Affair With Me??

Affair With Me??
EP.95 Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Tak terasa hari pernikahan Sheira dan Theo tinggal menghitung hari. Tepat 1 bulan setelah mall mereka dibuka mereka akan melangsungkan pernikahannya. Dan kini adalah persiapan mereka membuka mall tersebut.


Pembangunan yg memakan biaya dan waktu yg tak sedikit itupun bisa selesai sesuai dengan prediksinya. Sheira dan Theo pun bisa lega karena gedung tersebut telah selesai dan dinyatakan aman untuk digunakan.


Beberapa perusahaan yg menjalin kerjasama pun mulai memenuhi mall tersebut. Sheira dan Theo mengunjungi Mall tersebut dimana mereka sedang merapikan dan menatanya sesuai dengan brand masing-masing.


"Sepertinya semuanya lancar." ucap Sheira.


"Ya.. mall ini akan segera resmi dibuka.. apa kau senang?" tanya Theo.


"Ya.. aku sangat senang mengingat ini adalah ide dari ayah kita." ucap Sheira.


"Aku juga sangat senang sekaligus lega, akhirnya ada hal yg bisa kulakukan untuknya." ucap Theo.


"Semoga pada saat pembukaan nanti lancar.." ucap Sheira.


"Ya semoga begitu." ucap Theo.


Dan setelah itu, mereka mengunjungi toko perhiasan untuk membeli cincin nikah mereka. Dan Theo membelikan cincin terbaik yg Sheira sukai. Walaupun harus menunggu selama 1 bulan karena menyesuaikan dengan lingkaran jari mereka dan desain yg bagus.


"Aku suka yg ini.." ucap Sheira.


"Baiklah.. jadi deal yg ini ya.." ucap Theo.


Theo pun membayar dan mendapatkan bukti pembayaran untuk pengambilan barang tersebut. Setelah itu mereka keluar dari toko tersebut dan menikmati makan siangnya.


Jasmine dan Doni pun berada di meja lain tak mau mengganggu atasan mereka. Mereka berdua sibuk dengan urusannya masing-masing. Jika Doni sibuk mengurus pekerjaannya, berbeda dengan Jasmine yg sibuk membalas pesan Daniel.


"Kau punya atasan yg baik.." ucap Doni.


"Ya dan aku beruntung.. bukannya tuan Theo juga baik?" tanya Jasmine.


"Ya.. tapi terlalu baik sampai tak mau ada pekerjaan yg kurang sempurna, harus sempurna." ucap Doni.


"Bukankah kau sudah terbiasa dengannya? terima saja nasib kita yg begini karena masih ada orang yg jauh lebih menderita daripada ini." ucap Jasmine.

__ADS_1


"Ucapanmu seperti sudah pernah jatuh ke bawah jurang saja." ucap Doni.


"Memang benar, aku pernah jatuh ke atas jurang." ucap Jasmine tersenyum lalu menerima panggilan telepon.


"Wanita itu cukup tegar juga sampai mengatakannya dengan santai." gumam Doni.


Jasmine pun menerima panggilan telepon dari Daniel dan mereka selalu berkomunikasi hampir setiap saat. Kadang Jasmine yg sibuk pun meninggalkan ponselnya di tasnya dan hanya fokus pada pekerjaanya. Begitu juga dengan Daniel, keduanya sudah biasa begitu, tapi anehnya mereka sedang tak menjalin hubungan khusus karena Jasmine selalu menolaknya.


Setelah menerima panggilan telepon Jasmine kembali dan membereskan barangnya karena mereka akan kembali ke kantor.


"Sampai jumpa lagi Doni, kabari aku jika ada kabar terbaru." ucap Jasmine.


"Ya.. kau juga kabari aku." ucap Doni.


"Oke.. bye.." ucap Jasmine.


Begitu juga dengan Theo yg harus berpisah dari Sheira. Dan mereka kini menuju ke kantor masing-masing. Sheira pun harus mengurus beberapa urusan di kantornya.


Dan untuk pertama kalinya, ia mendapat protes dari beberapa orang soal keterlambatan.


"Dasar tak becus..!"


"Maaf.. ini ada apa ya?" tanya Sheira.


"Itu bu.. ada orang dari pihak Xx yg merasa ada keterlambatan barang." ucap salah seorang staf.


"Kau.. ibu Sheira kan?? bagaimana ini masa terlambat?" tanyanya.


"Bisa tunjukkan apa saja produk yg belum tiba?" tanya Sheira.


"Pokoknya produk F belum sampai, dan kami tak terima karena ini mengganggu proses kerja kami." ucapnya.


"Produk F?? bukannya produk tersebut memang belum sampai?? kami sudah mengirim emailnya dan kalian setuju kalau produknya akan tiba dalam 15 hari." ucap Sheira.


"Jangan berbohong kami tak menerima email apapun." ucapnya lagi.

__ADS_1


"Oh ya..??" tanya Sheira lalu menunjukkan email yg Jasmine kirim pada staf di kantor tersebut.


"Lihat, kami sudah mengirim emailnya dan kalian menyetujuinya seminggu yg lalu." ucap Sheira menunjukkan email tersebut.


"Ini pasti bohong.. kalian mau menipu kami kan?" tanyanya.


"Jasmine, telepon perusahaan tersebut." pinta Sheira.


"Baik bu." ucap Jasmine.


Jasmine pun meneleponnya dan menaikkan volume speaker agar semua orang mendengarnya. Dan benar saja apa yg dikatakan oleh Sheira kalau barang memang akan tiba seminggu lagi. Orang tersebut pun malu dan meninggalkan kantor tersebut. Entah siapa yg salah di kantor mereka tapi yg pasti pihak Sheira sudah menyampaikan segalanya dan mereka setuju.


Sheira pun kini mulai terbiasa akan protes yg dilayangkan seseorang dan dengan mudah ia menyelesaikannya. Dan Jasmine ia mulai terbiasa bekerja sebagai asisten Sheira. Walaupun ia rindu menjadi dokter, tapi reputasinya sudah hancur oleh Jason dan sulit diterima di rumah sakit manapun.


Hari demi hari pun berlanjut, dan akhirnya hari pelantikan Mall besar tersebut pun dibuka. Nampak area parkiran sudah dipenuhi orang-orang yg datang dari berbagai tempat. Dan dalam sekejap menjadi sangat ramai sampai menimbulkan kemacetan. Antrian di tempat makan pun sangat ramai, hingga para pegawai terlihat kewalahan. Bahkan Sheira juga membuka bekery miliknya disana.


Orang-orang juga antusias untuk mengunjungi bakery miliknya di mall tersebut. Sheira dan Theo pun resmi membuka mall tersebut pagi tadi dihadiri sejumlah pejabat dan tamu penting. Bahkan pembukannya masuk ke dalam berita di televisi swasta maupun berita online.


Berita tersebut juga menjadi headline news karena antusias orang-orang yg mengunjungi mall tersebut luar biasa. Beberapa teman mereka pun datang seperti David, Tio, bahkan Leon juga turut hadir. Mereka mengucapkan selamat pada Sheira dan Theo atas pembukaannya. Disana juga Leon tahu kalau Sheira dan Theo akan menikah bulan depan. Walaupun ia patah hati, tapi ia tak mau menunjukkannya dan tetap mengucapkan selamat.


Hingga hari-hari berikutnya pun terlewati dengan berbagai kejadian menarik lainnya. Dan tibalah hari dimana Sheira dan Theo mencoba pakaian pernikahan mereka. Mereka melakukan fitting baju ditemani Daniel, Jasmine dan juga Viola. Ketiganya menjadi juri dan menilai pakaian yg akan mereka kenakan.


"Mom suka gaun dan tuksedo yg ini.." ucap Viola.


"Aku juga sependapat dengan tante Viola." ucap Jasmine.


"Ya.. Theo kau tak terlalu kaku dengan pakaian ini." ucap Daniel.


"Daniel kau mau meledekku? mau kuhajar?" tanya Theo.


"Haha.. santai bro.. kau itu mau menikah dengan adikku.." ucap Daniel.


"Awas kau jika berkata yg aneh-aneh lagi." ucap Theo.


Dan mereka pun mencoba pakaian lagi, dan mendapat pujian karena pakaian mereka memang sangat cocok saat mereka pakai. Aura pengantin mereka pun keluar dan begitu terlihat. Dan tak lama lagi mereka akan menikah, berjanji sehidup semati untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Theo pun tak menyangka akan ada di titik sekarang. Begitu juga dengan Sheira, ia tak menyangka masih ada pria yg mau menerimanya lagi dengan status jandanya.

__ADS_1


__ADS_2