
Pagi itu juga Daniel pergi menuju ke US. Perjalanan yg jauh membuatnya harus berangkat lebih awal agar bisa tiba lebih cepat. Dan Sheira bersama Theo mengantarnya sampai bandara.
"Sheira, jaga dirimu baik-baik.. nanti aku akan kembali setelah urusanku disana selesai.." ucap Daniel.
"Iya, kakak tenang saja aku bisa menjaga diri.." balas Sheira.
Daniel pun memeluknya sejenak kemudian ia berpamitan pada Theo.
"Theo, jaga adikku baik-baik.." ucap Daniel.
"Kau jangan khawatir.. aku akan menjaga dan mengabarimu.." ucap Theo.
"Aku pergi dulu bro.." ucap Daniel.
Hingga Daniel pun masuk ke dalam bandara, dan Sheira beserta Theo pulang. Sheira pun diantar Theo pulang ke apartemennya.
"Terimakasih Theo.." ucap Sheira.
"Ya.. jangan sungkan, Daniel adalah sahabatku jadi kau juga sama seperti adikku.." ucap Theo.
"Baiklah.." balas Sheira.
Mereka pun menuju ke apartemen, dan Sheira harus segera bersiap untuk bekerja begitu juga dengan Theo.
Saat tiba di lift, Theo pun mengucapkan sesuatu.
"Sheira, jika ada apa-apa langsung hubungi aku.." ucap Theo.
"Oke.." balas Sheira lalu keluar lift menuju ke unit apartemennya.
Sementara Theo, ia meminta Dony untuk menyiapkan pengawal yg akan menjaga Sheira dari jauh. Ia tak tahu apa yg akan terjadi jika ada orang jahat disekitar Sheira, karena ia akan berada seharian di kantornya.
"Dony, siapkan beberapa orang untuk mengawasi Sheira.." ucap Theo ditelepon.
"Baik tuan.." ucap Dony.
Sementara Sheira, ia langsung bersiap menuju ke bakery-nya. Ia mengunjungi beberapa bakery hari ini dan melihat perkembangannya. Ia juga harus melihat display dan juga menu-menu yg paling laku terjual di setiap bakery-nya.
Sheira pun mengendarai mobil baru miliknya, ia menuju ke salah satu bakery-nya dengan santai karena ia adalah pemiliknya.
Namun, ada kejadian tak terduga hari ini. Dimana Siti dan Pinkan mengunjungi bakery tersebut dan berbuat onar. Rasanya mereka tak terima karena Sheira baik-baik saja.
Pinkan pun memesan cake disana dan menikmatinya dengan ibu mertuanya. Mereka pun mulai berceloteh dan mencari perhatian pengunjung lainnya.
"Bu, kue ini sangat enak.." ucap Pinkan.
"Ya.. kau nikmati saja sepuasmu.. kau kan sedang hamil jadi kau harus bahagia.." ucap Siti.
"Iya sudah lama aku menginginkannya.." ucap Pinkan sembari memasukkan sesuatu ke kue tersebut.
"Ihh.. apa ini?? kok ada rambut?? pelayannn..!" ucap Pinkan.
__ADS_1
Semua pun terdiam karena disana tak ada pelayan.
"Kau kenapa diam saja?? lihat ada rambut di kue ini.." ucap Pinkan.
"Maaf nona, kami tidak memiliki pelayan disini.. semuanya hanya staf.." ucap salah seorang.
"Dan mengenai kue anda yg ada rambutnya, mohon maaf jika anda tak berkenan.. tapi semua yg staf dapur memakai topi khusus jadi takkan ada rambut yg masuk ke dalam kue.." jelasnya.
"Berani sekali kau mengelak padahal sudah jelas ada rambut di kueku.." ucap Pinkan.
"Maaf nona, tapi memang kami tidak pernah mendapat keluhan seperti ini selama ini.." ucapnya lagi.
"Aku tak mau tahu, aku ingin bertemu ownernya langsung. Karena ia tak becus mengurus bakery-nya." ucap Pinkan.
"Ada apa ini?" tanya Sheira.
"Maaf bu, ada keluhan.."
"Keluhan apa?" tanya Sheira.
"Ada rambut di kue pelanggan."
"Mana mungkin, semua kan sudah memakai topi khusus.." ucap Sheira.
"Aku juga sudah menjelaskannya.."
"Biar aku saja.." ucap Sheira mendekati Pinkan.
"Aku tak terima kuemu enak tapi ada rambutnya membuatku jijik.." ucap Pinkan.
"Oke.. tunggu sebentar.." ucap Sheira.
Sheira pun memanggil staf dapur dan menyuruh mereka keluar. Dan mereka yg kebingungan pun keluar dengan seragam full mereka.
"Ada apa bu?" tanya mereka.
"Diam saja, biar aku jelaskan.." ucap Sheira.
"Bisa anda lihat nona Pinkan.. mereka cukup tertutup.. apalagi rambut mereka.." ucap Sheira
"Pasti ada yg membuka tutup kepala mereka dan rambutnya jatuh ke makananku.. " ucap Pinkan.
"Sheira, akui saja kesalahanmu.." ucap Siti dengan wajah menyebalkan.
"Oke.. aku akan melihat kuemu.." ucap Sheira memeriksa dan menemukan rambut berwarna coklat terang disana.
"Kalian berbalik.." ucap Sheira semakin membuat mereka bingung.
Satu persatu, Sheira pun membuka sedikit penutup kepala tersebut dan memperlihatkan rambut pekerjanya, kecuali yg berhijab.
"Coba anda lihat baik-baik nona, mereka semua berambut hitam.. dan warna rambut di makananmu itu coklat terang.. jadi kuharap anda paham sekarang.." ucap Sheira.
__ADS_1
"Kau belum membuka rambut wanita ini?" tunjuk Siti pada wanita berhijab.
"Apa anda sedang bercanda nyonya? wanita ini berhijab rapi tak mungkin ada rambutnya yg jatuh ke makanan.. kalau pun jatuh pasti sudah menempel di inner hijabnya.." ucap Sheira membuat mereka terdiam.
"Dan satu-satunya yg berambut coklat terang disini, bukankah hanya anda nona Pinkan. Bahkan rambutku warnanya hitam" ucap Sheira.
"Ck.. dasar bakery jelek, pelayanan buruk dan ownernya pun sangat tidak sopan.. aku akan memberi ulasan buruk..!" ancam Pinkan.
"Silahkan nona.." ucap Sheira melihat Pinkan dan Siti keluar dari bekery-nya.
"Kalian, kembalilah bekerja, jangan hiraukan mereka.." ucap Sheira.
Rasanya tiada habisnya ulah Pinkan dan juga Siti. Entah apa yg mereka inginkan sampai terus mengganggu Sheira. Sheira pun hanya bisa melawannya dengan tegas dan Pinkan langsung pergi. Dapat terlihat juga kekesalan diwajah Siti tadi.
Sementara para pengawal yg dipekerjakan Theo nampak melaporkan situasi disana. Dan Theo tersenyum.
"Bagus, lanjutkan pekerjaan kalian.." ucap Theo.
"Baik tuan.."
"Sepertinya aku tak perlu terlalu khawatir padanya.." gumam Theo.
Dan Sheira ia sedang bekerja keras menyiapkan anniversary bakery-nya yg ke 2 tahun. Ia sudah menyiapkan menu baru dan juga beberapa promo serta hadiah menarik lainnya.
Tapi sayang Daniel takkan bisa hadir karena masih berada di US. Mungkin hanya Theo yg akan hadir nanti. Tapi Sheira tak mempermasalahkannya justru ia mengkhawatirkan pamannya yg sedang sakit. Dan setelah acara ini berakhir Sheira akan terbang menjemput Daniel.
☘☘☘
Pinkan pun tak tinggal diam dan membalas perbuatan Sheira padanya. Ia mengirim beberapa preman untuk mengganggu Sheira saat pulang kerja. Dan saat Sheira melintas, ia nampak dihadang oleh preman tersebut.
"Keluar dan serahkan barang berharga anda..!"
"Baiklah.." ucap Sheira.
"Apa mau kalian?" tanya Sheira keluar dari dalam mobil.
"Serahkan barang berharga milikmu.." ucap sakah seorang.
"Ini ambil.." ucap Sheira hendak menyerahkan kunci mobil.
Dan ketika salah seorang berusaha meraihnya, Sheira pun menendang perutnya hingga ia terjatuh. Dan kesempatan itu, ia gunakan untuk masuk ke dalam mobil dan memutar arah.
Saat ia masuk ke dalam, muncullah sekelompok warga yg mengeroyok preman tersebut. Ternyata pengawal yg ditugaskan Theo meminta bantuan warga untuk membantu Sheira. Preman tersebut pun dihajar masa dan dibawa ke kantor polisi. Sementara warga lainnya mengecek kondisi Sheira di dalam mobil.
"Anda tak apa nona?" tanya salah seorang warga.
"Iya, terimakasih bapak-bapak sekalian.. aku tertolong.." ucap Sheira.
"Ya.. tadi ada beberapa pemuda mengabari kami tentang perampokan ini jadi kami langsung kemari.." ucapnya.
"Terimakasih pak.. saya selamat dan baik-baik saja berkat warga disini.." ucap Sheira.
__ADS_1
Sementara Theo, ia pun lega pengawalnya berhasil menyelamatkan Sheira.