Affair With Me??

Affair With Me??
EP.89 Setelah Pertunangan


__ADS_3

Setelah pertunangan baik Sheira maupun Theo sama-sama sibuk. Mereka akan bertemu saat mengerjakan project F. Selebihnya mereka jarang bertemu dan sudah sibuk dengan bisnis masing-masing. Keduanya bukan hanya mewarisi perusahaan keluarga masing-masing, tapi juga memiliki perusahaan rintisannya masing-masing.


Viola yg melihatnya pun prihatin karena keduanya terlalu sibuk bekerja.


"Pantas saja hubungan mereka berjalan lamban." gumam Viola dalam hati.


Viola pun memiliki ide untuk menyuruh mereka berdua berkunjung ke salah satu villa miliknya di Bali. Viola ingin keduanya lebih rileks yg menghabiskan waktu berdua. Keduanya pun menurutinya sesuai jadwal yg sudah disusun oleh Viola.


Keduanya berangkat pada sore hari sepulang bekerja. Dan naik pesawat menuju ke Bali. Saat tiba, mereka juga dijemput oleh orang suruhan Viola dan diantarkan menuju ke Villa pribadinya.


Malam itupun mereka menginap di Villa tersebut, dan nampak Viola puas rencananya berjalan. Kini ia tinggal bersantai memantau keduanya yg sedang liburan dan rehat dari aktivitas pekerjaan yg tiada habisnya.


"Sepertinya mom ingin kita berlibur." ucap Theo.


"Kau benar, besok kita harus jalan-jalan." ucap Sheira.


"Ya.. lakukan sepuasnya sebelum kembali." ucap Theo.


Lalu keduanya masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.


Keesokannya, Theo terbangun dengan aroma wangi makanan. Ia pun keluar dan melihat Sheira tengah memasak sarapan pagi mereka.


"Kau memasak untuk sarapan pagi? kelihatannya baunya lezat." ucap Theo.


"Iya.. duduklah, nanti kita makan bersama." ucap Sheira yg sedang menyajikannya.


Setelah itu, mereka sarapan pagi berdua. Mereka seperti pasangan pengantin baru yg tinggal bersama. Tapi mereka tahu batasan dan aturan, hingga keduanya bisa menahan diri.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sarapan, mereka berencana untuk berjalan-jalan di pantai. Mereka ingin menikmati udara pantai, dan benar-benar menghabiskan waktu liburan mereka.


Mereka berdua berjalan dan bergandengan tangan menyusuri pantai. Lalu berhenti dan duduk di tepi pantai menikmati pemandangan indah tersebut. Berbicara santai dan menikmati es kelapa muda yg segar, ditambah pembicaraan yg seru membuat mereka lupa waktu.


Di sudut lain ada Aryo, yg juga tengah berlibur menghilangkan penatnya bekerja dan semua kegilaan yg ia lakukan sebelumnya. Ia berharap dengan berlibur otaknya bisa kembali normal. Tapi bukannya membaik, ia justru melihat pasangan Theo dan Sheira di pantai. Aryo sampai mengucek matanya karena takut berhalusinasi.


Tapi apa yg dilihatnya adalah nyata. Dan ia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut. Tak terasa air mata jatuh, dan ia sudah berada di titik terendah dan penyesalan terdalam. Ia sudah membuang permata demi berlian palsu yg bahkan tak ada harganya.


Aryo yg tak mau kembali menggila karena melihat Sheira dengan Theo pun memilih kembali ke hotelnya dan akan secepatnya kembali ke Jakarta. Ia tak mau berurusan dengan polisi dan sebagainya, sudah cukup masalah yg ia timbulkan beberapa hari terakhir.


Aryo bersikap begitu karena ia mendapat teguran dari kantornya saat ia dilaporkan ke polisi. Jika ia sampai masuk penjara, maka perusahaan akan memecatnya karena dianggap merusak citra perusahaan. Hal itu adalah upaya Doni untuk menyadarkan Aryo, mengingat kinerja Aryo cukup bagus di cabang perusahaan Theo.


Dan di sisi lain, ada Pinkan yg tahu Theo pergi ke Bali dan berencana menyusulnya. Tapi Doni menipunya dengan bilang kalau Theo pergi ke Singapura untuk urusan pekerjaan, dan Pinkan mendapat kabar kalau Theo dan Sheira berada di Bali di hari terakhir mereka berlibur.


Sheira dan Theo pun menikmati liburan mereka di Bali. Viola sampai menyewakan kapal untuk mereka memancing dilaut.


"Benarkah? wow." ucap Sheira.


"Kau tak mabuk laut kan?" tanya Theo.


"Tidak.. ayo kita manfaatkan di sisa hari terakhir kita liburan ini." ucap Sheira.


Keduanya pun naik kapal dan kapal pun berhenti di tengah laut. Mereka memancing ikan disana, dan keduanya nampak menikmatinya. Bukannya Theo yg mengajari Sheira tapi justru Sheira yg mendapat banyak ikan hari ini.


"Apa ini keberuntunganku?? aku dapat lagi." ucap Sheira.


"Wah.. nampaknya aku memang kurang beruntung." ucap Theo melihat Sheira yg beberapa kali dapat ikan sementara dirinya hanya dapat 1 ekor.

__ADS_1


"Sudahlah, kurasa segini sudah cukup." ucap Sheira.


"Oke.. kau mau memasaknya langsung?" tanya Theo.


"Ya.. bukankah ikan yg baru ditangkap itu rasanya lebih enak.?" tanya Sheira.


"Ide bagus, padahal aku tak ingin merepotkanmu.. ini kan liburan kita." ucap Theo.


"Tak apa, makan masakan sendiri jauh lebih sehat." ucap Sheira.


Sheira pun mengolah ikan-ikan tersebut dibantu oleh Theo. Keduanya nampak kompak dan tertawa akan hal-hal konyol yg terjadi. Kebahagiaan sederhana yg mereka dapatkan dari hal-hal kecil membuat liburan mereka berwarna.


Sheira memasak ikan tersebut menjadi beberapa masakan sederhana sesuai bumbu yg ada dikapal tersebut. Aroma sedap masakan pun mulai tercium membuat keduanya menjadi lapar setelah seharian memancing. Setelah matang mereka berdua menyantap masakan tersebut, mereka juga membaginya para kru kapal tersebut.


Trip yg sangat menyenangkan di hari terakhir mereka berlibur. Sheira yg baru tahu rasa menegangkan dan menyenangkannya memancing ikan di laut serta langsung memasaknya dan menikmatinya. Liburan ini pun menjadi tak terlupakan oleh keduanya karena begitu tiba di Jakarta, hanya akan ada pekerjaan menanti mereka.


Setelah kembali ke hotel mereka beristirahat dan merapikan barang bawaan mereka. Mereka juga tidur lebih awal agar besoknya bisa bangun pagi. Sesuai jadwal penerbangan yg mereka dapat, pagi ini mereka terbang menuju ke Jakarta. Doni pun sudah menyiapkan segalanya bagi Theo dan Sheira.


Jika Theo dan Sheira pulang ke Jakarta, maka Pinkan pergi ke Bali dengan tujuan menyusul Theo. Ia sudah menyiapkan banyak pakaian pantai yg sexy sampai bikini. Angan-angannya memperlihatkan tubuh indahnya walaupun sudah punya anak pun terus terbanyang dalam benaknya.


Dan Pinkan takkan menyia-nyiakan momen berharga itu. Ia sudah memboking hotel mahal yg menghabiskan sebulan gajinya bekerja. Dan begitu tiba disana, ia pun langsung menuju ke hotel dengan menaiki taksi. Ia merapikan barang bawaannya, dan memakai pakaian pantai yg mini dan terbuka.


Setelah tahu lokasi Theo menginap ia pun menuju ke villa tersebut. Nampak villa itu kosong, bagaimana tidak?? karena Theo dan Sheira sudah kembali ke Jakarta pagi ini.


Karena penasaran, Pinkan pun bertanya pada penjaga villa tersebut. Dan penjaga berkata kalau villa tersebut hari ini dikosongkan karena tamu yg menginap sudah pergi. Mendengar perkataan penjaga villa tersebut, seperti tersambar petir Pinkan pun terdiam. Ia sudah merekayasa libuarannya dengan berpura-pura sakit, menghabiskan uang gajinya satu bulan demi liburan di Bali selama beberapa hari, kini ia mendapati fakta bahwa Theo sudah pergi pagi ini.


Pinkan pun lemas dan pulang menuju ke hotelnya. Ia pun memilih istirahat di kamarnya. Karena sudah terlanjur memesan ini dan itu, Pinkan terpaksa menikmatinya sendiri walau ia merasa kesal terlambat datang menemui Theo.

__ADS_1


"Theo.. kenapa kau begitu sulit didekati??" gumam Pinkan dalam hati.


__ADS_2