
Sejak kejadian kecelakaan Daniel, Jasmine pun seperti tinggal di rumah sakit. Sheira dan Theo pun sudah memintanya pulang tetapi Jasmine bersikeras untuk menunggu hingga Daniel sadar. Theo pun tak bisa berbuat apa-apa selain menyewa penjaga untuk berjaga-jaga jika Jasmine ingin pulang.
Begitu juga Sheira yg menyiapkan kebutuhan Jasmine selama Daniel sakit. Jasmine benar-benar merawat Daniel dengan baik. Ia membersihkan tubuh Daniel, dan juga mengecek luka, hingga obat-obatan dan juga cairan infus. Setiap ada dokter yg datang tak lupa ia juga banyak bertanya soal Daniel dan obat-obatan yg digunakan.
"Sepertinya aku tak dibutuhkan disini jika anda sudah mengerti." ucap sang dokter.
"Maaf dok, aku hanya menggunakan kemampuanku dan ingin memastikan langsung." ucap Jasmine.
"Baiklah aku paham, untuk kondisi tuan Daniel sudah membaik.. aku harap beliau cepat sadar." ucap sang dokter.
"Aku juga berharap demikian, terimakasih dok.." ucap Jasmine.
Lalu dokter keluar dan Jasmine kembali duduk di kursinya. Ia menggenggam erat tangan Daniel, berharap sentuhan darinya mampu memberikan kesadaran untuk Daniel.
Perlahan jari tangan Daniel pun mulai bergerak walaupun ia belum sadar sepenuhnya. Jasmine pun tersenyum artinya ada kesempatan bagi Daniel untuk pulih. Terlebih dokter berkata kalau Daniel dinyatakan koma karena tak kunjung sadar juga.
Luciana dan Anderson pun baru tiba di bandara, mereka langsung dijemput oleh Sheira. Terlihat raut wajah khawatir Luciana karena mendengar Daniel dinyatakan koma.
"Bagaimana ini sayang?" tanya Luciana menangis.
"Kau tenang dulu, Daniel anak yg kuat kan dia pasti bertahan." ucap Anderson.
"Tante.. kita harus tegar dan yakin kalau kak Niel bisa sadar dan segera pulih. " ucap Sheira.
"Semoga begitu Ara, tante bersyukur kau ada disini dan merawatnya." ucap Luciana.
"Aku tak sendirian, ada suamiku Theo dan Jasmine kekasihnya yg selalu ada disana." ucap Sheira.
"Dan Jasmine lah yg banyak merawatnya karena aku dan Theo sangat sibuk bekerja." ucap Sheira.
"Tante sepertinya harus menemui Jasmine dan berterimakasih padanya." ucap Luciana.
"Benar, dia sudah menjaga kak Niel.." ucap Sheira.
__ADS_1
Mereka pun tiba di rumah sakit, dan nampak Sheira langsung memandu Luciana dan Anderson menuju ke ruangan Daniel. Ruangan yg cukup bagus karena Theo dan Sheira ingin yg terbaik untuk perawatan Daniel.
"Jasmine aku datang bersama tante dan pamanku." ucap Sheira.
Kebetulan di dalam sedang ada pemeriksaan dengan dokter, hingga Sheira dan orang tua Daniel menunggu dalam diam.
"Kalian pasti orang tua tuan Daniel." ucap sang dokter.
"Benar dok, bagaimana kondisi putra kami.?" tanya Anderson.
"Dia baik-baik saja, karena dokter sesungguhnya bukan aku tapi nona Jasmine." ucap sang dokter.
"Maksudnya bagaimana dok?" tanya Luciana.
"Nona Jasmine yg merawatnya, sebagai seorang dokter ia paling tahu apa yg dibutuhkan pasien.. ia selalu mengabariku mengenai perkembangan tuan Daniel dan mengontrol obat-obatan serta efeknya bagi tuan Daniel selama ini." ucap sang dokter.
"Benarkah dok?" tanya Luciana.
"Benar, dia selalu berada di sisi tuan Daniel.. dan semoga tuan Daniel bisa cepat siuman." ucap sang dokter.
Setelah dokter keluar, Jasmine pun menyapa Luciana dan Anderson. Tak lupa keduanya berterimakasih pada Jasmine yg sudah merawat Daniel dengan baik hingga mendapat pujian dari dokter. Mereka juga cukup terkejut setelah tahu bahwa Jasmine juga seorang dokter walaupun kini tak bekerja lagi.
"Daniel sangat beruntung bertemu denganmu." ucap Anderson.
"Aku yg beruntung bertemu dengannya paman." ucap Jasmine.
"Jangan bilang begitu, kami sungguh berterimakasih karena kau merawatnya dengan baik." ucap Luciana.
"Sejujurnya aku cukup khawatir karena Daniel belum sadar juga." ucap Jasmine.
"Kami juga merasakan hal yg sama.. tapi kita hanya bisa berusaha. " ucap Anderson.
"Walaupun sudah ada tanda-tanda pergerakan sesekali di jari tangannya.. kuharap ia segera sadar dan pulih." ucap Jasmine.
__ADS_1
"Kita sama-sama berdoa dan berusaha untuk kesembuhannya." ucap Luciana menggenggam tangan Jasmine.
Mereka pun sedikit berbincang disana, dan Sheira memberikan ruang bagi ketiga orang tersebut untuk bicara. Sheira pun menunggu di luar bersama pengawal dan sempat bertanya apa ada yg mengunjungi Daniel selain dirinya dan Theo. Jawabannya adalah tak ada, dan Sheira cukup senang karena lebih baik hanya orang terdekat yg mengunjungi Daniel demi keamanan. Karena musuh di dunia bisnis cukup mengerikan.
Setelah itu, Sheira pun mengantar Luciana dan Anderson ke apartemen Daniel untuk beristirahat. Lebih baik mereka tinggal di apartemen yg aman daripada menginap di hotel. Disana juga ada pengawal yg siap menjaga mereka serta disediakan sopir bagi mereka.
Sheira juga sudah menyiapkan semuanya agar mereka tak kesulitan tinggal di Indonesia. Terlebih mengingat Anderson yg masih harus menjalani pengobatan sakit jantung yg dideritanya. Sheira menaruh asisten rumah tangga yg membantu keduanya untuk menyiapkan makanan dan bersih-bersih di apartemen.
Setiap harinya Luciana dan Anderson datang untuk melihat kondisi Daniel. Mereka juga cukup prihatin karena Jasmine tak kunjung pulang dan memilih untuk menginap di rumah sakit. Mereka berdua merasa Daniel menemukan orang yg tepat. Karena disaat Daniel terbaring lemah dan tak sadarkan diri, ada wanita yg menjaga dan merawatnya, serta selalu ada disampingnya tanpa mengeluh.
"Jasmine aku berhutang banyak padamu." ucap Luciana.
"Tante berlebihan, aku hanya ingin merawat Daniel." ucap Jasmine.
"Kau bahkan tak pulang dan memilih menginap disini.. hal yg tak bisa kulakukan sebagai seorang ibu." ucap Luciana.
"Tante tenang saja, dengan datang setiap hari begini.. sudah cukup bagi Daniel.. sisanya biar aku yg urus, aku masih muda dan punya banyak tenaga." ucap Jasmine.
"Pokoknya terimakasih Jasmine, aku bersyukur sekali Daniel menemukan pasangan yg tepat." ucap Luciana.
"Semoga begitu tante." ucap Jasmine.
"Disaat yg lain mungkin pergi karena Daniel tak sadarkan diri kau justru tetap disampingnya dan merawatnya hingga meninggalkan pekerjaanmu." ucap Luciana.
"Daniel sudah banyak membantuku selama ini.. dan pekerjaanku aku masih bisa mencarinya nanti." ucap Jasmine.
"Kau jangan lupa istirahat, tante yakin tak mudah menjaga pasien." ucap Luciana tersenyum.
"Ya tante benar, dan aku sudah terbiasa saat aku masih menjadi dokter." ucap Jasmine.
"Sekarang kau makanlah, tante yg membuatnya sendiri." ucap Luciana.
"Terimakasih tante, kebetulan aku tadi ingin mencari makan siang." ucap Jasmine.
__ADS_1
Jasmine pun makan ditemani oleh Luciana sementara Anderson menjaga Daniel. Ia melihat putranya yg tak sadarkan diri. Ia juga mengingat bagaimana Daniel berjuang selama ini, ia melihat putranya bekerja tanpa henti untuk mencari uang pengobatannya selama ini. Hingga ia bisa sesukses sekarang, pastinya jalan Daniel tak mudah.
"Mungkin Tuhan ingin kau istirahat Daniel, kau sudah terlalu banyak bekerja kini nikmatilah waktu istirahatmu lalu kembali pada kami." gumam Anderson sembari memegang tangan Daniel.