Affair With Me??

Affair With Me??
EP.142 : Karir atau Cinta??


__ADS_3

Beberapa tahun pun berlalu, Nathan dan Nicho sudah lulus dari universitas mereka. Mereka berhasil lulus dalam waktu 3 tahun dan mendapatkan nilai yg bagus. Hingga Nathan hanya memiliki waktu 2 tahun untuk berkarir.


Nathan pun berusaha keras bekerja dan kuliah di luar negeri. Ia mengikuti banyak kompetisi dan memenangkannya. Ia juga mengikuti banyak pameran dan lukisannya laku dengan harga fantastis. Nathan pun mengumpulkan banyak uang untuk membuka galery nya sendiri di Indonesia.


Sementara Nicho, ia sudah mulai bekerja dengan ayahnya sejak kuliah. Ia belajar dan bekerja di waktu yg bersamaan karena momnya sudah mendekati waktunya pensiun. Theo pun mempersiapkan Nicho untuk mengurus perusahaannya. Nicho pun benar-benar memulainya dari bawah dan bersusah payah kuliah sambil bekerja.


Theo pun tak kenal ampun pada Nicho dan memberinya banyak pekerjaan yg bisa ia pelajari. Ia ingin Nicho siap memegang perusahaannya, hingga saat Nathan kembali, dirinya akan bergantian mengajari Nathan dari nol.


Sementara Grace dirinya baru saja masuk ke SMA yg sama dengan Nathan dan Nicho. Dirinya pun belajar dengan giat agar bisa lulus dan mendapatkan unversitas yg sesuai dengan keinginannya. Yang pastinya Grace akan memilih bisnis karena ia juga punya tanggungjawab mengurus bisnis keluarganya.


Di sisi lain Grace pun semakin mendalami ilmu beladiri. Ia mempelajari beberapa ilmu bela diri untuk pertahanan dirinya dan ia merasa senang bisa melakukannya. Ia sadar Nicho semenjak kuliah semakin sibuk apalagi dadnya menyuruhnya bekerja di kantornya. Grace pun tak bisa lagi meminta bantuannya karena ia melihat kakaknya begitu lelah saat tiba di rumah. Dan juga Nathan ada di negeri orang sedang berusaha meniti karir impiannya sejak kecil.


Tanpa sadar, Grace pun semakin mahir ilmu bela dirinya. Beberapa kali ia mengikuti kejuaraan dan mendapatkan juara. Dan sekolah pun sering mengirimnya ke beberapa turnamen antar sekolah.


Theo pun terkejut melihat perkembangan Grace tapi ia tak menghalanginya karena dengan begitu ia yakin Grace bisa menjaga dirinya. Begitu juga dengan Sheira yg mendukungnya sepenuh hati sebagai seorang ibu.


Walaupun kadang Grace mengalami cedera dan luka-luka, tapi ia akan kembali pulih dan menghindari hal-hal beresiko.


Tahun-tahun pun berlalu dan kini Grace lulus dari SMA nya. Nathan pun pulang ke Indonesia sesuai janjinya dan menghadiri kelulusan Grace. Grace pun bahagia melihat kakaknya telah kembali setelah sekian tahun berada di negeri orang.


"Selamat Grace.." ucap Nathan memberi kejutan.


"Kakak.." ucap Grace memeluknya.


"Kejutanku bagus kan?" tanya Nicho.


"Iya.. sudah lama sekali kita tak berkumpul." ucap Grace.


"Dan hari ini karena kau sedang merayakan kelulusan bagaimana kalau kita makan bertiga." ucap Nathan.


"Nath, jangan lupakan kami." ucap Theo.


"Kau ini, tega sekali tak mengajak mom. " ucap Sheira.


"Baiklah, kita berlima.. dan aku traktir." ucap Nathan.


"Kita lihat bagaimana hasil kerja keras sang pelukis ini selama 5 tahun." ucap Theo.


"Aku akan memperlihatkannya pada kalian." ucap Nathan.


Nathan pun menyewa sebuah meja di resto mewah untuk merayakan kelulusan Grace dan memberikan sebuah jam tangan mewah. Dan Nicho memberi hadiah mobil untuk Grace. Sementara Theo dan Sheira bingung mau memberikan apa karena Nicho dan Nathan memberi hadiah besar pada Grace. Daripada bingung keduanya malah memberikan Grace set perhiasan untuk putrinya.

__ADS_1


"Kalian ini berlebihan, aku kan hanya lulus SMA." ucap Grace.


"Justru itu, aku memberimu jam tangan agar kau tak lupa waktu." ucap Nathan.


"Dan mobil agar kau tak bergantung pada sopir.." ucap Nicho.


"Lalu perhiasan ini mom.. Dad.?" tanya Grace.


"Kau simpan saja, siapa tahu butuh." ucap Sheira.


"Ba-baik." ucap Grace bingung.


"Yasudah karena kita sudah berkumpul mari kita dengan cerita Nathan.." ucap Theo.


Nathan pun bercerita kalau dirinya susah payah hidup di luar negeri. Ia juga mengikuti banyak kompetisi dan pameran. Beberapa lukisannya terjual dengan harga tinggi dan beberapa lagi ada yg bahkan tak laku. Nathan pun menceritakan perjuangannya hingga ia akan membuka galery di Indonesia sembari belajar bisnis.


Tak jauh beda dengan Nathan, Nicho pun membagi kisahnya dimana dadnya menyiksanya. Nathan pun merasa kasihan dan akan membantunya mengurus perusahaan dengan sungguh-sungguh.Tapi usaha keras Nicho tak sia-sia karena ia berhasil naik ke posisi sekarang dengan usahanya.


Semua karyawan di kantornya pun mengakui keberhasilannya dan usahanya selama ini. Nicho juga menjadi salah satu lulusan terbaik di universitasnya. Hal tersebut semakin membuat irang tuanya bangga.


Dan Grace ia juga akan mengikuti jejak Nicho untuk kuliah di tempat yg sama. Sementara Nathan, ia akan belajar bisnis perlahan dan mengambil kelas agar bisa diakui orang lain.


Malam itu mereka pun bahagia dengan semua kabar gembira tersebut. Mereka bisa berkumpul bersama dan saling bercerita tentang satu sama lain. Sheira senang sekaligus bangga pada putra putrinya, mereka mendapatkan semua yg mereka inginkan. Walaupun berbeda Nathan tetap menjalani keinginannya tapi tetap bisa membantu orangtuanya.


Hari pun berlalu dengan cepat, Nathan pun mulai membuka galery miliknya. Pada saat pembukaan banyak sekali tamu yg hadir. Dan keluarganya pun ikut hadir dalam acara tersebut. Grace pun membawakan bunga untuk Nathan begitu juga dengan Nicho yg memberinya hadiah dan ucapan selamat.


Grace bahkan sampai bolos kuliah hanya demi menghadiri acara Nathan bersama Nicho. Mereka berdua pun sudah janjian untuk datang bersama. Setelah mereka mengucapkan selamat pada Nathan, Nicho pun bertemu dengan klien bisnisnya dan bicara disana. Sementara Grace, ia memilih bersama Nathan menunggu kedua orang tuanya.


"Mom dan dad belum tiba ya?" tanya Nathan.


"Belum kak, katanya masih macet di jalan." ucap Grace.


"Oh.. yasudah.. kau disini saja jangan kemana-mana." ucap Grace.


"Tapi aku boleh keliling melihat-lihat kan?" tanya Grace.


"Ya tentu saja, tapi jangan tersesat ya.. " goda Nathan.


"Memangnya aku anak kecil." ucap Grace.


"Kak kekasihmu mana?" tanya Grace.

__ADS_1


"Kalau aku punya akan kukenalkan." ucap Nathan.


"Masa kakakku yg tampan dan sukses ini jomblo?" tanya Grace tak percaya.


"Kau ini, nanti aku kenalkan jika ada." ucap Nathan.


"Oke.." ucap Grace tersenyum.


Grace pun berpikir kedua kakaknya sama saja, mereka terlalu serius meniti karir sampai lupa jatuh cinta. Grace pun berkeliling gelery tersebut dan melihat-lihat hasil karya disana terutama karya kakaknya.


Grace pun tanpa sadar menabrak seorang pria di hadapannya.


Brak..


"Akh maafkan aku." ucap Grace.


"Oke.. " ucap pria tersebut.


"Anda baik-baik saja?" tanya Grace.


"Iya aku baik-baik saja." ucapnya.


"Baiklah sekali lagi maaf, silahkan anda nikmati galery ini lagi." ucap Grace.


Tak berapa lama Nicho pun datang dan menyapa pria tersebut.


"Halo Jefry.." ucap Nicho.


"Nicho." ucap Jefry.


"Kakak mengenal pria ini?" tanya Grace.


"Dia teman kuliahku. Kau mengenalnya Grace?" tanya Nicho.


"Aku menabraknya tadi." ucap Grace berbisik.


"Tak apa, dia orang yg baik.." ucap Nicho.


"Jadi ini adikmu?" tanya Jefry.


"Iya, namanya Grace." ucap Nicho.

__ADS_1


"Grace dia temanku namanya Jefry.


Grace pun berkenalan dengan Jefry yg merupakan teman kuliah Nicho. Lalu Grace yg tak mengerti pembicaraan mereka memilih pamit undur diri dan menikmati karya yg ada disana.


__ADS_2