Affair With Me??

Affair With Me??
EP.114 Sebuah Hadiah


__ADS_3

Theo pun menarik Sheira menuju ke ruang dr.Hana. Tapi karena dr.Hana masih mengurus Jasmine, mereka pun harus menunggu beberapa saat. Saat dr.Hana tiba, Theo pun langsung menemuinya.


"Dok, bisa aku masuk dan konsultasi bersama istriku?" tanya Theo.


"Ya silahkan tuan karena belum ada pasien lagi." ucap dr.Hana.


Mereka pun masuk dan duduk, kemudian dr.Hana menanyakan apa yg ingin mereka ketahui atau apa anda masalah dengan Sheira.


"Jadi apa keluhannya?" tanya dr.Hana.


"Aku malu menyebutnya, tapi tadi pagi aku pergi ke dokter lain dan didiagnoga mengalami sindrom kehamilan simpatik, aku merasakan mual, pusing bahkan muntah." ucap Theo.


"Apa Sindrom kehamilan simpatik?? kenapa kau tidak cerita." ucap Sheira terkejut.


"Gejalanya memang sama persis seperti yg anda rasakan tuan.. jadi ibu Sheira bisakah kita melakukan pengecekan." ucap dr.Hana yg langsung paham maksud dari Theo.


"Sayang pokoknya kau periksa dulu bersama dr.Hana.. nanti kau akan tahu sendiri." ucap Theo.


"O-oke.." ucap Sheira pasrah.


Dokter pun melakukan usg untuk melihat kondisi rahim Sheira dan melihat apakah benar ada janin di kandungannya.


"Sepertinya diagnosa dokter anda tadi pagi benar tuan." ucap dr.Hana.


"Benarkah?? jadi istriku hamil?" tanya Theo memastikan.


"Ya.. bahkan ada 2 janin disini." ucap dr.Hana memperlihatkan 2 kantung kecil.


"Ini dan ini, keduanya adalah janin." ucap dr.Hana.

__ADS_1


"Apa aku sedang bermimpi?" tanya Sheira.


"Tentu tidak, selamat nyonya Sheira anda benar-benar hamil anak kembar." ucap dr.Hana.


"Aku hamil anak kembar.." ucap Sheira pada Theo.


"Iya sayang, syukurlah." ucap Theo menangis.


"Kau menangis??" tanya Sheira.


"Aku terharu, aku melihat perjuanganmu untuk sampai disini pasti berat dan akan jauh lebih berat lagi." ucap Theo menangis.


"Sepertinya anda harus berterimakasih pada tuan Theo nyonya, karena ia yg menggantikan gejala kehamilan anda." ucap dr.Hana tersenyum.


"Anda benar dok." balas Sheira menenangkan Theo.


"Sudah jangan menangis, malu kalau keluar nanti." ucap Sheira.


Dr.Hana pun menjelaskan detailnya mengenai kondisi Theo dan Sheira. Hal yg sering terjadi, pada pasangan yg istrinya sedang mengandung. Banyak saran dan masukan yg diterima oleh Sheira. Juga beberapa hal yg harus is konsultasikan dengan dr.Hana mengenai kebiasaan dalam kehamilan. Tapi nampaknya Sheira harus banyak bersyukur karena dirinya tidak mengalami kondisi seperti orang hamil kebanyakan seperti, mual, muntah dan sebagainya.


Dan Theo, ia diminta bersabar karena biasanya akan hilang setelah tri semester pertama.


"Sabar Theo ini hanya 3 bulan.. berarti tinggal 2 bulan lagi." gumam Theo dalam hati.


Setelah memeriksakan kandungannya, mereka pun kembali ke ruangan Jasmine untuk menjenguknya dan juga bayi yg menjadi keponakan mereka. Disana terlihat Jasmine yg masih lemah tapi juga sangat bahagia.


Dan bayinya pun sedang berada di gendongannya. Bayi mungil yg sangat tampan dan membuat siapa saja gemas melihatnya. Bahkan Sheira begitu senang melihat bayi mungil tersebut.


Raut kebahagiaan juga terlihat pada Daniel, akhirnya ia resmi menjadi seorang ayah. Dan ucapan selamat pun membanjiri pasangan tersebut. Tak ada kata lain yg menggambarkan ekspresi mereka kecuali bahagia.

__ADS_1


Sedangkan Theo dan Sheira mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan Sheira hingga bulan ke-4. Hanya orang terdekat yg diberitahu, termasuk Jasmine dan Daniel. Jasmine pun bersyukur Sheira akhirnya hamil setelah melewati proses yg panjang. Jasmine juga tahu Sheira sampai harus melewati operasi dan pengobatan lainnya untuk mendapatkan keturunan.


Kedua wanita tersebut saling menyelamati setelah mendapat hadiah terindah dari Tuhan. Dan suami mereka sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Daniel pun memberi nama anaknya dengan nama Samuel. Bayi mungil yg begitu lucu dan menggemaskan itupun menjadi pusat perhatian saat beberapa rekan mereka datang, seperti David dan Tio, dan juga keluarga dari Daniel.


Beberapa hari kemudian, mereka pun mengadakan syukuran bayi. Dan hanya mengundang keluarga serta kerabat dekat saja. Semua persiapan pun dilakukan dengan matang walaupun hanya acara sederhana. Tamu-tamu yg hadir pun mengucapkan selamat pada Daniel dan Jasmine.


Theo dan Sheira pun membantu persiapan acara tersebut. Mereka pun duduk dengan santai begitu acaranya dimulai. Semuanya pun berjalan dengan lancar. Semua orang pun tak tahu mengenai kehamilan Sheira kecuali keluarga dan kerabat terdekat. Terlebih usia kandungan yg masih trisemester awal jadi tak begitu kelihatan.


Setelah acara usai, Sheira dan Theo pun berpamitan agar Sheira bisa beristirahat. Mereka pun memakluminya. Dan Sheira pun pulang bersama Theo agar Sheira beristirahat di apartemen mereka.


"Apa kau tak lelah?" tanya Theo.


"Tidak aku baik-baik saja." ucap Sheira.


"Baiklah, tapi cukup untuk hari ini.. kau harus istirahat." ucap Theo.


"Oke.." ucap Sheira.


Kehamilan pertama ini pun benar-benar dijaga oleh Sheira dan Theo. Mereka tak ingin perjuangan mereka selama hampir 2 tahun terakhir ini sia-sia. Mengingat Sheira harus rutin minum obat dan konsultasi ke dokter.


Sheira juga mengkonsumsi makanan sehat agar kandungannya kuat. Walaupun belum terlihat sama sekali, tapi usia kandungan yg masih awal biasanya sangat rentan. Hal tersebut dikhawatirkan Viola, hingga Sheira diminta mengurangi semua aktivitasnya. Jika tidak terlalu penting, Sheira jarang masuk kantor dan mengontrol semuanya dari rumah.


Dan bakery nya Sheira membuat penanggungjawab pada setiap toko. Dan penanggungjawab tersebut lah yg akan bertanggungjawab akan semua transaksi yg ada di baker tersebut juga semua hal yg terjadi disana. Sheira hanya akan mengunjungi bakery nya seminggu sekali.


Jika luar kota bahkan bisa 3-4 minggu sekali Sheira akan mengunjunginya. Semua bisnisnya pun relatif stabil dan maju, begitu juga dengan perusahaannya. Tak ada banyak masalah yg berarti.


Kehamilan Sheira adalah hadiah terindah dari Tuhan, yg sangat ia inginkan selama ini. Di pernikahan sebelumnya begitu banyak penderitaan sehingga mungkin Tuhan tak bisa memberikannya anak. Dan dipernikahan keduanya begitu banyak kasih sayang, orang terdekat dan juga keberuntungan yg Sheira peroleh.


Dan janin yg berkembang di rahimnya adalah hadiah terbesar bagi Sheira. Walaupun kedua orangtuanya telah tiada, kini ia memiliki Viola yg begitu perhatian padanya. Begitu juga dengan Anderson dan Luciana yg juga menyayangi Sheira.

__ADS_1


Sebuah kebahagiaan tak terkira yg didapatkan Sheira. Kini ada suami yg begitu mencintainya, bisnis yg ia impikan berjalan dengan lancar, dan semua masalah terbesar dalam hidupnya telah teratasi. Tak ada lagi mertua menyebalkan dan berganti dengan ibu mertua yg baik hati. Serta keluarga Daniel yg begitu hangat padanya. Hidupnya pun sangat nyaman, kini ia tinggal menanti tantangan baru dalam hidupnya.


__ADS_2