
Sheira dan Daniel pun akhirnya tiba di tanah air, mereka dijemput oleh Theo. Dan Theo sudah mempersiapkan segalanya. Sheira pun sampai di apartemen dengan selamat, ia langsung beristirahat karena perjalanan jauh dengan perbedaan waktu.
"Aku lelah sekali.." gumam Sheira merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Keesokannya aktifitasnya tak berubah, ia harus bekerja mengontrol semua bakery miliknya. Begitu juga dengan Daniel dan Theo. Theo pun sebenarnya ingin sekali bicara pada Sheira untuk sekedar makan siang atau apapun, tapi Sheira begitu sibuk mengurus bakery-nya setelah ia tinggal 1 bulan.
Sheira pun mengecek satu persatu bakery-nya dan semuanya baik-baik saja tak ada yg mengalami masalah. Tapi Sheira mendapat undangan pernikahan yg dititipkan di salah satu bakery miliknya.
"Pinkan dan Aryo?? Pffff.. tak salah mereka mengadakan resepsi sekarang??" gumam Sheira.
Sheira pun menghubungi Daniel dan Theo untuk meminta bantuan mereka. Dan mereka bertiga pun kini telah berkumpul di apartemennya. Lalu Sheira mengatakan semuanya.
"Kau ingin hadir?" tanya Daniel.
"Ya, akan ada rumor buruk jika aku tak datang.. mereka akan berfikir kalau aku masih menyimoan rasa pada Aryo. " ucap Sheira.
"Tapi Pinkan sudah menyakitimu waktu itu, kau masih mau datang?" tanya Theo.
"Tak apa, aku ingin menunjukkan kalau aku baik-baik saja.."ucap Sheira.
"Dan, Theo aku butuh bantuanmu.. kau waktu itu mengaku sebagai kekasihku bukan?" ucap Sheira tersenyum.
"Aku mengerti, aku siap membantumu.." ucap Theo.
"Kau tak mengajakku?" tanya Daniel.
"Memang kakak tak diundang?? kan kakak sudah masuk circle mereka.." ucap Sheira.
"Iya, tapi aku tak punya pasangan.." ucap Daniel.
"Makanya cari kak.." ucap Sheira.
"Ck.. kalian juga cuma pura-pura, kalau kalian benar-bnear pasangan baru aku iri.. " ucap Daniel.
"Oke.." ucap Sheira.
"Oke apa?" tanya Theo.
"Oke kita pergi bertiga.." ucap Sheira.
"Baiklah.." ucap Daniel, sementara Theo memandang Daniel dengan tatapan tak suka. Dan Daniel malah tersenyum senang bisa mengganggu Theo.
Setelah itu, mereka pun berkumpul ke tempat David. David harus merencanakan semuanya dengan matang. Apalagi ia sudah tahu kalau putri dari Haris akan menggelar resepsi pernikahan. Dan saat itu menjadi saat yg tepat untuk mencari tahu info tentang Miracle Company.
Daniel dan Theo pun berbagi informasi yg mereka dapatkan. Daniel juga membahas soal project F, dimana project tersebut tiba-tiba gagal, dan Chandra didenda karena melanggar kontrak. Lalu Chandra mengalami kecelakaan serius dan dinyatakan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
"Soal kecelakaan itu, aku melihat banyak kecurigaan. Dimana rem mobil tersebut putus.." ucap Daniel.
"Apaa? jadi ini benar sebuah pembunuhan.." ucap Sheira.
"Benar, tapi aku tak bisa membuktikannya padamu.." ucap Daniel.
__ADS_1
"Kalau begitu, pasti mereka pelakunya.." ucap Sheira.
"Ya.. dan barang bukti tersebut sudah dimusnahkan.. jadi kita tak bisa membuktikan apapun.." ucap David.
"Daniel kenapa kau baru bicara soal project F..?" tanya Theo kesal.
"Karena baru sekarng kita membahasnya.. ada masalah apa denganmu?" tanya Daniel.
"Project F adalah project yg dicuri seseorang yg mengakibatkan ayahku meninggal.." ucap Theo.
"Apaa?? jadi kita semua yg ada disini berkaitan??" tanya Daniel.
"Sepertinya ini adalah takdir, Dan Theo kau beruntung ada disini jadi kau bisa tahu fakta menarik lainnya." ucap David.
"Dan untuk masalah project F, aku belum menanyakan lebih lanjut karena takut dicurigai." ucap Daniel.
"Dan sekarang, mereka mengadakan pesta pernikahan Pinkan dan Aryo.. Kita harus tiba disana.." ucap Sheira.
"Dan ini rencana kita, aku butuh suara dari kalian.. Tio sedang diincar sama sepertiku. Sheira juga, sedang diincar oleh Pinkan. " ucap David.
"Aku ingat tentang tato bergambar kunci di lengan salah seorang yg mengikutiku.. mereka adalah orang yg dulu juga mengincarku.." ucap Tio.
"Oke.. sekarang kita harus berhati-hati. Dan rencananya kalian harus mendapat simpati banyak orang, terutama Sheira." ucap David.
"Bagaimana?" tanya Sheira.
"Sebagai salah seorang pemegang saham kalian harus masuk lebih dalam lagi dan tahu apa saja yg terjadi di Miracle Company." ucap David.
"Mengenai isu-isu yg terjadi di kantor.. dan rencana mereka, terutama project F jika aku beruntung." ucap Theo.
"Kudengar Sheira akan menjadi pasangan Theo? apa itu benar?" tanya David.
"Iya itu benar, aku ingin agar Pinkan dan Aryo tak mengganggu ku lagi ." ucap Sheira.
"Itu tidak mungkin, karena setelah mereka tahu kau adalah putri dari Chandra kau akan sama seperti Tio yg diburu.." ucap David.
"Jadi aku harus apa?" tanya Sheira.
"Kau harus bisa beladiri, setidaknya kau bisa melawan mereka jika terdesak. Minimal belajarlah dasarnya.." ucap David.
"Aku pernah belajar beladiri dulu.." ucap Sheira.
"Berlatihlah lagi, karena jika terdesak belum tentu kau tertolong atau bisa jadi akan sama seperti ayahmu.." ucap David.
"Aku mengerti.." ucap Sheira.
"Lakukanlah peran kalian dan pakai benda-benda ini di pakaian kalian, ini adalah kamera kecil." ucap David.
"Aku juga suah menaruh beberapa orang untuk memasang penyadap di meja Haris dan keluarganya." ucap David.
"Oke.. kami setuju.." ucap mereka berempat.
__ADS_1
Walaupun Tio tak ikut ke pesta, ia akan membantu David di markasnya. Sementara Sheira, Daniel dan Theo akan mencari informasi sebanyak-banyaknya.
☘☘☘
Setelah hari itu, Sheira pun mempersiapkan segalanya. Ia juga sampai memakai pakaian senada dengan Theo agar terlihat seperti pasangan. Dan Daniel, ia akan datang sendiri untuk menggali informasi lebih dalam.
Mereka berdua pun pergi ke toko baju untuk mencari baju yg sesuai. Nampak Sheira dan Theo seperti pasangan sungguhan. Bahkan mereka dibilang seperti pasangan suami istri.
"Bukan, kami hanya pasangan kekasih.. belum menikah.." ucap Sheira menjawab salah seorang pegawai butik.
Disana mereka pun memilih pakaian berwarna putih yg elegant untuk acara malam nanti.
"Sepertinya ini akan cocok untuk kalian.. " ucap pegawai butik.
"Terimakasih.." balas Sheira dan Theo.
Kemudian mereka bercermin saat telah memakai pakaian tersebut.
"Nanti aku harus memegang lenganmu begini.." ucap Sheira memeragakannya.
"Ya.. agar terlihat meyakinkan.." ucap Theo tersenyum.
Wajah Theo pun berseri-seri memandang mereka berdua dicermin, hingga terbayang jika mereka menikah nanti. "Akh apa yg kupikirkan.." gumam Theo dalam hati.
"Kau baik-baik saja Theo?" tanya Sheira.
"Ya.. aku hanya sedang gerah .." ucap Theo.
"Oke.. gantilah pakaiannya.." ucap Sheira.
Setelah mereka membayar pakaian tersebut, mereka pun berbincang sejenak di cafe. Theo dan Sheira nampak merencanakan rencana mereka untuk hadir di acara pernikahan Aryo dan Pinkan.
"Sheira kita harus selalu bersama, dan buat Aryo kesal begitu juga dengan Pinkan." ucap Theo.
"Ya.. aku menantikannya.." ucap Sheira.
"Aku ingin membalas perbuatan Pinkan yg merusak nama baikku dengan mengatakan kalau aku belok, playboy dan semacamnya." ucap Theo.
"Kita akan balas mereka." ucap Sheira.
☘☘☘
Sementara Aryo dan Pinkan sedang fitting baju.
"Sayang untuk apa sih kita mengadakan pesta begini?" tanya Aryo.
"Mas aku ini punya wedding dream dan Dad ingin mewujudkannya.." ucap Pinkan.
"Tapi kau sedang hamil." ucap Aryo.
"Takkan ada masalah, yg ada aku yg malu karena belum mengadakan resepsi kau tahu kan siapa keluargaku.." ucap Pinkan.
__ADS_1
"Baiklah.. terserah kau saja.." ucap Aryo.
Lalu keduanya mencoba gaun pengantin dan setelan jas.