Affair With Me??

Affair With Me??
EP.181 S2 : Alasanku mendekat


__ADS_3

Samuel dan Sean pun berbincang, lalu Sean meminta Celine menjauh agar dirinya bisa bebas bercerita tentang misi mereka. Dan Celine pun mengalah karena ini kesempatannya untuk mendapatkan hati Sean. Celine pun berjalan-jalan dan melihat Grace sedang melihat lukisan Nathan.


"Kasihan sekali ya gadis malang ini." ucap Celine.


"Lebih kasihan lagi kalau sudah jelas tidak suka tapi memaksa." ucap Grace membalas.


"Cih, lihat dirimu.. sekarang Sean yg bersamaku." ucap Celine.


"Memang benar.. tapi kenapa sekarang kau sendirian?" tanya Grace.


"Karena dia sedang berbicara dengan rekan kerjanya." ucap Celine.


"Yah, kalau kulihat-lihat bahkan Sean lebih memilih rekan kerjanya daripada bersama dirimu. Padahal ini kan diluar pekerjaan." ejak Grace.


"Cih kau itu tahu apa..?" tanya Celine.


"Tak tahu apa-apa, hanya bisa melihat." ucap Grace.


"Kalau tak tahu apa-apa lebih baik diam." ucap Celine.


"Kalau ingin aku diam, kenapa mengajakku bicara.." ucap Grace tersenyum.


Celine pun seketika diam dan tak bisa berkata-kata lagi. Dirinya sudah menantang orang yg salah bahkan dirinya kalah dalam berdebat dengan Grace.


"Nikmatilah, lukisan kakakku dengan tenang karena aku akan pergi." ucap Grace meninggalkannya.


"Ckk.. gadis menyebalkan.!" gerutu Celine.


Grace pun tersenyum puas melihat Celine tak mampu membalas ucapannya. Terlebih keluarganya adalah tuan rumah acara ini, pasti Celine takkan berani macam-macam.


Belum cukup Grace bertemu Celine yg menyebalkan kini Jefry muncul dihadapannya. Dengan tatapan memelas dirinya pun mendekati Grace.


"Ada apa senior?" tanya Grace.


"Mau kutemani melihat-lihat?" tanya Jefry.


"Tidak perlu, lagi pula kita sedang tidak bernostalgia." ucap Grace.


"Grace bisakah kita bicara?" tanya Jefry.


"Memangnya sekarang kita sedang apa?" balas Grace.


"Maksudku, ada yg ingin aku katakan." ucap Jefry.


"Silahkan." ucap Grace.


"Bisakah di tempat lain?" tanya Jefry.


"Tidak bisa aku terlalu malas." ucap Grace.


"Maafkan aku Grace." ucap Jefry.


"Mau berapa kali pun senior meminta maaf takkan merubah keadaan." ucap Grace.


"Aku menyesal.. tak adakah kesempatan untukku?" tanya Jefry.


"Kesempatan seperti kembali menyakitiku?" tanya Grace.


"Grace, jika kau memberikan satu kesempatan terakhir, kita akan langsung menikah." ucap Jefry.


"Hhh.. senior pikirkan baik-baik ucapanku. Apa kau akan kembali pada Angel jika dia mangajakmu rujuk?" tanya Grace.


"Tentu saja tidak akan, dia sudah menipuku." ucap Jefry.


"Aku juga begitu padamu.. Aku takkan pernah kembali padamu yg sudah menipuku." ucap Grace.


"Grace kumohon maafkan aku.." ucap Jefry berlutut membuat semua tamu undangan memerhatikan.

__ADS_1


"Senior ini bukan lebaran jadi jangan berlebihan." ucap Grace mulai merasa kesal dan malu.


"Ckck.. kau ini ingin membuat malu keluargaku??" tanya Samuel datang.


"Kak Sam.." ucap Grace.


"Jika seorang wanita sudah menolakmu, perlukah kau membuatnya malu dihadapan banyak orang?" tanya Samuel.


"Lebih baik kau diam, kau itu hanya sepupu." ucap Jefry.


"Jika kau ada waktu bagaimana jika kita selesaikan diluar?" tanya Samuel.


"Ckk.. aku sibuk." ucap Jefry bangkit dan pergi setelah orang-orang menatapnya.


"Lihatlah Grace, dia bahkan tak berani melawanku." ucap Samuel.


"Terimakasih kak, jika kakak tak datang mungkin aku bisa menghajarnya." ucap Grace.


"Oke tak masalah, ayo kita masuk kembali." ucap Samuel.


Sementara Samuel dan Grace masuk, Nicho pun memerhatikan gerak-gerik Jefry. Dan saat Jefry sendirian, Nicho pun menghampirinya. Dengan tatapan kesal Nicho menatap mantan sahabatnya yg sudah menyakiti adik kesayangannya.


"Sudah kukatakan untuk menjauh dari adikku kan?" tanya Nicho.


"Kami masih saling mencintai." ucap Jefry dengan percaya diri.


Saat itu juga amarah Nicho tak tertahan lagi dan langsung memukul Jefry. Apalagi situasi sedang sepi dan Jefry membuatnya begitu jengah dengan tingkahnya yg mengabaikan peringatannya.


Bughh..


"Dengar ya.. aku menyesal memperbolehkanmu mendekati Grace.. sekarang pergi kau dari sini jika ingin selamat.!" ancam Nicho.


Jefry pun pergi dari acara tersebut. Dirinya sudah tak mampu berkata-kata lagi. Apalagi dirinya takkan mampu menghadapi Nicho. Penyesalan pun hadir saat dirinya sudah terpuruk, dan kata "Seandainya.." pun selalu terlintas di pikirannya.


Nicho pun kembali masuk ke dalam, dan menemani Selena. Dirinya juga memastikan Samuel menjaga Grace dengan baik.


☘☘☘


Samuel juga melihat Grace begitu kesal dan tak mengakui kalau dirinya mengenal Sean.


"Jadi apa rencanamu?" tanya Samuel.


"Ingin lepas dari wanita itu." ucap Sean.


"Mudah saja, kau bicara dengan orangtuanya kalau kau punya kekasih." ucap Samuel.


"Tapi memangnya Grace takkan marah?" tanya Sean.


"Kalau kau blak-blakan bilang siapa kekasihmu pasti Grace marah." ucap Samuel.


"Jadi?" tanya Sean.


"Come on Sean, kau ahli strategi tapi urusan cinta kau payah sekali." sindir Samuel.


"Lalu aku harus apa?" tanya Sean.


"Kau katakan yg sejujurnya pada orang tua wanita yg menyebalkan itu, lalu katakan isi hatimu pada Grace. Selesai." ucap Samuel.


"Tapi kalau Grace menolak?" tanya Sean.


"Itu masalahmu.." ucap Samuel tersenyum.


"Ck.. baiklah aku akan mencobanya." ucap Sean.


Sean pun mendekati orangtua Celine dan berkata yg sejujurnya. Sean berkata kalau dirinya sedang mendekati wanita yg ia sukai, tapi Celine selalu mengganggunya. Terlebih Sean hanya menganggap Celine sebagai anak dari rekan bisnis orangtuanya.


Mereka pun bisa mengerti, apalagi mereka tahu siapa keluarga Sean. Mereka jelas takkan berani melawan ataupum marah walaupun kesal. Hingga akhirnya kedua orangtua Celine meminta Celine untuk berhenti mendekati Sean. Mereka juga langsung mengajak Celine pulang dan hal tersebut membuat Celine kecewa.

__ADS_1


Sementara Sean, mendekati Grace dengan bantuan Samuel.


"Grace ada yg ingin bicara denganmu,.." ucap Samuel lalu Sean pun muncul.


"Tidak mau." ucap Grace.


"Kau bukan anak kecil lagi jadi selesaikan masalahmu dengannya." ucap Samuel.


"Baiklah kak." ucap Grace.


Samuel pun pergi dan Grace menatap Sean dengan intens.


"Ada yg ingin kubicarakan Grace." ucap Sean.


"Aku sudah tahu.." ucap Grace.


Sean pun menghela nafas mendengar kata-kata Grace yg begitu jutek kepadanya.


"Maaf soal Celine." ucap Sean.


"Itu urusanmu, kenapa meminta maaf?? memangnya aku kekasihmu?" tanya Grace.


"Baiklah, kalau begitu sekarang kau kekasihku." ucap Sean.


"Kau sudah gila?? mana ada menyatakan perasaan seperti itu." ucap Grace.


"Memangnya harus seperti apa?" tanya Sean.


"Kau itu sedang bicara pada wanita, bukan menyergap musuh. Mana bisa kau langsung memutuskan sepihak begitu." ucap Grace.


"Jadi kau mau atau tidak?" tanya Sean.


"Kau memaksa?" tanya Grace kesal.


"Tidak." ucap Sean.


"Aku butuh sebuah alasan.." ucap Grace.


"Alasan?" tanya Sean.


"Ya, alasan aku harus jadi kekasihmu." ucap Grace.


"Apalagi kalau bukan karena aku menyukaimu." ucap Sean.


"Sean, kau itu sedang mengungkapkan isi hati bukan bernegosiasi." ucap Grace.


"Aku bukan pria yg romantis, aku lebih suka berterus terang apa adanya." ucap Sean.


"Aku akan memikirkannya.. apalagi melihat caramu yg menyebalkan." ucap Grace pergi meninggalkan Sean.


"Tunggu.." ucap Sean.


Plokk..plokk..plokk..


"Sam.. bagaimana?" tanya Sean.


"Kau berhasil membuat Grace kesal." ucap Samuel.


"Apa salahku?" tanya Sean.


"Pertama, kau harus menyatakan isi hatimu lalu mengajaknya berkencan, kedua kau harus bertanya baik-baik apakah Grace setuju atau tidak, ketiga kenapa kau tak memberinya ruang untuk berpikir?.. dan keempat, kenapa kau tak peka sekali?? memangnya sudah berapa kali kau berkencan?" tanya Samuel.


"Tidak pernah sekalipun." ucap Sean.


"Bagus.. kau memang luar biasa." ucap Samuel meninggalkan Sean.


"Hei jelaskan padaku." ucap Sean.

__ADS_1


"Minta maaf pada Grace.. Ingat beri dia ruang beberapa hari untuk berfikir." ucap Samuel.


Sean pun terdiam, kenapa begitu sulit berkencan dengan seorang wanita. Namun, perkataan Samuel ada benarnya, Sean terbiasa bernegosiasi dan menyergap musuh hingga musuhnya tak bisa menolaknya. Dan kini, dirinya menatap ponselnya sambil memikirkan kata-kata yg tepat untuk meminta maaf pada Grace.


__ADS_2