Affair With Me??

Affair With Me??
EP.125 Kembali Bekerja


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, si kembar pun sudah mulai ditinggalkan Sheira yg sudah harus mengurus kembali perusahaannya. Walaupun sedih tapi ia tak punya pilihan karena itu sudah tanggungjawabnya. Karena Theo juga mulai kewalahan mengurus perusahaan Sheira dan perusahaan miliknya. Dengan kesepakatan bersama Sheira pun harus kembali bekerja.


Dan Viola dengan senang hati mengurus cucunya dibantu oleh para babysitter. Viola yg sudah lama tak mengurus anak bayi pun merasa tertantang dan senang terlebih itu cucunya sendiri.


"Kalian harus memandikan mereka dan menyiapkan segala keperluan mereka. Sisanya aku yg akan menjaga mereka saat kalian lelah dan mengerjakan tugas lain." perintah Viola pada babysitter tersebut.


"Baik nyonya." balas mereka.


Viola pun memegang kendali atas si kembar saat Sheira bekerja. Tapi begitu Sheira kembali, peran itupun langsung diambil alih oleh Sheira.


Hari-hari pun berjalan dengan baik, si kembar pun mulai terbiasa dengan aktivitas Sheira. Dan sesekali Sheira membawanya saat mengunjungi bakery miliknya tentu dengan kedua babysitter dan penjaga.


Sheira pun banyak belajar dari Viola, ia belajar membuat makanan bayi saat usia si kembar sudah 6 bulan dan butuh makanan pendamping. Sheira pun membuatnya di pagi hari, untuk makan si kembar seharian. Nanti para nanny tinggal menghangatkannya dan menyiapkannya saat si kembar hendak makan.


Semakin hari, semakin bertambah juga kepintaran si kembar. Mereka sudah mulai bisa berbicara dan memanggil kedua orangtuanya sampai neneknya. Sheira pun senang setiap kali kedua anaknya memanggilnya saat pulang bekerja.


"Mom.. mom.." ucap mereka begitu melihat Sheira pulang.


"Iya sayang, mom mandi dulu ya nanti baru main." ucap Sheira.


Mereka pun terlihat sedih saat Sheira pergi, tapi Sheira harus bersih saat bertemu dengan kedua anaknya. Bersih adalah hal wajib jika siapapun ingin bertemu dengan putranya termasuk dirinya sendiri.


Setelah mandi barulah Sheira menemui mereka dan nampak keduanya begitu bahagia melihat Sheira.


"Mom.. "


"Mom.. momom.. "


"Iya mom sudah pulang, jangan menangis ya.." ucap Sheira dan keduanya pun berebut memeluknya.


Para nanny pun menyiapkan makanannya, dan Sheira menyuapi mereka berdua yg makan dengan lahap. Tampak juga mereka semakin gembul dengan pipi yg bulat membuat siapa saja gemas.


Setelah itu, Sheira memasak makanan untuk Theo dan si kembar kembali bersama nanny. Viola pun jika sudah sore beristirahat dan bersantai karena tenaganya sudah tak muda lagi.

__ADS_1


Selesai memasak, Sheira pun menidurkan kedua anaknya di kamar. Keduanya pun selalu berebut saat sedang tidur bersama Sheira, hingga Sheira berada di tengah-tengah mereka agar tidak bertengkar.


Tanpa sadar Sheira pun ikut tertidur bersama kedua anaknya. Hingga Theo pulang, ia melihat makanan yg tersedia dan semua kebutuhannya sudah disedikan tapi Sheira tak terlihat. Para nanny pun berkata kalau Sheira sedang menidurkan Nicholas dan Nathan.


"Sekarang mereka merebut semua perhatianmu." ucao Theo menatap kedua anaknya yg tertidur sembari memegangi tangan momnya seolah tak ingin dilepaskan.


Theo pun memilih mandi karena tahu Sheira juga leleh setelah seharian bekerja. Ia lalu makan sendiri di meja makan yg telah disiapkan oleh Sheira.


Tak berapa lama Sheira pun terbangun dan keluar dari kamar perlahan. Ia menuju ke ruang makan dan melihat Theo sedang makan sendirian.


"Maaf ya aku tertidur bersama mereka." ucap Sheira.


"Tak apa, kau pasti lelah setelah seharian bekerja. Lalu pulang dan mengurus mereka, juga masih sempat memasak untukku." ucap Theo.


"Terimakasih atas pengertiannya." ucap Sheira lalu ia juga ikut makan bersama Theo.


Mereka pun makan bersama dan mengobrol, serta bercerita tentang perkembangan si kembar. Kedua bayi itupun semakin posesif pada momnya dan kadang membuat Theo iri.


Hal tersebut pun menjadi hiburan tersendiri bagi Sheira dimana bisa melihat suaminya cemburu tapi tak bisa marah atau protes. Tapi Theo juga sangat menyayangi kedua putranya dan selalu meluangkan waktu untuk bermain saat akhir pekan. Keluarga kecil itupun sangat bahagia dan selalu menyempatkan waktu untuk berlibur saat ada waktu, ditambah kedua bayi tersebut sudah memasuki usia balita.


Mia pun beberapa kali berkunjung ke bali mencari putrinya tapi tak ketemu dan lokasi terakhir putrinya sudah kosong dan lama tak dihuni. Hal tersebut membuat Mia merasa sedih dan takut Pinkan kenapa-kenapa karena firasatnya tak baik sejak awal kepergian Pinkan.


Mia pun menyadari kalau dirinya dan Pinkan banyak berbuat kesalahan dimasa lalu, terutama Pinkan yg paling banyak membuat kesalahan dan tak mau berubah. Mia pun setiap harinya berdoa dan menonton berita orang hilang jika suatu saat ia bisa melihat Pinkan di Tv. Tapi tak ada kabar apapun hingga kini.


Mia yg sudah kehabisan harta pun hanya bisa bertahan hidup dengan yg ia miliki saat ini. Ia tak bisa mencari Pinkan seperti saat dulu suaminya masih hidup. Dan Haris yg tahu kabar itu pun begitu terpukul dipenjara. Ia sampai pingsan dan dilarikan ke rumah sakit karena penyakit serangan jantung yg ia terima.


Karena kejahatannya yg sudah tak terhitung lagi, nyawa Haris pun tak tertolong dan meninggal di rumah sakit dalam kondisi menyedihkan. Kini Mia hanya bisa menangisi kepergian suaminya dan hidup sendiri menunggu Pinkan kembali dengan selamat.


Dan pada pemakaman suaminya, nampak Sheira dan Theo pun hadir disana sebagai penghormatan terakhir. Juga Aryo yg ikut hadir sebagai bentuk menghargai mantan mertuanya.


"Nona Sheira, tuan Theo terimakasih sudah hadir." ucap Mia.


"Iya, setidaknya kami bisa memberi penghormatan terakhir. Bagaimanapun hubungan kita dimasalalu cukup dekat." ucap Sheira.

__ADS_1


"Kuharap anda bisa hidup dengan damai sekarang." ucap Theo.


"Tapi bolehkah aku bertanya sesuatu pada kalian?" tanya Mia.


"Silahkan." ucap Sheira.


"Aku malu untuk menanyakannya tapi memang putriku sangat kurang ajar pada kalian apalagi saat bekerja dengan kalian. Tapi kapan kalian terakhir kali bertemu Pinkan?" tanya Mia.


"Aku terakhir kali bertemu dengannya saat memecatnya." ucap Sheira.


"Aku juga sama, saat terakhir kali Pinkan masuk kantor sebelum dipecat." ucap Theo.


"Ada apalagi memangnya bu?" tanya Sheira.


"Dia menghilang dan tak ada kabar sejak bekerja di Bali setahun yg lalu." ucap Mia.


"Apa sudah dilaporkan ke polisi?" tanya Theo.


"Sudah, aku juga sudah bertanya pada mantan suaminya tapi Aryo juga tak tahu. Sampai ayah dari anaknya pun tak pernah dihubungi olehnya." ucap Mia.


"Ayah dari anaknya?" ucap Sheira bingung.


"Ya.. Pinkan hamil dengan mantan kekasihnya bukan dengan Aryo." ucap Mia.


"Baiklah, kalau kami tahu sesuatu pasti nanti kami kabari.. kami permisi dulu bu." ucap Theo mengajak Sheira pergi dari sana.


Sheira pun tersenyum melihat kebodohan Aryo yg meninggalkannya demi bayi pria lain yg di kandung Pinkan.


"Kau tidak menyesal kan bercerai darinya.?" tanya Theo di dalam mobil.


"Untuk apa menyesal? hidupku sempurna saat ini.. Punya suami yg menyayangiku, ada dua putra yg selalu menungguku pulang, juga mom Viola yg begitu perhatian. Tak ada bisa menggantikan kalian dengan apapun." ucap Sheira.


"Baiklah, aku lega.. aku kira kau akan menyesal." ucap Theo.

__ADS_1


"Hanya orang bodoh yg akan menyesalinya." ucap Sheira.


__ADS_2