Affair With Me??

Affair With Me??
EP.82 Stalker III


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Sheira dan Theo mengunjungi lokasi project F mereka. Dan sudah terlihat ada banyak pekerja yg tengah melakukan pekerjaan mereka. Dan seorang mandor pun menunjukan tempat yg aman yg bisa mereka kunjungi.


Nampak semuanya berjalan dengan baik dan tak ada kekurangan apapun. Semua sudah disediakan oleh Sheira dan Theo dari uang yg mereka dapatkan dari peninggalan ayah mereka.


Sheira pun memberikan mereka camilan untuk dinikmati saat istirahat, kemudian ia berbincang sejenak dengan Theo.


"Bagaimana menurutmu jika kita membangun air mancur besar yg menarik minat pengunjung.?" tanya Theo.


"Ide bagus,." ucap Sheira.


"Baiklah, jika kau setuju maka aku akan meminta desainnya." ucap Theo.


"Lalu bagaimana dengan Aryo? apa dia masih mengganggumu?" tanya Theo.


"Sementara ini belum ada pergerakan, tapi tak tahu kedepannya.." ucap Sheira.


"Lalu dengan Pinkan?" tanya Sheira.


"Dia cukup gigih mendekatiku seperti sebelumnya." ucap Theo.


"Dan apa yg akan kau lakukan? dia pintar menjebak seseorang." ucap Sheira.


"Aku akan meminta sekertarisku Doni untuk mengawasinya." ucap Theo.


"Nampaknya kedua orang itu masih saja mengganggu hidup kita." ucap Sheira.


"Kau tenang saja, aku akan melindungimu jika Aryo macam-macam." ucap Theo.


"Oke Terimakasih, selanjutnya mari kita makan siang." ucap Sheira.


"Ya.. kau naik mobilku saja." ucap Theo.


"Baiklah." ucap Sheira.


Dan Theo pun pergi makan siang bersama Sheira. Sementara Anton pulang ke kantor dan istirahat. Tapi justru Anton lah yg sedang diikuti karena mengira Sheira berada di mobil tersebut.


Ketika tiba di kantor, tak nampak Sheira disana membuat stalker tersebut bingung.


"Maaf bos, nona Sheira menghilang dari jangkauanku." ucap Stalker tersebut.


"Akh.. harusnya kau lebih teliti lagi." ucap Aryo.


"Lalu kemana saja Sheira dan baj***an itu?" tanya Aryo.


"Mereka ke sebuah konstruksi bangunan, dan nampaknya mereka akan membuat sebuah bangunan besar." ucap stalker tersebut.


"Kirimkan aku gambar lokasinya." ucap Aryo.


"Baik tuan." ucapnya.


Tak lama Aryo pun menerima gambar lokasi proyek tersebut. Dan ia pun tercengang karena pasti tempat tersebut akan menjadi banguan besar dan megah. Aryo sendiri tahu lokasi tersebut yg kabarnya sudah kosong selama 20 tahun yg lalu.

__ADS_1


"Apa yg ditawarkan si baj***an itu pada Sheira?? pasti sesuatu yg besar." gumam Aryo.


☘☘☘


Aryo pun sedang berkunjung ke rumah Siti karena sudah lama tak kesana. Semua karena Aryo masih kesal dengan Siti yg menghancurkan rumah tangganya dengan menikahkannya dengan Pinkan wanita tak tahu malu tersebut.


"Ibu senang kau kemari." ucap Siti.


"Ya.. Bagaimana kabar ibu?" tanya Aryo.


"Ibu baik.. dan ayahmu juga baik.. ia masih menjalankan usahanya." ucap Siti.


"Baguslah.. aku juga baik-baik saja." ucap Aryo.


"Ibu senang kau langsung menceraikan Pinkan setelah tahu fakta mengejutkan ini.. dan maafkan ibu telah membuatmu berpisah dari Sheira." ucap Siti.


"Terlambat bu, apa karena ibu sekarang tahu kalau Sheira mewarisi perusahan besar jadi ibu mulai menghormatinya?" tanya Aryo.


"Benar, ibu baru tahu kalau dia sekelas dengan kita. Dan Pinkan itu seperti ja***ng." ucap Siti.


"Ya.. ibu bisa bilang begitu sekarang, karena sudah tahu semuanya.. dahulu ibu senang sekali menyakiti Sheira." ucap Aryo.


"Kau bisa kembali padanya.. ibu yakin dia masih menyukaimu." ucap Siti.


"Bicara mudah, tapi tanpa ibu suruh pun aku sedang berusaha." ucap Aryo.


"Baguslah, kau harus kembali padanya." ucap Siti.


☘☘☘


Sedangkan sang stalker pun masih menunggu di depan kantor tersebut. Ia melihat Sheira diantarkan oleh Theo, dan itulah yg menyebabkan Sheira tak ada di mobilnya. Akhirnya Stalker itupun menunggu Sheira pulang kantor.


Saat pulang kantor, seperti biasa Anton pun mengantarkannya dengan aman. Kali ini Anton pun menangkap pergerakan mobil yg terus mengikuti mereka dan langsung mengatakannya pada Sheira.


"Nona, masih ada lagi stalker." ucap Anton.


"Rupanya mantan suamiku sudah benar-benar gila setelah bercerai dari Pinkan." ucap Sheira.


"Kita tangkap saja nona." ucap Anton.


"Ya.. kau benar. Apa rencanamu?" tanya Sheira.


"Kita giring dia ke kantor polisi terdekat dan menangkapnya." ucap Anton.


"Oke.. kau berhati-hatilah jangan sampai ketahuan atau dia akan kabur." ucap Sheira.


"Baik nona." ucap Anton.


Anton pun menunggunya untuk menjebaknya di sebuah jalan sepi yg tak jauh dari kantor polisi. Ia pun bersembunyi disebuah tempat dan menunggu mobil tersebut mengikutinya. Dan benar, mobil tersebut bolak balik mencari keberadaan mobilnya. Hingga Anton keluar dan memancing mobil tersebut. Terlihat dengan jelas begitu Anton keluar mobil tersebut langsung berbelok dan mengikutinya.


"Dia benar-benar mengikuti kita." ucap Anton.

__ADS_1


"Ya.. ayo segera tangkap dia." ucap Sheira.


"Baik nona." balas Anton.


Ketika tiba di jalan sepi, mereka menepi dan berhenti begitu juga dengan mobil tersebut yg ikut berhenti. Anton pun membelokkan mobilnya dan mobil tadi juga terlihat ikut menghidupkan mesin mobil. Dan Anton langsung bergerak ke arah depan mobil stalker tersebut seperti akan menabraknya.


Ketika hampir menabrak dan hanya berjarak beberapa centi, Anton pun berhenti dan orang itupun sudah terkejut. Anton pun turun, diikuti oleh Sheira. Ia mengetuk pintu mobil stalker tersebut dan memaksanya keluar.


"Permisi bisa anda keluar?" tanya Anton.


"Ada apa ya? kenapa anda ingin menabrakku?" tanya stalker tersebut yg merupakan laki-laki berusia sekitar 20 tahunan.


Anton pun langsung mengunci tangannya dan membuat pria tersebut tak bisa bergerak. Lalu Sheira menggeledah mobilnya dan menemukan ponselnya. Orang tersebut pun tak berkutik dan berusaha meminta bantuan orang sekitar tapi tak ada satupun orang yg melintas.


"Tolong buka ponselnya.." ucap Sheira.


"Tidak akan.. kalian sudah berani melanggar privasi orang lain." ucapnya.


"Oh begitu.." ucap Sheira.


Lalu Aryo pun menelponnya tepat waktu.


"Kebetulan ada telepon.. biar aku jawab.. dan kau harus menurut. " ancam Sheira dengan alat kejut listrik.


"Halo.. bagaimana ?? kau tahu dimana Sheira berada?" tanya Aryo.


"Halo Mas Aryo, kenapa selalu repot-repot mencariku sampai menyewa stalker segala." ucap Sheira.


"Sheira.. aku.." ucap Aryo bingung karena ketahuan.


"Sudahlah, jangan bingung.. aku tahu kau sudah mulai tidak waras dengan mengikutiku." ucap Sheira.


"Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita." ucap Aryo.


"Tak ada yg bisa diperbaiki, semuanya sudah hancur berkeping-keping, kalaupun diperbaiki takkan sama seperti dulu. Dan untuk masalah ini aku sudah memperingatkanmu dan kali ini aku akan bertindak." ucap Sheira.


"Sheira tunggu.." ucap Aryo.


"Aku menunggumu di kantor polisi Xx." ucap Sheira lalu memutuskan panggilan telepon.


Sheira pun melaporkan kasus ini ke polisi dan stalker tersebut pun ditahan. Nampak Theo dan Daniel sampai datang karena khawatir. Aryo pun juga hadir, dan ia ikut ditahan.


Hingga akhirnya Siti dan Sigit pun tiba disana untuk membebaskan Aryo. Mereka berdiskusi dengan Sheira dan meminta jalur damai. Sheira pun bersedia berdamai asalkan tak diganggu lagi, walaupun Theo dan Daniel menolaknya. Tapi mau bagaimana lagi, langkah Sheira sudah tepat karena tak ada gunanya memperpanjang masalah. Dan Aryo hanya menandatangani perjanjian damai dengan Sheira. Sheura juga melihat pria muda yg dibayar sebagai stalker pasti masa depannya hancur jika mendekam dipenjara.


"Aku mengampunimu karena pemuda stalker itu masih sangat muda. Dan masa depannya bisa hancur gara-gara menuruti kegilaanmu." ucap Sheira.


"Terimakadih Sheira." ucap Aryo.


"Ingat sekali lagi kau mengganggu adikku, aku yg akan bertindak." ucap Daniel.


"Dan ingat, aku sekarang kekasihnya dan akan segera menikahinya jadi jangan macam-macam." ancam Theo.

__ADS_1


Siti dan Sigit pun terdiam karena tahu kekuatan mereka lemah melawan Sheira, Daniel dan Theo. Tapi setidaknya, Aryo berhasil dibebaskan.


__ADS_2