Affair With Me??

Affair With Me??
EP.19 Harus Kuat


__ADS_3

Setelah pembicaraan semalam, Sheira memulai langkahnya. Pertama-tama ia langsung melihat renovasi apartemen miliknya yg sudah selesai, tepat bersamaan dengan Sheira yg ingin berpisah dari Aryo.


Sheira yg mengunjungi apartemennya pun puas dengan hasil yg didapatkan. Ruangan minimalis yg lengkap dengan dapur dan ruangan lainnya. Serta furniture yg bagus pun terkesan modern dan lebih hidup.


"Akhirnya selesai juga.." gumam Sheira.


Setelah menerima kunci dari petugas, Sheira pun berniat untuk membawa barangnya sedikit demi sedikit ke apartemen tersebut.


Tanpa sadar disana ada Theo yg juga pemilik griya tawang bernilai fantastis tersebut. Dan mereka secara tak sengaja bertemu saat Sheira keluar apartemennya.


"Sheira.." panggil Theo.


"Theo.. sedang apa?" tanya Sheira.


"Aku tinggal disini.. kau sendiri?" tanya Theo.


"Aku hanya mengecek apartemenku yg baru direnovasi.." balas Sheira.


"Kau akan pindah kemari?" tanya Theo bahagia.


"Kemungkinan jika pernikahanku memburuk.." ucap Sheira.


"Baguslah, tak baik menyiksa dirimu.." ucap Theo.


"Kau benar ." balas Sheira.


"Mari kita makan bersama, aku tahu resto enak disekitar sini.." ucap Theo.


"Oke.." balas Sheira karena memang sudah jam makan siang.


Mereka pun makan siang bersama, dan tanpa sadar ada Aryo beserta Pinkan sedang makan disana. Aryo yg melihatnya pun panas dan segera melabraknya.


"Sheira..!" teriak Aryo.


"Ada apa Mas?" tanya Sheira santai.


"Dan kau, apa yg kau lakukan dengan istriku?" tanya Aryo.


"Kami hanya makan siang, apa masalahnya?" tanya Theo.

__ADS_1


"Kau..!" ucap Aryo kesal dan hendak memukul orang tapi melihat pengunjung yg ramai pun ia menghentikan dirinya.


"Mas, jangan mencari keributan. Kau tidak pernah adil padaku, bahkan kau tak pernah mengajakku makan siang bersama seperti kau memperlakukan Pinkan. Lalu saat aku makan siang dengan teman sekaligus rekan bisnisku kau tak terima?" tanya Sheira.


"Teman kau bilang?? tak ada yg namanya teman antara pria dan wanita.. " ucap Aryo.


"Terserah padamu, karena yg aku pikirkan hanyalah bekerja dan bekerja.. kau tahu kenapa??" tanya Sheira.


"Karena kau bahkan tak memberiku nafkah.." ucap Sheira yg kesal.


Theo yg mendengar hal itupun geram melihat tingkah Aryo. Bisa-bisanya sebagai laki-laki tak punya harga diri dengan tak menafkahi istri sendiri. Ingin ia memukul Aryo agar sadar, tapi Theo tahu posisinya tak pantas ikut campur.


"Sepertinya, ini bukan waktu yg tepat untuk membahas bisnis kita.. jadi lain waktu saja aku mengerti nona Sheira.." ucap Theo pergi meninggalkan resto.


"Ayo ikut aku pulang.." ucap Aryo.


"Tidak mau, aku masih banyak pekerjaan.." ucap Sheira.


"Ikut..! kalau tidak mau aku akan memaksamu.. !" ucap Aryo.


"Mass sakit, lepaskan..!" ucap Sheira diseret keluar dan dipaksa masuk ke dalam mobil.


"Mass tunggu aku..!" teriak Pinkan namun, ia ditinggal begitu saja dan terpaksa ia harus naik taksi.


"Dasar Mas Aryo kalau sama si rubah itu lupa segalanya .." gerutu Pinkan.


"Maaf nona, anda belum mrmbayar tagihannya.." ucap pelayan menghampiri Pinkan.


"Astaga, maaf aku lupa karena suamiku sedang terburu-buru.." ucap Pinkan lalu masuk ke dalam untuk membayar.


"Mas, kau ini sudah meninggalkanku dan tak membayar tagihan pula.." gerutu Pinkan dalam hati.


Setelah membayar Pinkan pun naik taksi dan pulang ke rumah suaminya. Ia tak sabar melihat Sheira disiksa oleh suaminya.


☘☘☘


Sesampainya dirumah, Sheira pun diseret paksa oleh Aryo. Ia dibawa ke ruang lantai 2, dan disanalah kekejian Aryo berlangsung. Ia melepaskan ikat pinggangnya dan mencambuk Sheira membabi buta. Semua dengan alasan karena dalam agama suami bisa memukul istri yg tak patuh.


bukk..bukkk..bukkk..bukk..

__ADS_1


"Akhh.. Mas cukup..!" ucap Sheira yg kesakitan.


"Tidak, kau adalah istri durhaka yg suka selingkuh.. kau pasti ada main di belakangku bersama Theo." ucap Aryo yg terus mencambuk Sheira.


Bukk..Bukk..Bukk.


Setelah puas, Aryo pun meninggalkan Sheira yg sudah lemah tak berdaya. Sheira pun berusaha bangkit dan menuju kamarnya dengan sisa tenaga yg ia miliki. Tubuhnya sudah memar dan terasa perih.


Tangisannya bahkan kini sudah tak mengeluarkan air matalagi. Rasa sakit sekujur tubuh dan sakit hatinya terlalu sakit hingga ia mati rasa. Sheira bertekad keluar dari rumah tersebut dan menceraikan Aryo.


Dan Pinkan yg baru saja pulang mendapati suaminya sedang memegang ikat pinggang dengan wajah seram. Tapi ia justru senang dan tertawa dalam hati. Ia tahu kalau Aryo pasti habis memukuli Sheira dengan ikat pinggang tersebut. "Rasakan dasar rubah.." gumam Pinkan dalam hati.


☘☘☘


Sebelum itu, Sheira mengamankan cctv tepat dimana Aryo memukulinya dengan ikat pinggang. Setelah semua rekaman itu aman, Sheira meminta detektif swasta sewaannya untuk membantunya menggugat cerai Aryo suaminya atas semua kekejaman yg ia terima. Semua bukti-bukti sudah sangat kuat dan membuat Aryo tak bisa berkutik.


Malam itu juga, Sheira membereskan beberapa pakaian dan barang berharga lainnya. Sheira sudah mempersiapkan segalanya bahkan sampai kunci cadangan diseluruh rumahnya. Untuk barang-barang akan ia jatuhkan dari lantai 2 menggunkan tali agar tak menimbulkan keributan. Tas dan kopernya diikat dengan tali dan dijatuhkan ke bawah perlahan-lahan.


Lalu saat semua orang nampak tertidur pulas, di tengah malam Sheira keluar dari rumah dan membawa semua barang berharga miliknya. Ia langsung memasukkan semua tas dan koper beserta tali yg mengikat untuk menghilangkan jejak.


Dan Sheira langsung keluar dari rumah tersebut. Tujuan utamanya bukanlah apartemen melainkan rumah sakit dimana ia akan melakukan pengobatan dan visum atas luka-luka yg ia terima dari suaminya.


Saat tiba, perawat pun membantu Sheira berjalan karena nampak tangannya ada bekas cambukan dan memar. Semua perawat dan dokter pun kasihan pada Sheira. Dan mereka akan membantu Sheira dalam proses visum. Mereka mengerti akan kondisi Sheira yg mengalami kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.


"Nona, saya sarankan anda untuk menginap di rumah sakit ini.." ucap dr.Cleo.


"Tidak dok.. saya akan pulang ke apartemen saya saja.. takut kalau suami saya membuat keributan disini.." ucap Sheira.


"Tapi nona, luka anda cukup parah.." ucap dokter.


"Tak apa dok, saya bisa menanganinya dan akan rutin mengeceknya kemari.." balas Sheira.


"Baiklah jika nona mamaksa.." ucap sang dokter.


Dan Sheira pun sampai di apartemen miliknya. Ia pun meminta bantuan penjaga untuk membawa barang-barang miliknya ke kamarnya. Karena kasihan, mereka pun membantu Sheira. Dan Sheira pun bisa tidur pulas di kamarnya tanpa ada yg bisa mengganggunya. Ia berpesan pada petugas keamanan untuk menahan jika ada pria yg mengaku suami atau ibu mertuanya beserta Pinkan untuk menemuinya. Mereka pun mengerti melihat tubuh Sheira dipenuhi luka.


Keesokannya Aryo sadar dan mencari Sheira tapi tak menemukannya dimanapun. Ia seperti orang gila yg sudah memukuli istrinya lalu merasa kehilangan saat istrinya pergi dari rumah. Beberapa Art-nya pun tak luput dari amarahnya karena Sheira pergi dari rumahnya tanpa ijin.


"Apa yg kalian lakukan sampai ada yg pergi dari rumah ini kalian tak tahu..!" teriak Aryo kesal.

__ADS_1


Dan telepon Sheira juga tak kunjung tersambung karena nomornya sudah diblokir oleh Sheira.


__ADS_2