
Setelah acara pembukaan galery, Nathan pun mulai disibukkan dengan pekerjaan barunya. Ia harus mengurus galery dan juga belajar mengurus perusahannya. Ia benar-benar belajar dari nol serta mengikuti kelas agar pemahamannya lebih luas.
Sementara Grace ia menikmati masa kuliahnya yg nyaman. Hingga suatu hari secara tak sengaja ia bertemu dengan Jefry di kampusnya. Kebetulan Jefry menjadi seorang motivator disana dalam sebuah seminar. Sebagai salah satu pebisnis sukses Jefry memang sering menjadi motivator dalam seminar yg diadakan di kampus-kampus.
Grace dan rekannya pun mengikuti acara seminar tersebut dengan tenang dan fokus. Sesekali mereka mencatat hal-hal yg penting. Dan Grace langsung mengenali Jefry sebagai teman kakaknya.
Setelah seminar usai, Jefry pun menghampiri Grace.
"Grace.." panggil Jefry.
"Iya Pak.. ada apa?" tanya Grace.
"Kau benar-benar kuliah disini rupanya." ucap Jefry.
"Iya.. aku mengikuti jejak kakakku Nicho." ucap Grace.
"Apa kau punya kesulitan kuliah disini? atau ada pelajaran yg tidak kau suka?" tanya Jefry.
"Tidak ada, lagipula aku bisa langsung bertanya pada kakakku jika aku kesulitan." ucap Grace.
"Baguslah, kau masih ada kelas atau mau pulang?" tanya Jefry.
"Aku masih ada satu kelas dan maaf ya Pak kelasnya sudah hampir dimulai." ucap Grace lalu meninggalkan Jefry.
Sementara teman-temannya iri melihat Grace diajak bicara oleh Jefry. Selain sukses Jefry juga punya paras yg tampan.
"Grace kau mengenal Pak Jefry?" tanya temannya Tia.
"Iya.. kebetulan karena kakakku teman kuliahnya." ucap Grace.
"Wah beruntung sekali dirimu." ucap Tia.
"Kau mau kenalan dengannya?" tanya Grace.
"Kau mau membantuku?" tanya Tia.
"Bisa diatur." ucap Grace tersenyum.
Lalu Grace pun masuk ke kelasnya dan belajar. Setelah kelasnya usai ternyata Jefry menunggunya di sekitar kampusnya.
"Hai Grace.." ucap Jefry.
"Iya.. ada apa lagi ya pak?" tanya Grace heran.
"Apa aku tidak terlalu tua untuk dipanggil Pak?" ucap Jefry.
"Baiklah, senior ada apa?" tanya Grace.
__ADS_1
"Lebih baik, mau kuantar pulang?" tanya Jefry.
"Aku bawa mobil, karena kak Nicho memintaku untuk tidak bergantung pada sopir." ucap Grace.
"Baiklah, mungkin makan siang?" tanya Jefry.
"Oke.. oke.. kita makan di sekitar kampus kebetulan temanku Tia ingin berkenalan dengan senior." ucap Grace.
"Oke.." ucap Jefry. "Kenapa justru Grace memperkenalkan temannya padaku?" gumam Jefry dalam hati.
Sementara Grace santai saja dan menghubungi Tia untuk makan siang bersama Jefry senior mereka. Tia pun senang bukan main, padahal Tia dijadikan alasan agar tak makan berdua dengan Jefry.
"Ada apa dengan teman kak Nicho, kenapa dia mendekatiku?" gumam Grace dalam hati.
Grace dan Jefry pun datang ke sebuah cafe di sekitar kampus mereka. Dan Grace memesan minuman sembari menunggu Tia. Tak lama Tia pun datang, hingga Grace bisa makan dengan tenang. Grace pun tetap berhati-hati walaupun itu teman kakaknya sendiri. Ia tak mau terjebak dan membuat kakaknya merasa bersalah jika Jefry berbuat macam-macam dengannya.
Tapi bayangan Grace pun sesuai dengan kenyataan, karena Jefry tak seperti yg ia duga. Ia pria yg baik dan menghormati wanita. Ia juga menghargai Tia yg berkenalan dengannya dan tak pelit untuk membagikan ilmunya. Pembicaraan mereka pun menjadi menarik karena Grace hanya membahas masalah perkuliahan dan menghindari pertanyaan yg bersifat pribadi.
Setelah makan pun, mereka masih duduk sejenak di tempat itu. Niatan Jefry memang ingin mendekati Grace adik dari temannya. Ia tertarik pada Grace yg terlihat mandiri dan sangat sopan. Bahkan saat ia ingin mengenalnya lebih dekat pun Grace begitu sulit untuk didekati. Grace pandai mengalihkan topik yg membahas tentang dirinya dan membuat lawan bicaranya tak berani menanyakannya lagi.
"Sepertinya sudah terlalu lama aku disini, aku harus pulang." ucap Grace.
"Baiklah, sampai jumpa lagi Grace." ucap Jefry.
"Senior aku juga harus segera pulang." ucap Tia.
"Iya, aku juga akan pulang.. sampai jumpa lagi " ucap Jefry.
"Sepertinya dia sangat pintar sampai membuatku kehabisan kata-kata." gumam Jefry dalam hati.
Grace pun pergi dengan menaiki mobilnya menuju ke tempat latihan bela diri. Ia memiliki jadwal latihan hari ini, karena tadi mampir ke cafe ia tak bisa pulang dan langsung latihan sampai malam. Barulah Grace pulang di malam hari dan momnya sudah tahu jadwal kegiatan Grace setiap harinya jadi ia tak merasa khawatir atau cemas.
Baru ia memasuki halaman, tapi ia melihat mobil terparkir dan tak asing baginya. Ia pun sadar kalau itu mobil Jefry. Akhirnya Grace pun masuk lewat pintu samping tanpa terlihat dari depan, mobilnya juga terparkir di halaman samping.
Tak ada yg tahu kalau Grace pulang, dan ia cepat-cepat naik ke kamar ya di lantai 2. Ia tak tahu apakah Jefry benar-benar mendekatinya ataukah memang ada urusan dengan kakaknya Nicho.
Grace pun membersihkan diri dan beristirahat karena sangat lelah. Hingga ia merebahkan dirinya dia atas kasur dan tertidur.
Sementara Jefry sedang bersama Nicho, dan Nicho melihat gelagat aneh dari Jefry.
"Katakan ada apa?" tanya Nicho.
"Ada apa bagaimana?" tanya Jefry.
"Jangan berbohong, aku tahu hari ini kau ke kampus Grace dan mengajaknya makan siang." ucap Nicho.
"Itu hanya kebetulan." ucap Jefry.
__ADS_1
"Jika kebetulan tak sampai tiga kali dalam sehari." ucap Nicho.
"Ck.. kau ini." ucap Jefry.
"Jadi benar kau kemari mencari adikku." ucap Nicho to the point.
"Iya.. tapi nampaknya dia menghindariku." ucap Jefry.
"Tentu saja, aku sudah melatihnya dengan sangat baik." ucap Nicho.
"Nick tak bisakah aku mendekati Grace?" tanya Jefry.
"Apa kau serius dengannya?" tanya Nicho.
"Aku serius, aku akan menunggunya sampai lulus." ucap Jefry.
"Enak saja baru lulus langsung kau nikahi, memangnya Grace susah-susah sekolah untuk menikah denganmu?" tanya Nicho.
"Kau kenal aku kan.. kau tau aku bukan orang jahat." ucap Jefry.
"Aku mengenalmu, tapi bukan berarti aku bisa memberikan Grace untukmu. Lagipula adikku masih harus kuliah dan bekerja." ucap Nicho.
"Masa tidak boleh berhubungan dengan pria?" protes Jefry.
"Itu pilihan hidupnya, kalau pun dia mau berhubungan harus bisa melewatiku." ucap Nicho.
"Dan jangan lupakan aku, aku selalu siap menjaganya." ucap Nathan saat melewati mereka berdua.
"Hmm.. Mengapa kalian begitu jahat padaku?" tanya Jefry.
"Karena ini menyangkut Grace.. apalagi masa depannya aku takkan diam saja." ucap Nicho.
"Tapi aku tak berniat jahat padanya." ucap Jefry.
"Apapun alasanmu, hanya Grace yg akan menentukannya bukan aku, Nathan, ataupun kedua orangtuaku." ucap Nicho.
"Tapi jam berapa Grace pulang?" tanya Jefry.
"Biasanya sebentar lagi." ucap Nicho.
"Kenapa anak gadis pulang malam sekali.,?" tanya Jefry.
"Karena dia harus latihan bela diri, untuk melindungi dirinya. Kusarankan kau pulang saja karena tak mungkin aku membiarkanmu menemuimu lebih dari jam segini." ucap Nicho.
"Kau itu posesif sekali. Baiklah aku akan pulang." ucap Jefry.
"Ya.. pulanglah aku lelah ingin istirahat." ucap Nicho mengusir Jefry.
__ADS_1
"Dasar kau itu menyebalkan." ucap Jefry menggerutu.
Sementara Nicho hanya tersenyum, ia tahu kalau Grace sudah pulang dan ia juga tahu kalau Grace menghindarinya. Makanya ia tak ingin mendekatkannya kalau adiknya tak mau.