
Daniel pun menarik Sheira menjauh dari resto tersebut. Ia langsung mengajak Sheira untuk naik ke mobilnya dan membawanya pergi. Ia masih melihat dengan jelas tangan Sheira gemetar. Dan Daniel yakin 100% kalau Sheira mengalami trauma atas perlakuan suaminya.
"Kau tak apa Ara?" tanya Daniel.
"Ya, tadi aku sangat takut kak.." ucap Sheira.
"Kau tenang saja, sekarang ada aku.. kau bisa bersandar padaku.." ucap Daniel.
"Terimakasih kak, ku pikir di dunia ini aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi.." ucap Sheira.
"Iya aku mengerti, sudah ya jangan menangis lagi.." ucap Daniel tak tega.
Entah sudah berapa banyak Sheira disakiti sampai ia harus selalu merasa sendirian dan tak percaya pada siapapun. Dan kini Daniel tahu kondisi Sheira tak baik-baik saja secara psikologis. Hingga ia membawa Sheira ke psikolog untuk membantu memulihkan mentalnya.
"Kak, yakin ini akan membuatku lebih baik?" tanya Sheira.
"Ya.. kau harus memeriksakan dirimu. " ucap Daniel.
Tibalah Sheira di klinik dr.Tio. Disana ia disambut dengan ramah dan Sheira menceritakan semua masalahnya. Semua ini juga berguna saat dipersidangan yg pastinya akan memberatkan Aryo. Sheira pun menjalani terapi yg dilakukan oleh dr.Tio.
Dr.Tio pria seusia Daniel, tampan, bertumbuh tinggi dan mapan. Ia cukup terkejut melihat kondisi pasiennya kali ini. Masih sangat muda dan mengalami hal yg berat hingga ia menjadwalkan untuk melakukan beberapa sesi terapi. Dan ia juga akan memberikan lampiran mengenai trauma yg Sheira alami.
"Terimakasih dok.. nanti kami akan kembali lagi.." ucap Daniel.
"Ya, semoga nona Sheira cepat sembuh.." ucap Tio.
Tio pun mendapatkan kesan baik di mata Daniel dan juga Sheira. Tapi Daniel merasa ia harus menemani Sheira setiap kali ia berkonsultasi agar ia memiliki keberanian. Dan Tio, ia melihat Sheira sebagai wanita cantik yg malang karena menikahi lelaki yg tak pantas.
Selesai berkonsutasi, Daniel pun membawa Sheira pulang untuk istirahat. Dan 2 hari lagi, mereka akan bertemu Aryo di persidangan. Daniel pun menanti-nanti saat itu karena ia akan menunjukkan kejahatan Aryo pada Sheira.
__ADS_1
Sementara Theo, ia hanya bisa mendengar berita Sheira dari Daniel. Ia juga kesal karena Aryo terus-terusan mendekati Sheira dan mengajaknya rujuk. Ia tak bisa membiarkan Aryo rujuk karena pasti cintanya akan kandas sebelum menjalin hubungan.
Tapi Daniel berkata, kalau Sheira benar-benar akan bercerai dan tak ingin rujuk. Bahkan Sheira mengalami trauma atas kejahatan Aryo, hingga memperkuat ucapan Daniel kalau Sheira akan bercerai.
"Semoga saja ia benar-benar bercerai dan aku punya kesempatan.." gumam Theo dalam hati.
☘☘☘
Sementara itu, Aryo pun sedang pusing mengurusi gugatan dari Sheira. Ia juga mendapat laporan mengenai kekerasan dalam rumah tangga yg ia lakukan pada Sheira. Ia tak bisa menyangkalnya karena Sheira cukup pintar menyimpan bukti. Tapi disisi lain ia juga tak rela berpisah dari Sheira.
Walaupun sudah ada Pinkan tapi ia merasa hidupnya semakin berat. Pinkan selalu hidup mewah dan berfoya-foya. Belum lagi dengan kebiasaannya yg selalu bergantung pada ART. Pernah satu hari, ART nya libur dan rumahnya sangat berantakan. Sampai piring dan gelas pun menumpuk di wastafel.
Bukan cuma itu, kini tak ada lagi wanita yg memasakkannya makanan enak dirumah. Hanya ada masakan ART yg menurutnya biasa saja. Aryo pun tersadar sudah membuat kesalahan fatal pada Sheira. Ia baru menyadarinya saat Sheira sudah tak ada disisinya. Tak ada lagi istri yg benar-benar merawatnya. Sedangkan Pinkan, ia hanya melayaninya di atas ranjang. Tanpa pernah mengurusi kebutuhan Aryo lainnya, karena baginya ia sudah membayar jasa ART jadi sudah tak perlu lagi melakukannya.
Pinkan pun masih bisa bekerja di perusahaan dadnya, karena ia yakin akan menggantikan posisi ayahnya nanti. Soal anaknya, ia akan mempercayakannya babysitter. Karena ia tak mau hidup susah, ia akan mendapatkan fasilitas mewah dan hidup enak sepanjang hidupnya jika ia bertahan di perusahaan ayahnya.
Sikap egois Pinkan pun kadang membuat Aryo kesal. Tapi apa dayanya orangtuanya menyukainya, belum lagi Pinkan sedang mengandung benih cintanya. Mau marah pun tak ada gunanya, karena ia hanya akan disalahkan. Dan kondisi inilah yg Sheira alami saat hidup bersama Aryo, selalu disalahkan dan dibandingkan dengan keluarga Pinkan yg kaya raya.
☘☘☘
Dihari persidangan, Sheira nampak hadir bersama Jonathan dan Daniel. Serta Theo pun hadir sebagai saksi yg siap memberikan keterangan. Daniel pun menggenggam erat tangan Sheira untuk memberinya kekuatan. Ia yakin Sheira bisa memenangkan kasus ini dan terbebas dari suami beban seperti Aryo.
"Kau pasti bisa Ara.." ucap Daniel.
"Iya kak.." ucao Sheira.
"Anda sudah siap nona?" tanya Jonathan.
"Iya tuan Jonathan.." balas Sheira.
__ADS_1
Sementara itu detektif swasta yg disewa Sheira pun bekerja dengan baik. Ia berhasil membuat Sheira tak bertemu dengan Aryo selama beberapa hari terakhir dengan mengikuti Aryo kemanapun. Dan kini Aryo sedang bersama Pinkan dan Siti. Kedua wanita itu pun nampak bahagia atas perceraian ini.
Namun, kebahagiaan itu tak berlaku bagi Aryo karena ia sangat menderita saat ini. Tubuhnya lemas, matanya sayu, bahkan sudah tak terlihat ada gairah dalam hidupnya.
"Aryo, jangan begitu.. kalau kau lemah nanti Sheira besar kepala.." ucap Siti.
"Mas, sekarang kan ada aku?? kau anggap aku apa kalau kau lemah begini.." ucap Pinkan.
"Iya bu.." balas Aryo.
"Iya sayang, aku tahu.." ucap Aryo.
Tibalah mereka di persidangan, kedua belah pihak pun hadir beserta saksi. Disana Jonathan memberikan penjelasan dan selalu disanggah oleh pengacara lawannya. Tapi Jonathan dengan segala bukti dan kesaksian Theo mengenai tuduhan Aryo pun membuat hakim percaya pada Sheira. Dan akhirnya Sheira dan Aryo pun dinyatakan resmi bercerai. Semua bentuk hukuman untuk Aryo akan ditetapkan sesuai hukum yg berlaku.
Disana nampak Aryo lemas mendengar ketukan palu oleh hakim. Ia tak takut mengenai hukumannya tapi ia takut berpisah dari Sheira. Karena ia mampu membayar denda dan bebas. Tapi kehilangan Sheira membuatnya kehilangan segalanya.
Di akhir pertemuan, Aryo mendekati Sheira dan memohon serta berlutut. Hal itupun dilihat oleh Siti dan Pinkan dari kejauhan. Siti yg tak terima pun mendekat, sementara Pinkan memilih pergi daripada ia kesal.
"Aryo apa yg kau lakukan??" tanya Siti.
"Bu, aku tak bisa hidup tanpa Sheira." ucap Aryo.
"Tapi wanita ini mandul, dan Pinkan istrimu yg sebenarnya dia sedang hamil.." ucap Siti.
"Sheira kumohon, mengertilah kondisiku.." ucap Aryo memohon.
"Cukup.. aku tak tahan lagi melihatnya.." ucap Daniel tapi dicegah oleh Sheira saat ia berusaha mendekat.
"Jika ada wanita lain yg sempurna sesuai versi dirimu aku bisa mengerti, tapi harga kesetiaan dan juga cintaku tak sebanding dengan rasa sakit akibat perselingkuhan dan poligami yg kau lakukan.." ucap Sheira menyudahi pembicaraannya dengan Aryo.
__ADS_1
"Ayo kak kita pergi.." ucap Sheira meninggalkan Aryo dan juga Siti.