
Pada malam hari, Nathan pun menjemput Jamie di bandara. Ia nampak begitu senang bertemu kekasihnya tersebut. Walau ia harus meminta bantuan Jamie dalam kasus peretasan di kantornya.
"Are you oke?" tanya Jamie.
"Aku baik-baik saja." ucap Nathan mencoba tersenyum.
"Aku tahu kau tak baik-baik saja, karena reputasi ayahmu sedang dipertaruhkan." ucap Jamie.
"Terimakasih Jamie, maaf merepotkanmu." ucap Nathan.
"Ya.. aku siap membantumu. " ucap Jamie.
"Baiklah, kita ke apartemen milikku, kau akan tinggal disana sementara." ucap Nathan.
Nathan pun mengajak Jamie makan malam terlebih dahulu, lalu mengantarnya ke apartemen miliknya untuk Jamie tinggal. Jamie pun mengerti dan ia beristirahat dengan nyaman di apartemen Nathan. Sementara Nathan kembali ke rumahnya.
Suasana dirumahnya pun langsung berubah, nampak semua orang sedang kacau dengan pekerjaan masing-masing. Dan untungnya momnya baik-baik saja serta bersikap seperti biasanya. Nathan pun lega melihat kondisi momnya, tapi dadnya sedang stres karena dihubungi klien yg entah bagaimana berita itu menyebar sampai ke telinga rekan bisnis mereka.
Sementara Nicho, ia sibuk dengan laptopnya dan mengerjakan apa yg bisa ia lakukan.
"Nick, bagaimana ?" tanya Nathan.
"Kau tenang saja Nath, kita tak boleh gegabah." ucap Nicho.
"Aku sudah membawa kenalanku ke sini, dan besok dia akan mulai memperbaiki sistem.." ucap Nathan.
"Baguslah, tak ada masalah dengan dad aku sudah mengintrogasi paman Doni, dan juga orang-orang yg bekerja pada dad, mulai dari sekertaris, direktur dan lainnya aku sudah mencaritahunya." ucap Nicho.
"Baguslah, berarti memang hanya orang yg ingin menjatuhkan perusahaan." ucap Nathan.
"Kau benar, semoga temanmu bisa menemukan orangnya." ucap Nicho.
"Ya.. semoga saja begitu." ucap Nathan.
"Grace kemana? dia tampak begitu tenang setelah Sean pergi." ucap Nathan.
"Dia mengurus pekerjaannya sampai malam.. katanya sih begitu." ucap Nicho.
"Baiklah, aku akan ke kamar istirahat. Kau jangan lupa tidur." ucap Nathan.
"Iya aku tahu." ucap Nicho.
☘☘☘
Sementara Grace, ia melacak darimana pesan yg tiba di rumahnya kemarin. Ia melihat cctv rumah dan juga cctv luar rumah. Ada seseorang yg tiba-tiba menghilang yg diduga sebagai pengantar paket.
"Bagaimana bisa dia menghilang disini?? apa dia punya ilmu hitam.. hii seram." gumam Grace.
"Hanya itu nona, yg bisa kami dapatkan." ucap bodyguard Grace.
"Baiklah, Terimakasih, tapi apakah video ini bisa diedit?" tanya Grace.
"Kami belum tahu nona, tapi bisa saja terjadi." ucap bodyguardnya.
"Baiklah cari tahu." ucap Grace.
__ADS_1
"Siap nona." ucap bodyguardnya.
Grace pun pulang ke rumahnya dengan tenang tanpa ada ekspresi yg mencurigakan. Terlebih ia tak mau suasana rumahnya semakin kacau.
☘☘☘
Keesokannya, mereka pun kembali bekerja seperti biasanya. Dan Nathan membawa Jamie ke kantornya untuk membereskan masalah peretasan bersama tim IT perusahaan. Nathan pun berpesan untuk melihat apakah ada penghianat di kantornya.
Jamie pun bekerja dengan tenang di kantor Nathan, ia dengan cepat beradaptasi di lingkungan barunya dan sesekali bertanya mengenai beberapa hal yg diperlukan. Jamie pun mengamankan sistem perusahaan dan hanya dirinya yg bisa tahu kata kuncinya. Jamie pun hanya memberitahu Nathan untuk hal itu mencegah penghianat kembali merusak sistem yg susah payah ia perbaiki.
Dalam waktu 1 hari Jamie mengerjakan tugasnya, kemudian keesokannya tinggal mengurus kantor Nicho. Nathan pun memperkenalkan Jamie pada Nicho sebagai kekasihnya dan juga orang yg akan membantunya mengatasi sistem mereka yg diretas.
Dan esoknya, Jamie pun kembali menyelesaikan tugasnya, dan sama seperti di perusahaan Nathan, hanya Nicho yg tahu kata sandi untuk sistemnya. Semua demi menghindari peretasan kembali. Nicho pun berterimakasih pada Jamie karena sudah mengatasi masalah sistem yg kadang-kadang bermasalah karena peretasan.
Dan Jamie adalah tipikal wanita yg pemberani, ia sedang memancing musuh untuk muncul ke permukaan. Dirinya pun sedang memasang perangkap menunggu musuhnya muncul dan langsung menyergapnya karena orang-orang Nathan dan Nicho sudah bersiap.
Saat itu, Grace pun sedang menuju ke kantor Nicho untuk menanyakan sesuatu. Dan ia melihat Jamie sedang dikerubungi beberapa pria mencurigakan dan terlihat Jamie berusaha mempertahankan laptopnya.
"Kalian akan menyesal sudah mempermainkanku." ucap Jamie.
Kejadiannya tepat di sekitar taman yg sepi karena semua orang sedang bekerja, dan Grace yg melihatnya tak tinggal diam.
"Cepat berikan laptopmu..!"
"Tidak akan.." ucap Jamie berusaha kabur.
Namun, tiba-tiba sebuah tendangan pun membuat beberapa orang yg mengerubungi Jamie jatuh.
Bughh...
"Kalian yg siapa..? mencari masalah di kantor seseorang." ucap Grace.
"Paman, masuk ke area F.. ada masalah." ucap Grace di earphonenya.
"Hahaha.. paman katanya?? keponakan yg lucu lebih baik main boneka saja."
Bughh.. Bughhh..
"Kau cari mati rupanya.."
"7 orang lawan 1 kan tidak adil .." ucap Grace.
Mereka pun mengepung Grace dan wanita tersebut.
"Kita menyerah saja, kau bisa mati." ucap Jamie.
"Tunggulah sebentar." ucap Grace.
Grace pun berusaha bertahan sampai para paman bodyguard datang. Dan saat para bodyguard datang, habislah mereka semua. Mereka pun tak berkutik dan langsung diringkus.
"Maaf nona, apa anda terluka?" tanya seorang pengawalnya.
"Tidak apa, kalian bereskan dan laporkan saja pada kak Nico." ucap Grace.
"Terimakasih.." ucap Jamie pada para bodyguard dan juga Grace.
__ADS_1
"Sama-sama nona." balas seorang bodyguard lalu membereskan orang-orang tersebut.
"Ya tak masalah.. kau siapa? kenapa ada di kantor kakakku? Lalu orang-orang tadi menginginkan laptopmu." tanya Grace.
"Ceritanya panjang.. kau harus diobati dulu." ucap Jamie.
Grace pun diobati oleh Jamie, dan Nicho sudah mendengar berita penyerangan tersebut. Dirinya pun kesal dan menyuruh para pengawalnya menahan orang-orang tersebut lalu menemui Grace.
"Namaku Grace, siapa namamu?" tanya Grace.
"Jamie." ucap Jamie.
"Baiklah, apa urusanmu disini? klien bisnis kakakku?" tanya Grace.
"Bukan, aku hanya orang IT yg sedang memperbaiki sistem.. " ucap Jamie tersenyum.
"Terimakasih sudah mengobatiku, dan pantas saja mereka menginginkan laptopmu." ucap Grace.
"Ya, aku sedang memancing mereka tapi nampaknya mereka berbahaya." ucap Jamie.
"Kenapa kau bergerak sendiri, kalau aku tak ada nasibmu bagaimana?" tanya Grace.
"Aku memang bodoh, dan mengira ini mudah." ucap Jamie.
"Aku akan membantumu, ayo kita jebak mereka." ucao Grace.
"Aku ingin mendengar rencanamu dulu." ucap Jamie.
Lalu tiba-tiba, Nicho datang karena mendengar Grace terluka.
"Grace kau tak apa?" tanya Nicho.
"Ya seperti yg kakak lihat.." ucap Grace tersenyum.
"Nona Jamie, kau baik-baik saja?" tanya Nicho.
"Tentu.. berkat nona Grace. " ucap Jamie.
"Syukurlah." ucap Nicho.
"Gracee.. Jamiee.." panggil Nathan dari kejauhan.
"Oh tidak dia berteriak di kantor ini." ucap Nicho.
"Tunggu, sepertinya aku tahu situasinya." ucap Grace.
Nathan pun tiba dengan nafas terengah-engah. Dan panik mendengar adik dan kekasihnya diserang.
"Grace.. Jamie kalian baik-baik saja?? dimana pelakunya??" tanya Nathan.
"Kami baik-baik saja.." ucap Jamie tersenyum.
"Nath.. tenangkan dirimu." ucap Nicho.
Dan akhirnya Nathan mendapat semua penjelasan dari Grace dan juga Jamie. Akhirnya Grace pun mengetahui kalau Jamie adalah kekasih kakaknya. Ia pun tersenyum dan bahagia mendengarnya.
__ADS_1