
Meskipun sudah diabaikan Jefry pun tak menyerah untuk terus mendekati Grace. Hingga Nicho mengijinkannya mendekati Grace tapi tentu saja dengan pangawasan Nicho. Jefry pun semakin menyukai Grace setiap harinya karena Grace wanita yg sangat mandiri.
Grace yg tahu sedang didekati pun tetang tak bergeming dan melakukan kegiatannya seperti biasanya. Hingga suatu hari, saat Grace sedang berjalan menuju ke sebuah pusat perbelanjaan dirinya pun dihadang oleh dua orang preman.
"Nona cepat berikan barang berhargamu.!!" ancam preman tersebut.
Grace pun dengan tenang membuka tasnya tapi bukan mengeluarkan barang melainkan mengeluarkan semprotan merica. Segera ia semprotkan cairan merica pedas itu ke mata mereka dan mereka pun berteriak.
Bughh..Bughh..Bughh..
Grace pun memukul mereka beberapa kali hingga tumbang dan langsung menelpon polisi. Beberapa orang disrkitar pun membantunya mengamankan preman tersebut sebelum polisi datang.
Tiba-tiba Jefry datang dan ingin menyelamatkan Grace.
"Grace, kau tak apa?" tanya Jefry.
"Tidak, aku baik-baik saja.." ucap Grace.
"Syukurlah." ucap Jefry.
"Senior, ada keperluan apa kemari?" tanya Grace.
"Aku habis rapat dengan klien." ucap Jefry.
"Oh begitu." ucap Grace lalu santai menunggu sampai polisi datang.
Jefry pun lagi-lagi disambut oleh sikap dingin Grace. Sepertinya akan sulit menjalin hubungan dengannya jika ia terus dingin begini. Jefry pun bertanya-tanya lebih lanjut agar pertemuan mereka tak berakhir.
"Grace kau sedang mencari apa disini?" tanya Jefry.
"Aku ada urusan dengan seseorang." ucap Grace.
"Oh begitu, aku akan menemanimu sampai polisi tiba." ucap Jefry.
"Terimakasih senior. Tapi tenang saja karena polisi sudah tiba." ucap Grace mendengar bunyi sirine polisi.
Polisi pun menanyai Grace sebagai korban dan menangkap para preman yg meresahkan warga terutama pedagang sekitar dan juga pengunjung mall.
"Senior, aku harus pergi menemui seseorang.. aku permisi. " ucap Grace pamit.
"Oke." balas Jefry. "Dingin sekali sikapnya." gumam Jefry dalam hati.
__ADS_1
Lalu ia melihat para preman yg terlihat kesakitan dan sedikit babak belur. Jefry pun paham kini mengapa Nicho dan Nathan tak memberikan pengawalan ketat pada Grace.
Grace pun masuk ke mall tersebut dan menuju ke sebuah cafe. Disana ia menemui seseorang dan berbicara sejenak. Ternyata Grace sedang mengikuti wawancara kerja di sebuah perusahaan. Dan ia lolos di tahap akhir, ia pun diwawacarai sendiri oleh calon atasannya.
Mereka memilih cafe karena ruangan kantor sedang direnovasi. Tapi Grace beruntung dirinya diterima di perusahaan tersebut. Meski gajinya kecil karena dia belum lulus kuliah, tapi ia tetap mengambil pekerjaan tersebut untuk menambah pengalaman.
Grace juga belum memberitahukannya pada keluarganya. Hingga pada malam hari setelah makan malam, barulah Grace memberitahukannya pada Sheira dan Theo.
Kedua orangtuanya pun terkejut bukan main. Mereka tak mengira kalau Grace akan melamar kerja di perusahaan lain.
"Grace, mom dan dad punya perusahaan kenapa kau melamar di tempat lain?" tanya Theo.
"Dad, aku hanya sedang mencari pengalaman." ucap Grace.
"Astaga.. anak ini benar-benar." ucap Theo.
"Biarkan saja dad, agar dia tahu bagaimana bekerja diluar sana." ucap Nathan.
"Kakak benar, kalau aku bekerja dengan orang lain pasti akan berbeda perlakuannya dengan bekerja dengan dad." ucap Grace.
"Ucapan Grace ada benarnya, bukankah selama ini kita selalu melindunginya? jadi biarlah Grace bekerja tapi dengan satu syarat kalau ia harus siap kembali ke perusahaan keluarga saat dibutuhkan." ucap Nicho.
"Baiklah, kau ingat kata-kata Nicho Grace.. " ucap Theo.
Akhirnya Theo pun mengijinkan Grace untuk bekerja di perusahaan orang lain. Lalu Nicho dan Nathan pun mencaritahu perusahaan tersebut apakah perusahaan tersebut bermasalah atau tidak. Setelah dicek, perusahaannya cukup bagus walau bukan perusahaan kecil.
Nicho pun memberitahukan dadnya kalau perusahaan tempat Grace bekerja baik-baik saja. Dan Nathan juga sudah memastikannya.
☘☘☘
Hari pertama Grace pun dimulai, ia sudah bersiap dengan pakaian rapi sebelum ke kantor. Momnya yg melihatnya pun tersenyum, Grace cocok dengan pakaian tersebut.
"Bagaimana mom?" tanya Grace.
"Sangat cocok untukmu." ucap Sheira.
"Terimakasih mom.." ucap Grace.
"Sudah ayo kita sarapan dulu. " ucap Sheira.
Kemudian Grace pun sarapan bersama yg lainnya. Semuanya pun tampak senang karena Grace mulai bekerja dan tak ada yg menghalanginya. Namun, begitu Grace pergi ke kantornya, diam-diam Theo mengirim anak buahnya untuk mengikuti putrinya ke kantor. Dan Nicho melacak GPS yg sudah ia tanamkan di mobilnya. Serta Nathan yg juga melakukan hal serupa dengan melacak posisi Grace melalui jam tangan pemberiannya.
__ADS_1
Grace pun tak tahu apa-apa dan berangkat kerja dengan semangat. Dirinya bahagia karena dibebaskan untuk bekerja di perusahaan lain. Dengan begitu ia takkan memiliki beban dalam bekerja.
Hari pertamanya pun dilalui dengan baik. Tak ada yg buruk dan semua memperlakukannya dengan baik. Namun, lagi-lagi Jefry tahu Grace bekerja di kantornya. Dan pastinya ini informasi dari Nicho. Mau tak mau Grace pun menerima makan siang kiriman dari Jefry.
"Dia gigih sekali." gumam Grace dalam hati.
Grace pun pulang ke rumahnya tepat waktu karena ia juga harus kuliah di malam hari. Ia tak sempat menanyakan pada Nicho darimana Jefry tahu dia bekerja dikantornya sekarang. Kini ia harus menjalani hidupnya yg terasa sangat panjang karena harus bekerja juga.
Sepulang kuliah, Grace pun baru bisa mengintrogasi Nicho.
"Kak bagaimana Jefry tahu aku bekerja?" tanya Grace.
"Apa dia tahu kau bekerja? tapi aku bersumpah tak memberitahunya." ucap Nicho.
"Lalu bagaimana dia tahu? dia sampai mengirimiku makan siang." ucap Grace.
"Nath.. kau memberitahu Jefry kalau Grace sudah bekerja?" tanya Nicho saat Nathan melewati mereka.
"Mana mungkin, Jefry kan temanmu." ucap Nathan.
"Berarti dia stalker, sejak kapan dia mulai mengikutiku?" gumam Grace.
"Jika kau mulai terganggu aku akan menghajarnya." ucap Nicho.
"Aku juga akan turun tangan jika dia mulai membuatmu tak nyaman." ucap Nathan.
"Untuk saat ini biarkan saja, aku akan mengatasinya sendiri kak." ucap Grace.
"Baiklah.. kabari aku selalu gerak-geriknya." ucap Nicho.
"Pasti akan kuberitahu." ucap Grace.
Perjuangan Jefry mendekati Grace secara terang-terangan pun di tegur oleh Nicho. Ia bahkan hampir memukul temannya itu jika Nathan tak menahannya.
"Awas kau jika membuat Grace tak nyaman.!" ancam Nicho.
"Baiklah.. maafkan aku." ucap Jefry.
"Sudah Nick.." ucap Nathan menarik Nicho.
Tapi hal tersebut tak membuat Jefry putus asa, dirinya akan terus mendekati Grace sampai ia diterima. Jefry pun sudah meminta beberapa mata-matanya di perusahaan tempat Grace bekerja untuk melaporkan segalanya yg berkaitan dengan Grace.
__ADS_1
"Grace, aku tak perduli sedingin apapun sikapmu padaku, atau semarah apapun Nathan dan Nicho padaku." gumam Jefry dalam hati.