembali dengan selamat. Dan benar saja Sean pun kembali dengan selamat walaupun ditubuhnya ada sejumlah luka.
Leon pun menghampirinya dan memeluknya dihadapan tim alfa yg membuat mereka bingung. Hingga membuat terbongkarnya identitas Sean sebagai putra dari Leon yg membuat mereka terkejut.
"Bocah bodoh, kau hampir membuatku berlutut pada temanku." ucap Leon.
"Maaf dad.. " ucap Sean.
"Baik tuan." ucap mereka.
Sean pun dibawa ke pusat medis untuk diobati. Saudara angkatnya Aira pun ikut cemas dengan kondisinya yg belum juga pulang menjelang pernikahannya.
Tak lupa, Sean pun mengabari Grace dan Leon mengabari Theo kalau Sean sudah kembali. Berita tersebut pun sampai pada dini hari, membuat Grace dan keluarganya lega. Semuanya pun sudah cemas akan pernikahan Grace yg terancam batal jika Sean tak kembali.
Keesokannya Grace dan Sean pun resmi menikah. Keduanya pun mendapatkan banyak ucapan selamat. Kedua keluarga juga bahagia dengan pernikahan ini, walaupun sempat ada ketegangan karena Sean pulang di menit-menit terakhir.
Acara pernikahan mereka juga berlangsung dengan aman dan tertib. Rencana Sean pun berjalan dengan baik dan juga efektif. Semua penjagaan pun membuat suasana menjadi kondusif dan terkendali hingga acara berakhir.
Grace dan Sean pun akan menginap di hotel yg sudah dipersiapkan. Sebuah ruangan mewah yg ditata agar terlihat romantis pun terlihat dengan jelas.
"Kamar yg bagus." ucap Sean.
"Apa kau terluka saat misi kemarin?" tanya Grace.
"Hanya luka kecil." ucap Sean.
"Kalau begitu, buka bajumu.." pinta Grace.
"Grace kau ternyata sangat agresif.. apakah kita akan langsung mulai?" tanya Sean dengan tatapan nakalnya.
"Oh Tuhan, ternyata kau itu me**um juga." ucap Grace.
"Karena kau yg memintanya aku akan membukanya dengan senang hati." ucap Sean membuka kemejanya.
"Apa-apaan ini Sean?" tanya Grace melihat semua luka ditubuhnya.
__ADS_1
"Hanya luka ringan Grace, tak perlu dicemaskan." ucap Sean.
"Ck.. yasudah aku mau mandi." ucap Grace.
"Aku ikut." ucap Sean.
"Tidak.. aku mau mandi sendiri." ucap Grace.
"Baiklah.. tapi jangan tidur lebih dulu." ucap Sean.
Grace pun akhirnya masuk ke kamar mandi dan mandi. Dirinya tak habis pikir dengan semua luka memar di tubuh Sean, pria itu masih tampak baik-baik saja. Padahal Grace yakin pasti tubuhnya rasanya sakit sekali.
Setelah itu, mereka pun mandi bergantian. Dan saat Sean keluar, Grace sudah tertidur. Sean pun memilih ikut tidur disamping istrinya dan memeluknya. Padahal dirinya sudah menunggu momen ini, tapi ia tak boleh egois.
Pagi harinya Grace pun terbangun dengan lengan Sean yg ada di pingganggnya. Lalu ia mengangkat lengan tersebut berusaha untuk bangun.
"Ck.. berat tahu." ucap Grace.
"Itu hukuman karena sudah tidur lebih dulu tadi malam." ucap Sean.
"Lagipula dengan tubuh penuh memar begitu memangnya tak sakit?" tanya Grace.
"Tidak, aku sudah terbiasa." ucap Sean.
"Sembuhkan dulu lukamu." ucap Grace.
"Kau meremehkanku.?" tanya Sean.
"Tidak.. bukan begitu." ucap Grace.
"Bagaimana jika kita coba pagi ini." ucap Sean.
"Aku belum siap." ucap Grace.
"Kau harus siap.." ucap Sean mendekati Grace.
"Tidak.. Sean.. hentikan." ucap Grace.
Hingga akhirnya pertahanan Grace pun dilumpuhkan oleh Sean. Dan pagi mereka berakhir dengan olahraga yg menguras keringat mereka.
"Dasar.. penuh luka saja kau begini.." gerutu Grace.
"Haha.. sayang.. maafkan aku.. habisnya aku masih normal." ucap Sean.
Begitulah akhirnya Grace dan Sean pun menjadi pasangan suami istri yg selalu romantis. Dan Sean kini menggantikan posisi ayahnya dan jarang berpergian menjalani misi. Kehidupan mereka pun berakhir bahagia.
TAMAT.
☘☘☘☘
Hallo pembaca semua..🤗🤗
Terimakasih sudah membaca novel author sampai sekarang. Makasih buat dukungan dan komentarnya yg membantu author untuk terus berkembang.
Sedikit cerita, sejujurnya harusnya novel ini sudah tamat pas pertengahan bulan Oktober, tapi kondisi tangan Author lagi bermasalah dan gak memungkinkan untuk up 3 episode per hari. Author harus istirahat dan yg terpenting tetap up setiap harinya.
Tapi Author lega bisa menyelesaikan novel ini. Dan author sangat berterimakasih atas dukungan kalian semua. Dan sampai jumpa lagi di novel Author selanjutnya.🤗🤗🤗 Love u all♥️
__ADS_1