
Pinkan pun mengajak Aryo ke suatu tempat yg sepi, disana Aryo dimarahi habis-habisan. Dan Aryo cukup kesal menerimanya.
"Mas kau ini apa-apaan sih?? tidak lihat istrimu sedang hamil?? kau malah mendekati mantan istrimu lagi.." ucap Pinkan.
"Mau apalagi kau kembali padanya?? kau tidak memikirkan diriku?? perasaanku?? apa gunanya aku hamil jika kau masih melirik wanita lain.." ucap Pinkan menangis.
"Maaf sayang.." ucap Aryo karena tak ada kata yg bisa diucapkan lagi.
"Maaf.. ini sudah yg keberapa kali Mas?? bagaimana jika anak ini lahir dan kau masih mengejar ja**ang itu?? apa yg akan anak ini pikirkan tentang ayahnya..?" tanya Pinkan.
"Sudah Pinkan, maafkan Mas.. karena aku memang masih mencintainya.." ucap Aryo sadar.
"Cinta?? jika kau cinta dia kenapa menerimaku?? kenapa menikahiku? kenapa kau menyakitinya ??" tanya Pinkan.
"Karena kau menjebakku di hotel.?? kalau bukan karena itu kita tak mungkin menikah.. dan kau tak harus menderita begini.." ucap Aryo pergi meninggalkan Pinkan.
"Maass.. !! kau keterlaluan.." ucap Pinkan menangis.
"Akhh.. Maas tunggu.." ucap Pinkan meringis kesakitan.
"Ada apa lagi?? lebih baik kita menenangkan diri daripada bertengkar.." ucap Aryo.
"Perutku sakit .." ucap Pinkan sambil memegang perutnya.
"Kau jangan berbohong.." ucap Aryo.
Brukk..
Pinkan pun terjatuh dan pingsan. Aryo yg mendengar Pinkan terjatuh pun langsung menengok dan berbalik. Ia mendekati Pinkan dan berusaha menyadarkannya. Karena Pinkan tak kunjung sadar, Aryo langsung menggendongnya masuk ke dalam mobil dan mengantarnya ke rumah sakit.
Aryo pun menyesal atas kata-katanya, ia sangat takut Pinkan keguguran yg artinya ia akan merasa bersalah pada dirinya sendiri. Belum lagi tekanan dari keluarga Pinkan yg membuatnya stres.
"Pinkan kumohon bertahanlah.." ucap Aryo sepanjang perjalanan.
Hingga mereka tiba di rumah sakit dan Pinkan langsung ditangani oleh dokter. Pinkan pun diperiksa dan Aryo menunggu di depan ruangan. Dengan wajah pucat dan panik ia menunggu. Keringat dingin pun mengucur di tubuhnya. Tak lama dokter pun keluar dan memberitahu Aryo kalau Pinkan tak boleh kelelahan dan stres. Dan juga ia dilarang memakai heels tinggi.
Aryo pun bersyukur Pinkan tak sampai keguguran tapi tekanan darahnya cukup tinggi dan itu akan berbahaya untuk janinnya. Aryo pun disarankan untuk menyenangkan hati Pinkan dan Pinkan tak boleh terbebani apapun.
Baru saja ia merasa lega, kini hadir orangtua Pinkan dan juga Siti. Mereka tampak kesal dengan Aryo. Aryo pun disidang disana, dan ia seperti ayam sayur yg tak mampu berkutik. Tak mampu membela diri ataupun menjelaskan apapun, ia hanya manggut-manggut dan diam. Semua karena Aryo sadar Pinkan begini karena pertengkaran mereka.
Kemudian, Haris menemui dokter Pinkan dan ia dijelaskan mengenai kondisi putrinya. Putrinya ternyata stres belakangan ini karena masalah perusahaan dan juga pertengkaran dengan suaminya. Juga Pinkan yg selalu memakai heels tinggi padahal baik dokter maupun Aryo sudah menasehatinya.
"Sepertinya Pinkan memang harus beristirahat dirumah.." ucap Haris.
"Iya. Dia harus banyak beristirahat.." ucap Mia.
Setelah itu, mereka menunggu dan masih dengan pandangan tak suka pada Aryo. Aryo pun merasa diintimidasi di rumah sakit oleh orang tua Pinkan. Tak lama Pinkan pun siuman dan melihat Aryo disampingnya. Ia pun tersenyum karena suaminya menemaninya.
__ADS_1
"Sayang kau sudah sadar?? " tanya Aryo.
"Iya, ini dimana Mas?? sepertinya bukan dirumah." ucap Pinkan.
"Ini dirumah sakit, tadi kau pingsan.. Dan Maafkan Mas sayang.. Mas khilaf dan terbawa emosi.." ucap Aryo.
"Iya Mas, aku juga sudah sangat stres dengan kantor jadi emosiku mudah terpancing.." ucap Pinkan.
"Pinkan, Dad minta kau istirahat saja dirumah.." ucap Haris.
"Tapi dad.." ucap Pinkan.
"Kau mau membahayakan janinmu?? kalau dad bilang istirahat ya kau harus istirahat." ucap Haris kesal.
"Sudah sayang, kau turuti apa kata dadmu.. lagipula kau kan sudah punya bisnis toko kue.." ucap Mia.
"Baiklah mom.. Dad.." ucap Pinkan.
"Ya.. kau istirahat saja dan jangan banyak keluar rumah.." ucap Aryo.
"Baiklah Mas.." ucap Pinkan.
Pinkan pun dirawat selama beberapa hari dirumah sakit. Dan Aryo selalu menemaninya sebagai balasan atas rasa bersalahnya pada Pinkan.
☘☘☘
Disana ia sempat bertanya bagaimana Haris berhasil mengubah perusahaan yg bangkrut menjadi maju seperti sekarang. Ternyata ia disokong oleh beberapa orang dan mensukseskan proyek F. Proyek rahasia antara Golden.corp dengan Alfa.corp.
"Alfa Corp?? inikan perusahaan Theo.." gumam Daniel dalam hati.
Disana Daniel pun terus mendengarkan dan pura-pura kagum pada Haris. Ia juga bertanya mengenai Chandra mantan CEO Golden Company yg tak kalah sukses dari Haris.
"Tuan Chandra memang pintar, makanya ia berhasil mendirikan perusahaan ini dan tuan Haris mengikuti jejaknya. Tapi entah kenapa dia berkhianat dan korupsi, hingga Alfa.corp juga hampir jatuh.." ucap salah seorang.
"Jadi begitu ceritanya.." ucap Daniel.
"Tapi ada juga versi cerita lainnya, dimana tuan Chandra dijebak dan harus melanggar kontrak dengan Alfa.corp. Hingga ia didenda dan korupsi untuk menutupi denda tersebut.. ceritanya masih simpang siur karena mungkin ceritanya terus berkembang." ucap salah seorang lagi.
"Baiklah, semua sudah berlalu. Yg penting kita harus bersatu dan mencari keuntungan yg tepat." ucap Daniel.
"Anda benar tuan Daniel."
"Ya.. buat apa mempermasalahkan masalalu yg kita tak tahu kebenarannya.. lebih baik kita menyusun masa depan kita sendiri.." ucap Daniel.
"Anda ternyata pebisnis yg pintar .."
"Terimakasih tuan-tuan sekalian.. kita harus memperluas pemikiran.." ucap Daniel agar ia tak dicurigai.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita bersulang untuk keberhasilan kita.." ucap salah seorang.
"Cheerss.." ucap mereka sambil bersulang.
Daniel pun menikmati pesta tersebut. Ia dapat melihat orang-orang yg pro dan kontra dengan Miracle Company. Ada juga orang-orang yg terpaksa bergabung karena sudah terlanjur membeli saham Miracle Company tapi tidak menyukai Haris.
Setelah itu, ia pulang dan mendapat banyak berita bagus untuk Sheira dan David. Serta Theo sahabatnya, karena sempat ada hubungan kerjasama antar perusahaan Theo dengan Golden Company.
"Aku ingin melihat reaksi Theo setelah ini.." gumam Daniel.
Daniel pun memacu mobilnya menuju ke apartemennya. Tapi bukan apartemen Sheira melainkan apartemen Theo. Saat ia tiba disana, Theo tak ada dan Daniel menghubunginya. Ternyata Theo masih berada di apartemen Sheira dan sedang memanggil Tio. Daniel yg panik pun langsung berlari ke unit Sheira.
ceklekk.. pintu apartemen Sheira pun dibuka oleh Theo.
"Apa yg terjadi?" tanya Daniel.
"Tadi Sheira terlihat syok dan aku mamanggil Tio sebagai dokter yg menanganinya." ucap Theo.
"Aku akan melihatnya.." ucap Daniel melewati Theo.
"Sabarlah, dia sekarang baik-baik saja.." ucap Theo.
"Sheira bagaimana kabarmu?" tanya Daniel, tapi Sheira sedang tertidur dan Tio memeriksa catatannya.
"Sstt.. dia sedang tidur.." ucap Tio.
Mereka pun keluar dan bicara diluar kamar.
"Jadi apa yg terjadi padanya?" tanya Daniel.
"Dia hanya trauma, kudengar tadi di pesta kalian bertemu mantan suaminya.." ucap Tio.
"Itu benar, dan lagi-lagi mantan suaminya mengganggunya." ucap Daniel.
"Dan salah satu diantara kami harus tetap disana, jadi Daniel yg tinggal dan aku mengantarnya pulang.." ucap Theo.
"Bagaimana keadannya sekarang?" tanya Theo.
"Dia sedang istirahat karena obat yg kuberikan. Sepertinya masih sulit bagi Sheira menghilangkan trauma atas suaminya yg masih belum benar-benar ingin berpisah darinya.." ucap Tio.
"Pria baj***an itu sudah bersikap kasar padanya. Sampai matipun aku takkan setuju mereka kembali.." ucap Daniel.
"Dan Sheira sepertinya takkan mau kembali pada pria sam***ah seperti itu.." ucap Theo.
"Baiklah, karena kalian yg dekat dengannya aku harap kalian menjauhkannya sementara dari mantan suaminya hingga ia membaik.." ucap Tio.
"Baiklah.. " ucap Daniel dan Theo.
__ADS_1
Sementara Tio senang bisa bertemu Sheira hari ini, walaupun dengan kondisi yg tidak baik. Ia juga kesal pada mantan suami Sheira yg tak jelas itu. Jika sudah mantap bercerai kenapa masih mengganggunya sampai sekarang?? Tio pun tak habis pikir mendengar ceritanya.